Author Topic: Adakah orang yang mengenal siapa Bapa dan siapa Anak?  (Read 1110 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 08, 2019, 06:38:51 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lah buktinya Yesus disalibkan oleh mereka kok.... bagaimana bisa sdr. mengatakan: "Orang Jawa lah yg tahu tentang Jawa" :D
Seperti penjelasan saya, Yesus disalibkan adalah “bukti utama”, jika orang Yahudi itu benar2 mengenal Bapa, anda dapat pelajari Yohanes Pasal 6, dimana pada Pasal 6 tersebut, Yesus berbicara kepada banyak orang, tentang hubungan Yesus dengan “Bapa yg dikenal dan dipahami oleh orang2 Yahudi”, kemudian “APA YG TERJADI” setelah Yesus berbicara, perihal “hubungan Yesus dgn Bapa itu”?. Yang terjadi adalah , setelah kejadian itu, maka banyak murid2 yg mengundurkan diri dan meninggalkan Yesus (Yohanes 6:66), Mengapa mereka meninggalkan Yesus? Jawabnya sederhana, orang Yahudi itu .. menyebut nama YHVH saja, takutnya luar biasa, sementara Yesus mengatakan, bahwa Yesus dan Bapa (YHVH yg dikenal Yahudi itu), adalah SATU, gimana mereka tidak kabur meninggalkan Yesus.

Jadi, Yohanes Pasal 6 tersebut adalah “bukti kuat”, disamping bukti2 yg lain, bahwa bangsa Yahudi itu “sudah mengenal Bapa”, karena itulah .. Yahudi sangat marah pada Yesus, hingga menyalibkan Yesus.

Pernahkah saudara bertanya, kenapa Yesus disalibkan ?

Silahkan saudara teliti Alkitab, Yesus disalibkan bukan karena Ia memberitakan Kerajaan Surga, bukan karena Ia melakukan mukjizat, tetapi karena pernyataan Yesus pada Yohanes Pasal 6 tersebut.

OOT: sudah pastilah orang Jawa lebih mengetahui tentang Jawa dari pada yg bukan Jawa, demikian juga Yahudi, pasti lebih mengetahui tentang Yahudi, dari pada orang yg bukan yahudi (itu Fakta Logis saudara ku).

Jbu
February 08, 2019, 07:17:24 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
..cut..
Sedangkan spirit Roh TUHAN (Nafas Hidup) yang diberikan TUHAN pada awalnya telah kembali lagikepada TUHAN semenjak manusia semakin berdosa (Kej.6:3)
Tidak demikian saudara ku, nafas hidup yg diberikan Allah kepada Adam, diwariskan kepada seluruh keturunannya, dan menjadi “nafas hidup” Kita.

Hal ini dapat kita baca pada Ayub 33:4

Roh Allah telah membuat aku hidup, dan “nafas yg maha kuasa” membuat aku hidup.

Jadi, sekalipun manusia telah jatuh kedalam dosa, tetapi “nafas hidup” yg diberikan Allah pada Adam, tidak kembali kepada Allah sebelum manusia itu mati.

Nah, nafas hidup yg merupakan “nafas Allah” itu akan kembali kepada Allah, pada saat manusia itu  mati (pengkhotbah 12:7).

Jbu
February 08, 2019, 10:17:07 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Seperti penjelasan saya, Yesus disalibkan adalah “bukti utama”, jika orang Yahudi itu benar2 mengenal Bapa, anda dapat pelajari Yohanes Pasal 6, dimana pada Pasal 6 tersebut, Yesus berbicara kepada banyak orang, tentang hubungan Yesus dengan “Bapa yg dikenal dan dipahami oleh orang2 Yahudi”, kemudian “APA YG TERJADI” setelah Yesus berbicara, perihal “hubungan Yesus dgn Bapa itu”?. Yang terjadi adalah , setelah kejadian itu, maka banyak murid2 yg mengundurkan diri dan meninggalkan Yesus (Yohanes 6:66), Mengapa mereka meninggalkan Yesus? Jawabnya sederhana, orang Yahudi itu .. menyebut nama YHVH saja, takutnya luar biasa, sementara Yesus mengatakan, bahwa Yesus dan Bapa (YHVH yg dikenal Yahudi itu), adalah SATU, gimana mereka tidak kabur meninggalkan Yesus.

