Author Topic: Adakah orang yang mengenal siapa Bapa dan siapa Anak?  (Read 1107 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 04, 2019, 06:00:31 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Dari Judul di atas saya mau mendiskusikannya berdasarkan ayat berikut (terutama yang BOLD)

Mat. 11:27   Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Kalau menurut pemahaman saya, Bapa itu Allah Pencipta dan Anak itu TUHAN (Yehova), bagaimana menurut kalian.... apakah sepakat dengan saya?


February 04, 2019, 06:09:49 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
yang kuketahui.. tidak seorangpun mengenal Bapa..

tapi ada kabar baik-Nya..
Kabar baik itu adalah:
Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memperkenalkan seperti apakah Bapa itu..


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
February 04, 2019, 09:41:39 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 957
  • Denominasi: Protestan
Kalau menurut pemahaman saya, Bapa itu Allah Pencipta
Nanti kebentur sama ayat-ayat ini, bray :

(3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

(6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.


dan Anak itu TUHAN (Yehova(h)), bagaimana menurut kalian.... apakah sepakat dengan saya?
Nanti kebentur sama ayat-ayat ini, bray :

(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

(29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
February 05, 2019, 04:41:22 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Dari Judul di atas saya mau mendiskusikannya berdasarkan ayat berikut (terutama yang BOLD)

Mat. 11:27   Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Kalau menurut pemahaman saya, Bapa itu Allah Pencipta dan Anak itu TUHAN (Yehova), bagaimana menurut kalian.... apakah sepakat dengan saya?
Saya sangat paham atas pertanyaan saudara, nah .. saya mau balik bertanya kepada saudara, yaitu: “apakah Allah itu = Bapa”?

Jika Seperti dalam pemahaman anda, Allah itu adalah sama dengan Bapa, maka TUHAN (Yehova) itu adalah Bapa.

Coba lihat 2 ayat dibawah ini:

(1). Amos 5:27, Menyatakan, bahwa Firman Tuhan (Yehova) itu, namanya adalah “Allah”.. bunyinya sbb: Firman Tuhan (Yehova).. nama - Nya adalah “Allah” semesta alam.

(2). Yeremia 51:59/48:15/46:18, Menyatakan Firman Allah itu (Firman Sang Raja itu), Nama-Nya “TUHAN (Yehova)” semesta alam, bunyi nya sbb: Firman Sang Raja.. TUHAN (Yehova) semesta alam Nama - Nya.

Jadi, pada ayat2 tersebut, dijelaskan, bahwa:
“Allah = TUHAN (Yehova) dan TUHAN (Yehova) = Allah”.

Coba saudara renungkan Amos 5:27 tsb, disana dikatakan.. Firman Yehova itu bernama Allah, dan cuma Amos 5:27 ini, satu-satunya ayat di Alkitab yg “menerangkan”, bahwa “Allah itu”, adalah Nama dari Firman Tuhan (Yehova).==> mungkin ayat ini yg selama ini anda cari.

Karena bangsa Israel sangat paham, Bahwa Allah = Yehova dan Yehova = Allah, sehingga bangsa Israel memanggil Yehova itu Sebagai Bapa, seperti yg tertulis dalam Yes 63:16., Bukankah Engkau Bapa kami ? ...Ya Yehova, Engkau “sendiri” Bapa kami.==> Lihat penekanan perkataan “sendiri” pada kalimat diayat tersebut, artinya “tidak ada yg lain” yg dikenal Yesaya sebagai “Bapa”, selain Yehova.

Semoga membantu n Jbu
February 05, 2019, 10:36:30 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Untuk mengerti maksud Kitab Suci, sdr harus terlebih dulu memahami makna kata ELOHIM dan Yahweh/Yehova.

Makna kata ELOHIM dalam bahasa Ibrani mempunyai pengertian jamak yang tidak menunjuk pada pribadi manapun.
Makna kata ELOHIM ini mempunyai kesamaan dengan kata Adam (Manusia) yang bermakna tidak menunjuk pada pribadi manapun.... tetapi dapat dipahami sebagai orang pertama yang ada di dunia.

Sama seperti kata ELOHIM, kata Adam-pun (sebenarnya) bukan nama..... tetapi kemudian dimaknai oleh kita sebagai nama, padahal bukan.

Saya sangat paham atas pertanyaan saudara, nah .. saya mau balik bertanya kepada saudara, yaitu: “apakah Allah itu = Bapa”?

Jika Seperti dalam pemahaman anda, Allah itu adalah sama dengan Bapa, maka TUHAN (Yehova) itu adalah Bapa.

Coba lihat 2 ayat dibawah ini:

(1). Amos 5:27, Menyatakan, bahwa Firman Tuhan (Yehova) itu, namanya adalah “Allah”.. bunyinya sbb: Firman Tuhan (Yehova).. nama - Nya adalah “Allah” semesta alam.

