Author Topic: Salahkah aku "menduakan" gerejaku  (Read 152 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 31, 2019, 12:10:12 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2495
  • Gender: Male
  • be a light!
  • Denominasi: Protestan
Sejak kecil aku berjemaat di sebuah gereja (sebut saja gereja A). Dalam hal pelayanan, kadangkala aku menjadi song leader kebaktian. Pelayanan ini sudah aku jalani sejak remaja.

Yang jadi masalah, pelayanan aku tersebut seolah mandek (terhenti) di situ saja.  Bisa dibilang aku sulit masuk ke pelayanan lain, karena orang2 di gerejaku cenderung skeptis. Mereka jarang saling mengajak, kecuali dengan teman-teman dekat mereka.

Setiap kali acara Natal dan Paskah, yang dipilih menjadi MC atau song leader hanya itu2 saja. Tak jarang yang mereka pilih bukanlah orang yang luwes atau kemampuannya pas-pasan. Aku selalu disisihkan, padahal mereka semua tahu bahwa aku punya bakat menyanyi dan berani tampil di depan umum. Bukannya mau aktualisasi diri, tapi aku ingin talenta ini bisa berkembang dan bermanfaat lebih lagi untuk pelayanan.

Suatu hari, karena sesuatu hal, aku terlambat untuk kebaktian di gereja A. Daripada tidak ke gereja, aku putuskan pergi ke gereja lain yang sama-sama beraliran Protestan (sebut saja gereja B).
Di sana aku disambut dengan baik. Beberapa orang yang sudah kukenal malah menawariku untuk ikut paduan suara di gereja mereka. Didorong rasa ingin berkembang, akhirnya aku menerima tawaran itu. Jadi meskipun masih berjemaat di gereja A, aku akhirnya sering ke gereja B. Lama kelamaan tak hanya paduan suara, aku ikut juga pelayanan lainnya, seperti pemimpin persekutuan doa. Ya, aku merasa nyaman.

Hanya saja sampai sekarang aku belum bisa melepaskan status anggota di gereja A. Aku telah terjadwal sebagai song leader hingga pertengahan tahun ini.
Dilema muncul saat seorang teman akrabku di gereja A mengutarakan niat untuk membentuk grup paduan suara baru dan dia mengajakku. Parahnya, aku tidak sanggup menolak. Meskipun aku menjalani dengan setengah hati (tidak nyaman), tapi aku tidak sampai hati untuk mundur

Maka sampai sekarang, pelayananku terbelah 2 : untuk gereja A dan gereja B. Sejatinya aku lebih menyukai gereja B,  tapi jika aku pindah gereja itu akan jadi kehebohan besar di gereja A dan bisa-bisa merusak nama baikku, mengingat sejak kecil aku sudah berjemaat di sini.



Menurut teman2 sekalian, apa yang harus kulakukan? Salahkah apa yang telah kuperbuat ini?
« Last Edit: January 31, 2019, 07:52:19 AM by rendy h »
January 31, 2019, 08:39:48 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
maaf karna aku pertaMAX, izinkan aku kasih pendapat asalku.

aku gak mau kasih saran, aku cuma kasih opsi, masing2 ada plus minusnya. silakan pilih :
1. pilih salah satu gereja. dasar pemilihan bisa berupa jarak, mana yg terdekat. bisa berupa ke mana hatimu pengen fokus, bisa berupa mana yang paling nyaman, atau terserah kmu (gak ada salahnya asal pilih) misalnya mau gereja A, ya sudah pilih gereja A 'saja'. Kalau seperti saya yang agak Kristen "KTP" sy gak punya banyak pilihan. berhubung di kehidupan nyata sy orang yg sulit bersosialisasi, maka gereja apapun biasanya sama aja buat sy. sy dibaptis di gereja A yg berjarak sangat dekat, makanya sy malas ke gereja lain , padahal gereja lain lebih menarik. di gereja A walaupun mungkin (maaf) "hancur (dari segi apapun kecuali kotbah)" tapi sy berasa kayak di rumah.

