Author Topic: miskom pasutri,share da warisan serta curhatan hati  (Read 248 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 08, 2019, 07:17:12 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 24
  • Denominasi: Kristen
hai semua
mau curhat nih
saya sudah menikah,mengenai hubungan komunikasi pasutri yang sering miskom dan mengenai warisan.
kita berdua pernah share pengalaman jika diantara kita salah satu dipanggil Tuhan,apakah akan menikah lagi?

mengenai komunikasi,cara berfikir,itu berbeda antara kita. jadi terkadang suka ada perdebatan,istriku perfectionis sedangkan saya simple. jadi dalam memandang suatu hal itu punya perspektif yang berbeda. tapi kami jalani ini semua karena kami mau menempuh ini dan berpikir bisa melewatinya bersama sama.

keputusan kita berbeda
sebagai suami saya pribadi tidak ingin menikah lagi sampai saya dipanggilNya(jika saya masih diizinkan bernafas dan istri saya dipanggilNya lebih dulu) ,bukan berarti tidak ada hambatan kebutuhan biologis ke depannya, tapi saya sendiri menilai hubungan nikah itu setia 1 untuk selamanya, jadi gak menikah lagi itu keputusan yang menurut saya baik dan saya mengharapkan istri saya begitu, ternyata keputusan istri berbeda,karena faktor kebutuhan biologis jg,jadi istri saya bilang daripada gak tahan dan berbuat dosa zinah masturbasi lebih baik cari suami baru lagi ,karena berbuat dosa masturbasi/onani itu juga dapat membawa seseorang beriman masuk kedalam neraka kekal selamanya,jika hidup dalam dosa cabul/zinah/pelecehan seksual pada diri sendiri.

saya paham memang kita ada kebutuhan biologis, tapi di hati saya sakit rasanya saat istri saya mengatakan itu,gak sesuai ekspektasi saya/yang diharapkan, padahal seingat saya dulu istri saya pernah bilang lebih baik dia yang dipanggil Tuhan terlebih dahulu daripada saya yang dipanggil olehNya lebih dulu, dia pernah bilang saya juga gak akan nikah lagi kalau sudah sama aku, tapi pernyataan yang saya dengar kali ini berbeda, dan dia(istri) mengatakan saya tidak mau munafik,daripada saya jadi orang munafik.

disatu sisi saya harus memahami kondisi istri, krn ada kebutuhan biologis,begitu jgua saya pun ada, saya sendiripun juga tidak tahu apakah bisa bertahan kalau tanpa nikah kembali, tapi dipikiran saya yang lain itu merasa gak setia dikarenakan menikah lagi, yang saya dengar dari yang Rasul Paulus katakan jika tarakan ya sebaiknya nikah tapi "Lebih baik" tidak menikah lagi Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku (Rasul Paulus).
1 Korintus 7:1-7
7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.
7:7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

yang buatku kepikir dan saat ini buat aku sedih,saat aku tidada kalau istriku nikah lagi dengan orang lain ,itu rasanya bagiku nilai itu tidak setia,entah karena pandanganku sempit/egois ,atau gimana? "gimana menurut pendapat para pembaca"

lalu mengenai warisan,saya punya simpanan , dan simpanan yang saya miliki ini bagaiaman referensi yang bagus dan baiknya menurut Firman Tuhan/Alkitab/Tuhan ?

Terima kasih,Tuhan Yesus memberkati kalian semua.
« Last Edit: January 08, 2019, 07:27:11 AM by perpuluhansejati »
January 08, 2019, 08:19:36 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 442
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
umur brp om, kok bahas kematian? sy belum menikah sih, baru2 ini sy jadian dengan seorang cewek (pacaran).

kalo sy sih (seandainya sy uda menikah) : kalo sy duluan meninggal, tidak mengapa apabila dia menikah lagi, karna terpenting adalah kebahagiaannya. jika memang dia bisa lebih mampu menjalani hidup dengan menikah lagi, mengapa tidak? sy rasa membatasi diri utk tidak menikah itu cukup berat, karna manusia butuh kasih sayang juga dari lawan jenis (pasangan kita). sy sendiri gak yakin kalo meninggal bisa tahan gak menikah. yah mungkin2 aja awal2nya tahan, tapi seandainya umur kita masih gak terlalu tua (masih lama untuk menjadi tua), misalnya istri meninggal di saat usia kita 40 tahun, maka kurasa kita masih bisa kalau mau menikah. kecuali kalo umur kita uda mulai TUA BANGKA, BANGKOTAN, BAU TANAH, sekitar umur 55 (ya 55 sudah sedikit 'mulai tua bangka') atau lebih, mungkin gak usah lah menikah, kasihan pasangan kita nanti. :D
« Last Edit: January 08, 2019, 08:28:37 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 08, 2019, 09:36:06 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9486
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalau berdasar Firman Tuhan

jika pasangan meninggal (cerai mati), diperbolehkan untuk menikah kembali

nah dari dasar ini hendaknya hatimu tidak tertuduh kalau mau menikah lagi bro

kalau kamu memutuskan untuk tidak menikah lagi juga tak mengapa, yang penting dari semuanya itu adalah memuliakan Tuhan
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 08, 2019, 12:54:43 PM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
TUA BANGKA, BANGKOTAN, BAU TANAH, )

