Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 1789 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 13, 2019, 09:38:53 AM
Reply #50
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6467
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kl menceraikan itu kewenangan negara, bukan gereja.

Gereja berwenang menikahkan.

Negara menceraikan scr hukum bukan brarti pernikahan itu otomatis bubar di mata Tuhan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 13, 2019, 02:52:19 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
saya ngomong intinya :
"emang possible tapi jelas bukan kehendak Tuhan
Kok jadi bawa2 kehendak Tuhan.

Ini nggak lagi ngomongin kehendak Tuhan.
Yg lagi di omongin itu kalimat "barangsiapa menceraikan istrinya".

Quote
walaupun diijinkan itu pun jelas bukan kehendak Tuhan yang sempurna
Kamu liat Hen itu kalimatnya. Kalo ada orang mao sok2an bawa bawa perihal Kehendak Tuhan, itu kronologinya kan bisa dikatakan kayak gini :

Kalo Kehendak Tuhan yg berupa bla3x tidak terpenuhi
Maka beginilah selanjutnya Kehendak Tuhan setelah bla3x tidak terpenuhi

1. Kehendak Tuhan :
Orang telah menikah tidak bercerai

YET, kalimat ayat ijo itu sendiri telah menunjukkan :
Kalo ada yang menceraikan istrinya, maka....

2. Kehendak Tuhan :
Orang ybs tidak menikah lagi.

Quote
so dimananya kamu bs ngomong gw gak nangkep koclak
JELAS dirimu gak nangkep.
Wong

Quote
yang ada2 aja logikanya kan
Karena dirimu udah ke brain-washed, makanya bilang kayak diatas.  Kamu gak nangkep bahwa kronologikanya itu seperti yang diatas, hen. IF__THEN__.

APABILA seseorang tidak dengan sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal yang dilarang TUHAN dan ia memang melakukan salah satu dari padanya

Sesuatu isinya bla3x.
KALO Kehendak Tuhan mengenai bla3x tidak terpenuhi
MAKA beginilah Kehendak Tuhan selanjutnya ...

masuk lagi ke If_Then:
KALO ybs itu seorang Imam
MAKA haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa. ---> Kehendak Tuhan.

KALO ybs itu orang umum
MAKA ....

masuk lagi ke If_Then :
KALO dosa yang diperbuat mereka itu ketahuan,
MAKA haruslah jemaah itu mempersembahkan seekor lembu jantan ---> Kehendak Tuhan.

dst dst....

Liat aja, nanti juga dirimu akan bilang : "itu bukan artinya di ijinkan".
Sementara padahal ga ada saya lagi ngomongin perihal perijinan.

Quote
soal poligami ga usah keGRan
Sekali lagi, saya nggak lagi ngomongin poligami !
Jadi jangan bikin satu post tanpa quote untuk meng-kepo-in dua post dari orang berbeda  :D.

Menikah = baik ---> Kehendak Tuhan
Tidak menikah = lebih baik ---> Kehendak Tuhan

February 13, 2019, 03:06:38 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Kl menceraikan itu kewenangan negara, bukan gereja.
Saya tidak bisa berpendapat bahwa kalimat "barangsiapa menceraikan istrinya" ----> ini ditujukan ke negara, siip.

Quote
Negara menceraikan scr hukum bukan brarti pernikahan itu otomatis bubar di mata Tuhan.
Sekali lagi saya tidak bisa berpendapat bahwa vocab "barangsiapa" disitu ditujukan ke Negara. Didalam pengertian saya, itu kalimatnya ditujukan ke individu yang dimana individu tsb adalah seorang suami.

Dengan kata lain,
kalimat barangsiapa menceraikan istrinya ada didalam pengertian spt sbb :
- suami yang menceraikan istrinya .....,(koma) bla3x...
- kalo ada suami yang telah menceraikan istrinya....,(koma) bla3x...


