Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 2461 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 08, 2019, 05:44:29 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Tidak ada ayat yang secara tegas (no exception) menyatakan bahwa [suami yg telah bercerai - kawin dgn perempuan laen] = berbuat dosa, 888.

Nyok liat dua ayat ini :
Whoever divorces his wife and marries another commits adultery

if, while her husband lives, she marries another man, she will be called an adulteress
but if her husband dies, she is free from that law, so that she is no adulteress, though she has married another man.


if she does depart, let her remain unmarried

Kedua kalimat diatas tidak ada itu kalimat [EXCEPT bla3x]. Akibatnya orang mikirnya kaya gini :
There's no exception, pokok kalo belon mati pasangannya, nggak boleh kawin lagi.
Kalo kawin lagi, maka dia commit adultery.


Dengan kata lain,
kalimat oranye dari saya bisa dikatakan omdo. Karena bisa ditangkis secara sbb:
Oranye elu ngaco, oda. Tuh dua ayat diatas sudah jelas2 dan tegas (no exception) bilang bhw siapapun yg udah cerai dan lalu kawin lagi ---> ini = commit adultery. Ungu.

oda:
Kembali ke post saya di reply #36.

jadi sekarang pertanyaannya:
pada ayat2 yg terbaca .... is there any exception or not bhw [itu = commit adultery] di sikon suami yg sudah cerai lalu kawin lagi ?

Anyway, saya ngeh bahwa kalo orang udah duluan berangkat dgn patokan kayak ungu - maka kemungkinan dgn segala macem upaya orang ini akan menginterpretasikan ayat yg saya ajukan di reply #36 tsb agar nanti seolah olah kesimpulannya ya nyampe ke ungu ---> no ... there is no exception :D
Saya sudah jelaskan panjang lebar Oda, intinya tentang perceraian, didasarkan pada perkataan Yesus: Boleh bercerai karena:
(1). Kematian.
(2). Zinah ==> Hukuman Mati, kematian juga.

Jadi, Hukum perceraian  bagi “orang2 Kristen”, sudah sangat jelas “dasarnya”, yaitu: “tidak boleh bercerai (apapun alasannya), kalau tidak diceraikan oleh kematian.

Jbu
February 10, 2019, 03:04:58 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Tidak demikian Oda, Hukum atau Ketetapan Tuhan itu, berdasarkan Alkitab “tidak ada toleransi”, sehingga “setiap orang yg telah disatukan Tuhan, hanya boleh dipisahkan oleh Tuhan sendiri”, nah.. bagaimana cara Tuhan memisahkan orang tersebut ? Cara Tuhan memisahkan orang tersebut, HANYA melalui kematian.
Dan sekali lagi, salah satu pasangannya mati, itu BUKAN HUKUM PERCERAIAN, 888.

Entah dari negara mana 888, sepanjang yg saya tau, salah satu pasangannya mati, pasangan yang masih idup itu TIDAK MENDAPAT AKTE CERAI, 888. Yang didapet itu akte kematian. So, tidak bisa dikatakan : "oh gue udah bercere sama bini gue" ---> "kenapa lu bercere ?" ---> "bini gue cere-in gue" ---> "terus bini elu sekarang dimana ?" ---> "di kuburan"  ---> "ah najis luh... itu mah lu gak bisa bilang bold" :cheesy:

Quote
Kalau salah satu sudah mati, yah pasti statusnya bercerai Oda, kenapa ?
Tidak ada itu status bercerai pada pasangan yg masih idup, 888.
Quote
Karena Status orang hidup itu sudah berbeda dgn orang yg sudah mati, sebab orang yg sudah mati itu, bukan lagi mahluk hidup.
Tidak Oda, tetap statusnya sudah bercerai
ih bandel ya dibilangin  :D.



Quote
Seperti penjelasan diatas, status manusia hidup itu, berbeda dgn status manusia yg sudah mati, sehingga setiap terjadi “kematian”, pasti terjadi perceraian (Tidak ada toleransinya Oda)
Lah... tuh Alkitab santai2 aja bilang si Yusuf mau cere-in Maria, 888.

888 dari negara mana ?
Lucu kalo Hukum Perceraian negara 888 berupa :
kalo suami ataupun istri itu ingin CERAI
maka nunggu salah satu-nya mati
dimana otomatis cincin perkawinan dicopot


Akibatnya diem2 manggil assassin utk ngebunuh pasangannya ato pake trik kopi sianida.
Nah... dapet deh tuh status cerai, nah bisa deh tuh kawin lagi.

Quote
Hukum “Perceraian” itu, bukan saya yg menetapkan Oda, tetapi Kristus langsung,
Lah jelas2 ada tulisan EXCEPT, 888. Kok dibilang gak ada toleransi seeeeh...  :D.