Walaupun demikian kalo BAU DUIT mah laris manis aja, sebab bau duit bisa mengalahkan bau tanah.
January 08, 2019, 02:00:19 PM
Reply #4
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 24
  • Denominasi: Kristen
umur brp om, kok bahas kematian? sy belum menikah sih, baru2 ini sy jadian dengan seorang cewek (pacaran).

kalo sy sih (seandainya sy uda menikah) : kalo sy duluan meninggal, tidak mengapa apabila dia menikah lagi, karna terpenting adalah kebahagiaannya. jika memang dia bisa lebih mampu menjalani hidup dengan menikah lagi, mengapa tidak? sy rasa membatasi diri utk tidak menikah itu cukup berat, karna manusia butuh kasih sayang juga dari lawan jenis (pasangan kita). sy sendiri gak yakin kalo meninggal bisa tahan gak menikah. yah mungkin2 aja awal2nya tahan, tapi seandainya umur kita masih gak terlalu tua (masih lama untuk menjadi tua), misalnya istri meninggal di saat usia kita 40 tahun, maka kurasa kita masih bisa kalau mau menikah. kecuali kalo umur kita uda mulai TUA BANGKA, BANGKOTAN, BAU TANAH, sekitar umur 55 (ya 55 sudah sedikit 'mulai tua bangka') atau lebih, mungkin gak usah lah menikah, kasihan pasangan kita nanti. :D

umur agak muda,tapi gak terlalu muda.
soalnya ada orang yang bisa tahan dari nafsu ,ada yang gak tahan.

mengenai warisan apa nanti bisa dinikmati oleh suaminya yang baru apakah ikut menikmati hasil yang saya punya?
diwariskan ke istri,anak saja atau gimana?
January 08, 2019, 02:01:40 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 24
  • Denominasi: Kristen
kalau berdasar Firman Tuhan

jika pasangan meninggal (cerai mati), diperbolehkan untuk menikah kembali

nah dari dasar ini hendaknya hatimu tidak tertuduh kalau mau menikah lagi bro

kalau kamu memutuskan untuk tidak menikah lagi juga tak mengapa, yang penting dari semuanya itu adalah memuliakan Tuhan
berarti baik suami maupun istri boleh menikah lagi ,sekalipun sudah punya anak?

nah kalau mengenai warisan sebaiknya diwariskan ke istri, anak atau gimana? apakah suami barunya ikut menikmati hasil saya jg?
January 09, 2019, 11:33:22 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9486
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
berarti baik suami maupun istri boleh menikah lagi ,sekalipun sudah punya anak?

boleh, apabila cerai mati

baik hukum negara walaupun hukum agama Kristen tidak melarang hal ini broh

nah kalau mengenai warisan sebaiknya diwariskan ke istri, anak atau gimana? apakah suami barunya ikut menikmati hasil saya jg?

kalau ini akan mengikuti hukum negara apabila yang bersangkutan tidak meninggalkan wasiat

nah ketika urusan itu sudah beres, tentunya ketika menikah dengan suami/istri baru lagi ya mengikuti hukum seperti biasanya aja

mereka itu bukan lagi 2 tetapi 1
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 09, 2019, 12:27:03 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1575
hai semua
mau curhat nih
saya sudah menikah,mengenai hubungan komunikasi pasutri yang sering miskom dan mengenai warisan.
kita berdua pernah share pengalaman jika diantara kita salah satu dipanggil Tuhan,apakah akan menikah lagi?

mengenai komunikasi,cara berfikir,itu berbeda antara kita. jadi terkadang suka ada perdebatan,istriku perfectionis sedangkan saya simple. jadi dalam memandang suatu hal itu punya perspektif yang berbeda. tapi kami jalani ini semua karena kami mau menempuh ini dan berpikir bisa melewatinya bersama sama.

