Author Topic: nasionalisme dan Kekristenan  (Read 358 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 03, 2019, 09:24:02 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
1. saya baca2 di internet tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film di bioskop.  ada yang berpendapat bahwa harusnya agama yang perlu melakukan hal itu, karena orang2 yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah dasarnya adalah agama. saya jadi penasaran, kalau misal keluar peraturan kalau semua agama wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih sebelum ibadah, apakah itu tidak masalah? liturgi vs menghormati negara. menaruh bendera di ruang ibadah, apakah itu tidak masalah? sepertinya saya tidak pernah melihatnya.
2. tentang rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir (ABB). di internet, banyak Kristen (liat dari nama2nya) yang mengecam rencana tersebut. ada yang mengatakan kalau walau Tuhan Yesus menyuruh mengampuni musuhmu, tapi keadilan tetap harus ditegakkan. dan pembebasan ABB tidak memenuhi rasa keadilan.
ternyata sebagian kecil orang Kristen mengatakan kalau pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia ini, jadi kita harus hormati, mungkin ada sesuatu yang Tuhan rencanakan dibalik pembebasannya. meskipun akhirnya ada syaratnya untuk dibebaskan. bagaimana pendapat kalian tentang rencana pembebasan ABB? benarkah mengampuni beda dengan rasa keadilan? apakah kita harus menghormati pemerintah dengan segala keputusannya?
February 04, 2019, 10:38:09 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Topik yg sangat menarik, terlebih Indonesia saat ini sedang akan menyelenggarakan pemilihan umum.

Saudara ku ..sebelum sampai kepada pertanyaan2 yg anda sampaikan diatas, maka secara ringkas.. saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu, apa itu negara ?

Dalam ilmu politik moderen, dijelaskan ada beberapa syarat yg disebutkan sbg negara, yaitu:
(1). Adanya wilayah.
(2). Adanya masyarakat atau bangsa dan bahasa.
(3). Adanya aturan yg berlaku.

Nah, Nengara dan Pemerintahan itu memiliki makna yg berbeda, dimana Pemerintahan itu adalah “kekuasaan atau alat negara” untuk menjalankan atau mengatur kehidupan bernegara.

Berdasarkan ilmu politik moderen, Kekuasaan itu terdiri dari: Kekuasaan Eksekutif, Legis Latif dan Yudikatif, dan disebut “trias politika”, artinya: kekuasaan itu dibagi atas 3 bagian seperti diatas.

Nah, berdasarkan ilmu pemerintahan, sistem pemerintahan itu, didasarkan pada bentuk: Theokrasi, Monarki, Demokrasi.

Sehingga, berdasarkan penjelasan tersebut, negara dan pemerintahan yg merupakan 2 hal yg berbeda itu, secara ilmu politik moderen, dipimpin:
(1). Theokrasi ==> Allah atau Pemimpin Rohani tertinggi, seperti Negara Vatikan.
(2). Monarki ==> Raja atau Ratu.
(3). Demokrasi ==> Presiden atau Perdana Menteri atau khusus di Jerman disebut Kanselir.

Nah, kembali ke topik ..

Perjuangan sebagian dari masyarakat, untuk membentuk “khilafa” tersebut, bukan lah memiliki pengertian membentuk negara khilafah, pemahaman tersebut adalah “keliru”, tetapi perjuangan mereka, bertujuan untuk membentuk “sistem pemerintahan khilafah”, dimana menurut mereka “dgn sistem itu, maka harus ditegakan syariat Islam, sebagai hukum yg berlaku”.

Mengapa perjuangan itu ditentang ?

Berdasarkan apa yg saya pelajari tentang Indonesia, Negara Indonesia itu terbentuk dgn masyarakat yg terdiri dari ratusan suku bangsa (lihat syarat negara diatas), sehingga sangat mustahil untuk mendirikan “sistem pemerintahan khilafah” tanpa adanya korban yg sangat besar, serta pemaksaan atas usaha tersebut, pasti akan melahirkan perpecahan di Indonesia, sehingga Indonesia akan terpecah - pecah menjadi banyak negara.