Quote
Hukum Perceraian itu, Berlaku Umum tanpa toleransi
Kok sekarang ditambahin bold.
Hukum Perceraian berlaku umum (generalis), demikian pula Hukum Pernikahan berlaku umur, 888.

Quote
sebab Yesus sudah katakan dgn tegas, hanya kematian yg bisa menyebabkan perceraian.
Sekali lagi, ada vocab EXCEPT, 888.

Quote
Harus dipahami untuk orang yg “sudah nikah” dan tidak boleh dipahami untuk yg belum nikah
Lah ya iyalah. Itu dah Hukum Perceraian, 888.

Laki2 yang menceraikan istrinya KECUALI bla3x dimana selanjutnya laki laki ini kawin lagi ---> maka di point ungu, pria ini commit adultery.

Mosok gak ngerti sih kalimat sesederhana itu, 888.  :D
February 10, 2019, 03:05:23 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Begini Oda, saya sudah menjelaskan, bahwa Hukum Perzinahan pada masa lalu itu (pada saat a Yesus berkata di ayat diatas), adalah “Hukuman Mati”
Jangan lari2 donk 888.

Disini lagi ngomongin si suami yang menceraikan istrinya.
ERROR banget kalo aplikasinya pakai yg 888 bilang berupa bold, 888.

Nih ya... ngikutin versi 888, kayak gini jadinya:
Cuplis menceraikan istrinya KARENA istri ZINAH.

menurut versi 888:
Jadul, istri si cuplis yg zinah itu modar dilemparin batu.
otomatis cuplis BEBAS untuk kawin lagi atopun kagak.

BUT... baca ini 888 :
marries another woman commits adultery

silahkan 888 respond kalimat diatas berupa :
Oh itu Yesus lupa mengkali .... itu seharusnya tidak commit adultery, kan istrinya yg zinah itu modar dilemparin batu... dengan demikian:
Quote
orang yg ditinggal hidup tersebut, bebas untuk kawin lagi ataupun untuk tidak kawin lagi.

oda:
Apa yang bebas 888?
wong ayat itu bilang pasangan yg masih idup itu commit adultery kalo kawin lagi, 888.


Quote
Cuma kematian yg bisa mengakibatkan perceraian.
Ya... dan 888 menangkal kalimat ayat diatas. Ayat diatas bilang bhw :
suami yg telah ditinggal mati oleh istrinya krn istrinya mati dilempari batu karena zinah lalu suami tsb kawin lagi ---> COMMIT ADULTERY.

eh... 888 bikin peraturan baru:
oh kalo suaminya kawin lagi itu nggak commit adultery laaah.... kan istrinya metong dilemparin batu.

Quote
karena “KERAS” nya hukum ini Oda, maka murid2 Yesus berkata .. kalau demikian adanya, maka lebih baik tidak kawin.
Lah ya iya.. wong setelah cere-in bini kawin lagi = commit adultery.

Quote
karena “ketegaran atau bandelnya” hati orang Israel, maka Musa memperbolehkan perceraian dgn persyaratan2 yg ditetapkan mereka.
Lah... Yesus itu juga menaruh PENGECUALIAN kok, 888.

Ini mungkin karena 888 mother language-nya bukan bahasa Indonesia, jadinya bisa dimaklumi 888 kesulitan nangkep kalimat yang SANGAT MUDAH di ngertikan, dan SANGAT MUDAH digambarkan situasinya :

Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

Silahkan di pelajari kamus bahasa Indonesia agar 888 nangkep kalimat diatas.
Anyway, saya kasih aja deh sikonnya.... sbb:

888 dan meylan adalah suami istri.
suatu hari 888 menceraikan meylan
setelah 888 cerai, 888 kawin lagi.
Nah, event ungu itu = 888 commit adultery.

Semoga nangkep sekarang.
Ato masih belon nangkep ?
Nyok baca yang ini:

Setiap orang yang menceraikan isterinya,
lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah


888 menceraikan meylan ---> TIDAK ADA DIBILANG APA APA
selanjutnya 888 kawin lagi sama vanesa ongol2 ---> nah disini DIBILANG [888 berbuat zinah].

Mundur :
888 menceraikan meylan ---> sekali lagi TIDAK ADA DIBILANG APA APA
setelahnya itu 888 nggak kawin lagi ---> disini juga tidak ada dibilang apa apa.

888 mungkin kurang ngerti bahasa Indonesia.
Akibatnya di pov 888 sikon [suami menceraikan istri] ---> BUKAN VERB.
Demikian pula [istri menceraikan suami] ---> BUKAN VERB di pov 888.
Oops... VERB di pov 888, tapi aksi-nya itu berupa :
si suami MENCERAIKAN si istri dgn AKSI masuk liang kubur ---ataupun---
si istri MENCERAIKAN si suami dgn AKSI berzinah agar selanjutnya masuk liang kubur.

