Author Topic: Adakah orang yang mengenal siapa Bapa dan siapa Anak?  (Read 1108 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 06, 2019, 08:17:47 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
...cut..
Jika sekiranya orang-orang Israel sudah paham tentang TUHAN dan Bapa, maka Yesus tidak akan memberitakan Bapa kepada mereka.

Bahkan sebaliknya Yesus menyatakan bahwa mereka sesungguhnya tidak mengenal Diri-nya maupun Bapa. :)

Pemahaman anda yg mengatakan bangsa Israel belum mengenal TUHAN (YHVH) sebagai Bapa Bangsa Israel, adalah suatu kekeliruan besar, sebab banyak bukti dalam kitab PL dan pada kitab2 lainnya yg dimiliki oleh bangsa Israel itu, bahwa TUHAN (YHVH) itu adalah Bapa mereka, seperti contoh yg saya sebutkan dalam Kitab Yesaya.

Nah, bangsa Israel sangat memahami, bahwa yg dimaksut dgn bapa mereka itu adalah TUHAN (YHVH), itulah sebabnya ketika Yesus menyatakan, bahwa Allah atau YHVH itu adalah Bapa - Nya, membuat bangsa Israel sangat marah sekali, sebab Yesus dianggap telah sangat tersesat, karena telah menyamakan diri - Nya sbg Anak Allah, sehingga bangsa Israel berencana untuk menghukum mati Yesus, dgn cara “disalibkan”.

Mengapa harus dibunuh dgn cara disalibkan ?

Pada masa lalu, ada beberapa cara yg dilakukan, untuk menjatuhkan hukuman mati bagi seseorang, dan cara yg paling keji dan hina, adalah hukuman mati dgn cara disalibkan, sebab kematian yg dialami melalui proses penyaliban, adalah kematian yg sangat menderita, karena orang2 yg mati disalibkan tersebut, mengalami kematian secara perlahan-lahan, berbeda dgn kematian dilempari batu, dipancung atau di gantung.

Itulah sebabnya, setiap orang yg mati disalibkan pada masa itu, akan dipandang orang sebagai kematian yg paling hina.

Jadi, karena bangsa Yahudi, menganggap Yesus telah sangat tersesat, sebab menyatakan YHVH (Allah) adalah Bapanya, maka Yesus dibunuh dgn cara yg sangat menyakitkan.

Bersambung ..
February 06, 2019, 11:52:42 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan..

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana hubungan Yesus dengan Bapa tersebut ?

Alkitab katakan dalam 1 Tesalonika 5:23, bahwa manusia itu terdiri dari: Roh, Jiwa dan Tubuh.

Roh yg dimaksut dalam ayat tersebut adalah, “nafas hidup” yg diberikan Allah kepada Adam yg membuat Adam menjadi “mahluk yg hidup”.

Jiwa yg dimaksut dalam ayat tersebut diatas lah, sebenarnya yg merupakan “roh manusia” yg dipahami masyarakat awam saat ini, dimana jiwa yg meliputi: Emosi, keinginan, hikmat dan pengetahuan itu, membentuk Jiwa (roh manusia), sejak manusia itu dilahirkan sampai matinya.

Demikian juga “manusia Yesus”, manusia Yesus itu terdiri dari: Nafas Hidup yg merupakan Roh Allah sendiri, dan Jiwa yg terbentuk sejak Yesus dilahirkan sampai matinya.

Itulah sebabnya Yesus katakan dalam Yohanes 5:26.. sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam dirinya sendiri, demikian juga Anak “diberikannya” hidup dalam dirinya sendiri.

Nah, mungkin kita sering membaca ayat tersebut, tetapi pernahkah kita bertanya: Kapankah Allah memberikan, agar Yesus memiliki hidupnya sendiri ?

Allah memberikan “Manusia Yesus” untuk memiliki hidupnya sendiri, sejak Yesus itu “Bangkit dari Kematian”, seperti janji Allah, bahwa Allah akan memberikan “hidup kekal” kepada setiap orang yg mentaati perintah Allah.

