Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 1525 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 02, 2019, 09:28:58 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 848
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Jadi inget Daud.
Orang Kristen biasanya tdk mau memberi nama anaknya Saul, tp kalau menamai anaknya Daud itu banyak sekali, padahal dosa dosa Daud sangat besar. Dia rebut Betsyeba dari Uria (suami sah Betsyeba), sengaja menempatkan Uria dibarisan paling depan peperangan sehingga akhirnya Uria gugur. Daud memang dihukum Tuhan, anaknya yang mati, Namun dia terbukti bisa move on, dia sadar percuma meratapi anaknya lagi.Setelah itu Daud berkesempatan hidup hapily ever after dengan selingkuhannya Betsyeba. Saya percaya ini bukan kebijakan Tuhan tapi kehendak Daud sendiri.
Wow .. Kita tdk menafikan Daud bertobat, tetapi di sini kita lihat Daud adalah manusia biasa yang tak ubahnya dengan kita semua, tak ubahnya dengan BTP.
Maka bagi saya .. saya mengasihi BTP dalam perjuangan dan kelemahannya sebagai manusia.. sebagaimana saya mengasihi Daud.

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
February 02, 2019, 11:28:07 AM
Reply #21
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6449
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Dari penjelasan sdr. di atas saya bisa memahami maksud sdr. yang dengan begitu bijaksananya "menolak" poligami.

Namun menurut saya sangat disayangkan apabila sdr. blm memahami hal kerajaan sorga; Sebab  hal kerajaan sorga bukan soal poligami atau tidak poligami yang menjadi prasyaratnya.

Tetapi yang pasti adalah perceraian yang tidak diperkenankan oleh TUHAN (apapun alasannya)....... bukan poligami yang tidak diperkenankan.

Poligami tidak lagi dijalankan dan tidak lagi diizinkan oleh Gereja di zaman perjanjian baru,
Hal ini telah menjadi salah satu patron dan ciri dari Kekristenan.
Poligami tidak sejalan dg semangat dan spirit perjanjian baru.

Kecuali tentunya sekte non mainstream tertentu semisal Mormon yg mengizinkan dan menghimbau poligami.

But, topik ini gak sdg bicara poligami mlainkan pceraian.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 02, 2019, 12:18:14 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 901
  • Denominasi: Protestan
Jadi inget Daud.
Orang Kristen biasanya tdk mau memberi nama anaknya Saul, tp kalau menamai anaknya Daud itu banyak sekali, padahal dosa dosa Daud sangat besar. Dia rebut Betsyeba dari Uria (suami sah Betsyeba), sengaja menempatkan Uria dibarisan paling depan peperangan sehingga akhirnya Uria gugur. Daud memang dihukum Tuhan, anaknya yang mati, Namun dia terbukti bisa move on, dia sadar percuma meratapi anaknya lagi.Setelah itu Daud berkesempatan hidup hapily ever after dengan selingkuhannya Betsyeba. Saya percaya ini bukan kebijakan Tuhan tapi kehendak Daud sendiri.
Wow .. Kita tdk menafikan Daud bertobat, tetapi di sini kita lihat Daud adalah manusia biasa yang tak ubahnya dengan kita semua, tak ubahnya dengan BTP.
Maka bagi saya .. saya mengasihi BTP dalam perjuangan dan kelemahannya sebagai manusia.. sebagaimana saya mengasihi Daud.
Jadi inget kalo anaknya BTP yang paling bontot, namanya Daud Albeener.

Ok, sila dilanjut diskusinya.
February 02, 2019, 07:48:58 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12650
    • fossil coral cantik
Ada yang bisa jawab apabila situasinya kayak gini:
Seorang perempuan Kristen yg sudah dlm status cerai, di perkosa sama laki laki lain.
Dan laki laki tsb mau menikahi perempuan ini.

Pertanyaan ini karena ayat yang ada cuma ngomongin gadis/perawan. Sbb:

Apabila
seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan--

maka
haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya


Pertanyaan lain, berangkat dari ayat diatas:
Jadi Tuhan mempersatukan mereka itu melalui perkosaan ?  :rolleye0014:

Mohon tidak di respond: "mana ada yang mao perkosa cewe dobol..."
karena saya pernah baca berita, ada orang perkosa nenek2 
:char11:
« Last Edit: February 02, 2019, 07:55:00 PM by odading »
February 03, 2019, 06:18:36 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Jadi inget Daud.
Orang Kristen biasanya tdk mau memberi nama anaknya Saul, tp kalau menamai anaknya Daud itu banyak sekali, padahal dosa dosa Daud sangat besar. Dia rebut Betsyeba dari Uria (suami sah Betsyeba), sengaja menempatkan Uria dibarisan paling depan peperangan sehingga akhirnya Uria gugur. Daud memang dihukum Tuhan, anaknya yang mati, Namun dia terbukti bisa move on, dia sadar percuma meratapi anaknya lagi.Setelah itu Daud berkesempatan hidup hapily ever after dengan selingkuhannya Betsyeba. Saya percaya ini bukan kebijakan Tuhan tapi kehendak Daud sendiri.
Wow .. Kita tdk menafikan Daud bertobat, tetapi di sini kita lihat Daud adalah manusia biasa yang tak ubahnya dengan kita semua, tak ubahnya dengan BTP.
Maka bagi saya .. saya mengasihi BTP dalam perjuangan dan kelemahannya sebagai manusia.. sebagaimana saya mengasihi Daud.
Ada satu hal yg “harus dipahami”, yaitu .. peristiwa Daud itu terjadi “sebelum peristiwa salib”, sama seperti peristiwa Judas Iskariot, sama juga seperti peristiwa Petrus yg menyangkal Tuhan. Semua peristiwa itu terjadi, sebelum “peristiwa salib”.

Artinya, sebelum peristiwa salib, orang2 yg murtad terhadap Allah, masih bisa diampuni.. silahkan baca peristiwa Yesus menginjil ke roh dunia orang mati, TETAPI .. setelah peristiwa salib, maka setiap orang murtad, tidak ada lagi pengampunan padanya, sebab sama dgn menyalibkan Yesus dua kali pada dirinya.

Jadi saudara ku, BTP tidak bisa disamakan dgn Daud, sebab dalam penglihatan saya BTP “sudah mengetahui kebenaran”, dan jika BTP melangkah keluar dari kebenaran, maka sama artinya BTP itu telah murtad, KECUALI kalau BTP itu “Kristen KTP”, artinya Kristen yg berasal dari warisan keluarga, sehingga sekalipun KTP Kristen, tetapi  BTP tidak tahu apa Kristen itu.

Untuk apa seorang memiliki seluruh isi dunia ini, kalau ia harus kehilangan nyawanya.

Saya tidak mengenal beliau, tetapi saya angkat topik ini untuk beliau, siapa tahu .. ada yg kenal dgn beliau, agar memberikan teguran pada nya, untuk membatalkan rencananya.

NOTE: Tidak ada pengampunan lagi,  bagi orang yg sudah benar2 tahu tentang kebenaran dan kemudian murtad.

Jbu
February 03, 2019, 06:40:30 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Ada yang bisa jawab apabila situasinya kayak gini:
Seorang perempuan Kristen yg sudah dlm status cerai, di perkosa sama laki laki lain.
Dan laki laki tsb mau menikahi perempuan ini.

Pertanyaan ini karena ayat yang ada cuma ngomongin gadis/perawan. Sbb:

Apabila
seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan--

maka
haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya


Pertanyaan lain, berangkat dari ayat diatas:
Jadi Tuhan mempersatukan mereka itu melalui perkosaan ?  :rolleye0014:

Mohon tidak di respond: "mana ada yang mao perkosa cewe dobol..."
karena saya pernah baca berita, ada orang perkosa nenek2 
:char11:

Begini Oda .. untuk kasus perkosaan, maka kita tidak bisa me generalisir semua kasus sama, sebab harus dilihat case per case.

Salah satu kasus, banyak peristiwa perkosaan yg terjadi, maaf .. si korban sendiri menikmatinya, walaupun ia korban, nah.. untuk kasus seperti ini, si korban tersebut sudah melakukan dosa, walaupun mungkin dosa itu, terpaksa ia lakukan.

Nah, kembali ke pertanyaan Oda, apakah mungkin Tuhan mempersatukan mereka melalui peristiwa pemerkosaan tersebut ?

Bisa saja yah dan bisa juga tidak, sebab siapa yg tahu rencana Tuhan, tetapi dalam ayat yg Oda maksut, hal itu dilakukan untuk “solusi” yg dilakukan manusia, tetapi untuk seorang janda yg mantan suaminya masih hidup, maka sijanda tersebut tetap tidak boleh kawin dgn si pemerkosa, sampai suaminya mati. Tetapi setelah suaminya mati, barulah mereka diperbolehkan kawin.

Mengapa Oda ?

Hukum perceraian di Kristen itu “non toleransi”, sehingga perceraian itu, hanya boleh terjadi sebagai akibat, matinya salah satu pihak, makanya murid2 Yesus bilang, kalau begitu.. lebih baik tidak kawin.


Jbu
February 03, 2019, 10:56:49 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12650
    • fossil coral cantik
Begini Oda .. untuk kasus perkosaan, maka kita tidak bisa me generalisir semua kasus sama, sebab harus dilihat case per case.
Well, lalu kalu ada orang yg statusnya bercerai dan akan kawin lagi kenapa ga diliat kasus-nya case per case ?

