Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 1522 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 31, 2019, 07:19:36 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Beberapa minggu terakhir, publik digemparkan dgn rencana seorang politikus Indonesia yg bernama BTP akan menikah kembali, dan kegemparan tersebut, melahirkan pertanyaan besar, yaitu: Bolehkah orang Kristen menceraikan isteri nya dan menikah lagi ?

Didalam beberapa gereja dibuat suatu aturan tentang “perceraian”. Aturan tersebut mengajarkan, bahwa perceraian boleh dilakukan, dikarenakan “kematian dan perzinahan”.

Perceraian akibat kematian, tidak akan saya jelaskan disini, karena pemahaman tersebut sudah sangat jelas, tetapi dalam topik disini, saya akan menjelaskan, suatu perceraian yg “disetujui” gereja, sebagai akibat dari perzinahan.

Gereja berpendapat bahwa perceraian akibat perzinahan tersebut, didasarkan oleh ucapan Yesus sendiri, sewaktu orang Yahudi bertanya pada Yesus tentang permasalahan ini.

Dalam dialog tersebut, Yesus katakan.. tidak boleh bercerai, kecuali karena perzinahan. Apakah hal tersebut memiliki pengertian, bahwa Yesus “mengizinkan perceraian”, sebab dalam dialog tersebut, Yesus sudah mengatakan sebelumnya, bahwa perceraian itu tidak diperbolehkan.

Mari kita pelajari kasus perzinahan pada masa bangsa Israel dahulu.

Pada masa Yesus hidup, di Israel berlaku ketentuan hukum tentang perzinahan, bahwa setiap orang yg “kedapatan melakukan perzinahan”, maka orang tersebut akan dijatuhi “hukuman mati”, dengan cara dilempari batu sampai mati. Hal ini pernah terjadi, saat Yesus menyelamatkan seorang wanita yg tertangkap basah melakukan perzinahan.

Nah, ternyata setiap orang yg berzinah itu, hukumannya adalah hukuman mati, lantas bagaimana kaitannya dgn pernyataan Yesus diatas tentang perceraian ?

Kaitannya adalah .. pada dasarnya Yesus tetap tidak memperbolehkan perceraian, kecuali karena “kematian”, karena Yesus tahu betul .. bahwa hukuman perzinahan itu adalah “hukuman mati”, maka Yesus katakan boleh bercerai dikarenakan perzinahan, sebab orang yg ketahuan melakukan perzinahan, pastilah akan dihukum mati.

Nah, makna perkawinan dalam Kristen tsb “sangat sakral”, sebab bersatunya dua insan, karena “sudah dipersatukan oleh Allah”, sehingga “hanya kematian yg dapat memisahkannya”, mengapa ? Sebab jika Allah yg sudah mempersatukan, maka hanya Allah yg boleh memisahkan, dan “kematian” itu, adalah cara Allah untuk “memisahkan” seseorang.

Nah, setiap orang yg bercerai bukan karena faktor “kematian”, maka hendaklah orang tersebut “harus hidup sendiri”, sampai salah satu pihak ada yg mati, barulah pihak yg masih hidup, boleh kawin lagi dgn yg lain., jika tidak, apabila orang tersebut kawin, sementara pasangan yg diceraikan nya tersebut belum mati, maka orang yg kawin itu, selama hidupnya akan hidup didalam perzinahan dan anak2 yg lahir dari perkawinannya tersebut, adalah anak2 cemar.

Jadi, Hukum Perceraian didalam Kristen itu “sangat kuat dan sakral”, yaitu: Perceraian dapat terjadi, hanya disebabkan oleh kematian.

Semoga penjelasan ini, ada yg bisa memberikan masukan kepada BTP, untuk membatalkan niatnya kawin lagi, sebab jika ia kawin lagi dan isteri yg diceraikannya “masih hidup”, maka BTP selama hidupnya akan hidup didalam perzinahan, dan anak2 yg akan dilahirkannya kelak adalah anak2 cemar.

Apa gunanya seorang memperoleh isi dunia, jika Ia kehilangan nyawanya ..

Jbu..

