Author Topic: Awal Mula Sejarah Kalender Jawa  (Read 985 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 16, 2019, 10:36:20 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
    • Waktu.id
Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa merupakan sistem penanggalan yang dipakai oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan penggalan nya beserta yang di bawah pengaruhnya. Kalender ini memiliki keunikan karena menyatukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan tambahan penanggalan Julian yang merupakan bagian dari budaya Barat.

Pola kalender Jawa memakai dua siklus hari: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari, yakni Ahad sampai Sabtu dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi atau(1547 Saka), Maharaja Agung dari Mataram berusaha keras menanamkan agama Islam di pulau Jawa. Salah satu upaya nya yaitu mengganti penanggalan Saka yang berbasis pada pergeseran matahari dengan sistem kalender kamariah atau lunar yang memakai pergeseran bulan. Uniknya, angka tahun Saka masih terus dipakai dan diteruskan, tidak menggunakan perhitungan dari tahun Hijriyah( saat itu1035 H). Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan, sehingga tahun saat itu yang adalah tahun1547 Saka diteruskan menjadi tahun1547 Jawa.

Ketentuan Sultan Agung terjadi di seluruh & wilayah Kesultanan Mataram: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten, Batavia dan Banyuwangi (= Balambangan). Ketiga daerah terakhir ini tidak terhitung wilayah wewenang Sultan Agung. Tanah Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh adat istiadat Jawa, juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini.

Di bawah ini disajikan nama-nama bulan Jawa versi Islam. Sebagian nama bulan diambil dari Kalender Hijriyah, dengan menggunakan kosakata Arab, namun beberapa di antaranya menggunakan nama dalam bahasa Sanskerta seperti Pasa, Sela dan kemungkinan juga Sura. Sedangkan nama Apit dan Besar berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Nama-nama ini ialah nama bulan kamariah atau candra (lunar). Penamaan bulan sebagian berkaitan dengan hari-hari besar yang ada dalam bulan hijriyah, misalnya bulan Pasa berkaitan dengan ibadah puasa Ramadhan, Mulud berkaitan dengan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal, dan Ruwah berkaitan dengan Nisfu Sya'ban di mana dianggap sebagai catatan amal selama satu tahun yang telah usai.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)