Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 2509 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 26, 2019, 12:14:49 PM
Reply #70
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1793
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
jawaban saya : perceraian

Israel berkali2 berzinah, namun gak pernah diceraikan

bayangin kalo diceraikan, apa gak kelar tu Israel

tp trus jgn dibilang kalo gitu boleh zinah asal jgn cerai.... ini namanya mbudet

kalau berzinah harus dihukum, dan hukumannya adalah hukuman mati

didalam alkitab ada tidak dikisahkan yg bercerai bukan karena zinah?

btw, yg kita bahas zinah fisik atau zinah rohani

jangan lupa bro hen,
ahirnya Allah akan menceraikan umatnya yg berzinah, dan perceraian tsbt  akan selama2nya
« Last Edit: February 26, 2019, 12:23:16 PM by wilefhas62 »
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
February 26, 2019, 12:45:51 PM
Reply #71
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9623
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
prinsipnya antara zinah fisik dan zinah rohani itu sama
intinya dari kedua itu, gak boleh ada perceraian, itu kehendakNya yang sempurna

Tuhan mengambil contoh nabi yang disuruh menikahi perempuan yang jelas2 berzinah sebagai contoh kalau Dia pun seperti itu juga kepada Israel

Tuhan yang adalah roh, mengambil contoh daging
kita disebut mempelai wanita, Tuhan disebut mempelai pria

ini hal yang sudah sy pikir sangat jelas
February 26, 2019, 10:30:45 PM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 660
yang mau cerai: silahkan
yang tidak mau cerai: silahkan
February 28, 2019, 06:00:39 PM
Reply #73
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Hmmm...Jika ada seorang Widow (janda karena pasangan meninggal), dan kemudian dia tetap memilih hidup sendiri, bisa lebih fokus untuk lebih dekat ke Tuhan sambil mendidik anak"nya sampai dia meninggal....Masa yang kayak begini bisa diketawain sama seorang laki"?...mungkin karena lelaki ini otaknya mesum terus kali ya...yang diotaknya cuma hanya nepsong mulu....Hmm, betul" suatu joke yang ga lucu...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
March 05, 2019, 06:09:49 PM
Reply #74
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
kan udah dijelaskan :
zinah disitu konteksnya hukuman mati
Yesus sendiri mengampuni perempuan yang berzinah, hen.
Begimana pula itu ajarannya Dia masukin ke sikon thdp Law "zinah, hukum mati" ?

Quote
jadi "kecuali karena zinah" itu artinya "kecuali kalau meninggal"
ya ini jadinya idem kayak pemikiran 888 ---> "kecuali karena zinah" DIPLINTIR menjadi "kecuali kalau meninggal".

Sekali lagi, DIPLINTIR.
Karena ada kalimat yg dimana sikon kalimat itu didalam sikon bhw istri yg diceraikan itu TIDAK dihukum mati :
and whoever marries a woman who is divorced commits adultery

Quote
so boleh gak kawin lagi dan tidak hidup dalam perzinahan?
boleh, kalo pasangannya meninggal, silahkan kawin lagi
Sekarang pertanyaannya :
Boleh gak laki laki lain mengawini janda yg telah dicerai karena berzinah ?

Konsisten dengan plintiran :
kecuali karena zinah = kecuali karena meninggal

maka IMPOSSIBLE bisa ada jawaban dari pertanyaan ungu, karena pertanyaan ungu itu sikonnya udah duluan berupa istri itu TIDAK MENINGGAL walopun telah berzinah sewaktu sbg pasutri.

Quote
itu artinya "sampai maut memisahkan" bro
hanya maut yang bisa memisahkan
Itu mlintir pengertian kalimatnya, hen.