Kalimat tsb di pov saya TIDAK didalam pengertian sbb :
- negara yang menceraikan istri dari seorang suami...., (koma) bla3x...
- kalo ada negara men-sah-kan perceraian ...,(koma) bla3x...


Ga ketemu saya hubungannya ke perihal Negara pada kalimat tsb, siip.  :wink:
February 13, 2019, 03:55:16 PM
Reply #53
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6467
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Krn konteksnya Indonesia.

Okelah kita maen kaku dah kaya kanebo (walau kamu jg suka gak konsisten, giliran kitanya kaku kamunya ngeles).

Perkataan Tuhan:
Barangsiapa menceraikan istrinya...

Brarti si suami menceraikan. Oke?

Lanjutannya:
Jika ia menikah lagi...

Artinya si suami kawin lagi (tserah mau kawin sah apa kawin tanpa surat).

Maka si suami berzinah thd isterinya.

Jd fixed ya.

Markus 10:11-12
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 14, 2019, 10:08:14 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9583
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Okelah kita maen kaku dah kaya kanebo (walau kamu jg suka gak konsisten, giliran kitanya kaku kamunya ngeles).

emang ;D ;D ;D ;D ;D
February 16, 2019, 11:27:16 AM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Sekalipun berdasarkan Alkitab, mesti diliat juga atuh jaman-nya, sikonnya, dlsb donk 888.
 Justru TIDAK JELAS, 888. Nggak ada itu detail2nya lebih jauh, melainkan yang terbaca "kecuali karena zinah"
 888 terus2an aja cuma mengulang lagi mengulang lagi tanpa menunjukkan sikon-nya begimana dari ayat yg saya ajukan.

 Ya. Dan TIDAK sertamerta karena di Alkitab nggak ada sebut2 perihal "cincin kawin", maka ini artinya DILARANG BUKU TEBEL, 888.  :D
 Ya. BELON TENTU. Karena status duda bisa didalam dua opsi : duda karena cerai OR duda karena istri mati.
 well, 888 DENGAN SENGAJA tidak menyertakan uraian KBBI tsb secara lengkap.

So, that's my point.
888 sekali lagi dengan sengaja mengabaikan yang A.

Dan itu bisa dimaklumi :
KARENA menurut 888 : Alkitab gak ada bilang yg A...
MAKA 888 mengkopas KBBI yang B saja
MAKA 888 mengabaikan kalimat barangsiapa menceraikan istrinya

sementara padahal jelas2 kalimat ungu itu sikonnya ada di A....
YET, versi 888 mengubah sikon kalimat ungu itu di B.
 Ya. Dan itu duda cerai ditinggal mati istri, 888.

So,
duda ditinggal mati istri NGGAK MASUK itu di aplikasikan ke kalimat barangsiapa menceraikan istrinya, 888.
 Sekali lagi, 888 tidak ada mengulas kalimat ungu itu sikonnnya gimana.

Versi 888 itu karut-marut. Sbb :
barangsiapa menceraikan istrinya

versi 888:
oh maksud kalimat ungu itu adalah : [barangsiapa MEMBUNUH istrinya....]

Saya sebenernya nggak suka kepo2 ngurusin orang laen.
Tapi karena kebetulan ada contoh, maka saya aplikasikan aja deh ke BTP, tak ganti ke nama cuplis.

Nah... sikon cuplis itu sekarang adalah CERAI.
cuplis SUDAH MELAKUKAN AKSI MENCERAIKAN istrinya.

Begimana pula dirimu bilang:
cuplis BELUM MELAKUKAN AKSI MENCERAIKAN istrinya
 :mad0261: :rolleye0014: :mad0261: :rolleye0014: :mad0261:
Nah begini Oda simpel nya ..

Kata Yesus, tidak boleh cerai kalau bukan karena kematian dan zinah (karena hukum zinah adalah mati), maka perkataan Yesus dapat juga ditulis ulang:

Tidak boleh cerai kalau bukan karena kematian dan kematian (zina), artinya: Cuma kematian yg bisa menceraikan orang.

