Author Topic: Mengapa Tidak Bapa yang berinkarnasi menjadi manusia?  (Read 315 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 23, 2019, 10:20:19 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 442
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Mengapa tidak Bapa yang berinkarnasi menjadi manusia? Mengapa harus Anak?

Apakah jikalau Bapa yang berinkarnasi, maka Bapa akan menjadi 'anak'? atau tetap 'Bapa'?
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 23, 2019, 10:30:53 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 442
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Aku coba mulai ya, harap maklum, hasil asal mikir dari seorang awam.

Dari hasil baca sana sini dan dari sedikit logikaku, aku rasa ada beberapa teori :
1. Mungkin cuma Yesus yang 'bisa' merendahkan diri setara dengan 'hamba' seperti manusia biasa.
2. Berhubung semuanya diciptakan dari 'Firman' maka Firman memiliki 'kedekatan' dengan karya ciptaan tersebut. --> kubaca dari tulisan Bapa Gereja, Thomas Aquinas.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 23, 2019, 10:33:47 AM
Reply #2
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
2000 tahun yang lalu ketika Simon Petrus, berkata “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!", ide ini menyebabkan banyak kontroversi dari orang2 Yahudi, dan jika anda hidup dijaman itu mungkin juga akan menolaknya.

Tetapi sebenarnya Yesaya telah mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, cuma hal ini dianggap penghujatan besar jika dinyatakan oleh Yesus Kristus pada waktu itu, bahkan pada jaman inipun banyak yang tidak percaya.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
January 23, 2019, 11:17:48 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9491
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 23, 2019, 01:19:48 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 819
  • There is none like You
Bapa dan Anak adalah satu.

Yohanes 5:19 (TB)
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri,

jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya;

sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
January 23, 2019, 06:51:33 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Mengapa tidak Bapa yang berinkarnasi menjadi manusia? Mengapa harus Anak?

Apakah jikalau Bapa yang berinkarnasi, maka Bapa akan menjadi 'anak'? atau tetap 'Bapa'?

Pemikiran kamu berawal dari pemikiran bahwa Yesus sebelum inkarnasi adalah sosok yang sering tampil bertemu manusia dalam kisah di Alkitab. Wujud Yesus sebelum manusia adalah sosok seperti Yesus gitu lah...

Itu pemikiran yang salah.

Allah itu tidak berwujud benda, tidak dapat dihitung dan dibilang, sebab YHWH (TUHAN) itu bukan suatu zat tertentu yang oleh kampung sebelah disebut Zat Allah. Jadi kita bukan punya dua Allah sehingga kamu bisa memilih seperti memiih benda. Mengapa Bapa tetapi Yesus, padahal satu.

Allah sebelum inkarnasi, memperkenalkan diri kepada Musa dengan sebutan YHWH (TUHAN) yang kita kenal sebutan itu hampir diseluruh kitab para nabi Perjanjian Lama dan sebelumnya saat betemu dengan Abraham Ia memperkenalkan diri-Nya sebagai Elshaddai. Ulangan 6:4 berkata, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" Allah itu bukan tiga Tuhan, bukan tiga Allah, tetapi Esa. Yesus sebelum inkarnasi adalah Firman-Nya, sesuatu yang keluar dari diri YHWH (TUHAN) untuk melakukan kehendak-Nya. Yesaya 55:11 menulis, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Dalam Amsal 8:30 menyebutkan bahwa Firman-Nya yang digambarkan sebagai Hikmat itu sebagai anak kesayangan YHWH (TUHAN). Berikut saya copas ayatnya:

22  TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
23  Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
24  Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
25  Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
26  sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
27  Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
28  ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
29  ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
30  aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
31  aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
32  Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.


Kata menciptakan disana memakai kata קנה qanah bereda dengan dalam Kejadian memakai kata יצר yatsar dan kepada mahluk lainnya memakai kata ברא bara’ sehingga tidak benar jika menyebut Firman itu diciptakan seperti Allah menciptakan semesta ini, tetapi lebih tepatnya menempatkan firman-Nya yang keluar dari Allah sebagai permulaan dari segala sesuatu.

Kolose 1:16 berkata, "karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Dia yang dimaksudkan adalah Tuhan Yesus Kristus (ayat 15), sejalan dengan apa yang digambarkan dalam Amsal 8:22:32 diatas. Firman yang menjadi manusia, gambaran Allah Bapa yang dapat dilihat dan berwujud seperti salah satu ciptaan-Nya.