Quote
so manalagi yg lom jelas sih?
Lah... bukan saya yang bilang penjelasan kalian BELON JELAS.
Melainkan saya yang ngejelasin bhw kalimat tsb TIDAK DIDALAM pengertian : Kecuali karena meninggal, hen.

statement-A
I say to you that whoever divorces his wife for any reason except sexual immorality causes her to commit adultery

DIPLINTIR menjadi statement-B:
I say to you that whoever divorces his wife for any reason except the the wife is dead causes her to commit adultery

statement-A:
Kalimat ijonya jelas2 tidak sedang bermaksud seperti merah, karena ada kalimat laen yg menunjukkan sikon dimana si istri yg telah diceraikan (whatever the reason) TIDAK MATI ---> whoever marries a woman who is divorced commits adultery.

statement-B:
itu kalimat yang konyol. Karena tinggal direspond kayak gini:
Ya kalo istrinya mati, begimana pula itu dikatakan si suami causes her to commit adultery ?

Siapa yg membuang gugug-nya kecuali gugugnya mati menyebabkan gugug tsb terlantar.
Ya kalo guggugnya mati, begimana pula itu dikatakan si pembuang menyebabkan gugug terlantar ?

istri berzinah = istri meninggal ---> karena Law-nya berlaku, yakni [istri zinah di hukum mati].
gugug rabbies = gugug mati ---> karena Law-nya berlaku, yakni [anjing rabbies di bikin mati].
« Last Edit: March 05, 2019, 07:42:24 PM by odading »
March 05, 2019, 07:12:06 PM
Reply #75
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Kl org mau mnggunakan metode tafsir yg benar, tentu 3 dari 4 surat menjadi sangat kuat utk mmaknai suatu firman.
Oleh karena itu post saya yang buat 888 emang sengaja saya ajukan dua ayat berbeda tsb, siip.
A. Yang satu tidak ada kalimat "kecuali karena zinah",
B. yang satu lagi ada kalimat "kecuali karena zinah".

http://forumkristen.com/index.php?topic=64155.msg1247960#msg1247960

Selanjutnya saya ajukan pertanyaan spt sbb ke 888:
jadi sekarang pertanyaannya:
pada ayat2 yg terbaca .... is there any exception or not bhw [itu = commit adultery] di sikon suami yg sudah cerai lalu kawin lagi ?

Quote
3 dari 4 surat itu SEMUA tidak ada kata 'kecuali karena zinah'.
Proses taksir yg siip maksudkan diatas kayak begini ? :
KARENA yang A itu ada di tiga ayat berbeda sedangkan yang B itu cuma ada di satu ayat aja
MAKA tafsir yg benar adalah : ayat A lah yang BENER, ayat yang B itu yang SALAH.

Quote
Ya kl org emang udh kekeh mau cerai, penafsiran yg pro-cerai pasti yg akan dia pakai.
Penafsiran yg pro-cerai itu begimana ? Saya tidak mengerti kalo dikatakan bahwa ayat-B itu memerlukan penafsiran. Karena kalo hasil tafsirnya berupa : "ayat-B itu maksudnya adalah TANPA KECUALI idem dgn ayat-A" ---> ini bukan tafsiran, siip.

Quote
Zaman skrg tanpa mlihat padanan seluruh surat dan tanpa mlihat konteks, orang mnafsirkan zinah sbg peluang utk cerai hidup
Oleh karena itulah orang Kristen bilang bhw ayat-B (yg ada "kecuali karena zinah") itu adalah ayat yang salah.... atopun istilah halusnya : ayat-B itu ditafsir : TIDAK ADA "kecuali karena zinah".

Yang bener itu adalah ayat A (yg tidak ada "kecuali karena zinah"). So, nggak ada alesan apapun yg pantes utk diajukan pasutri untuk bercerai, karena ayat-A tidak menaruh pengecualian. Dan ayat-B itu "tafsiran"nya adalah TIDAK ADA KECUALI.

