Author Topic: Roh mereka yang mati di dalam Kristus sedang apa sekarang?  (Read 2265 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 27, 2019, 10:10:12 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2509
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Jika tanggapan @Sotardugur Parreva yang @Simatupang@123 maksudkan harus dari Firman Tuhan yang tercatat di Alkitab, memang bukan dari Alkitab semata. Sebab, landasan menggereja bagi @Sotardugur Parreva bukan hanya Alkitab, melainkan juga Tradisi Gereja dan Magisterium.

Terima Kasih atas Pengakuan yang jujur dari Sdr @Sotardugur..  :afro: :afro: :afro:

Quote
Jika landasan menggereja bagi @Simatupang@123 adalah hanya Alkitab semata atau Sola Scriptura, maka diskusi ini juga tidak bakal nyambung,

Yupss,, Betul Sekali, Landasan atau Dasar Gereja dimana @Simatupang123 beribadah adalah diatas Dasar Firman Tuhan. atau biasa disebut dengan Sola Scriptura, Alkitab dan Hanya Alkitab Saja.
artinya adalah Segala Doktrin atau Pengajaran yang dianut, harus takluk dan tunduk kepada Firman Allah, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
apabila bertentangan dengan Firman itu, maka seindah apapun doktrin itu dan seenak apapun doktrin itu ditelinga harus dilenyapkan dan ditaklukkan di bawah Firman Allah.

Quote
karena kita berbeda landasan menggereja.

tidak apa apa, sekalipun mungkin Pekabaran atau Pesan di dalam topik ini tidak berterima bagi @Sotardugur Parreva, yang mendasarkan Imannya bukan hanya diatas Firman Tuhan tetapi juga diatas Tradisi Gereja dan Magisterium..

harapan dan doa @Simatupang adalah semoga pembahasan dalam topik ini memberkati dan mencerahkan Pikiran para Pencari Kebenaran yang melandaskan Imannya diatas Batu Karang yang Kokoh, yaitu Firman Allah yang hidup, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Quote
@Simatupang@123 menulis bahwa tulisanmu berdasar Firman Tuhan dan Anda mengutip ayat Pengkhotbah yang tidak memuat kata sorga atau neraka,

di dalam Kitab Pengkhotbah 9:5, tidak dituliskan bahwa roh setiap makhluk yang mati akan pergi ke neraka atau ke surga.
tidak demikian... yang dicatat disana adalah bahwa setiap roh akan kembali kepada Allah.

Quote
Pada Reply#7, Anda sudah menulis:
dan kukomentari di Reply#8Kenapa Anda masih menuliskan sorga dan neraka padahal ayat Pengkhotbah yang Anda kutip dan Luk 16:19-31 tidak menggunakan kata sorga atau neraka. Apakah menurut Anda, jika sudah mengutip ayat, itu sudah sesuai dengan Firman Tuhan, padahal kutipan itu tidak relevan?

untuk Lukas 16:19-31 dengan jujur saya mengakui bahwa penjelasanku mengenai Lukas 16:19-31 adalah Tafsir atau Interpretasi..
dengan beberapa petunjuk:
perhatikan kata dalam Ayat ini:
Lukas 16:24. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Perhatikan kata: Jari, Lidah dan Air..
hal hal diatas adalah benda fisik atau materi.. yang menunjukkan bahwa sosok tersebut bukanlah roh tapi sosok yang punya tubuh materi, dan ada benda disana yaitu air..

Quote
kupikir, jika sebelumnya pemilik roh itu berdosa, mustahil rohnya kembali ke Allah, karena Allah itu sempurna,

tafsiran @Sotardugur Parreva diatas ini saya maklumi, karena saudara @Sotardugur menganut paham, bahwa roh manusia adalah makhluk hidup yang dapat berdosa dan berbuat benar.

namun Jika seandainya saja saudara @Sotardugur Parreva percaya kepada Firman Allah. bahwa roh manusia adalah Nafas Kehidupan yang dari Tuhan yang dikaruniakan kepada segala makhluk, dan bahwa Nafas segala Makhluk berada di genggaman tangan Tuhan. harusnya saudara @Sotardugur percaya bahwa roh segala makhluk/nafas hidup akan kembali kepada Dia yang mengaruniakan-Nya.

manusia itulah yang berdosa, atau Jiwa itulah yang berdosa, karena menyalahgunakan kehidupan/roh yang ada padanya. roh tidak dapat berbuat dosa. manusia itulah yang berbuat dosa.