(2). Yeremia 51:59/48:15/46:18, Menyatakan Firman Allah itu (Firman Sang Raja itu), Nama-Nya “TUHAN (Yehova)” semesta alam, bunyi nya sbb: Firman Sang Raja.. TUHAN (Yehova) semesta alam Nama - Nya.

Jadi, pada ayat2 tersebut, dijelaskan, bahwa:
“Allah = TUHAN (Yehova) dan TUHAN (Yehova) = Allah”.

Coba saudara renungkan Amos 5:27 tsb, disana dikatakan.. Firman Yehova itu bernama Allah, dan cuma Amos 5:27 ini, satu-satunya ayat di Alkitab yg “menerangkan”, bahwa “Allah itu”, adalah Nama dari Firman Tuhan (Yehova).==> mungkin ayat ini yg selama ini anda cari.
Dalam ayat Amos di katakan: Yah·weh ’ĕ·lō·hê- ṣə·ḇā·’ō·wṯ šə·mōw (Firman Tuhan, yang nama-Nya Allah semesta alam)

Makna kata elohe yang terdapat di dalam Amos itu berbeda dengan makna kata ELOHIM yang bersifat/bermakna jamak.
Kata elohe ini bermakna menunjuk pada satu pribadi tertentu, yakni Yahweh (Yehova); Namun lagi-lagi Yehova itu bukanlah ELOHIM yang dimaksud sebagai sang pencipta. Sang Pencipta pada saat itu belum/tidak diketahui.

TUHAN/Yehova adalah yang menjadikan ciptaan ELOHIM dari yang sebelumnya tidak nampak/ada kemudian menjadi nampak/ada.

Kata Elohe inipun digunakan untuk menyatakan pribadi-pribadi yang lain yang berbeda dengan eloah atau elohe-nya Israel.

Contohnya bisa sdr. baca dalam 1Taw.16:26... kî kāl- ’ĕ·lō·hê hā·‘am·mîm ’ĕ·lî·lîm, Yah·weh šā·ma·yim ‘ā·śāh (Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.)



Karena bangsa Israel sangat paham, Bahwa Allah = Yehova dan Yehova = Allah, sehingga bangsa Israel memanggil Yehova itu Sebagai Bapa, seperti yg tertulis dalam Yes 63:16., Bukankah Engkau Bapa kami ? ...Ya Yehova, Engkau “sendiri” Bapa kami.==> Lihat penekanan perkataan “sendiri” pada kalimat diayat tersebut, artinya “tidak ada yg lain” yg dikenal Yesaya sebagai “Bapa”, selain Yehova.

Semoga membantu n Jbu
Jika sekiranya orang-orang Israel sudah paham tentang TUHAN dan Bapa, maka Yesus tidak akan memberitakan Bapa kepada mereka.

Bahkan sebaliknya Yesus menyatakan bahwa mereka sesungguhnya tidak mengenal Diri-nya maupun Bapa. :)
February 05, 2019, 10:46:09 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Nanti kebentur sama ayat-ayat ini, bray :

(3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

(6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Yang menjadikan ciptaan Allah (Bapa) itu adalah TUHAN/Yehova....

Dalam ayat yg sdr. kutip di atas itu sudah menjelaskan bahwa Bapa itu sumber segala sesuatu dalam arti Dia adalah sang Pencipta; Sedangkan Yesus Kristus itu adalah TUHAN/Yehova yang menjadikan segala sesuatu yg diciptakan oleh Bapa.

Nanti kebentur sama ayat-ayat ini, bray :

(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

(29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Dalam konteks ayat di atas Yesus Kristus hanya mengingatkan kembali kepada orang-orang Israel bahwa TUHAN/Yehova itu Allah mereka yang harus mereka dengarkan..... sebab mereka belum juga paham/mengerti tentang ke-esa-an TUHAN.

Paham bray?
February 05, 2019, 07:17:48 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 571
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Mat. 11:27   Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
2000 tahun yang lalu ketika Simon Petrus, berkata “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!", ide ini menyebabkan banyak kontroversi dari orang2 Yahudi, dan jika anda hidup dijaman itu mungkin juga akan menolaknya.

Tetapi sebenarnya Yesaya telah mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, cuma hal ini dianggap penghujatan besar jika dinyatakan oleh Yesus Kristus pada waktu itu, bahkan pada jaman inipun banyak yang tidak percaya.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
February 06, 2019, 02:00:24 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
2000 tahun yang lalu ketika Simon Petrus, berkata “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!", ide ini menyebabkan banyak kontroversi dari orang2 Yahudi, dan jika anda hidup dijaman itu mungkin juga akan menolaknya.
Mungkin saja saya akan menolaknya juga apabila saya hidup pada masa itu, tetapi beruntung, saya hidup pada masa anugerah-Nya kini.