Menurut saya itu justru point-nya. Jadul ngurus kasusnya case per case sesuai dengan sikon dan era nya.

Quote
Salah satu kasus, banyak peristiwa perkosaan yg terjadi, maaf .. si korban sendiri menikmatinya
Barusan tak baca2 bbrp ayat mengenai hal ini, gak ada itu urus : [apabila bold - maka ....]. Pokok si korban harus jadi istri si pemerkosa.

Quote
walaupun ia korban, nah.. untuk kasus seperti ini, si korban tersebut sudah melakukan dosa, walaupun mungkin dosa itu, terpaksa ia lakukan.
Tidak ada terbaca demikian.

Quote
Nah, kembali ke pertanyaan Oda, apakah mungkin Tuhan mempersatukan mereka melalui peristiwa pemerkosaan tersebut ?
Ya bisa bisa aja.

Quote
tetapi dalam ayat yg Oda maksut, hal itu dilakukan untuk “solusi” yg dilakukan manusia
Makanya itu. Sementara ada itu hukum jadul yg masih bisa menaroh pengecualian pengecualian serta solusi, kenapa jadinya ungu langsung dilarang? pake acara bawa embel2 dosa ?

Quote
tetapi untuk seorang janda yg mantan suaminya masih hidup, maka sijanda tersebut tetap tidak boleh kawin dgn si pemerkosa, sampai suaminya mati.
Sekali lagi, nggak ada bilang soal janda di perkosa. Kenapa jadinya ditambahin hukum baru spt bold absolut ? Kenapa nggak diliat kasusnya case per case ?

Quote
Tetapi setelah suaminya mati, barulah mereka diperbolehkan kawin.
Lah, kalo si janda nggak mao kawin sama si pemerkosa ?

Quote
Mengapa Oda ?
Hukum perceraian di Kristen itu “non toleransi
BS. Kalo non toleransi, maka tidak ada itu pengecualian, 888 ---> [kalo bla3x maka ...]. Nah perihal [kalo__maka__] pd sebuah hukum itu dah yg oranye.

Quote
sehingga perceraian itu, hanya boleh terjadi sebagai akibat, matinya salah satu pihak
Kalimat aneh, 888. Mungkin maksud 888, yg bold itu [nikah lagi] mengkali ?

Anyway, sekali lagi oranye.

Quote
makanya murid2 Yesus bilang, kalau begitu.. lebih baik tidak kawin.
Nah tuh, kliatan lagi pengecualian. Nikah baik (main rule) ---> tapi kalo bla3x maka bold. (case per case)
Dilain sisi, Tidak nikah baik (main rule) ---> tapi kalo ble3x maka lebih baik kawin (case per case)

Dengan demikian thdp sikon ungu:
Tidak nikah LAGI baik ---> tapi kalo blo3x maka ya lebih baik nikah lagi.

Hukum perceraian di Kristen itu “non toleransi”
  Dan dari kalimat diatas sudah bisa ketauan bahwa  [hukum perkawinan TIDAK non-toleransi] kan 888. Lagian kan disini sikonnya gak ambil secara bold, melainkan [hukum nikah lagi]  :wink:.
« Last Edit: February 03, 2019, 11:17:36 AM by odading »
February 03, 2019, 10:25:39 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 848
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Ada satu hal yg “harus dipahami”, yaitu .. peristiwa Daud itu terjadi “sebelum peristiwa salib”, sama seperti peristiwa Judas Iskariot, sama juga seperti peristiwa Petrus yg menyangkal Tuhan. Semua peristiwa itu terjadi, sebelum “peristiwa salib”.

Artinya, sebelum peristiwa salib, orang2 yg murtad terhadap Allah, masih bisa diampuni.. silahkan baca peristiwa Yesus menginjil ke roh dunia orang mati, TETAPI .. setelah peristiwa salib, maka setiap orang murtad, tidak ada lagi pengampunan padanya, sebab sama dgn menyalibkan Yesus dua kali pada dirinya.

Jadi saudara ku, BTP tidak bisa disamakan dgn Daud, sebab dalam penglihatan saya BTP “sudah mengetahui kebenaran”, dan jika BTP melangkah keluar dari kebenaran, maka sama artinya BTP itu telah murtad, KECUALI kalau BTP itu “Kristen KTP”, artinya Kristen yg berasal dari warisan keluarga, sehingga sekalipun KTP Kristen, tetapi  BTP tidak tahu apa Kristen itu.

Untuk apa seorang memiliki seluruh isi dunia ini, kalau ia harus kehilangan nyawanya.

Saya tidak mengenal beliau, tetapi saya angkat topik ini untuk beliau, siapa tahu .. ada yg kenal dgn beliau, agar memberikan teguran pada nya, untuk membatalkan rencananya.