Nah, kalau Oda anggap bahwa kematian itu bukan berarti “bercerai”, boleh-boleh saja, tetapi orang tersebut tidak boleh kawin, selama pasangan atau mantan pasangannya masih hidup.

Jbu..
February 23, 2019, 11:46:29 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Krn konteksnya Indonesia.

Okelah kita maen kaku dah kaya kanebo (walau kamu jg suka gak konsisten, giliran kitanya kaku kamunya ngeles).

Perkataan Tuhan:
Barangsiapa menceraikan istrinya...

Brarti si suami menceraikan. Oke?
jadinya siip kayak 888.
Siip nggak ngebahas sikon cerai yg gimana.


Quote
Lanjutannya:
Jika ia menikah lagi..
Atuh jangan ke kelanjutannya dulu donk siip.

Yang Barangsiapa menceraikan istrinya kan belon selesai.


Quote
Artinya si suami kawin lagi (tserah mau kawin sah apa kawin tanpa surat).
Maka si suami berzinah thd isterinya.

Jd fixed ya.
begini yah... yang paling gampang saya ajukan ulang kalimatnya:

statement-1
a. Barangsiapa menceraikan isterinya
b. lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah


oda:
statement-1 bisa dikatakan kayak gini :
apapun alesannya si suami sehingga dia menceraikan istrinya...
KALO si suami menikah lagi dgn perempuan lain
MAKA suami ini berbuat zinah.



statement-2
a. Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,
b. lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah


oda:
nah.... begimana itu ceritanya sehingga orang bilang bahwa [statement-2 itu SAMA/IDEM dengan statement-1] ? :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014:

So, yang saya cerewetin disini adalah yang point-A, siip.

statement-3
a. Barangsiapa tidak masuk kelas
b. maka di hukum

berdasarkan statement-3
TIDAK ADA KECUALI.
So, apapun itu alesannya seorang murid sehingga dia tidak masuk kelas....
maka murid ini dihukum



statement-4
a. Barangsiapa tidak masuk kelas kecuali karena sakit
b. maka akan di hukum

berdasarkan statement-4
ADA KECUALI
So, kecuali karena sakit sehingga seorang murid tidak masuk sekolah
maka murid ybs akan dihukum



oda:
begimana itu ceritanya sehingga orang bilang bahwa [statement-3 itu SAMA/IDEM dengan statement-4] ?  :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014:


Quote
Markus 10:11-12
Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.[color]
Mungkin karena siip nggak ngikutin pembicaraannya saya dengan 888, makanya siip ngajuin ayat diatas yang PADAHAL saya sendiri sudah ngajuin itu ayat ke 888.

Pertanyaannya :
KENAPA orang Kristen nggak ngajuin yang Matius 19:9 ?

jawabannya :
KARENA kalo orang Kristen ngajuin Matius 19:9, maka mao gak mao dia ketemu kalimat "kecuali karena zinah" di ayat tsb.

bersambung
February 23, 2019, 11:46:40 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
dilain sisi,
giliran saya yang ngajuin Matius 19:9, orang Kristen bilang ...:
ya itu sama aja maksudnya..., yakni: apapun alesannya TANPA KECUALI shg seorang suami menceraikan istrinya, kalo pria ini menikah lagi maka pria ini berbuat zinah.

maka saya :
begimana itu ceritanya sehingga orang Kristen bilang bahwa [sebuah kalimat yang tidak terdapat kalimat "kecuali bla3x" itu IDEM artinya apabila kalimat yg sama tsb terdapat kalimat "kecuali bla3x"] ????????????????????

begimana itu ceritanya orang Kristen bilang bhw yang saya ajukan mengenai sikon dari kalimat di Matius 19:9, tidak benar ? sbb :

Siapapun suami yang menceraikan istrinya BUKAN KARENA ZINAH lalu kawin lagi,
maka pria ini berbuat zinah.


dengan kata laen,
seorang suami yang menceraikan istrinya karena istrinya zinah lalu menikah dgn perempuan laen,
maka TIDAK ADA BISA DIKATAKAN bhw pria ini berbuat zinah. KARENA statement-2 itu ngomongin suami yg menceraikan istrinya BUKAN KARENA ZINAH lalu kawin lagi maka pria ini berbuat zinah.