Jadi, Yohanes Pasal 6 tersebut adalah “bukti kuat”, disamping bukti2 yg lain, bahwa bangsa Yahudi itu “sudah mengenal Bapa”, karena itulah .. Yahudi sangat marah pada Yesus, hingga menyalibkan Yesus.

-cut-
Jika sdr. katakan bahwa orang2 Yahudi sudah mengenal Bapa yg diberitakan Yesus, kenapa Yesus mengatakan seperti ini:

"Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Yoh. 8:19)

Apa sdr. pikir perkataan Yesus itu salah?

Apakah sdr. yang lebih tau dari pada Yesus? sehingga sdr. mengatakan bahwa orang2 Yahudi sudah mengenal Bapa? :)
February 08, 2019, 10:54:42 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Tidak demikian saudara ku, nafas hidup yg diberikan Allah kepada Adam, diwariskan kepada seluruh keturunannya, dan menjadi “nafas hidup” Kita.

Hal ini dapat kita baca pada Ayub 33:4

Roh Allah telah membuat aku hidup, dan “nafas yg maha kuasa” membuat aku hidup.

Jadi, sekalipun manusia telah jatuh kedalam dosa, tetapi “nafas hidup” yg diberikan Allah pada Adam, tidak kembali kepada Allah sebelum manusia itu mati.

Nah, nafas hidup yg merupakan “nafas Allah” itu akan kembali kepada Allah, pada saat manusia itu  mati (pengkhotbah 12:7).

Jbu
Kesalahan pertama sdr. adalah menganggap bahwa "nafas hidup" yg dihembuskan TUHAN kepada Adam diwariskan kepada anak keturunan Adam turun temurun..... itu tidak benar (Baca Kej.6:3)

February 08, 2019, 11:41:18 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Jika sdr. katakan bahwa orang2 Yahudi sudah mengenal Bapa yg diberitakan Yesus, kenapa Yesus mengatakan seperti ini:

"Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." (Yoh. 8:19)

Apa sdr. pikir perkataan Yesus itu salah?

Apakah sdr. yang lebih tau dari pada Yesus? sehingga sdr. mengatakan bahwa orang2 Yahudi sudah mengenal Bapa? :)
Nah saudara ku, menurut saya, anda senang mengkaji Alkitab itu dari penggunaan “kata2 aslinya”, disana .. digunakan perkataan “melihat” yg diterjemahkan menjadi “mengenal”.

Jadi, tidak salah perkataan Yesus tersebut, sebab tidak ada seorangpun yg pernah “melihat” Bapa.

Jadi, maksut Yesus disana .. bahwa orang2 tersebut, tidak pernah melihat Bapa.. sehingga ayat tersebut dapat juga dituliskan kira sbb: .. baik Aku, maupun Bapa Ku (maksutnya sebelum menjadi manusia), tidak pernah kamu “lihat”, jikalau sekiranya kamu “melihat” Aku, kamu juga “melihat” Bapa Ku.==> Bandingkan penggunaan perkataan “mengenal” yg digunakan pada Yohanes 14:9”, dimana pada Yohanes 8:19, digunakan perkataan “eido” dan arti sebenarnya “melihat”, sementara pada Yohanes 14:9, digunakan perkataan “ginosko” dan arti sebenarnya “mengetahui”.

Jadi, bukan orang Yahudi tidak mengenal Bapa, tetapi mereka tidak pernah “melihat” Bapa, sebab Bapa itu adalah Roh dan tidak ada satu mahluk pun yg pernah melihat Bapa.

NOTE: tidak pernah melihat, bukan berarti tidak mengenal atau tidak mengetahui.