Begitu bukan siip ?
« Last Edit: March 05, 2019, 07:35:38 PM by odading »
March 05, 2019, 07:23:25 PM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
ahirnya Allah akan menceraikan umatnya yg berzinah, dan perceraian tsbt  akan selama2nya
Menurut orang Kristen :
sekali seseorang dicintai oleh Allah
(bisa juga kalimatnya menjadi : sekali dipilih Allah SBJ ... atopun "dinikahi" Allah)
maka sampai kapanpun orang ini tidak akan Allah ceraikan.

So,
mao orang ini berzinah berkali kali
Allah tidak akan menceraikan orang ini.

OSAS, wilef.
March 05, 2019, 08:22:14 PM
Reply #77
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Quote
Yesus sendiri mengampuni perempuan yang berzinah, hen.
Begimana pula itu ajarannya Dia masukin ke sikon thdp Law "zinah, hukum mati" ?
 ya ini jadinya idem kayak pemikiran 888 ---> "kecuali karena zinah" DIPLINTIR menjadi "kecuali kalau meninggal".

Sekali lagi, DIPLINTIR.
Karena ada kalimat yg dimana sikon kalimat itu didalam sikon bhw istri yg diceraikan itu TIDAK dihukum mati :
and whoever marries a woman who is divorced commits adultery
Sekarang pertanyaannya :
Boleh gak laki laki lain mengawini janda yg telah dicerai karena berzinah ?

Konsisten dengan plintiran :
kecuali karena zinah = kecuali karena meninggal

maka IMPOSSIBLE bisa ada jawaban dari pertanyaan ungu, karena pertanyaan ungu itu sikonnya udah duluan berupa istri itu TIDAK MENINGGAL walopun telah berzinah sewaktu sbg pasutri.

 :afro:

Saya sudah pernah mengatakan bahwa:

Tidak.

Fornication dan Adultery itu sesuatu yang berbeda.

Jika fornication = adultery... maka Mat 19-9 akan kontradiksi dengan ayat lainnya yang menyangkut cerai.
.
=====

Adalah aneh jika "fornication" di Mat 19:9 dimaknai sebagai "mati/meninggal dunia" karena toh seorang penjinah akan dihukum mati.

Sebab jika 'cerai' dimungkinkan terjadi karena 'zinah/fornication' dan ini berarti hukuman mati (seperti pemahaman Pencerah 888), maka diseluruh ayat2 Kitab Suci, tidak akan mungkin ditemukan frasa:

- ia menjadikan isterinya berzinah
- perempuan yang diceraikan,

Karena tidak mungkin perempuan yang sudah mati (dihukum karena zinah) bisa hidup kembali untuk disebut sebagai "perempuan yang diceraikan".
====

Walaupun di PL hukum bagi perzinahan adalah 'mati'. Tapi sekali lagi kata yang digunakan disini adalah "adultery" sebagaimana di Leviticus 20:10 (And the man that committeth adultery with another man's wife, even he that committeth adultery with his neighbour's wife, the adulterer and the adulteress shall surely be put to death. )

bukan 'fornication' sebagaimana di Mat 19:9 (And I say unto you, Whosoever shall put away his wife, except it be for fornication, and shall marry another, committeth adultery: and whoso marrieth her which is put away doth commit adultery).

Lebih jauh, di Hukum Baru (Kristus), Adultery sendiri tidak lagi dijatuhi hukuman mati sebagaimana di PL, sebagaimana dikisahkan di John 8:2-11.

Jadi pemahaman "fornication" diartikan "hukum mati/meninggal", untuk menyelaraskannya dengan "tidak boleh cerai, kecuali karena kematian" adalah sungguh tak berdasar.
====

Sekali lagi, pasti ada alasan lain, dan menurutku itu di soal kata : 'adultery' vs 'fornication' yang sayangnya di LAI diterjemahkan sama dengan kata 'zinah' atau 'berzinah'.