Quote
Jadi Oda,
(1). hukum perceraian itu berlaku secara generalis, tanpa memandang apapun kasusnya, judul nya “tidak boleh bercerai, jika tidak diceraikan oleh kematian”.
(2). Hukum Perkawinan itu berlaku khusus, tergantung kasus per kasus.
888 hanya mengulang-ngulang terus patokan versi 888 TANPA NGEBAHAS AYAT.   :wink:
« Last Edit: February 10, 2019, 03:17:45 AM by odading »
February 11, 2019, 08:08:34 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9621
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
surat cerai itu dikasih karena ketegaran hati manusia

ibarat anak minta permen gak dikasih, tp ngerengek terus, ya dikasih juga akhirnya

so adanya surat cerai itu gak bisa dijadiin dasar kalau Tuhan mengijinkan perceraian

dan logikanya jangan kayak anak kecil please....
apakah Tuhan melarang poligami? kan gak ada ayatnya
yeee emang Tuhan juga mendukung poligami? gak baca itu kisah tokoh2 Alkitab yang poligami tapi terus kena masalah?

kadang lucu bener liat logika begini
February 12, 2019, 06:14:10 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
@ Oda ..

Begini Oda, saya berbicara “hukum perceraian” itu berdasarkan Alkitab dan bukan berdasarkan “hukum Indonesia atau dunia ini”, sekali lagi .. berdasarkan Alkitab.

Nah, hukum perceraian berdasarkan Alkitab itu “sudah sangat jelas” dan tidak bisa ditawar dan tidak bisa ditafsirkan lain.

Hukum Perceraian berdasarkan Alkitab itu Oda: Apapun Alasannya, cuma kematian yg bisa menceraikan.

Beberapa FT yg berbicara tentang perceraian:

(1). Maleakhi 2:10-16
(2). Matius 19
(3). 1 Korintus 7
(4). Dll.

Nah, Oda memberikan contoh tentang “cincin kawin”, atau Surat Akta Perceraian, contoh itu sah2 saja, tetapi semua contoh itu Oda.. tidak berdasarkan Alkitab..

Nah, Oda mengatakan .. orang yg sudah mati tersebut, belum tentu bercerai, karena buktinya.. yg hidup masih memakai cincin kawin.

Nah, apa arti cerai berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

Cerai adalah: Pisah, putus hubungan sebagai suami isteri, mati perpisahan antara suami isteri karena salah satu MENINGGAL.

Jadi Oda, jika salah satu dari pasangan itu mati, maka berdasarkan KBBI tersebut diatas, artinya pasangan tersebut “bercerai”.

Nah, perceraian didalam Kristen tersebut, hanya boleh terjadi, sebagai akibat “cerai mati”, seperti yg dimaksut oleh KBBI diatas.

Jbu..

February 12, 2019, 07:43:02 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Gereja tidak selayaknya melakukan proses perceraian !
February 13, 2019, 02:26:02 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
surat cerai itu dikasih karena ketegaran hati manusia

ibarat anak minta permen gak dikasih, tp ngerengek terus, ya dikasih juga akhirnya

so adanya surat cerai itu gak bisa dijadiin dasar kalau Tuhan mengijinkan perceraian
Saya tidak bilang bold, hen.

Yang saya bilang adalah :
perceraian itu possible terjadi, sekalipun nggak di ijinkan.

Nah... oranye itu ya emang begitu adanya... kalo oranye bukan begitu adanya, maka tidak akan ada kalimat "Barangsiapa menceraikan isterinya".

Kalimat ungu, idem pabila kalimatnya berupa :
KALO ada suami yang menceraikan istrinya ....

idem pula dengan kalimat
KALO ada suami yang AKAN menceraikan istrinya ....

idem pula dengan kalimat
KALO ada suami yang SUDAH menceraikan istrinya ....

Quote
dan logikanya jangan kayak anak kecil please....
apakah Tuhan melarang poligami? kan gak ada ayatnya
Kok jadi ke poligami yah ?

Poligami nggak berkaitan dgn kalimat ungu, hen.

Quote
kadang lucu bener liat logika begini
Karena jelas2 dirimu nggak nangkep yang sedang saya ajukan. Keliatan banget makanya dirimu jadi bawa bawa perihal poligami, hen.  :D
« Last Edit: February 13, 2019, 03:18:53 AM by odading »
February 13, 2019, 02:28:20 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
Gereja tidak selayaknya melakukan proses perceraian !
Ini lagi satu aneh2.

Wong jelas2 itu kalimatnya : Barangsiapa menceraikan isterinya....



February 13, 2019, 03:09:15 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12947
    • fossil coral cantik
@ Oda ..