Jadi, setelah kebangkitan-Nya, maka manusia Yesus itu “mempunyai hidup” dalam dirinya sendiri, karena itulah Paulus katakan dalam Roma 14:9 .. sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia “menjadi Tuhan”, baik atas orang2 mati, maupun atas orang2 hidup.

Mengapa Paulus katakan..bahwa setelah “kebangkitan” itulah, baru “manusia Yesus” itu menjadi “Tuhan”? Sebab Paulus memahami, bahwa sejak kebangkitan itulah.. manusia Yesus itu telah mempunyai “hidupnya sendiri”.

Jadi, Setelah kebangkitan Yesus.. disamping Manusia Yesus itu “memiliki roh Allah”, maka manusia Yesus itu memiliki juga “roh manusianya yg kekal”, sehingga setelah kebangkitannya: Yesus memiliki 2 Roh yg kekal, yaitu: Roh Allah dan Roh Manusia yg memperoleh Hidup Kekal sesuai Janji Allah.

Nah, Roh Kekal dari Manusia Yesus inilah nanti yg akan menjadi “nafas hidup kembali”, disaat orang2 percaya dibangkitkan (Roma 8:11), karena itulah Alkitab katakan, jika Adam pertama menjadi mahluk yg hidup, maka Adam kedua akan menjadi “roh yg menghidupkan”.

Jbu
February 06, 2019, 05:26:56 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Maaf, saya tidak sependapat dgn anda, sebab Adam itu memiliki pengertian sederhana yg diambil dari tanah.

Nah, pada masa dahulu.. seluruh budaya dibumi, memberikan nama kepada keturunannya, mengikuti “alam” dan setiap nama “memiliki arti”, jadi ada arti dari nama itu, seperti: elang perkasa, rusa cantik, angin badai, pejuang, penyelamat, dll.

Jadi, Adam itu adalah “sebuah nama”, untuk nama manusia yg diciptakan pertama sekali, yg artinya diambil dari debu tanah., demikian juga hawa yg artinya penggoda, ular.
Tidak sependapat tidak masalah asalkan pendapat sdr. itu mempunyai sumber data yg valid... bukan berdasarkan asumsi sendiri.

Adam berdasarkan maknanya berarti manusia... hal itu jelas tertulis di dalam tulisan kitab Kej. 1:26 dimana kata ADAM dalam tulisan Kitab Suci tsb diterjemahkan dengan kata MANUSIA (laki-laki).


Saya juga tidak sependapat, jika anda katakan, nama Allah Pencipta pada saat nabi Amos ini “belum diketahui”, sebab Allah sudah menyatakan dirinya pada Musa dgn nama “YHVH”, anda baca Yahwe atau Yehova, semua itu sama, Namun dalam perjalanan sejarah Bangsa Yahudi, penyebutan nama “YHVH” itu “Luar Biasa Sangat Sakral”, sehingga pada masa awal setelah pernyataan Allah tersebut pada Musa, bangsa Yahudi menyebut dgn sebutan “Sang Nama”, Belum ada “ELOHIM”, belum ada “adonai”, tetapi se-iring waktu, penyebutan “Sang Nama” itu, berangsur-angsur berubah menjadi “ELOHIM” dan “Adonai”.

Jadi tidak benar, jika pada masa Nabi Amos, nama pencipta itu “belum diketahui”.

-cut-
Yang menyatakan Diri sebagai Allah kepada Musa itu bukan Allah Bapa, melainkan Allah Israel (Allah Abraham, Ishak dan Yakub) alias TUHAN (Yehova), yakni Kuasa Allah Bapa.