Quote
tanpa dosa, maka roh pendosa tidak kembali ke Allah; (2) Pengkhotbah adalah bagian dari kitab para nabi (Perjanjian Lama), yang menurut Luk 16:16, Yesus Kristus menyatakannya berlaku sampai zaman Yohanes;

@Simatupang 123 Percaya kepada Firman Allah tetap mengikat kepada gereja Tuhan.
baik itu Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
1. Tuhan Yesus menggunakan-Nya dalam Khotbah-Nya
2. Stefanus menggunakan Firman Perjanjian Lama dalam Pembelaan-nya.
3. Paulus menggunakannya dalam Khotbah-nya.
4. dan dalam ajaran para Rasul Rasul di Perjanjian Baru para rasul mengutip Firman Perjanjian Lama dalam Pengajaran Mereka.
karena Firman itu tetap Relevan, sesuai Zaman, Tidak Usang... namun tetap mengikat.
Firman itu sama kuat-nya dengan Firman yang dituliskan oleh murid murid Tuhan Yesus di perjanjian Baru.

salam
« Last Edit: March 27, 2019, 10:12:54 AM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 27, 2019, 10:27:34 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2509
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Lalu, jika perumpamaan Luk 16:19-31 itu Anda pandang adalah pelajaran bagi yang hidup, bahwa ada upah yang akan didapat oleh setiap manusia selama hidupnya ketika di dunia ini, apakah baik atau jahat, akan diterima di kehidupan yang akan datang, sementara belum pelaksanaan penghakiman terakhir, menurut pendapatku, memandang apa yang dialami orang kaya dan Lazarus, termasuk Abraham pada Luk 16:19-31 itu adalah sorga atau neraka, masih terlalu pagi. Orang-orang ditempatkan di sorga atau neraka, adalah setelah penghakiman terakhir, di mana orang dipisah seperti memisah domba dari kambing, memisah gandum dari lalang.

upah yang diterima Lazarus dan Orang Kaya dalam perumpamaan itu sudah FINAL.
Lazarus di Sorga dan
Orang Kaya di Neraka.

tidak dapat diganggu gugat lagi..
masing masing sudah mendapat upahnya, tidak ada kesempatan ke dua setelah manusia mati.

Firman Tuhan berkata:
Ibrani 9:27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

kalau kita mau bertobat dari dosa dosa kita, sekaranglah waktunya, bukan nanti, setelah mati.
tidak ada kesempatan ke dua setelah kematian, sekali lagi TIDAK ADA KESEMPATAN KE 2 SETELAH KEMATIAN.

pada waktu hari kebangkitan..
tabiat terakhir yang kita bawa ke dalam Kubur adalah tabiat terakhir kita pada waktu kebangkitan.
dan masing masing akan dihakimi sesuai dengan Perbuatan-Nya ketika berada di dunia ini.

1Petrus 1:17. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Quote
Roh, memang bukan makhluk hidup menurut pengertian pelajaran Biologi.

betul sekali, tapi meskipun demikian @Simatupang123 meyakini dan mengimani bahwa segala Makhluk yang hidup pastilah memiliki roh.

Quote
Jika menurut pemahaman @Simatupang@123, Lazarus, orang kaya dan Abraham pada perikop itu adalah manusia utuh (tubuh, jiwa, dan roh), juga berbeda dengan yang kupahami. Sebaiknya dihentikan saja diskusi ini.

kita semua merdeka untuk mengambil keputusan bagi diri kita sendiri, Jika saudara @Sotardugur Parreva berniat berhenti berdiskusi, saya hormati keputusan itu.
namun @Simatupang 123 tetap membuka hati, membuka Laptop untuk berdiskusi kepada setiap orang yang belajar Firman Tuhan...  :) :)

Quote
3. Oke, sependapat. Pada penguburan seorang yang menamakan diri pengikut Kristus, pihak yang mengubur mengatakan, “Yang berasal dari tanah, kembali ke tanah.”

 :afro: :afro:

Quote
4. Penjelasan poin 4 ini juga berterima di benakku. Namun, kunilai, itu berbeda dengan yang @Simatupang maksudkan dengan yang sudah Anda tulis di awal, bahwa Lazarus dan Abraham berada di sorga, dan orang kaya berada di neraka. Sorga dan neraka tidak kutemukan di perikop.

Kisah itu kan perumpamaan, bahwa ada upah yang akan diterima setiap orang ke tika di dunia ini.

Kisah Lazarus, Orang Kaya dan Bapa Abraham, bukanlah kisah yang betul betulan terjadi.
Kisah itu adalah Perumpamaan, untuk mempermudah Yesus Mengajar, agar Pesannya mudah di mengerti manusia.