Begini Oda, saya berbicara “hukum perceraian” itu berdasarkan Alkitab dan bukan berdasarkan “hukum Indonesia atau dunia ini”, sekali lagi .. berdasarkan Alkitab.
Sekalipun berdasarkan Alkitab, mesti diliat juga atuh jaman-nya, sikonnya, dlsb donk 888.

Quote
Nah, hukum perceraian berdasarkan Alkitab itu “sudah sangat jelas” dan tidak bisa ditawar dan tidak bisa ditafsirkan lain.
Justru TIDAK JELAS, 888. Nggak ada itu detail2nya lebih jauh, melainkan yang terbaca "kecuali karena zinah"

Quote
Hukum Perceraian berdasarkan Alkitab itu Oda: Apapun Alasannya, cuma kematian yg bisa menceraikan.
888 terus2an aja cuma mengulang lagi mengulang lagi tanpa menunjukkan sikon-nya begimana dari ayat yg saya ajukan.


Quote
Nah, Oda memberikan contoh tentang “cincin kawin”, atau Surat Akta Perceraian, contoh itu sah2 saja, tetapi semua contoh itu Oda.. tidak berdasarkan Alkitab.
Ya. Dan TIDAK sertamerta karena di Alkitab nggak ada sebut2 perihal "cincin kawin", maka ini artinya DILARANG BUKU TEBEL, 888.  :D

Quote
Nah, Oda mengatakan .. orang yg sudah mati tersebut, belum tentu bercerai,
karena buktinya.. yg hidup masih memakai cincin kawin.
Ya. BELON TENTU. Karena status duda bisa didalam dua opsi : duda karena cerai OR duda karena istri mati.

Quote
Nah, apa arti cerai berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
Cerai adalah: Pisah, putus hubungan sebagai suami isteri, mati perpisahan antara suami isteri karena salah satu MENINGGAL.
well, 888 DENGAN SENGAJA tidak menyertakan uraian KBBI tsb secara lengkap.

Quote
CERAI
A. hidup --->perpisahan antara suami istri selagi kedua-duanya masih hidup;
B.  mati ---> perpisahan antara suami istri karena salah satu meninggal; cerai tembilang;

https://kbbi.web.id/cerai

So, that's my point.
888 sekali lagi dengan sengaja mengabaikan yang A.

Dan itu bisa dimaklumi :
KARENA menurut 888 : Alkitab gak ada bilang yg A...
MAKA 888 mengkopas KBBI yang B saja
MAKA 888 mengabaikan kalimat barangsiapa menceraikan istrinya

sementara padahal jelas2 kalimat ungu itu sikonnya ada di A....
YET, versi 888 mengubah sikon kalimat ungu itu di B.

Quote
Jadi Oda, jika salah satu dari pasangan itu mati, maka berdasarkan KBBI tersebut diatas, artinya pasangan tersebut “bercerai”.
Ya. Dan itu duda cerai ditinggal mati istri, 888.

So,
duda ditinggal mati istri NGGAK MASUK itu di aplikasikan ke kalimat barangsiapa menceraikan istrinya, 888.

Quote
Nah, perceraian didalam Kristen tersebut, hanya boleh terjadi, sebagai akibat “cerai mati”, seperti yg dimaksut oleh KBBI diatas.
Sekali lagi, 888 tidak ada mengulas kalimat ungu itu sikonnnya gimana.

Versi 888 itu karut-marut. Sbb :
barangsiapa menceraikan istrinya

versi 888:
oh maksud kalimat ungu itu adalah : [barangsiapa MEMBUNUH istrinya....]

Saya sebenernya nggak suka kepo2 ngurusin orang laen.
Tapi karena kebetulan ada contoh, maka saya aplikasikan aja deh ke BTP, tak ganti ke nama cuplis.

Nah... sikon cuplis itu sekarang adalah CERAI.
cuplis SUDAH MELAKUKAN AKSI MENCERAIKAN istrinya.

Begimana pula dirimu bilang:
cuplis BELUM MELAKUKAN AKSI MENCERAIKAN istrinya
 :mad0261: :rolleye0014: :mad0261: :rolleye0014: :mad0261:
« Last Edit: February 13, 2019, 03:12:41 AM by odading »
February 13, 2019, 07:41:05 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9621
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
apa sih? kamu ini super duper lucu serius

iya sy ngerti kamu bermaksud ngomong
"perceraian possible walaupun tidak diijinkan"

saya ngomong intinya :
"emang possible tapi jelas bukan kehendak Tuhan, walaupun diijinkan itu pun jelas bukan kehendak Tuhan yang sempurna"

so dimananya kamu bs ngomong gw gak nangkep koclak ;D ;D
yang ada2 aja logikanya kan

soal poligami ga usah keGRan
kalo emang kamu ga merasa ya udah
emangnya gw ngepost disini buat dibaca kamu doang
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)