Nama Allah Bapa (Pencipta) memang tidak diketahui sampai hari ini kecuali hanya dalam nama TUHAN/Yehova yakni Yesus Kristus; karena hanya melalui-Nya saja kita boleh memahami adanya Allah Bapa.
February 06, 2019, 05:50:05 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Pemahaman anda yg mengatakan bangsa Israel belum mengenal TUHAN (YHVH) sebagai Bapa Bangsa Israel, adalah suatu kekeliruan besar, sebab banyak bukti dalam kitab PL dan pada kitab2 lainnya yg dimiliki oleh bangsa Israel itu, bahwa TUHAN (YHVH) itu adalah Bapa mereka, seperti contoh yg saya sebutkan dalam Kitab Yesaya.

Nah, bangsa Israel sangat memahami, bahwa yg dimaksut dgn bapa mereka itu adalah TUHAN (YHVH), itulah sebabnya ketika Yesus menyatakan, bahwa Allah atau YHVH itu adalah Bapa - Nya, membuat bangsa Israel sangat marah sekali, sebab Yesus dianggap telah sangat tersesat, karena telah menyamakan diri - Nya sbg Anak Allah, sehingga bangsa Israel berencana untuk menghukum mati Yesus, dgn cara “disalibkan”.

-cut-
Justru sdr. dalam hal ini yg keliru besar bersama-sama bangsa Israel yang menganggap bahwa TUHAN (YHWH) adalah sebagai Bapa... Karena dengan demikian artinya sdr. setuju bahwa Yesus telah menyamakan Dirinya dengan TUHAN (YHWH).

Karena sesungguhnya pada saat ketika Yesus memberitakan tentang Bapa-Nya, Ia tidak sedang membicarakan TUHAN (YHWH) yang mereka anggap sebagai Bapa mereka, melainkan tentang Allah lain yang mereka belum/tidak ketahui, yakni tentang Allah Bapa-Nya Yesus Kristus yang ada di Sorga.
February 06, 2019, 06:05:43 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Lanjutan..

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana hubungan Yesus dengan Bapa tersebut ?

Alkitab katakan dalam 1 Tesalonika 5:23, bahwa manusia itu terdiri dari: Roh, Jiwa dan Tubuh.

Roh yg dimaksut dalam ayat tersebut adalah, “nafas hidup” yg diberikan Allah kepada Adam yg membuat Adam menjadi “mahluk yg hidup”.

Jiwa yg dimaksut dalam ayat tersebut diatas lah, sebenarnya yg merupakan “roh manusia” yg dipahami masyarakat awam saat ini, dimana jiwa yg meliputi: Emosi, keinginan, hikmat dan pengetahuan itu, membentuk Jiwa (roh manusia), sejak manusia itu dilahirkan sampai matinya.
Soal roh manusia yang dimaksud sekarang ini yang sebenarnya hanyalah jiwa manusia, namun tetap dianggap sebagai roh manusia saya sepakat.

Sedangkan spirit Roh TUHAN (Nafas Hidup) yang diberikan TUHAN pada awalnya telah kembali lagikepada TUHAN semenjak manusia semakin berdosa (Kej.6:3)

Demikian juga “manusia Yesus”, manusia Yesus itu terdiri dari: Nafas Hidup yg merupakan Roh Allah sendiri, dan Jiwa yg terbentuk sejak Yesus dilahirkan sampai matinya.
Yang ini saya tdak sepakat sebab menurut saya, Jiwa Yesus Kristus itu adalah Firman Allah Bapa  dan Roh Yesus Kristus adalah ROH KUDUS, yakni Roh TUHAN itu sendiri.

Itulah sebabnya Yesus katakan dalam Yohanes 5:26.. sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam dirinya sendiri, demikian juga Anak “diberikannya” hidup dalam dirinya sendiri.

Nah, mungkin kita sering membaca ayat tersebut, tetapi pernahkah kita bertanya: Kapankah Allah memberikan, agar Yesus memiliki hidupnya sendiri ?

Allah memberikan “Manusia Yesus” untuk memiliki hidupnya sendiri, sejak Yesus itu “Bangkit dari Kematian”, seperti janji Allah, bahwa Allah akan memberikan “hidup kekal” kepada setiap orang yg mentaati perintah Allah.