January 31, 2019, 09:05:46 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Persoalannya adalah apakah Yesus melarang pengikutnya memiliki isteri lebih dari satu.
January 31, 2019, 09:15:39 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9495
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
sudah pasti 1 suami 1 istri itu kehendak Tuhan yang sempurna dari sejak awalnya

makanya diciptakan :
1 Adam
1 Hawa

Semua tokoh Alkitab yang punya istri lebih dari 1, punya masalah keluarga

Sekelas Abraham bapa orang beriman aja ngusir isteri keduanya akhirnya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 31, 2019, 09:24:33 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 848
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Cerai adalah kebijakan pastoral. Sudah ada rohaniawan yang melayaninya. Jika benar terjadi remarriage, bagaimanapun juga itu keputusan pribadi dengan arahan Hamba Tuhan pastoralnya. Yah..ini bukti gak ada manusia yang sempurna.
Penghakiman adalah milik Tuhan .

Ikut mendoakan yang terbaik  untuk BTP , Puput dan Vero di jalan yang mereka tempuh masing - masing.
Juga anak anak mereka.



"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
January 31, 2019, 02:20:21 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1127
Beberapa minggu terakhir, publik digemparkan dgn rencana seorang politikus Indonesia yg bernama BTP akan menikah kembali, dan kegemparan tersebut, melahirkan pertanyaan besar, yaitu: Bolehkah orang Kristen menceraikan isteri nya dan menikah lagi ?

Didalam beberapa gereja dibuat suatu aturan tentang “perceraian”. Aturan tersebut mengajarkan, bahwa perceraian boleh dilakukan, dikarenakan “kematian dan perzinahan”.

Perceraian akibat kematian, tidak akan saya jelaskan disini, karena pemahaman tersebut sudah sangat jelas, tetapi dalam topik disini, saya akan menjelaskan, suatu perceraian yg “disetujui” gereja, sebagai akibat dari perzinahan.

Gereja berpendapat bahwa perceraian akibat perzinahan tersebut, didasarkan oleh ucapan Yesus sendiri, sewaktu orang Yahudi bertanya pada Yesus tentang permasalahan ini.

Dalam dialog tersebut, Yesus katakan.. tidak boleh bercerai, kecuali karena perzinahan. Apakah hal tersebut memiliki pengertian, bahwa Yesus “mengizinkan perceraian”, sebab dalam dialog tersebut, Yesus sudah mengatakan sebelumnya, bahwa perceraian itu tidak diperbolehkan.

Mari kita pelajari kasus perzinahan pada masa bangsa Israel dahulu.

Pada masa Yesus hidup, di Israel berlaku ketentuan hukum tentang perzinahan, bahwa setiap orang yg “kedapatan melakukan perzinahan”, maka orang tersebut akan dijatuhi “hukuman mati”, dengan cara dilempari batu sampai mati. Hal ini pernah terjadi, saat Yesus menyelamatkan seorang wanita yg tertangkap basah melakukan perzinahan.

Nah, ternyata setiap orang yg berzinah itu, hukumannya adalah hukuman mati, lantas bagaimana kaitannya dgn pernyataan Yesus diatas tentang perceraian ?

Kaitannya adalah .. pada dasarnya Yesus tetap tidak memperbolehkan perceraian, kecuali karena “kematian”, karena Yesus tahu betul .. bahwa hukuman perzinahan itu adalah “hukuman mati”, maka Yesus katakan boleh bercerai dikarenakan perzinahan, sebab orang yg ketahuan melakukan perzinahan, pastilah akan dihukum mati.

Nah, makna perkawinan dalam Kristen tsb “sangat sakral”, sebab bersatunya dua insan, karena “sudah dipersatukan oleh Allah”, sehingga “hanya kematian yg dapat memisahkannya”, mengapa ? Sebab jika Allah yg sudah mempersatukan, maka hanya Allah yg boleh memisahkan, dan “kematian” itu, adalah cara Allah untuk “memisahkan” seseorang.