Q :
Bagaimana dgn statement-1 ?

oda:
YA. statement-1 tidak ada itu kalimat "kecuali karena zinah".
Dengan demikian, APAPUN alesannya - apapun itu sikon latarbelakangnya sehingga seorang suami menceraikan istrinya, pokok [kalo duda cerai ini kawin lagi - maka duda cerai ini berbuat zinah].

kembali lagi ke pertanyaan saya yg sama:
begimana itu ceritanya orang Kristen mengabaikan kalimat "kecuali karena zinah" ?
sehingga argumen-nya ngambil yang B ? ---> yakni berupa: POKOK [kalo ada duda cerai kawin lagi - maka duda cerai ini berbuat zinah].

Quote
Perkataan Tuhan:
Barangsiapa menceraikan istrinya...

Brarti si suami menceraikan. Oke?
Ya. Berarti ada duda cerai.

Quote
Lanjutannya:
Jika ia menikah lagi..
Artinya si suami kawin lagi (tserah mau kawin sah apa kawin tanpa surat).
YA. Artinya duda cerai itu kawin lagi.

Quote
Maka si suami berzinah thd isterinya.
Ya. Apabila duda cerai ini menikah lagi, maka duda ini berbuat zinah.


Namun yg terbaca di Matius 19:9 kan "KECUALI KARENA ZINAH", siip.
So, yang Matius bicarakan "duda cerai = berbuat zinah kalo duda cerai ini nikah lagi" ----> ini ada didalam sikon seorang duda cerai yang cerainya BUKAN KARENA ZINAH, kan siip.


barangsiapa membuang gugug piaraannya KECUALI karena rabbies
lalu mengambil gugug baru utk dipiara, maka orang ybs ini bla3x.


Thdp kalimat diatas, orang Kristen bilang:
oh...abaikan itu kalimat bold, karena maksudnya kalimat tsb adalah TANPA KECUALI.
Pokok orang ybs itu = bla3x kalo mengambil gugug baru setelah membuang gugug lamanya. Hal ini dikarenakan state orang ybs sebelum mengambil gugug baru tsb adalah [orang yang telah membuang gugug piaraannya .... duda cerai TANPA KECUALI].
« Last Edit: February 23, 2019, 11:50:26 PM by odading »
February 23, 2019, 11:57:06 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Quote
Okelah kita maen kaku dah kaya kanebo (walau kamu jg suka gak konsisten, giliran kitanya kaku kamunya ngeles).

emang ;D ;D ;D ;D ;D

Saya kaku karena JELAS2 di Matius 19:9 terbaca kecuali karena zinah, hen.

So... saya tidak akan lemes2 sehingga bilang "oh gapapa ... gue bisa abaikan itu kalimat ungu, anggep aja nggak ada. Agar Matius 19:9 itu bisa dimengertikan bhw sikonnya itu TANPA KECUALI spt yg terbaca di Markus.

Tetep aja yg diajukan orang Kristen adalah Markus 10:11-12, sambil bilang :
tuh oda, di Markus TANPA KECUALI  ---> nggak ada kalimat "kecuali karena zinah". Jadi yg Matius 19:9 itu ya juga TANPA KECUALI laaah... gak perlu kaku2 gara2 ada kalimat ungu tsb
« Last Edit: February 24, 2019, 02:16:44 AM by odading »
February 24, 2019, 12:38:58 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12804
    • fossil coral cantik
Nah begini Oda simpel nya ..