Jadi, setelah kebangkitan-Nya, maka manusia Yesus itu “mempunyai hidup” dalam dirinya sendiri, karena itulah Paulus katakan dalam Roma 14:9 .. sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia “menjadi Tuhan”, baik atas orang2 mati, maupun atas orang2 hidup.

Mengapa Paulus katakan..bahwa setelah “kebangkitan” itulah, baru “manusia Yesus” itu menjadi “Tuhan”? Sebab Paulus memahami, bahwa sejak kebangkitan itulah.. manusia Yesus itu telah mempunyai “hidupnya sendiri”.

Jadi, Setelah kebangkitan Yesus.. disamping Manusia Yesus itu “memiliki roh Allah”, maka manusia Yesus itu memiliki juga “roh manusianya yg kekal”, sehingga setelah kebangkitannya: Yesus memiliki 2 Roh yg kekal, yaitu: Roh Allah dan Roh Manusia yg memperoleh Hidup Kekal sesuai Janji Allah.

Nah, Roh Kekal dari Manusia Yesus inilah nanti yg akan menjadi “nafas hidup kembali”, disaat orang2 percaya dibangkitkan (Roma 8:11), karena itulah Alkitab katakan, jika Adam pertama menjadi mahluk yg hidup, maka Adam kedua akan menjadi “roh yg menghidupkan”.

Jbu
Yesus mempunyai hidupnya sendiri bukan dimulai setelah kebangkitan-Nya, melainkan sejak Firman itu menjadikan segala sesuatu yang diciptakan Allah.
February 07, 2019, 04:21:17 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Tidak sependapat tidak masalah asalkan pendapat sdr. itu mempunyai sumber data yg valid... bukan berdasarkan asumsi sendiri.

Adam berdasarkan maknanya berarti manusia... hal itu jelas tertulis di dalam tulisan kitab Kej. 1:26 dimana kata ADAM dalam tulisan Kitab Suci tsb diterjemahkan dengan kata MANUSIA (laki-laki).

Pengertian “nama” berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah:
(1). Kata untuk “menyebut” atau “memanggil” orang.
(2). Gelar, sebutan.

Nah, pengertian dari KBBI diatas, tentang “arti nama”, maka “Adam” itu adalah “nama”, seperti yg tercantum dalam:
(1). 1 Kor 15:45.. manusia pertama, Adam jadi mahluk yg hidup (lihat arti nama KBBI, bahwa Paulus “menyebut” manusia pertama “Adam”, berdasarkan KBBI, maka “sebutan” Paulus untuk manusia pertama itu, BERNAMA Adam.
(2).Roma 5:14 .. dari jaman Adam sampai ke jaman Musa (Paulus kembali meyakini Adam itu suatu nama, karena itu dibandingkan dgn nama Musa).
(3). Dan lain2 masih banyak lagi catatan2 di Alkitab yg menerangkan “Adam” itu adalah nama dari manusia pertama, yg “namanya diberikan Tuhan sesuai arti maknanya, diambil dari debu tanah).

Quote from:
Yang menyatakan Diri sebagai Allah kepada Musa itu bukan Allah Bapa, melainkan Allah Israel (Allah Abraham, Ishak dan Yakub) alias TUHAN (Yehova), yakni Kuasa Allah Bapa.
Tidak saudara ku, yg menyatakan diri kepada Musa itu, disamping Allah Abraham, Ishak dan Yakub (Allah Israel), Ia juga adalah Allah dari “Roh Segala Mahluk” (Bilangan 27:16), artinya: TUHAN juga Allah dari Para Malaikat.