Nah, setiap orang yg bercerai bukan karena faktor “kematian”, maka hendaklah orang tersebut “harus hidup sendiri”, sampai salah satu pihak ada yg mati, barulah pihak yg masih hidup, boleh kawin lagi dgn yg lain., jika tidak, apabila orang tersebut kawin, sementara pasangan yg diceraikan nya tersebut belum mati, maka orang yg kawin itu, selama hidupnya akan hidup didalam perzinahan dan anak2 yg lahir dari perkawinannya tersebut, adalah anak2 cemar.

Jadi, Hukum Perceraian didalam Kristen itu “sangat kuat dan sakral”, yaitu: Perceraian dapat terjadi, hanya disebabkan oleh kematian.

Semoga penjelasan ini, ada yg bisa memberikan masukan kepada BTP, untuk membatalkan niatnya kawin lagi, sebab jika ia kawin lagi dan isteri yg diceraikannya “masih hidup”, maka BTP selama hidupnya akan hidup didalam perzinahan, dan anak2 yg akan dilahirkannya kelak adalah anak2 cemar.

Apa gunanya seorang memperoleh isi dunia, jika Ia kehilangan nyawanya ..

Jbu..

Setuju di satu sisi... tapi di sisi lain tidak.


Quote
Jadi, Hukum Perceraian didalam Kristen itu “sangat kuat dan sakral”, yaitu: Perceraian dapat terjadi, hanya disebabkan oleh kematian.

Yap, sekali dipersatukan (oleh Tuhan) dalam ikatan perkawinan (sacramnetal marriage) selama hidup memang harus menjadi 'satu daging'.

Jika bukan Tuhan yang memisahkan (kematian) maka to divorce is a sin, for God hates divorce [Mal 2:16]

Quote
Gereja berpendapat bahwa perceraian akibat perzinahan tersebut, didasarkan oleh ucapan Yesus sendiri, sewaktu orang Yahudi bertanya pada Yesus tentang permasalahan ini.

Dalam dialog tersebut, Yesus katakan.. tidak boleh bercerai, kecuali karena perzinahan. Apakah hal tersebut memiliki pengertian, bahwa Yesus “mengizinkan perceraian”, sebab dalam dialog tersebut, Yesus sudah mengatakan sebelumnya, bahwa perceraian itu tidak diperbolehkan.

Sayang, LAI hanya mengenal kata 'zinah'. Padahal di Mat 19:9 menggunakan kata  fornication [porneia] dan adultery [moicheia]

Fornication and adultery are not the same in meaning.

Untuk Adultery ==> LAI selalu menggunakan kata 'zinah'
tapi untuk Fornication ==> Selain 'zinah', LAI juga menggunakan kata 'sundal' atau 'persundalan' dan kata 'percabulan'.
====

Salam,
January 31, 2019, 02:23:53 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1127
Quote
Nah, ternyata setiap orang yg berzinah itu, hukumannya adalah hukuman mati, lantas bagaimana kaitannya dgn pernyataan Yesus diatas tentang perceraian ?

Zinah dalam makna ADULTERY, Yap. According to Lev 20:10

And the man that committeth adultery with another man's wife, even he that committeth adultery with his neighbour's wife, the adulterer and the adulteress shall surely be put to death.


tetapi dalam makna FORNICATION, tidak.

===
Quote
Kaitannya adalah .. pada dasarnya Yesus tetap tidak memperbolehkan perceraian, kecuali karena “kematian”, karena Yesus tahu betul .. bahwa hukuman perzinahan itu adalah “hukuman mati”, maka Yesus katakan boleh bercerai dikarenakan perzinahan, sebab orang yg ketahuan melakukan perzinahan, pastilah akan dihukum mati.

Bukan.

Yesus bukan sedang "bermain kata-kata".
Yesus juga bukan sedang 'membenarkan' hukum mati bagi para pelaku 'adultery'. disitu.

Audience Yesus disitu (Yahudi)... memang mengerti betul bahwa fornication sebagai exception clause... memang dibenarkan dan banyak terjadi di kalangan Yahudi di masa itu.