Kata Yesus, tidak boleh cerai
Lah... saya nggak lagi ngomongin perihal Yesus bilang "pasutri nggak boleh cerai", 888.

Kalimat ayat itu sendiri sudah duluan berangkat pada sebuah sikon : ADA DUDA CERAI.

Quote
kalau bukan karena kematian dan zinah (karena hukum zinah adalah mati),
Fokus di ayat terkait donk 888. Ayat terkait tidak ada bawa2 perihal kematian atopun hukuman zinah.

Ayat terkait lagi ngomongin dimana sikon pendahulunya ADA DUDA CERAI.
Dimana: KALAU duda cerai ini nikah lagi MAKA duda cerai ini berbuat zinah.

Quote
maka perkataan Yesus dapat juga ditulis ulang:
Tidak boleh cerai kalau bukan karena kematian dan kematian (zina), artinya:
Cuma kematian yg bisa MENceraikan orang.
Sekali lagi... tidak ada itu terbaca perihal bold, 888. Kalimat ayat menyatakan MANUSIA MENCERAIKAN MANUSIA.

Barangsiapa menceraikan isterinya
Barangsiapa = manusia. Istri = manusia.

888 tidak ada pernah memberi sikon-nya itu gimana terkait kalimat ayatnya.
Dan saya sudah berkali kali kasih tau bhw sikon pendahulunya di ayat terbata itu adalah ADA DUDA CERAI ---> yakni [seorang pria (MANUSIA) yang telah MENceraikan istrinya (MANUSIA)]. Dimana [kalo duda cerai ini nikah lagi, maka duda cerai ini = berbuat zinah].

Begimana pula 888 jadinya memlintir sikon pendahulunya itu berupa [ada duda cerai yang belon DItinggal mati istri] ? sementara padahal ayatnya jelas2 itu menyatakan sebuah sikon dimana [seorang manusia MENceraikan manusia] ?

Lagian kasus yang 888 bawa, state BTP itu BUKAN [duda cerai DItinggal mati istri], melainkan [duda cerai yg dimana pria ini (manusia) telah MENceraikan istrinya (manusia)].

Sikon ungu MASUK ke kalimat :
Barangsiapa MENceraikan isterinya,
lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah


So, jangan 888 lari2in ke perihal kematian.
Karena fokus dari kalimat ayat tsb terkait BTP adalah :

Kalo BTP nikah lagi
Maka BTP berbuat zinah ato kagak ?


Mosok jadinya 888 lari2in ke sebuah jawaban:
YA... [KALO BTP nikah lagi maka BTP berbuat zinah KALO istrinya belon mati] ?? 
:rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014:

kan kalo mau mengajukan jawaban yg "masuk" itu kayak gini :
YA.... BTP berbuah zinah KALO dia menikah lagi.


Bold oranye itu lari, 888.
Kenapa lari ?
Ya karena kalimat yg di omongin ayat pada perihal "berbuat zinah" itu TIDAK DIKARENAKAN istrinya belon mati, melainkan DIKARENAKAN menikah lagi ---> Duda cerai menikah lagi = berbuat zinah ---> ini yg di omongin ayat.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud MENceraikannya

taroh kata ceritanya Yusuf akhirnya MENceraikan Maria,
maka pertanyaannya :
KALO Yusuf menikah lagi dgn perempuan lain
MAKA Yusuf berbuat zinah ato kagak ?

begimana pula itu jadinya 888 lari-in jawabannya ke berupa :
KALO Yusuf menikah lagi dgn perempuan lain dan KALO janda Maria belon mati
MAKA Yusuf berbuat zinah


kalimat terbacanya TIDAK berupa sbb, 888 :
Barangsiapa menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah KALO janda-nya belon mati.

melainkan :
Barangsiapa menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah

BTW,
apakah 888 pernah tau mengenai tata-bahasa [kalimat aktif - kalimat pasif] ?

« Last Edit: February 25, 2019, 01:30:10 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)