Quote from:
Nama Allah Bapa (Pencipta) memang tidak diketahui sampai hari ini kecuali hanya dalam nama TUHAN/Yehova yakni Yesus Kristus; karena hanya melalui-Nya saja kita boleh memahami adanya Allah Bapa.
Saya sudah menjelaskan panjang lebar ke saudara tentang hal ini, tetapi saya dapat memahami “pemahaman saudara tersebut” yg mengakar pada “ajaran Kristen ebionit”, Pemahaman Ajaran Ebionit ini, bukan hanya “ditolak” oleh Kristen, tetapi juga ditolak oleh “Yahudi”, sebab Yahudi paham betul bahwa Bapa mereka adalah “YHVH”, seperti penjelasan saya, sangat banyak bukti2 di kitab PL dan juga Kitab Yahudi lainnya, yg menerangkan, bahwa Allah satu-satunya itu adalah “YHVH” (contoh: Yesaya 44:6/44:8/45:5/45:21/45:22, dll).

Khusus 1 Korintus 2:11.. demikian pulalah tidak ada orang yg tahu, apa yg terdapat dalam diri Allah SELAIN Roh Allah.

Artinya adalah: Cuma Allah (yg anda maksut kan sbg Bapa) yg tahu apa yg ada dalam diri-Nya.

Lalu pertanyaannya: Jika cuma Bapa yg tahu apa yg ada dalam diri-Nya, mengapa Yesus bisa tahu apa yg ada dalam diri Bapa ? Apa yg menjadi kehendak Bapa ?

Tahunya Yesus tentang “segala hal yg ada dalam diri Bapa itu”, adalah “bukti” bahwa Roh Yesus itu adalah Roh Bapa sendiri, itulah sebabnya Yesus katakan: Aku dan Bapa adalah Satu==> Apanya yg satu ? Rohnya yg satu atau Roh nya sama.

Sekalipun Roh Yesus dengan Roh Bapa adalah satu atau sama, namun Eksistensi Bapa itu “berbeda” dgn Eksistensi Anak.

Nah, Alkitab mencatat.. ada 3 nama Allah, yaitu:
(1). Yehova (YHVH) yg dinyatakan pada Bangsa Israel.
(2). Yesus yg dinyatakan kepada seluruh manusia, baik yg percaya ataupun yg tidak percaya.
(3). Nama Allah yg “terakhir” belum diketahui, karena akan dinyatakan kelak, setelah hari penghakiman, KHUSUS untuk orang2 yg diselamatkan dalam Wahyu 3:12 (sekalipun mungkin sering membacanya, tetapi tidak banyak manusia yg tahu tentang perihal nama Allah yg terakhir ini).

3 Nama tersebut atau 3 Pribadi tersebut, memiliki “Roh yg Esa atau Roh yg Satu atau Roh yg sama”, inilah yg dimaksut “una substantia tress personae”.


Jbu..
February 07, 2019, 04:31:47 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Justru sdr. dalam hal ini yg keliru besar bersama-sama bangsa Israel yang menganggap bahwa TUHAN (YHWH) adalah sebagai Bapa... Karena dengan demikian artinya sdr. setuju bahwa Yesus telah menyamakan Dirinya dengan TUHAN (YHWH).

Karena sesungguhnya pada saat ketika Yesus memberitakan tentang Bapa-Nya, Ia tidak sedang membicarakan TUHAN (YHWH) yang mereka anggap sebagai Bapa mereka, melainkan tentang Allah lain yang mereka belum/tidak ketahui, yakni tentang Allah Bapa-Nya Yesus Kristus yang ada di Sorga.
Waduh .. kalau anda “menganggap” bangsa Israel “sudah keliru” memahami Yehova sbg Bapa, saya pun ndak bisa ngomong apa2 lagi, kenapa ? Orang Jawa lah yg tahu tentang Jawa, bukan orang Sumatera, maksutnya: Tidak ada manusia yg lebih tahu tentang “permasalahan Yehova” selain dari pada bangsa Yahudi sendiri.

Kita yg bukan Yahudi, tidak mungkin lebih memahami tentang permasalahan Yehova itu, melebihi pemahaman Yahudi.

Jadi, kalau hanya  untuk “membenarkan” pemahaman anda tentang Yehova, hingga anda menyatakan pemahaman Yahudi itu keliru, saya pikir ini “sudah tidak logis”, jadi tidak mungkin diskusi ini bisa kita lanjutkan.