Sampai disini seharusnya anda paham bahwa anda telah bertanya pertanyaan konyol...
« Last Edit: February 19, 2019, 02:30:40 PM by Krispus »
January 24, 2019, 10:55:40 AM
Reply #6
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6448
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Bro Revoltzer masih dibayang-bayangi paradigma bhw Bapa, Firman dan Roh adalah entitas yg terpisah.
Bro masih punya background pemikiran 3 ilah atau 3 allah.

Kekristenan tidak menyembah 3 allah.
Kita menyembah Allah yang satu, yang esa.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
January 24, 2019, 01:52:07 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 848
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Bro Revoltzer masih dibayang-bayangi paradigma bhw Bapa, Firman dan Roh adalah entitas yg terpisah.
Bro masih punya background pemikiran 3 ilah atau 3 allah.

Kekristenan tidak menyembah 3 allah.
Kita menyembah Allah yang satu, yang esa
.

 :afro:
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
January 24, 2019, 07:27:52 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1127
Tetapi sebenarnya Yesaya telah mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, cuma hal ini dianggap penghujatan besar jika dinyatakan oleh Yesus Kristus pada waktu itu, bahkan pada jaman inipun banyak yang tidak percaya.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

The everlasting Father di Yesaya 9:6, bukan merujuk kepada  God the Father ( 1st Person dari Allah Tritunggal.)

1. Isaiah is not confusing Jesus the Messiah with the first person of the Trinity.

Isaiah isn’t teaching us that God the Son, the second person of the Trinity, is the same person as God the Father. (The early church denounced this idea as the heresy of modalism.)

It’s unlikely Isaiah has the Trinity in mind at all when he says the Messiah will be called Everlasting Father. It’s not the Messiah’s role within the Godhead, but the Messiah’s character toward us that Isaiah has in mind. Concerning the language of “Everlasting Father,” Sam Storms calls it “a descriptive analogy pointing to Christ’s character . . . he is fatherly, father-like, in his treatment of us.”

https://www.thegospelcoalition.org/article/how-can-jesus-be-our-everlasting-father/


===

Versi DR:

Isaiah 9:6

For our sakes a child is born, to our race a son is given, whose shoulder will bear the sceptre of princely power. What name shall be given him? Peerless among counsellors, the mighty God, Father of the world to come, the Prince of peace.

===

Salam,
January 25, 2019, 05:30:01 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 901
  • Denominasi: Protestan
2000 tahun yang lalu ketika Simon Petrus, berkata “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!", ide ini menyebabkan banyak kontroversi dari orang2 Yahudi, dan jika anda hidup dijaman itu mungkin juga akan menolaknya.
Tergantung posisi elo pada saat itu, bray.

(17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga

Kalo elo ada di dekat Simon Petrus pada momen itu, MUSTAHIL elo menolaknya.


Satu lagi, sebelum Simon Petrus, Yohanes Pembaptis yang dikatakan Yesus Kristus sebagai "yang terbesar", sudah menyatakannya terlebih dulu :

(29) Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
(34) Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Nah, menurut elo, pernyataan siapa yang lebih kontroversial, Simon Petrus atau Yohanes Pembaptis?

Tetapi sebenarnya Yesaya telah mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, cuma hal ini dianggap penghujatan besar jika dinyatakan oleh Yesus Kristus pada waktu itu, bahkan pada jaman inipun banyak yang tidak percaya.
Oh ya? Kalo gitu bagaimana dengan,

Yes 61:1-2 LAI-TB
(1) Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
(2) untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,

Kalo Bapa yang jadi Yesus Kristus, siapa "Allah" yang dimaksud di ayat 2 di atas, bray?
Dan siapa pula TUHAN yang telah mengurapi "aku" di ayat satu 1 di atas, bray?


Yes 48:16-17
(16) Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ." Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.

(17) Beginilah Firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Nah, siapa TUHAN ALLAH yang mengutus aku dengan Roh-Nya di atas, bray?
Dan siapa pula Tuhan, Penebus-mu yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh?

Jika elo belon tahu, gue kasih tahu bahwa pengertian Tritunggal ada tersirat dalam Perjanjian Lama.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Jadi menurut elo, Bapa mesti terlahir dulu sebagai anak cowok, untuk kemudian disebut Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai ?

Apa maksud elo seperti itu, bray?
« Last Edit: January 25, 2019, 05:50:06 AM by viruskasih »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)