Walaupun adultery dan fornication dewasa ini menjadi synonim... tapi dalam masa Yesus... itu di mengerti sebagai sesuatu yang berbeda dan berakibat beda.

adultery = zinah

fornication lebih kepada makna "unlawful marriage" atau "llegal marriage" semisal :

- perkawinan sedarah (incest)... seperti kawin dengan ibu tiri ketika ayahnya sudah meninggal, atau kawin dengan isteri dari saudar yang telah meninggal. seperti di 1 Kor 5:1

It is reported commonly that there is fornication among you, and such fornication as is not so much as named among the Gentiles, that one should have his father's wife.

- Perkawinan 'na marpariban (kandung)' dan 'manghappi' di budaya Batak adalah contoh 'fornication'

- Herod Antipas yang mengawini Herodias adalah juga 'fornication'.... (yang karenanya, Johanes Pembaptis dipenggal)

=====

Salam,


p.s.

pariban = anak gadis dari paman (saudara laki-laki ibu kita) atau sebaliknya.
manghappi = mengawini isteri dari saudara kita yang sudah almarhum.
January 31, 2019, 02:44:47 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9495
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 31, 2019, 11:29:17 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Persoalannya adalah apakah Yesus melarang pengikutnya memiliki isteri lebih dari satu.
Jadi begini saudara ku..

Sebenarnya, Alkitab PB tidak menolak poligami, dan tidak juga mendukung poligami tersebut, tetapi PB jelas dan tegas “menolak perceraian”, apapun alasannya .. kecuali perceraian yg diakibatkan oleh kematian, sebab “cara Allah memisahkan yg sudah dipersatukan Allah, hanyalah melalui kematian”.

Nah, yg dimaksudkan PB tidak menolak poligami, bukan berarti memperbolehkan memiliki istri lebih dari satu, tetapi .. setiap orang yg telah “berpoligami” sebelum bertobat, maka orang tersebut tidak boleh menceraikan salah - satu dari isteri2 nya tersebut sampai mati, sebab dosa yg dilakukan orang tersebut, terjadi di saat orang itu belum mengenal Yesus atau belum bertobat, tetapi orang tersebut tidak lagi diperbolehkan menambah isteri baru nya, sebab jika ia menambah isteri barunya, maka ia hidup dalam berzinah dan anak2 yg dilahirkan dari isteri barunya, adalah anak2 cemar.

Tetapi sebaliknya.. setiap orang yg telah bertobat dan telah hidup didalam Kristus, kemudian orang tersebut kawin, maka orang tersebut tidak boleh kawin lebih dari 1 kali, sampai kematian memisahkan mereka.

Tetapi yg perlu diketahui adalah, banyak sekarang orang mengaku Kristen karena warisan orang tuanya, dan pada dasarnya .. mereka belum mengenal kebenaran, menurut saya (maaf, bukan kata Alkitab), maka bagi orang tersebut, berlaku ketentuan yg pertama, yaitu .. diperbolehkan berpoligami, karena kondisi poligami itu terjadi, sebelum orang Kristen itu mengenal kebenaran yg sesungguhnya.

Jbu..
January 31, 2019, 11:36:59 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Setuju di satu sisi... tapi di sisi lain tidak.


Yap, sekali dipersatukan (oleh Tuhan) dalam ikatan perkawinan (sacramnetal marriage) selama hidup memang harus menjadi 'satu daging'.

Jika bukan Tuhan yang memisahkan (kematian) maka to divorce is a sin, for God hates divorce [Mal 2:16]

Sayang, LAI hanya mengenal kata 'zinah'. Padahal di Mat 19:9 menggunakan kata  fornication [porneia] dan adultery [moicheia]

Fornication and adultery are not the same in meaning.

Untuk Adultery ==> LAI selalu menggunakan kata 'zinah'
tapi untuk Fornication ==> Selain 'zinah', LAI juga menggunakan kata 'sundal' atau 'persundalan' dan kata 'percabulan'.
====

Salam,
Begini, semua bentuk percabulan atau persundalan atau istilah sekarang prostitusi atau perselingkuhan atau lain2 yg memiliki arti sama, maka intinya adalah “zinah”, sehingga tidak keliru, jika diterjemahkan dengan perkataan “perzinahan”.

Jbu
January 31, 2019, 11:42:37 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)