NOTE: Tidak ada pengampunan lagi,  bagi orang yg sudah benar2 tahu tentang kebenaran dan kemudian murtad.

Jbu

Penghakiman adalah milik Tuhan, tugas kita mendoakan dan jika mungkin mengarahkan / menegur dalam kasih. ( kebanyakan kita gak ada akses ke situ)
Dalam kemurahan Allah , bagaimanapun manusia telah membuat keputusan salah. DIA tetap sanggup jadikan indah asal  kita sungguh bertobat. :angel:

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
February 04, 2019, 07:25:55 AM
Reply #28
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Wow. kasus Ahok/BTP. Kok pada menghakimi sih ? Memangnya kalian siapa sih ?
Jadi siapa yang tidak berdosa, silahkan lempar batu ke Ahok. ha ha ha ha.

Salah. Yah salah lah, cerai
Dosa ? Siapa yang gak berdosa di dunia ini ?
Biarkan Tuhan yang menghakiminya.

Saya setuju yang dikatakan diatas, Daud saja bisa diampuni (Dosa membunuh bo).

Salam Santai Saja
Hidup hanya sementara.
February 04, 2019, 08:22:51 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Well, lalu kalu ada orang yg statusnya bercerai dan akan kawin lagi kenapa ga diliat kasus-nya case per case ?

Menurut saya itu justru point-nya. Jadul ngurus kasusnya case per case sesuai dengan sikon dan era nya.
 Barusan tak baca2 bbrp ayat mengenai hal ini, gak ada itu urus : [apabila bold - maka ....]. Pokok si korban harus jadi istri si pemerkosa.
 Tidak ada terbaca demikian.
 Ya bisa bisa aja.
 Makanya itu. Sementara ada itu hukum jadul yg masih bisa menaroh pengecualian pengecualian serta solusi, kenapa jadinya ungu langsung dilarang? pake acara bawa embel2 dosa ?
 Sekali lagi, nggak ada bilang soal janda di perkosa. Kenapa jadinya ditambahin hukum baru spt bold absolut ? Kenapa nggak diliat kasusnya case per case ?
 Lah, kalo si janda nggak mao kawin sama si pemerkosa ?
 BS. Kalo non toleransi, maka tidak ada itu pengecualian, 888 ---> [kalo bla3x maka ...]. Nah perihal [kalo__maka__] pd sebuah hukum itu dah yg oranye.
 Kalimat aneh, 888. Mungkin maksud 888, yg bold itu [nikah lagi] mengkali ?

Anyway, sekali lagi oranye.
 Nah tuh, kliatan lagi pengecualian. Nikah baik (main rule) ---> tapi kalo bla3x maka bold. (case per case)
Dilain sisi, Tidak nikah baik (main rule) ---> tapi kalo ble3x maka lebih baik kawin (case per case)

Dengan demikian thdp sikon ungu:
Tidak nikah LAGI baik ---> tapi kalo blo3x maka ya lebih baik nikah lagi.
  Dan dari kalimat diatas sudah bisa ketauan bahwa  [hukum perkawinan TIDAK non-toleransi] kan 888. Lagian kan disini sikonnya gak ambil secara bold, melainkan [hukum nikah lagi]  :wink:.
Begini Oda, Alkitab membedakan “hukum perceraian dan hukum perkawinan”. Hukum perceraian itu “non toleransi”, tetapi hukum perkawinan itu “ada toleransi”.

Hukum perceraian: hanya kematian yg dapat memisahkan perkawinan, sehingga setelah salah - satu mati, baru boleh yg tinggal untuk kawin lagi.

Hukum perkawinan:
(1). Jika orang sudah berpoligami sebelum mengenal dan menerima yesus, maka pada saat ia bertobat dan percaya pada yesus, orang tersebut tidak boleh menceraikan satupun dari isteri2 nya tsb, dan orang itu tidak boleh kawin dgn isteri yg baru lagi, kecuali semua isteri2 yg lama tsb mati.
(2). Orang yg sudah hidup didalam kebenaran Kristus, apapun alasannya “tidak boleh berpoligami”.
(3). Jika orang yg kawin sudah hidup dalam Kristus, kemudian terjadi masalah rumah tangga (apapun kasusnya), tetap tidak boleh bercerai untuk kawin lagi, tetapi jika mereka cerai, maka mereka harus hidup sendiri2, dan boleh kawin lagi, kalau salah - satu telah mati.

Nah, demikian Oda .. Hukum Perceraian itu dibedakan dgn Hukum perkawinan. hukum perceraian itu “berlaku generalis”, tetapi hukum perkawinan itu “berlaku case per case atau berlaku khusus”.

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)