keputusan kita berbeda
sebagai suami saya pribadi tidak ingin menikah lagi sampai saya dipanggilNya(jika saya masih diizinkan bernafas dan istri saya dipanggilNya lebih dulu) ,bukan berarti tidak ada hambatan kebutuhan biologis ke depannya, tapi saya sendiri menilai hubungan nikah itu setia 1 untuk selamanya, jadi gak menikah lagi itu keputusan yang menurut saya baik dan saya mengharapkan istri saya begitu, ternyata keputusan istri berbeda,karena faktor kebutuhan biologis jg,jadi istri saya bilang daripada gak tahan dan berbuat dosa zinah masturbasi lebih baik cari suami baru lagi ,karena berbuat dosa masturbasi/onani itu juga dapat membawa seseorang beriman masuk kedalam neraka kekal selamanya,jika hidup dalam dosa cabul/zinah/pelecehan seksual pada diri sendiri.

saya paham memang kita ada kebutuhan biologis, tapi di hati saya sakit rasanya saat istri saya mengatakan itu,gak sesuai ekspektasi saya/yang diharapkan, padahal seingat saya dulu istri saya pernah bilang lebih baik dia yang dipanggil Tuhan terlebih dahulu daripada saya yang dipanggil olehNya lebih dulu, dia pernah bilang saya juga gak akan nikah lagi kalau sudah sama aku, tapi pernyataan yang saya dengar kali ini berbeda, dan dia(istri) mengatakan saya tidak mau munafik,daripada saya jadi orang munafik.

disatu sisi saya harus memahami kondisi istri, krn ada kebutuhan biologis,begitu jgua saya pun ada, saya sendiripun juga tidak tahu apakah bisa bertahan kalau tanpa nikah kembali, tapi dipikiran saya yang lain itu merasa gak setia dikarenakan menikah lagi, yang saya dengar dari yang Rasul Paulus katakan jika tarakan ya sebaiknya nikah tapi "Lebih baik" tidak menikah lagi Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku (Rasul Paulus).
1 Korintus 7:1-7
7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.
7:7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

yang buatku kepikir dan saat ini buat aku sedih,saat aku tidada kalau istriku nikah lagi dengan orang lain ,itu rasanya bagiku nilai itu tidak setia,entah karena pandanganku sempit/egois ,atau gimana? "gimana menurut pendapat para pembaca"

lalu mengenai warisan,saya punya simpanan , dan simpanan yang saya miliki ini bagaiaman referensi yang bagus dan baiknya menurut Firman Tuhan/Alkitab/Tuhan ?

Terima kasih,Tuhan Yesus memberkati kalian semua.
Walaupun secara Kristen, diperbolehkan menikah lagi setelah salah satu pasangan meninggal...akan tetapi Kesetiaan yang "Sejati" dibuktikankan selama hidup ( benar" Menjadi 1 untuk selamanya, tapi hal ini ga bisa dipaksakan ke istri Bro )...
Kalau Bro khawatir terhadap warisan Bro, bisa dipikirkan mulai sekarang untuk membuat Hibah (ada hibah selama masih hidup. ada juga hibah wasiat : dibuka/diberikan setelah bro meninggal)....Tinggal pandai" nya dan Bijaksananya Bro aja untuk memformulasikannya...Perlu diingat, jumlah hibah ga boleh melebihi Legitieme Portie/bagian mutlak ahli waris (kalo Bro ga ngerti, coba baca/tanya sama yang ngerti hukum)

Salam Damai Bro...
Tuhan Memberkati...
January 09, 2019, 02:26:18 PM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
hai semua
mau curhat nih

yang buatku kepikir dan saat ini buat aku sedih,saat aku tidada kalau istriku nikah lagi dengan orang lain ,itu rasanya bagiku nilai itu tidak setia,entah karena pandanganku sempit/egois ,atau gimana? "gimana menurut pendapat para pembaca"

Santai saja bro, di surga toh gak penting itu istri atau suami. So jangan terlalu dipikirin geto lho. Apalagi sampai pada ribut antar suami istri. Gak penting toh.

22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Kalau kamu mengasihi/mencintai istrimu, yah biarkan dia menikmati hidupnya kalau kamu sudah tidak bisa memberikan kebahagiaan untuknya. Kini yang sedang berpikir adalah ego dirimu. Lepaskan egomu saja. Semua itu tak penting. Hidup ini yang terpenting adalah Hidup untuk Kristus.

Salam Hidup hanya sementara.

Hidup hanya sementara.
January 09, 2019, 02:32:39 PM
Reply #9
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
nah kalau mengenai warisan sebaiknya diwariskan ke istri, anak atau gimana? apakah suami barunya ikut menikmati hasil saya jg?

Salam Santai saja bro.
Dalam hal harta, kamu harus berpikir seperti Ayub.

1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

Harta itu cuma titipan, bukan milik kita sesungguhnya, jangan berpikir harta warisan itu seperti sesuatu yang sangat penting. Semua itu dari berkatNya. Seandainya ada orang lain terberkati oleh hartamu. Berbahagialah. Toh kamu tak memerlukannya lagi kan. ho ho ho.

Salam Hidup hanya sementara.

Hidup hanya sementara.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)