Author Topic: Maria Bunda Allah ?  (Read 3322 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 01, 2019, 02:25:56 AM
Reply #180
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Pada waktu Allah menciptakan manusia, Dia membentuk debu tanah dan menghembuskan nafas, dan menjadi manusia yang hidup, atau jiwa yang hidup atau roh yang hidup. Maka orang dikotomi berusaha menjelaskan hal ini, yaitu tubuh yang dibentuk ditambah dengan hembusan nafas ke dalam, dua unsur yang membentuk manusia yang hidup.
Bold itu lebih berupa "ungkapan" pada sebuah sikon.

Nggak beda dengan :
setelah AdamHawa makan buah, maka
AdamHawa = manusia yang mati, atau jiwa yang mati atau roh yang mati.

So,
bayi Kain pas ngbrojol itu adalah seonggok daging doank tanpa jiwa/roh ---> Monokotomi.
February 01, 2019, 12:33:26 PM
Reply #181
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Denominasi: Protestan
Saya sangat paham betul, tentang ajaran dikotonomi tersebut, karena itu saya tanya kembali ke anda, sebab anda belum menjawab pertanyaan saya tersebut  sampai sekarang..

Pertanyaan saya sederhana..

pengkhotbah mengatakan, dari Allah kembali kepada Allah.

Nah, Yg menjadi pertanyaan saya adalah: Jika seperti pemahaman anda, bahwa jiwa dan roh adalah sama, sehingga berdasarkan pengkhotbah tersebut, jika kita mati..  maka jiwa/roh kita akan kembali kepada Allah di surga ??

Apakah demikian ??

Jbu..

Jiwa/roh orang percaya yang sudah mati ada di Firdaus atau pangkuan Abraham

Jiwa/roh orang tidak percaya yang sudah mati akan berada didalam tempat siksaan sementara

Ecclesia Semper Reformanda Est
February 01, 2019, 12:34:51 PM
Reply #182
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Denominasi: Protestan
Bold itu lebih berupa "ungkapan" pada sebuah sikon.

Nggak beda dengan :
setelah AdamHawa makan buah, maka
AdamHawa = manusia yang mati, atau jiwa yang mati atau roh yang mati.

So,
bayi Kain pas ngbrojol itu adalah seonggok daging doank tanpa jiwa/roh ---> Monokotomi.


Tidak ada manusia lahir tanpa jiwa/roh

Ecclesia Semper Reformanda Est
February 02, 2019, 03:46:05 AM
Reply #183
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Iyaaaaaa... tau saya, 888  :D.

Tapi yg saya lagi omongin itu bukan mengenai perbedaannya, melainkan perihal [adanya kalimat yang mengandung salah satu vocab tsb].

Dengan kata laen, nggak selalu harus dipatok "oh sosok yg diliat berbedaaaaaa..." apabila kalimatnya (misal) : [I see a spirit coming up out of the ground] ---VS--- [I saw the souls of those who had been beheaded].
Bedaaaa... karena kalo yg ungu, itu si mak lampir ngliat nafas Tuhan keluar dari ubin.
 Kalo yg oranye, itu si penulis ngliat pertimbangan akal, emosi dan keinginan kepala di tebas.

Ngotot bhw itu pasti selalu berbeda, akibatnya timbul pertanyaan :
Jadi pada kalimat [aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu] ---> ini si penulis ngliat apa ? ngliat [nafas Tuhan] besar dan kecil ? ataukah ngliat [pertimbangan akal, emosi, keinginan] besar dan kecil ?

Begitu maksud saya 888.
Oda .. yg dilihat penulis tersebut, BUKAN Roh Manusia yg dipahami sbg Nafas Hidup yg berasal dari Allah, Tetapi Jiwa manusia yg dipahami sbg Roh Manusia.

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya Oda, Jiwa (roh manusia itu), terbentuk dari: Emosi, Keinginan, Hikmat dan Pengetahuan.==> inilah yg akan dihakimi dan Bukan Roh Manusia yg dipahami sbg nafas hidup.

Mengapa ?

Sebab, emosi, keinginan, hikmat dan pengetahuan, bisa melahirkan perbuatan dosa, yg bisa melahirkan dosa inilah yg “bisa dihakimi”.

Jadi, yg dilihat penulis tsb, adalah jiwa2 yg “terbentuk” dari Emosi, Keinginan, Hikmat dan Pengetahuan yg taat kepada perintah Allah.

Nah, karena jiwa itu “terbentuk” sejak manusia dilahirkan hingga mati, dan pembentukan jiwa itu disebabkan faktor yg berbeda-beda, sehingga “setiap manusia” memiliki jiwa yg berbeda -beda pula.

Jiwa saya, berbeda dgn Oda. Mengapa ? Sebab emosi, keinginan, hikmat dan pengetahuan yg melekat dan yg saya miliki, pasti berbeda dgn yg Oda miliki.

Emosi, keinginan, hikmat dan pengetahuan yg saya miliki tersebut, “bernama pencerah888”.

Jbu
February 02, 2019, 03:56:25 AM
Reply #184
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Jiwa/roh orang percaya yang sudah mati ada di Firdaus atau pangkuan Abraham

Jiwa/roh orang tidak percaya yang sudah mati akan berada didalam tempat siksaan sementara
Berarti berdasarkan pemahaman anda tersebut, atas pengkhotbah, memiliki pengertian : Abraham = Allah, sebab pengkhotbah tidak katakan dari Allah kembali kepada pangkuan Abraham, tetapi dikatakan dari Allah kembali kepada Allah.

Apakah demikian ??

catatan masukan untuk anda: penjelasan anda tentang Abraham tsb lah, jika dibandingkan dgn pengkhotbah, itulah yg membuktikan: Roh (nafas hidup) dan Jiwa (Roh manusia) itu berbeda.