===

Salam,
March 05, 2019, 09:29:58 PM
Reply #78
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 961
  • Denominasi: Protestan
Kata Wikipedia :
Fornication is generally consensual sexual intercourse between two people not married to each other. When one of the partners to consensual sexual intercourse is a married person, it may be described as adultery.

Kata Got Questions :
In the New Testament, the two Greek words translated “adultery” are nearly always used, from their contexts, to refer literally to sexual sin involving married partners. The only exception is in the letter to the church of Thyatira which was condemned for tolerating the “woman Jezebel who calls herself a prophetess” (Revelation 2:20). This woman drew the church into immorality and idolatrous practices and anyone seduced by her false doctrines was considered to have committed adultery with her.
March 05, 2019, 10:17:44 PM
Reply #79
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Adalah aneh jika "fornication" di Mat 19:9 dimaknai sebagai "mati/meninggal dunia" karena toh seorang penjinah akan dihukum mati.

Sebab jika 'cerai' dimungkinkan terjadi karena 'zinah/fornication' dan ini berarti hukuman mati (seperti pemahaman Pencerah 888), maka diseluruh ayat2 Kitab Suci, tidak akan mungkin ditemukan frasa:

- ia menjadikan isterinya berzinah
- perempuan yang diceraikan,

Karena tidak mungkin perempuan yang sudah mati (dihukum karena zinah) bisa hidup kembali untuk disebut sebagai "perempuan yang diceraikan".
Ya. Saya sependapat ama granits  :happy0062:

Quote
Lebih jauh, di Hukum Baru (Kristus), Adultery sendiri tidak lagi dijatuhi hukuman mati sebagaimana di PL, sebagaimana dikisahkan di John 8:2-11.
Sependapat.

Quote
Jadi pemahaman "fornication" diartikan "hukum mati/meninggal", untuk menyelaraskannya dengan "tidak boleh cerai, kecuali karena kematian" adalah sungguh tak berdasar.
Sependapat.



Barusan ketemu lagi suatu berita di internet mengenai Paus Francis.
Buat saya, "luar biasa" Paus Francis ini karena cara pemikirannya "luas".
Nggak terpatok berkacamata kuda pada suatu Law.

"kacamata kuda":
1. Masabodoh, walo elu di abuse abis2an sama suami/istri elu, elu mesti tetep berdoa agar Tuhan menghentikan abuse dari suami/istri elu. Elu gak boleh ceraikan dia, sekalipun elu sampai mati gara2 di abuse oleh sumai/istri elu.

2. Masabodoh, walo elu menceraikan istri/suami elu itu karena dia abuse elu abis2an, elu DILARANG untuk jatoh cinta lagi kepada cewe/cowo laen yg emang bener2 juga cinta elu, apalagi nikah lagi. Elu HARUS tetep jadi janda atopun duda yang idup sendirian.

"kacamata kuda" mengabaikan segala posibilitas sikon, sementara padahal sikonnya bisa amat sangat bervariasi. Paus Francis maju selangkah, yakni "memfasilitasi" dari posibilitas sikon.

Sayangnya, pemikiran Paus Francis ini ditentang, dan malah sepertinya oleh penentangnya dikatakan "Paus Francis setuju dengan perceraian dan nikah kembali".

Sementara di pov saya thdp pemikiran Paus Francis,
Di pov Paus Francis, [bercerai dan lalu nikah lagi] itu ada di IF condition, dimana hanya apabila kondisi ini sudah dikaji dgn seksama (bukan sekedar langsung "oh okelah kalo begitu...") maka barulah IF tsb terpenuhi ... dimana selanjutnya THEN-nya barulah bisa diaplikasikan.

So, di pov Paus Francis : men-"sah"-kan (dgn tanda petik) [bercerai dan lalu nikah lagi] ---> ini BUKAN sesuatu yg to be practiced.

Berikut komentar thdp Amoris Laetitia nya Paus Francis....

(bersambung)
« Last Edit: March 06, 2019, 02:55:14 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)