Jbu
 

February 09, 2019, 02:22:10 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Kesalahan pertama sdr. adalah menganggap bahwa "nafas hidup" yg dihembuskan TUHAN kepada Adam diwariskan kepada anak keturunan Adam turun temurun..... itu tidak benar (Baca Kej.6:3)
Agak OOT ..

Kejadian 6:3

berfirmanlah TUHAN: “Roh Ku tidak akan selama - lamanya tinggal didalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan 120 tahun saja”.

Nah, saya memahami .. pemahaman anda yg menyatakan, bahwa Nafas Hidup kita saat ini, bukanlah Nafas Hidup yg kita warisi dari Adam, karena didalam ayat tsb, saudara “cuma fokus” pada kalimat “tidak akan selama - lamanya tinggal didalam manusia”..

Coba mari kita diskusikan ayat tsb, dimana dalam ayat tsb, ada beberapa point penting yg dapat kita ambil:
(1). Roh TUHAN yg tidak akan tinggal selama - lamanya dalam diri manusia.
(2). Firman tersebut diperuntukkan untuk “semua manusia” dan bukan untuk Adam, karena itu ditulis disana dgn kata “manusia” dan bukan kata “Adam”.
(3). Bukti Firman itu bukan berbicara tentang Adam, namun berbicara untuk “semua manusia”, dapat kita lihat pada kalimat terakhir pada ayat tersebut .. tetapi umurnya akan 120 tahun saja, sedangkan adam berumur hampir 1.000 tahun.

Jadi, jika Firman itu ditujukan untuk “Adam”, maka tepatlah pemahaman anda, bahwa Nafas Hidup yg berasal dari TUHAN itu, tidak lagi diwariskan oleh Adam kepada kita. Tetapi karena Firman itu ditujukan untuk seluruh manusia, maka Nafas Hidup yg berasal dari a Tuhan itu, tidak berhenti pada diri Adam saja, tetapi tetap terus turun kepada semua keturunan Adam.

Apa buktinya Nafas Hidup itu tidak berhenti sampai Diri Adam saja ?

Berdasarkan ayat tsb diatas, ada 2 bukti utama, bahwa Nafas Hidup itu tidak berhenti sampai ke Adam saja, yaitu:
(1). Firman itu dinyatakan jauh setelah Adam mati (mungkin ratusan atau ribuan tahun setelah kematian Adam), sehingga pada saat Firman itu dinyatakan pada ayat diatas, artinya: manusia pada saat itu “masih mewarisi Nafas Hidup” yg diwariskan Adam dan yg berasal dari TUHAN tersebut.
(2). Kalimat yg menyatakan, bahwa umur manusia akan 120 tahun, adalah bukti bahwa Nafas Hidup yg diwarisi dari Adam itu, akan berumur atau akan bertahan 120 tahun saja didalam daging.

Nah, jika ayat tersebut kita sandingkan dgn apa yg tertulis dalam pengkhotbah.. dari Allah kembali kepada Allah, maka Nafas Hidup yg dinyatakan pada Kejadian tersebut diatas, adalah sinkron atau sesuai sekali, maksutnya: Sesuai Firman Tuhan dalam Kejadian tersebut, maka Nafas Hidup manusia yg diwarisi dari Adam tersebut, tidak akan tinggal kekal dalam diri manusia, sehingga pada saat manusia itu mati, maka Nafas Hidup yg dimiliki manusia sbg warisan dari Adam akan kembali kepada Allah, inilah maksut dari kitab pengkhotbah yg menyatakan “dari Allah kembali kepada Allah”.

Nah, bukti bahwa Nafas Hidup manusia yg berasal dari TUHAN dan diwariskan oleh Adam kepada kita, itulah yg “dibuktikan” oleh Ayub yg mengatakan.. “Nafas Yang Maha Kuasa membuat aku hidup”.

Nafas Maha Kuasa yg mana kah, yang dimaksudkan oleh Ayub tersebut dan yg telah membuat Ayub hidup?