Tetapi sebenarnya Yesaya telah mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, cuma hal ini dianggap penghujatan besar jika dinyatakan oleh Yesus Kristus pada waktu itu, bahkan pada jaman inipun banyak yang tidak percaya.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Tidak ada salahnya  apabila kita memahami bahwa Yesus adalah Bapa sendiri, sebab Kol. 1:15 mengatakan bahwa Dia (Yesus) adalah gambar Allah (Bapa) yang tidak kelihatan; Namun demikian kita harus mengerti benar-benar tentang Bapa (Allah) yang tidak kelihatan itu yang tentang-Nya Yesus Kristus memberitakan-Nya.

Yoh. 16:25   Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
February 06, 2019, 06:11:38 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Untuk mengerti maksud Kitab Suci, sdr harus terlebih dulu memahami makna kata ELOHIM dan Yahweh/Yehova.

Makna kata ELOHIM dalam bahasa Ibrani mempunyai pengertian jamak yang tidak menunjuk pada pribadi manapun.
Makna kata ELOHIM ini mempunyai kesamaan dengan kata Adam (Manusia) yang bermakna tidak menunjuk pada pribadi manapun.... tetapi dapat dipahami sebagai orang pertama yang ada di dunia.

Sama seperti kata ELOHIM, kata Adam-pun (sebenarnya) bukan nama..... tetapi kemudian dimaknai oleh kita sebagai nama, padahal bukan.
Dalam ayat Amos di katakan: Yah·weh ’ĕ·lō·hê- ṣə·ḇā·’ō·wṯ šə·mōw (Firman Tuhan, yang nama-Nya Allah semesta alam)
Maaf, saya tidak sependapat dgn anda, sebab Adam itu memiliki pengertian sederhana yg diambil dari tanah.

Nah, pada masa dahulu.. seluruh budaya dibumi, memberikan nama kepada keturunannya, mengikuti “alam” dan setiap nama “memiliki arti”, jadi ada arti dari nama itu, seperti: elang perkasa, rusa cantik, angin badai, pejuang, penyelamat, dll.

Jadi, Adam itu adalah “sebuah nama”, untuk nama manusia yg diciptakan pertama sekali, yg artinya diambil dari debu tanah., demikian juga hawa yg artinya penggoda, ular.

Quote from:
Makna kata elohe yang terdapat di dalam Amos itu berbeda dengan makna kata ELOHIM yang bersifat/bermakna jamak.
Kata elohe ini bermakna menunjuk pada satu pribadi tertentu, yakni Yahweh (Yehova); Namun lagi-lagi Yehova itu bukanlah ELOHIM yang dimaksud sebagai sang pencipta. Sang Pencipta pada saat itu belum/tidak diketahui.
Saya juga tidak sependapat, jika anda katakan, nama Allah Pencipta pada saat nabi Amos ini “belum diketahui”, sebab Allah sudah menyatakan dirinya pada Musa dgn nama “YHVH”, anda baca Yahwe atau Yehova, semua itu sama, Namun dalam perjalanan sejarah Bangsa Yahudi, penyebutan nama “YHVH” itu “Luar Biasa Sangat Sakral”, sehingga pada masa awal setelah pernyataan Allah tersebut pada Musa, bangsa Yahudi menyebut dgn sebutan “Sang Nama”, Belum ada “ELOHIM”, belum ada “adonai”, tetapi se-iring waktu, penyebutan “Sang Nama” itu, berangsur-angsur berubah menjadi “ELOHIM” dan “Adonai”.

Jadi tidak benar, jika pada masa Nabi Amos, nama pencipta itu “belum diketahui”.

Memang, oleh “segelintir” peneliti dari “Saksi Yehova”, telah memanipulasi tentang “sejarah peristiwa tersebut”, dan manipulasi tersebutlah yg “diwariskan” sampai sekarang.

Manipulasi terjadi, sebagai akibat “Peneliti Saksi Yehova” tersebut, fokus pada penelitian sejarah yg diambil dari “Kristen2 Ebonit”, dan dari Kristen Ebonit inilah yg merupakan “cikal-bakal” lahirnya “Saksi Yehova, Adven dan Islam”.

Nah, Kristen Ebonit ini berkembang dalam salah - satu kelompok Yahudi yg dikenal dengan “Kaum Eseni”, dan diyakini .. kaum eseni terakhir itu  berkembang disekitar daerah “qumran”, serta sebagian kecil ke Arab.

Nah, Warokah yg merupakan paman dari Muhammad, di yakini sebagai Penginjil dari Kristen Ebonit ini.