2. atau katakan pada pendeta atau pemimpin di gerejamu kalo kmu mau dibebaskan beribadah di mana. kalo sudah diizinkan kmu bebas mau datang kapan saja ke mana saja.

3. atau mungkin datangi kedua gereja, A dan B. atur sendiri jadwal kedatanganmu. jangan biarkan orang menghalangi kebebasanmu kapan saja mau datang ke A maupun B.

utk paduan suara di gereja asal, kalo jadi sy, mungkin sy akan batal ikut. berhubung  mungkin jadwal padat. dulu pernah juga aku di gereja sendiri ikut padus, tapi berhubung ak jg agak kecapekan ya aku undur diri.

jika kamu memilih utk pergi ke gereja B maka siap2lah jika ada yg menganggap kamu "pengkhianat", tidak setia kawan, dan lain sejenisnya. abaikan aja, itu hakmu. ya mungkin sikapmu tidak elok tapi tahankan saja, ini adalah kebahagiaanmu, ya memilih gereja tentu saja ada kaitan dengan kebahagiaan juga. temanku ada yg berasal dari gereja A (gerejaku) tapi setelah menikah dia menjadi ikut dua gereja dan masih pelayanan di gereja A, tapi belakangan dia akhirnya pilih gereja B (gereja istrinya, ya gereja B memang jauh lebih bagus, banyak orangnya, banyak teman, lebih "kaya", musik lebih bagus, lengkap, dll), tidak mengapa sama sekali.

jika kamu memilih nomor 2 atau nomor 3 maka logikanya kamu perlu keluar dari semua hal yang berbau pelayanan, lepaskan semua. jadi jemaat atau anggota biasa aja.

teman sy yg lain saat ini jg ada yg begitu, sebentar di gereja A (gereja asal tempat baptis), sebentar di gereja B. dan kasus dia ini juga lagi dibahas di kalangan petinggi gereja berhubung dia juga anggota tim pelayanan juga. menurut aku sebenarnya gak boleh membatasi orang kayak gitu. dia punya hak utk pindah2, ya walaupun sebenarnya ya tidak elok, tapi ya itu bukan sesuatu yg terlalu salah. mungkin saja dia ingin warna-warni dalam setiap ibadahnya. gak melulu di lingkungan gereja A atau gereja B saja. menurut aku para petinggi yg sudah dari awal mengetahui hal ini seharusnya memilih orang lain daripada temanku ini.
« Last Edit: January 31, 2019, 08:57:50 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 31, 2019, 09:51:28 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9377
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
coba saja bicarakan baik2 hal yang jadi isi hatimu ini dengan pemimpin gerejamu di gereja A

siapa tahu dari situ ketemu solusinya

terkadang masalah itu timbul hanya karena tidak dikomunikasikan saja
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 31, 2019, 01:39:15 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1449
Di dalam  pelayanan Gereja (terutama dalam bidang Padus/Koor), perlu diwaspadai karena terdapat suatu "Jebakan" Kesombongan Rohani...Tipis sekali perbedaan antara pelayanan yang tulus atau mau dipuji oleh manusia (terkadang ada persaingan di dalamnya)....Hal ini jarang terjadi di Gereja saya (Katolik)...
Kalau saya pribadi, lebih mengapresiasi ketulusan seseorang dalam melayani di Gereja (yang suara pas"an pun saya hargai ketulusannya/karena semangat melayani....suara bagus itu hanya bonus aja, dan ga perlu dipuji"berlebihan...Puji dan kemuliaan hanya untuk Tuhan semata)...
Dalam Melayani Tuhan di Gereja, hendaknya segala ego kita digantikan dengan ketulusan melayani saja (yang penting Tuhan melihat hati kita)...Terkadang kita lupa mana yang lebih penting Firman-Nya yg disampaikan atau suaranya ?

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
February 08, 2019, 01:59:56 AM
Reply #4
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Denominasi: depok
Gereja itu eklesia..eklesia itu keluarga dan kita berada di keluarga rohani mana kita g bisa pilih..sudah tuhan yg tentuin...bawa dalam doa minta tuhan tunjukan sdr harus bergerja dmana
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)