Nafas Maha Kuasa yg dimaksudkan oleh Ayub tersebut, adalah Nafas Allah yg diberikan kepada Adam dan diwariskan Adam hingga ke Ayub.

Jadi saudara ku, seperti penjelasan diatas, maka kejadian 6:3 tsb, tidak bermaksut bahwa Nafas Hidup manusia yg berasal dari TUHAN itu, berhenti hanya sampai pada Adam, tetapi akan terus berlanjut untuk menjadi “nafas hidup manusia”, namun nafas hidup tersebut tidak akan berdiam kekal dalam tubuh manusia, sebab manusia itu adalah daging, sehingga nafas hidup tersebut akan tinggal dalam diri manusia selama 120 tahun.

Jbu..
February 11, 2019, 02:01:59 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
-cut-
NOTE: tidak pernah melihat, bukan berarti tidak mengenal atau tidak mengetahui.

Jbu
Apa sdr. pikir orang-orang Yahudi sudah mengetahui tentang Bapa?
February 11, 2019, 02:26:41 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Agak OOT ..

Kejadian 6:3

berfirmanlah TUHAN: “Roh Ku tidak akan selama - lamanya tinggal didalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan 120 tahun saja”.

Nah, saya memahami .. pemahaman anda yg menyatakan, bahwa Nafas Hidup kita saat ini, bukanlah Nafas Hidup yg kita warisi dari Adam, karena didalam ayat tsb, saudara “cuma fokus” pada kalimat “tidak akan selama - lamanya tinggal didalam manusia”..

Coba mari kita diskusikan ayat tsb, dimana dalam ayat tsb, ada beberapa point penting yg dapat kita ambil:
(1). Roh TUHAN yg tidak akan tinggal selama - lamanya dalam diri manusia.
(2). Firman tersebut diperuntukkan untuk “semua manusia” dan bukan untuk Adam, karena itu ditulis disana dgn kata “manusia” dan bukan kata “Adam”.
(3). Bukti Firman itu bukan berbicara tentang Adam, namun berbicara untuk “semua manusia”, dapat kita lihat pada kalimat terakhir pada ayat tersebut .. tetapi umurnya akan 120 tahun saja, sedangkan adam berumur hampir 1.000 tahun.

Jadi, jika Firman itu ditujukan untuk “Adam”, maka tepatlah pemahaman anda, bahwa Nafas Hidup yg berasal dari TUHAN itu, tidak lagi diwariskan oleh Adam kepada kita. Tetapi karena Firman itu ditujukan untuk seluruh manusia, maka Nafas Hidup yg berasal dari a Tuhan itu, tidak berhenti pada diri Adam saja, tetapi tetap terus turun kepada semua keturunan Adam.

Apa buktinya Nafas Hidup itu tidak berhenti sampai Diri Adam saja ?

Berdasarkan ayat tsb diatas, ada 2 bukti utama, bahwa Nafas Hidup itu tidak berhenti sampai ke Adam saja, yaitu:
(1). Firman itu dinyatakan jauh setelah Adam mati (mungkin ratusan atau ribuan tahun setelah kematian Adam), sehingga pada saat Firman itu dinyatakan pada ayat diatas, artinya: manusia pada saat itu “masih mewarisi Nafas Hidup” yg diwariskan Adam dan yg berasal dari TUHAN tersebut.
(2). Kalimat yg menyatakan, bahwa umur manusia akan 120 tahun, adalah bukti bahwa Nafas Hidup yg diwarisi dari Adam itu, akan berumur atau akan bertahan 120 tahun saja didalam daging.