Kemudian, permasalahan untuk menghormat kepada bendera, maka kita harus tahu apa itu bendera.

Nah, seperti penjelasan syarat suatu negara diatas, yaitu .. adanya aturan yg berlaku, maka berdasarkan aturan2 tersebut, ditetapkanlah “simbol-simbol negara”, seperti “Simbol Salib” untuk tanda umat Kristen, demikian juga Bendera sebagai Tanda suatu negara.

Jadi, bendera sebagai simbol suatu negara tersebut, lahir sbg bagian “peraturan-peraturan” yg ditetapkan oleh suatu negara, sehingga “menghormat” kepada “bendera”, bukan berarti menjadikan “bendera” itu sbg dewa (ini adalah pemahaman yg sangat keliru), sebab seperti penjelasan saya diatas, bahwa Bendera itu adalah “simbol negara yg lahir dari peraturan yg ditetapkan oleh pemerintah”.

Bagaimana pandangan Alkitab terhadap bendera diatas ?

Bersambung ..
February 04, 2019, 11:10:12 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Halaman ..2

Sebelum sampai pada permasalahan diatas, marilah terlebih dahulu kita kaji, Sistem Pemerintahan yg ada didunia ini, berdasarkan Firman Tuhan.

Yesus, dalam Matius 22:21, ternyata mengakui “sistem pemerintahan yg ada dibumi”, dimana “pengakuan tersebut”, dinyatakan Yesus dalam ayat tersebut.,berilah kepada kaisar apa yg “wajib” kamu berikan kepada kaisar..

Penekanan  perkataan “wajib” dalam pernyataan tersebut, adalah sebagai suatu “keharusan” yg tidak boleh dilanggar, sehingga pernyataan tersebut harus dilaksanakan.

Nah, jika kita lihat perkataan Yesus tersebut, dalam penjelasan saya sebelumnya, tentang sistem pemerintahan, maka Kaisar itu adalah Pimpinan suatu negara yg lahir dari aturan yg berdasarkan “Sistem Monarki”, karena lahir dari “aturan suatu negara”, maka kaisar itu juga sebagai “simbol suatu negara untuk menegakan aturan yg ditetapkan oleh negara”.

Jadi, karena kaisar adalah simbol dari suatu pemerintahan yg lahir berdasarkan aturan yg ditetapkan oleh suatu negara, maka pernyataan Yesus dalam Matius 22:21 tersebut, dapat juga dituliskan kembali sbb:.. Berilah kepada pemerintah sesuai aturan apa yg wajib kamu berikan pada pemerintah.

Sekarang timbul pertanyaan, yaitu .. apakah Kepala Pemerintahan (kaisar dalam peristiwa Yesus), sebagai suatu simbol negara, adalah sesuai dengan yg di inginkan oleh Tuhan ?

Bunda Maria, dalam Lukas 1:52 mengatakan .. Ia (Tuhan) menurunkan orang2 yg berkuasa dari tah-tah nya, dan meninggikan orang2 yg rendah..

Artinya adalah .. ternyata Bunda Maria memahami, bahwa Kepala Pemerintahan suatu negara tersebut, diangkat dan diberhentikan oleh Tuhan sendiri, terlepas apakah Kepala Pemerintahan itu, adalah orang yg mentaati Perintah Allah atau bukan.

Bagaimana cara Allah mengangkat dan memberhentikan Suatu Kepala Pemerintahan tersebut ?

Allah memiliki banyak cara dalam merealisasikan semua rencana -rencananya, sehingga dalam dunia moderen sekarang, cara Allah untuk mengangkat dan memberhentikan suatu Kepala Pemerintahan, adalah melalui Pemilihan Umum, sehingga dipahami lah dalam Ilmu Politik Moderen saat ini, bahwa suara Rakyat adalah Suara Tuhan.

