Author Topic: Thanksgiving: Belajar Memahami Berkat Tuhan  (Read 130 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 11, 2019, 10:36:21 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 120
  • Denominasi: Protestan

Sejumlah negara di Amerika Utara dan belahan dunia lain merayakan Thanksgiving yang jatuh setiap Kamis keempat bulan November. Menurut sejarah, di hari Thanksgiving orang-orang merayakan akhir masa panen dan berterima kasih atas berkat-berkat Tuhan.
Meskipun Thanksgiving bukan hari raya keagamaan, lewat perayaan ini kita dapat belajar memaknai berkat Allah dalam hidup kita—baik yang kelihatan maupun tidak.
Apakah kita menilai hidup berdasarkan masa ‘panen berkat’ atau ‘paceklik berkat’? Apa kita berpikir Tuhan mampu dan tega tidak memberkati hidup kita? Barangkali kita pernah dengar opini, atau secara pribadi berpikir, bahwa kita harus rajin ke gereja supaya dapat banyak berka
Benarkah begitu?

Bagaimana cara melihat berkat Tuhan?
Saya lalu merenungkan, apakah saya melakukan kegiatan rohani karena pingin dapat berkat, atau karena siapa Tuhan bagi saya? Apakah saya betul-betul menyadari kasih Allah atau fokus dengan materi pemberian-Nya saja?
Tak heran saya menjadi pribadi egois, tidak punya kasih, angkuh, merasa selalu benar, dan layak menerima keselamatan, padahal hidup saya penuh dosa.
Pada akhirnya, pertanyaan saya berubah menjadi: Seberapa pantas saya menuntut Tuhan memberkati hidup saya?
Saya bersyukur Tuhan memberi saya seorang sahabat yang dengan lemah lembut membimbing saya dalam Bible Study. Lewat dia, saya menyadari bahwa Tuhan memberkati saya dalam banyak cara:

1. Berkat Jasmani
– Ulangan 8:18a
Jangan remehkan hal-hal ‘kecil’ yang Anda miliki. Seringkali kita terbiasa menerima sesuatu, sehingga lupa bersyukur. Bisa jadi apa yang kita miliki sangat didambakan orang lain yang harus berjuang mati-matian mendapatkannya.
Talenta kita, kesehatan, keluarga, pasangan, pekerjaan, teman yang baik, perlindungan dalam perjalanan, rumah untuk berteduh, pakaian yang kita kenakan, makanan yang mampu kita beli—semua adalah kekayaan (Ulangan 8:11-20). Syukuri itu, dan sadari bahwa kita dapat memilikinya karena Tuhanlah yang memberikan kepada kita.

2. Berkat Rohani
Kabar baik (Injil) Kristus yang kita terima adalah berkat yang luar biasa. Keselamatan, hikmat, dan kebijaksanaan untuk memahami kata-kata Allah juga merupakan berkat yang tak ternilai bagi hidup kita. – Efesus 1:3
Selain itu, sebagai murid, kita akan mengetahui rahasia kerajaan surga.
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” – Matius 13:10-11

3. Berkat dalam Penderitaan
Mudah bagi kita bersyukur ketika sedang panen berkat, tapi bagaimana ketika masa paceklik itu datang?
Dalam kisah Ayub, iblis datang kepada Tuhan dan mendakwa Ayub. Atas seizin Tuhan, Ayub diuji dengan penderitaan yang berat. Semua anak dan harta-miliknya lenyap, Ayub jatuh miskin, terbuang, dan kehilangan banyak teman. Namun, Ayub tidak kehilangan iman. Melihat itu, apa yang Tuhan lakukan?. Ayub 42:12

Dari Bad News Menjadi Good News
Setelah menjadi Kristen, hidup saya tetap penuh perjuangan. Bukan hanya untuk kesuksesan di dunia, melainkan juga hidup kerohanian melawan dosa dan kelemahan.
Zona nyaman saya terganggu. Tertatih-tatih, saya berlatih, bahkan hampir menyerah untuk memikul salib dan menyangkal diri (Matius 8:34), serta mengasihi orang lain (Filipi 2:3-4). Alhasil, saya dijauhi banyak teman, dianggap sok suci, dan tidak sedikit yang meremehkan pertobatan saya. Namun, semua kesukaran itu membawa saya kepada pengenalan yang benar akan Tuhan dan memurnikan hati saya (Petrus 1:6-7). – Pengkhotbah 7:14 1

Jadi, penderitaan atau bad news merupakan salah satu alat Tuhan untuk memberi kita good news. Untuk menumbuhkan iman kita dan supaya kita mendekatkan diri kepada-Nya. Agar kita sadar bahwa segala pencapaian kita terjadi karena kekuatan Tuhan. Penderitaan adalah sarana berkat Tuhan di tengah perjuangan kita sebagai murid.
Jadi, setiap kali Anda merasa Tuhan tidak memberkati hidup Anda, hitunglah berkat jasmani, rohani, bahkan berkat dalam penderitaan Anda. Lalu, renungkan: “Seberapa pantas saya menuntut Tuhan memberkati hidup saya?”
Jika Anda masih merasa khawatir akan penyertaan Tuhan, ingatlah: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” – Filipi 4:19.
Amin !

Source : https://gkdi.org/blog/berkat-tuhan/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)