Nah, jika ayat tersebut kita sandingkan dgn apa yg tertulis dalam pengkhotbah.. dari Allah kembali kepada Allah, maka Nafas Hidup yg dinyatakan pada Kejadian tersebut diatas, adalah sinkron atau sesuai sekali, maksutnya: Sesuai Firman Tuhan dalam Kejadian tersebut, maka Nafas Hidup manusia yg diwarisi dari Adam tersebut, tidak akan tinggal kekal dalam diri manusia, sehingga pada saat manusia itu mati, maka Nafas Hidup yg dimiliki manusia sbg warisan dari Adam akan kembali kepada Allah, inilah maksut dari kitab pengkhotbah yg menyatakan “dari Allah kembali kepada Allah”.

Nah, bukti bahwa Nafas Hidup manusia yg berasal dari TUHAN dan diwariskan oleh Adam kepada kita, itulah yg “dibuktikan” oleh Ayub yg mengatakan.. “Nafas Yang Maha Kuasa membuat aku hidup”.

Nafas Maha Kuasa yg mana kah, yang dimaksudkan oleh Ayub tersebut dan yg telah membuat Ayub hidup?

Nafas Maha Kuasa yg dimaksudkan oleh Ayub tersebut, adalah Nafas Allah yg diberikan kepada Adam dan diwariskan Adam hingga ke Ayub.

Jadi saudara ku, seperti penjelasan diatas, maka kejadian 6:3 tsb, tidak bermaksut bahwa Nafas Hidup manusia yg berasal dari TUHAN itu, berhenti hanya sampai pada Adam, tetapi akan terus berlanjut untuk menjadi “nafas hidup manusia”, namun nafas hidup tersebut tidak akan berdiam kekal dalam tubuh manusia, sebab manusia itu adalah daging, sehingga nafas hidup tersebut akan tinggal dalam diri manusia selama 120 tahun.

Jbu..
Orang tahunya bahwa:

1. Di dalam dirinya ada roh.
2. Rohnya kembali kepada Allah ketika dirinya meninggal.

Pengetahuan itu juga yang diketahui oleh Pengkhotbah, sehingga dia menuliskan seperti itu....

Pkh. 12:7   dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Padahal yang sebenarnya adalah bahwa roh manusia (yang dalam hal ini adalah Nafas Hidup yang dihembuskan TUHAN kepada manusia) telah kembali kepada TUHAN ketika dosa manusia mulai bertambah-tambah.

Keadaan manusia yg seperti itu juga telah dikuatkan oleh Yohanes di dalam Kitab Wahyu...
Why. 14:13   Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Perhatikan kalimat yang saya bold...
Kalimat itu mengandung pengertian bahwa orang-orang yang hidup sekarang ini tidak lagi memiliki roh di dalam dirinya sehingga Wahyu mengatakan berbahagialah mereka apabila mereka mati di dalam Tuhan.
February 11, 2019, 06:24:21 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Apa sdr. pikir orang-orang Yahudi sudah mengetahui tentang Bapa?
Seperti penjelasan saya sebelumnya, maka orang Yahudi sangat mengetahui dan memahami tentang “bapa” tersebut dan mereka sangat memahami, bahwa yang dimaksut dengan bapa itu adalah Yehova.

Nah, dalam pemahaman mereka, yang “dimaksut” dengan “bapa” itu, memiliki pengertian sbg: Asal, Awal atau Mula, karena itulah mereka menyebut semua leluhur mereka dgn bapa, seperti Abraham, Ishak dan Yakub, serta yg lainnya.

Demikian juga halnya tentang “pencipta”, bahwa mereka mengetahui pencipta satu2 nya cuma Yehova, diluar Yehova tidak ada pencipta yg lain, sehingga karena mereka memahami, bahwa Yehova lah pencipta satu2 nya, maka mereka pahami, kalau segala sesuatu yg ada ini, ber asal, ber awal atau ber mula dari Yehova sendiri, karena itulah mereka menyebut Yehova itu “sbg Bapa”, sebab dari Yehova lah, asal, awal atau mula segala sesuatu, seperti yg tertulis dalam kitab ulangan 32:6 dan maleakhi 2:10, dll.

Mengapa saya hanya mengutip dari kitab ulangan dan maleakhi tersebut ?