Jadi, setiap warga negara, jika Pemerintahan tersebut menyelenggarakan “pemilihan umum”, maka berdasarkan penjelasan diatas, terlebih berdasarkan perkataan Yesus, maka sebagai orang Kristen, kita “wajib” untuk mengikuti pemilihan umum, sebab suara kita, akan menjadi wakil Tuhan untuk menentukan siapa yg akan menjadi kepala pemerintahan, seperti yg dinyatakan oleh Bunda Maria dalam Matius 1:52 tersebut diatas.

Bersambung ..

February 04, 2019, 11:35:19 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Kemudian, sekarang kita sampai untuk menjawab pertanyaan: Apakah Kita boleh menghormati bendera ?

Seperti penjelasan sebelum nya, bahwa bendera adalah suatu simbol negara yg lahir dari aturan yg telah ditetapkan oleh negara, maka sebagai “suatu peraturan”, maka kita sebagai orang Kristen “harus” mentaati peraturan tersebut.

Alkitab berkata dalam Titus 3:1..
Ingatkanlah mereka supaya mereka TUNDUK pada pemerintah dan orang2 yg berkuasa..

Nah, seperti penjelasan saya tentang pemerintahan sebelum nya, bahwa pemerintah itu adalah Alat Negara untuk menegakan peraturan2 yg dibuat oleh negara, maka yg dimaksut dengan “perkataan pemerintah” dalam Titus 3:1 tersebut diatas, adalah seluruh perangkat negara, simbol negara dan peraturan2 negara yg ditetapkan oleh suatu negara.

Jadi, seperti penjelasan diatas.. maka bendera adalah suatu “simbol negara” yg ditetapkan berdasarkan “peraturan pemerintah”, maka berdasarkan Titus 3:1, maka kita orang Kristen “harus tunduk pada peraturan yg telah ditetapkan oleh negara tersebut”.

Sekarang sampai pada pertanyaan besar, yaitu: Apakah menghormati bendera itu adalah dosa ?

Nah, Alkitab berkata .. Hormatilah orang tua mu.. pernyataan ini tidak melahirkan dosa, sekalipun kita disuruh menghormati orang tua, bukan berarti menempatkan orang tua “sebagai Tuhan”, tetapi penghormatan terhadap orang, karena orang tua kita lah yg telah melahirkan kita, menjaga dan membesarkan kita, sehingga kita bisa hidup dan berkembang.

Demikian juga halnya dengan bendera, menghormati bendera, bukan berarti “menempatkan” bendera sebagai posisi Tuhan, tetapi seperti penghormatan terhadap orang tua tersebut diatas, maka penghormatan terhadap bendera sbg simbol negara, karena negara telah melahirkan kita, menjaga dan membesarkan kita, hingga kita berkembang.


Jbu
February 19, 2019, 02:24:43 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
1. saya baca2 di internet tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film di bioskop.  ada yang berpendapat bahwa harusnya agama yang perlu melakukan hal itu, karena orang2 yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah dasarnya adalah agama. saya jadi penasaran, kalau misal keluar peraturan kalau semua agama wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih sebelum ibadah, apakah itu tidak masalah? liturgi vs menghormati negara. menaruh bendera di ruang ibadah, apakah itu tidak masalah? sepertinya saya tidak pernah melihatnya.
2. tentang rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir (ABB). di internet, banyak Kristen (liat dari nama2nya) yang mengecam rencana tersebut. ada yang mengatakan kalau walau Tuhan Yesus menyuruh mengampuni musuhmu, tapi keadilan tetap harus ditegakkan. dan pembebasan ABB tidak memenuhi rasa keadilan.
ternyata sebagian kecil orang Kristen mengatakan kalau pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia ini, jadi kita harus hormati, mungkin ada sesuatu yang Tuhan rencanakan dibalik pembebasannya. meskipun akhirnya ada syaratnya untuk dibebaskan. bagaimana pendapat kalian tentang rencana pembebasan ABB? benarkah mengampuni beda dengan rasa keadilan? apakah kita harus menghormati pemerintah dengan segala keputusannya?