Jbu
February 07, 2019, 01:42:03 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Pengertian “nama” berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah:
(1). Kata untuk “menyebut” atau “memanggil” orang.
(2). Gelar, sebutan.

Nah, pengertian dari KBBI diatas, tentang “arti nama”, maka “Adam” itu adalah “nama”, seperti yg tercantum dalam:
(1). 1 Kor 15:45.. manusia pertama, Adam jadi mahluk yg hidup (lihat arti nama KBBI, bahwa Paulus “menyebut” manusia pertama “Adam”, berdasarkan KBBI, maka “sebutan” Paulus untuk manusia pertama itu, BERNAMA Adam.
(2).Roma 5:14 .. dari jaman Adam sampai ke jaman Musa (Paulus kembali meyakini Adam itu suatu nama, karena itu dibandingkan dgn nama Musa).
(3). Dan lain2 masih banyak lagi catatan2 di Alkitab yg menerangkan “Adam” itu adalah nama dari manusia pertama, yg “namanya diberikan Tuhan sesuai arti maknanya, diambil dari debu tanah).
Asal muasal kata Adam itu bersumber dari bahasa Ibrani.... makanya saya memahaminya berdasarkan pengertian dari kata Ibrani itu.
Kalau ternyata dikemudian hari kata Adam itu berubah maknanya menjadi sebuah sebutan/panggilan/nama, juga gak ada salahnya, toh manusia yang pertama itu memang disebut dengan sebutan Adam.

Namun demikian pemahaman sdr. tentang arti kata Adam (yg sdr. artikan sbg. yang diambil dari tanah) tidak mempunyai sumber dasar pengertiannya.

Tidak saudara ku, yg menyatakan diri kepada Musa itu, disamping Allah Abraham, Ishak dan Yakub (Allah Israel), Ia juga adalah Allah dari “Roh Segala Mahluk” (Bilangan 27:16), artinya: TUHAN juga Allah dari Para Malaikat.
Mau sdr. katakan TUHAN adalah Allah dari para malaikat juga gak masalah; tetapi yang pasti TUHAN itu bukan Allah Bapa yang diberitakan oleh Yesus Kristus.

Saya sudah menjelaskan panjang lebar ke saudara tentang hal ini, tetapi saya dapat memahami “pemahaman saudara tersebut” yg mengakar pada “ajaran Kristen ebionit”, Pemahaman Ajaran Ebionit ini, bukan hanya “ditolak” oleh Kristen, tetapi juga ditolak oleh “Yahudi”, sebab Yahudi paham betul bahwa Bapa mereka adalah “YHVH”, seperti penjelasan saya, sangat banyak bukti2 di kitab PL dan juga Kitab Yahudi lainnya, yg menerangkan, bahwa Allah satu-satunya itu adalah “YHVH” (contoh: Yesaya 44:6/44:8/45:5/45:21/45:22, dll).

Khusus 1 Korintus 2:11.. demikian pulalah tidak ada orang yg tahu, apa yg terdapat dalam diri Allah SELAIN Roh Allah.

Artinya adalah: Cuma Allah (yg anda maksut kan sbg Bapa) yg tahu apa yg ada dalam diri-Nya.

Lalu pertanyaannya: Jika cuma Bapa yg tahu apa yg ada dalam diri-Nya, mengapa Yesus bisa tahu apa yg ada dalam diri Bapa ? Apa yg menjadi kehendak Bapa ?

Tahunya Yesus tentang “segala hal yg ada dalam diri Bapa itu”, adalah “bukti” bahwa Roh Yesus itu adalah Roh Bapa sendiri, itulah sebabnya Yesus katakan: Aku dan Bapa adalah Satu==> Apanya yg satu ? Rohnya yg satu atau Roh nya sama.

Sekalipun Roh Yesus dengan Roh Bapa adalah satu atau sama, namun Eksistensi Bapa itu “berbeda” dgn Eksistensi Anak.