Karena itulah, pemahaman dasar antara “Saksi Yehova, Adven dan Islam memiliki kesamaan”, dan sejak dahulunya, pemahaman itu “berbeda” dgn gereja “main stream” pada masa itu, yang terdiri dari 5 Patriakh, yaitu: Patriakh Antiokhia, Patriakh Roma, Patriakh Alexandria, Patriakh Konstantinopel, Patriakh Jerusalem.

Nah, Pemahaman Kristen Ebonit itu sendiri, lahir dari hasil “pengajaran yudas Iskariot”, sewaktu Yesus memerintahkan murid2 untuk menginjil ke seluruh Israel, sebagai “pengutusan pertama”, sebelum Yesus disalibkan.

Yudas Iskariot sendiri, adalah mantan “pemberontak” yg bergabung menjadi “murid Yesus”, dengan harapan .. bahwa Yesuslah Mesias yg dijanjikan untuk “memerdekakan” bangsa Israel dari penjajahan.

Nah, Yudas Iskariot sendiri “diduga” merupakan bagian dari kelompok “eseni” tersebut.

Mengapa Kristen Ebonit, tidak memahami tentang nama “YHVH” tersebut ?

Sebelum Kristen Ebonit itu lahir, kelompok eseni itu sudah berkembang lama dikalangan Yahudi, dan mereka hidup berkelompok dan nomaden, karena sebagian besar adalah “pedagang”.

Perlu diketahui, bahwa pada masa lalu, Maaf.. meminjam kasta dalam Hindu, maka kaum eseni yg hidup dari “berdagang”, dianggap sebagai “kasta terendah” dalam Israel, sebab pada masa itu, Kasta tertinggi dalam kehidupan bangsa Yahudi (masyarakat awam), adalah Berternak dan Bertani.

Nah, karena kaum Eseni ini, hidup berkelompok dan nomaden, sehingga kaum ini tidak “mengikuti secara utuh” perkembangan2 sejarah Israel dgn benar, demikian juga terhadap sejarah “Sang Nama”.


Bersambung ..
February 06, 2019, 06:42:16 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan ..

Nah, sebagai kasta terendah pada masyarakat awam di kalangan Bangsa Yahudi, maka kaum ini sangat takut menggunakan perkataan “YHVH” pada pergaulan hidup kesehariannya, ketakutan mereka menggunakan perkataan “YHVH” tersebut, bukan karena sakralnya nama tersebut, tetapi ketakutan mereka itu karena bangsa Yahudi sendiri, mereka takut dianiaya oleh bangsa Yahudi, karena dianggap tidak meng - sakral kan nama itu, sehingga dalam kehidupan sehari - hari, kaum eseni ini menggunakan perkataan “adonai” untuk YHVH.

Nah, “diduga” kaum eseni inilah yg pertama sekali menggunakan istilah “adonai” untuk maksut “YHVH”, karena perkataan “adonai” sendiri telah ada sebelum kaum eseni itu lahir.

Kemudian, perkataan “ELOHIM” sendiri yg berasal dari kata “El”, walaupun berbentuk jamak, namun bangsa Yahudi sangat memahami, bahwa bentuk jamak tersebut memiliki pengertian tunggal yg ditujukan untuk “YHVH”, sehingga dalam kehidupan sehari - hari, Bangsa Israel memahami, bahwa Perkataan ELOHIM itu ditujukan untuk “YHVH”, sampai sekarang, walaupun bangsa Israel dalam kehidupan sehari - harinya menggunakan perkataan “ELOHIM atau adonai”, tetapi sampai sekarang, dalam setiap doa yg dilakukan oleh Iman Besar, Imam Besar dalam doanya “TETAP” menggunakan perkataan “YHVH”, walaupun dalam hidup kesehariannya, imam besar tersebut menggunakan perkataan ELOHIM atau Adonai.

Jadi, saat ini .. perkataan YHVH hanya digunakan oleh imam didalam doa-doanya, dan hal itu membuktikan, bahwa baik ELOHIM atau Adonai, oleh Bangsa Yahudi itu, benar-benar dipahami untuk “YHVH”.

Nah, kalau anda pergi ke Israel, jika anda bertanya tentang “YHVH”, sekalipun kepada imam, maka tidak akan pernah keluar perkataan “YHVH” itu dari mulutnya, dan mereka akan menjelaskan tentang ELOHIM atau Adonai.

Lalu, bagai mana mungkin orang Israel paham tentang “YHVH”, jika iman sekalipun “tidak berani” menyebut YHVH ??

Jawabnya sederhana, YHVH itu ada tertulis dalam kitab - kitab mereka.

Jadi saudara ku, sekalipun ELOHIM itu memiliki bentuk yg jamak, tetapi ELOHIM itu tetap memiliki “pengertian tunggal”, dan itulah “salah-satu” kelebihan bahasa Ibrani tersebut, disamping kelebihan lainnya.

Jbu..

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)