Nasionalisme dan Kekristenan jangan dibenturkan. Tetapi jika harus memilih diantaranya saya memilih Kristus.
February 22, 2019, 09:51:50 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik

maaf, jawaban pertanyaan2 saya tolong ditandai saja. saya bingung, setelah baca semuanya kok tidak menemukan jawaban2nya.

Nasionalisme dan Kekristenan jangan dibenturkan. Tetapi jika harus memilih diantaranya saya memilih Kristus.
jadi, apa jawaban pertanyaan2 saya?
February 22, 2019, 10:29:54 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9590
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
1. tidak masalah

2. hormati pemerintah dengan segala keputusannya, orang Kristen wajib mengampuni juga
February 22, 2019, 12:17:21 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
jadi, apa jawaban pertanyaan2 saya?

Sama seperti posting yang diatas saya
March 07, 2019, 01:56:57 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3438
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
maaf, jawaban pertanyaan2 saya tolong ditandai saja. saya bingung, setelah baca semuanya kok tidak menemukan jawaban2nya.
Mungkin bukan niat untuk menjawab.
jadi, apa jawaban pertanyaan2 saya?
Apa memang harus dijawab?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 07, 2019, 02:11:31 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3438
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
1. saya baca2 di internet tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film di bioskop.  ada yang berpendapat bahwa harusnya agama yang perlu melakukan hal itu, karena orang2 yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah dasarnya adalah agama. saya jadi penasaran, kalau misal keluar peraturan kalau semua agama wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih sebelum ibadah, apakah itu tidak masalah? liturgi vs menghormati negara. menaruh bendera di ruang ibadah, apakah itu tidak masalah? sepertinya saya tidak pernah melihatnya.
Saya setuju jika sebelum pemutaran felem di bioskop didahului dengan menyanyikan Indonesia Raya untuk mengingatkan kepada penonton pada lagu kebangsaan itu. Jika tidak dilakukan, nanti menjadi seperti pejabat yang hanya komat-kamit tidak beraturan pada saat menyanyikan Indonesia Raya. Padahal, dia pejabat negara. Ironis, mengurus negara tetapi tidak tahu lagu kebangsaan negara yang diurusnya.
Tentang menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai peribadatan, menurut pendapatku tidak pas. Sebab, peribadatan kumaknai sebagai pemujaan kepada Tuhan Yang Esa, bukan urusan kenegaraan. Seandainya Tuhan Yang Esa menciptakan suatu "lagu kebangsaan" bagiNya, lagu itulah yang dinyanyikan sebelum peribadatan. Dan jika Tuhan Yang Esa membuat bendera kenegaraanNya, bendera itu pula yang dipajang di tempat ibadah.

2. tentang rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir (ABB). di internet, banyak Kristen (liat dari nama2nya) yang mengecam rencana tersebut. ada yang mengatakan kalau walau Tuhan Yesus menyuruh mengampuni musuhmu, tapi keadilan tetap harus ditegakkan. dan pembebasan ABB tidak memenuhi rasa keadilan.
ternyata sebagian kecil orang Kristen mengatakan kalau pemerintah adalah wakil Tuhan di dunia ini, jadi kita harus hormati, mungkin ada sesuatu yang Tuhan rencanakan dibalik pembebasannya. meskipun akhirnya ada syaratnya untuk dibebaskan. bagaimana pendapat kalian tentang rencana pembebasan ABB? benarkah mengampuni beda dengan rasa keadilan? apakah kita harus menghormati pemerintah dengan segala keputusannya?
Saya setuju dengan keputusan pembebasan siapa saja yang mau berjanji patuh kepada aturan negara. Kalo tidak salah, ABB itu dipenjara karena tudingan mengkonsep tindakan makar, berkhianat kepada Pancasila dan UUD 45. Nah, kalo dia sudah berjanji setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar NKRI, ya bebaskan saja. Jika tidak mau berjanji setia pada Pancasila dan UUD 45, dia tidak layak hidup di bumi NKRI. Isolasi saja.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)