Roh (nafas hidup) kembali kepada Allah, jiwa (roh manusia yg sebenarnya) itulah yg berada dipangkuan Abraham.

Jadi, saudara ku .. Ajaran Dikhotomi itu, bertentangan dgn “fakta - fakta Alkitab”, kecuali   Seperti pertanyaan saya diatas, jika anda menyamakan Abraham = Allah, barulah Ajaran dikotomi itu tidak bertentangan dgn Alkitab.

Maaf, coba anda lepaskan sejenak pengajaran theologia yg anda terima selama ini, dan membuka diri terhadap fakta-fakta yg tertulis di Alkitab.


Jbu
February 02, 2019, 11:32:14 AM
Reply #185
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Oda .. yg dilihat penulis tersebut, BUKAN Roh Manusia
Iya bukan. Yang terbaca kan : [roh keluar dari ubin], 888. Jadi yang diliat si mak lampir dan Saul itu ya emang roh didalam pengertian spirit-being ---> hantu dari orang yg sudah mati.

Oleh karena saya bilang bhw baiknya diliat juga rangkaian kalimat itu sendiri gimana.


Quote
yg dipahami sbg Nafas Hidup yg berasal dari Allah, Tetapi Jiwa manusia yg dipahami sbg Roh Manusia.
Nggak. Nggak perlu dituker2 pemahamannya kayak gitu atuh 888  :).

Kalimat [I see a spirit coming up out of the ground] ---> ini BUKAN karena seturut versi 888 yg ngomong gagal paham.

Dimana seturut versi 888 :
sebenernya yg diliat itu BUKAN hantu [spirit], melainkan yg diliat si mak lampir dan Saul itu [pertimbangan akal / Jiwa]. Namun karena si mak lampir gagal paham, yakni di pov maklampir [soul = spirit], akibatnya si maklampir bilang dia ngliat spirit. Padahal seharusnya dia bilang dia ngliat soul, karena yang dia liat itu ya sebenernya soul bukan spirit.

Quote
Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya Oda, Jiwa (roh manusia itu), terbentuk dari: Emosi, Keinginan, Hikmat dan Pengetahuan.==> inilah yg akan dihakimi dan Bukan Roh Manusia yg dipahami sbg nafas hidup.
Sekali lagi, saya nggak sedang ngomongin perihal pengertian antara roh dan jiwa, 888.

Yang saya maksudkan adalah LIAT KALIMAT_nya  :D.
Dari situ baru bisa keliatan apa iya perlu dibedakan ato kagak antara vocab spirit VS soul.

Quote
Jadi, yg dilihat penulis tsb, adalah jiwa2 yg “terbentuk” dari Emosi, Keinginan, Hikmat dan Pengetahuan yg taat kepada perintah Allah.
sekali lagi itu si penulis bukan sedang gagal paham. Melainkan emang vocab itu bisa interchangeable, 888. Makanya LIAT KALIMATnya  :wink:.

In which he went and proclaimed to the spirits in prison

bandingkan dengan ini :

Beloved, do not believe every spirit, but test the spirits to see whether they are from God

juga dengan ini:

And my spirit rejoices in God my Savior

Adakah dari ketiga model kalimat diatas yg menurut 888 penulisnya gagal paham ? dimana menurut 888: seharusnya ditulis vocab soul, namun karena si penulis gagal paham yakni pemahaman si penulis [soul = spirit], akibatnya dia tulis dgn vocab spirit padahal seharusnya dia tulis soul
« Last Edit: February 02, 2019, 11:39:24 AM by odading »
February 02, 2019, 03:44:02 PM
Reply #186
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Denominasi: Protestan
Berarti berdasarkan pemahaman anda tersebut, atas pengkhotbah, memiliki pengertian : Abraham = Allah, sebab pengkhotbah tidak katakan dari Allah kembali kepada pangkuan Abraham, tetapi dikatakan dari Allah kembali kepada Allah.

Apakah demikian ??

catatan masukan untuk anda: penjelasan anda tentang Abraham tsb lah, jika dibandingkan dgn pengkhotbah, itulah yg membuktikan: Roh (nafas hidup) dan Jiwa (Roh manusia) itu berbeda.

Roh (nafas hidup) kembali kepada Allah, jiwa (roh manusia yg sebenarnya) itulah yg berada dipangkuan Abraham.

Jadi, saudara ku .. Ajaran Dikhotomi itu, bertentangan dgn “fakta - fakta Alkitab”, kecuali   Seperti pertanyaan saya diatas, jika anda menyamakan Abraham = Allah, barulah Ajaran dikotomi itu tidak bertentangan dgn Alkitab.

Maaf, coba anda lepaskan sejenak pengajaran theologia yg anda terima selama ini, dan membuka diri terhadap fakta-fakta yg tertulis di Alkitab.


Jbu


PANGKUAN ABRAHAM DAN FIRDAUS HANYA GAMBARAN AKAN TEMPAT SEMENTARA DIMANA ROH/JIWA MANUSIA YANG SUDAH SELAMAT BERDIAM SAMBIL MENUNGGU TUBUH KEMULIAAN YANG AKAN DITERIMA KELAK PADA SAAT MARANATHA.

JANGAN MENAFSIRKAN SEMUA AYAT SECARA LITERAL TANPA ANDA MENJADI SESAT !

ROH DAN JIWA ADALAH SATU KESATUAN BAGIAN DARI MANUSIA YANG TIDAK TERLIHAT.


Ecclesia Semper Reformanda Est
July 05, 2019, 11:18:00 PM
Reply #187
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3201
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Weh, @alamak menulis dengan huruf kapital semata?
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)