Nah, Alkitab mencatat.. ada 3 nama Allah, yaitu:
(1). Yehova (YHVH) yg dinyatakan pada Bangsa Israel.
(2). Yesus yg dinyatakan kepada seluruh manusia, baik yg percaya ataupun yg tidak percaya.
(3). Nama Allah yg “terakhir” belum diketahui, karena akan dinyatakan kelak, setelah hari penghakiman, KHUSUS untuk orang2 yg diselamatkan dalam Wahyu 3:12 (sekalipun mungkin sering membacanya, tetapi tidak banyak manusia yg tahu tentang perihal nama Allah yg terakhir ini).

3 Nama tersebut atau 3 Pribadi tersebut, memiliki “Roh yg Esa atau Roh yg Satu atau Roh yg sama”, inilah yg dimaksut “una substantia tress personae”.


Jbu..
Sayapun sudah menyatakan kesalahan pemahaman sdr serta orang2 Yahudi tentang YHVH yg kalian anggap sebagai Bapa.

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak mengenal, baik Diri-Nya maupun Bapa.
February 07, 2019, 01:45:46 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Waduh .. kalau anda “menganggap” bangsa Israel “sudah keliru” memahami Yehova sbg Bapa, saya pun ndak bisa ngomong apa2 lagi, kenapa ? Orang Jawa lah yg tahu tentang Jawa, bukan orang Sumatera, maksutnya: Tidak ada manusia yg lebih tahu tentang “permasalahan Yehova” selain dari pada bangsa Yahudi sendiri.

Kita yg bukan Yahudi, tidak mungkin lebih memahami tentang permasalahan Yehova itu, melebihi pemahaman Yahudi.

Jadi, kalau hanya  untuk “membenarkan” pemahaman anda tentang Yehova, hingga anda menyatakan pemahaman Yahudi itu keliru, saya pikir ini “sudah tidak logis”, jadi tidak mungkin diskusi ini bisa kita lanjutkan.

Jbu
Lah buktinya Yesus disalibkan oleh mereka kok.... bagaimana bisa sdr. mengatakan: "Orang Jawa lah yg tahu tentang Jawa" :D
February 07, 2019, 06:20:10 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
Sayapun sudah menyatakan kesalahan pemahaman sdr serta orang2 Yahudi tentang YHVH yg kalian anggap sebagai Bapa.
Orang2 Yahudi (setidaknya di jaman PL) tidak ada itu berpatokan TRINITAS, vbn.

Kalimat ungu itu kan jadinya ada didalam pengertian sbb :
Orang2 Yahudi di jaman PL tsb salah paham tentang Yahweh...
dimana mereka mengira YHWH itu adalah Bapa bukan Anak bukan RK
akibatnya ada diantara mereka yang memanggil YHWH itu Bapa, bukan Anak bukan RK.

vbn lanjut:
seharusnya saat itu mereka memanggil YHWH itu Anak.


orang Yahudi:
(8) Tetapi sekarang, ya YHWH, Engkaulah Bapa kami!

vbn:
Salah paham itu mereka.
YHWH itu bukan Bapa, melainkan Anak.

(8) Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa Anak kami!

YHWH :
Aku telah menjadi Bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku

vbn:
Salah ngomong itu YHWH.
Dia kan bukan Bapa, melainkan Anak.

Aku telah menjadi Bapa Anak Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku



Dua contoh ayat diatas bisa keliatan kok bhw memanggilnya Bapa oleh Yahudi itu TIDAK karena di pemahaman mereka : "oh kalo YHWH itu Bapa, bukan Anak bukan RK ---> jadi kita panggil YHWH, Bapa."

Apabila emang begitu kalimat oranye-nya, maka baru masuk itu respond vbn yg berupa :
Oh... kalian salaaah..... gagal paham.....
yang bener, YHWH itu Anak, bukan Bapa bukan RK ---> jadi seharusnya kalian panggil YHWH, Anak.


Makanya, memanggilnya Bapa oleh Yahudi itu bukan karena mereka SALAH PAHAM, vbn.  :D
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)