Begini saudara ku ..kita sudah berdiskusi di forum ini “hampir 10 tahun”, dan dari diskusi2 kita tersebut, saya sangat memahami apa yg menjadi denom anda.

Nah, dari ajaran utama denom anda tersebut, ajaran denom anda itu mengakar kepada Ajaran Kristen Ebionit / Kristen Ebonit yg berkembang pada salah satu golongan Yahudi yg disebut “kaum eseni”, seperti penjelasan saya sebelumnya.

Kristen Ebonit ini sangat unik, karena mereka tidak mengakui “sebagian dari kitab2 PL” dan juga menolak “sebagian besar dari kitab2 PB, terutama mereka menolak “semua surat2 yg ditulis oleh Paulus”, serta menyatakan bahwa Paulus itu adalah “orang yg murtad”.

Mengapa Kristen Ebonit ini tidak mengakui sebagian kitab Kanonik PL dan sebagian besar Kitab PB ?

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, bahwa Kristen Ebonit ini berkembang pada Golongan Eseni yg dianggap Bangsa Yahudi sebagai Kasta terendah (maaf, meminjam istilah kasta dalam Hindu), sehingga mereka tidak memiliki “salinan yg lengkap” terhadap semua Kitab Suci, baik PL ataupun PB, sehingga apa yg mereka pahami, “hanya” berdasarkan kitab2 yg mereka miliki saja.

Bersambung ..

Jbu
February 11, 2019, 07:07:57 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan untuk sixvbn..

Salah satu contoh, mereka mengakui kitab Matius mulai pasal 3 dan menolak semua tulisan2 Rasul Paulus, serta kitab2 PB lainnya, dan juga mereka tidak mengakui sebagian kitab2 PL, seperti sebagian kitab Yesaya dan Mazmur, dll.

Nah, akibat tidak lengkapnya salinan kitab PL yg mereka miliki, akhirnya mereka memahami kitab suci tidak sempurna atau tidak lengkap, sehingga pada saat lahirnya PB, maka mereka memahami PB berdasarkan pemahaman kitab PL yg mereka miliki, sehingga dalam menerima eksistensi PB, sebagian besar kitab PB tersebut mereka tolak.

Kaum eseni ini eksis, jauh sebelum kelahiran Yesus, sehingga ada “dugaan kuat”, bahwa Yudas Iskariot itu berasal dari Kaum Eseni ini, itulah sebabnya Yudas Iskariot itu memahami Yesus, hanyalah “mesias” yg merupakan utusan Allah, seperti nabi2 lainnya, dan tidak menganggap Yesus itu setara dgn Bapa, sehingga setelah dengan sabar, Yesus ditunggu2 oleh Yudas, untuk memimpin perjuangan membebaskan Israel dari penjajahan, tidak juga terjadi, akhirnya Yudas frustasi dan berkhianat terhadap Yesus.

Dugaan kuat bahwa Yudas ini berasal dari kaum eseni, disamping bukti2 sejarah yg ada, juga dituliskan dalam kitab PB, bahwa Yudas adalah pemegang keuangan dan logistik untuk keperluan sehari-hari, karena mayoritas kaum eseni itu adalah pedagang, maka ada dugaan.. Yesus memilih Yudas untuk memegang kas dan logistik, agar Yudas mudah berhubungan dengan kaum eseni, dalam hal untuk mempersiapkan segala kebutuhan logistik setiap hari.

Jadi saudara ku, kaum eseni sebagai kasta terendah pada bangsa Yahudi yg tidak memiliki salinan lengkap kitab2 suci, akhirnya mereka memahami Alkitab itu berdasarkan apa yg mereka miliki saja.

Nah, dari kaum eseni inilah lahir Islam, Advent dan saksi Yehova, seperti penjelasan saya sebelumnya.

Jadi saudara ku, bangsa Yahudi itu “benar2 memahami”, bahwa Yehova itu adalah Allah pencipta satu2 nya, karena itulah mereka menyebut Yehova itu adalah Bapa mereka.

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)