Salam damai.
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 27, 2019, 04:18:30 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Jika tanggapan @Sotardugur Parreva yang @Simatupang@123 maksudkan harus dari Firman Tuhan yang tercatat di Alkitab, memang bukan dari Alkitab semata. Sebab, landasan menggereja bagi @Sotardugur Parreva bukan hanya Alkitab, melainkan juga Tradisi Gereja dan Magisterium.
Terima Kasih atas Pengakuan yang jujur dari Sdr @Sotardugur..  :afro: :afro: :afro:
Sama-sama.
Pemahamanku, Yesus Kristus tidak meninggalkan barang tertulis sebagai bahan ajar bagi rasul, juga tidak mengirimkan tulisan, juga tidak mendiktekan dan memerintah rasul mencatat. Barang tertulis yang digunakan sebagai bahan ajar oleh alim ulama Yahudi saat jasmani Yesus kristus bersama adalah Hukum Taurat dan kitab para nabi. Lalu, dicatat diLuk 16:16, itu berlaku sampai zaman Yohanes.
Maka, menurut pemahamanku, ajaran bahwa landasan hidup menggereja ialah Sola Scriptura atau hanya Alkitab semata saja, itu adalah pemelencengan dari ajaran Yesus kristus yang memberikan kewenangan mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Jika landasan menggereja bagi @Simatupang@123 adalah hanya Alkitab semata atau Sola Scriptura, maka diskusi ini juga tidak bakal nyambung,
Yupss,, Betul Sekali, Landasan atau Dasar Gereja dimana @Simatupang123 beribadah adalah diatas Dasar Firman Tuhan. atau biasa disebut dengan Sola Scriptura, Alkitab dan Hanya Alkitab Saja.
artinya adalah Segala Doktrin atau Pengajaran yang dianut, harus takluk dan tunduk kepada Firman Allah, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
apabila bertentangan dengan Firman itu, maka seindah apapun doktrin itu dan seenak apapun doktrin itu ditelinga harus dilenyapkan dan ditaklukkan di bawah Firman Allah.
Nah, semakin jelas bahwa kita beda pemahaman.
Di atas sudah kusampaikan bahwa Yesus Kristus tidak meninggalkan barang tertulis baik yang ditulis sendiri oleh Yesus maupun tidak ditulis sendiri olehNya untuk dijadikan dasar ajaran, dasar hidup jemaatNya. Juga Yesus Kristus tidak mengirimkan ajaran tertulis melalui kurir. Juga Yesus Kristus tidak mendiktekan dan dicatat oleh rasul. Kubaca di Injil, Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar kepada rasul, dan rasul senantiasa disertai sampai kepada kahir zaman, berdasar kewenangan itu pula para rasul menuliskan ajaran, dan berdasar kewenangan itu pula penerus rasul mengkanon Kitab Suci.
Nah, jika @Simatupang@123 bersekutu di kelompok yang harus takluk dan tunduk kepada Firman Allah, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan @Simatupang@123 menamainya Sola Scriptura, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana arti sola itu? Dan juga, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana ajaran Yesus Kristus yang diartikan seperti (Sola Scriptura) itu?
Itu kutanyakan, sebab tidak kutemukan Sola Scriptura dalam Scriptura. Kapan ajaran Sola Scriptura itu diajarkan Yesus Kristus?

karena kita berbeda landasan menggereja.
tidak apa apa, sekalipun mungkin Pekabaran atau Pesan di dalam topik ini tidak berterima bagi @Sotardugur Parreva, yang mendasarkan Imannya bukan hanya diatas Firman Tuhan tetapi juga diatas Tradisi Gereja dan Magisterium..
harapan dan doa @Simatupang adalah semoga pembahasan dalam topik ini memberkati dan mencerahkan Pikiran para Pencari Kebenaran yang melandaskan Imannya diatas Batu Karang yang Kokoh, yaitu Firman Allah yang hidup, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
@Sotardugur Parreva sangat setuju dan berharap trit ini menjadi berkat bagi pembacanya. Namun, menurut pendapatku, kita belum membahas judul trit. @Sotardugur Parreva tidak mempunyai bahan untuk menjawab pertanyaan judul. Yang sudah kita diskusikan, walaupun akhirnya ketahuan bahwa landasan menggereja yang kita anut berbeda, ialah kehidupan di dunia kemudian setelah setelah bumi, bermula dari tulisan Anda di Reply#3 tentang Para Reformator ini, tidak percaya  Kekekalan Jiwa, tidak percaya ada Kehidupan di alam maut.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 27, 2019, 04:19:56 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

@Simatupang@123 menulis bahwa tulisanmu berdasar Firman Tuhan dan Anda mengutip ayat Pengkhotbah yang tidak memuat kata sorga atau neraka, tetapi di simpulan Anda tertulis neraka.
di dalam Kitab Pengkhotbah 9:5, tidak dituliskan bahwa roh setiap makhluk yang mati akan pergi ke neraka atau ke surga.
tidak demikian... yang dicatat disana adalah bahwa setiap roh akan kembali kepada Allah.
Seperti di Pengkotbah 12:7 yang Anda kutip terdahulu, di Pengkhotbah 9:5 pun tidak kutemukan kata sorga, atau neraka. Tidak kutemukan relevansinya dengan pembahasan yang tidak menunjang judul trit ini.

Pada Reply#7, Anda sudah menulis: Dalam Perumpamaan Lazarus dan Orang Kaya.
Saya pribadi mempercayai ke dua tempat yang berbeda antara Lazarus dan Orang Kaya sebagai Surga dan Neraka.
Lazarus di Surga dan
Orang Kaya di Neraka.

dan kukomentari di Reply#8Kenapa Anda masih menuliskan sorga dan neraka padahal ayat Pengkhotbah yang Anda kutip dan Luk 16:19-31 tidak menggunakan kata sorga atau neraka. Apakah menurut Anda, jika sudah mengutip ayat, itu sudah sesuai dengan Firman Tuhan, padahal kutipan itu tidak relevan?
untuk Lukas 16:19-31 dengan jujur saya mengakui bahwa penjelasanku mengenai Lukas 16:19-31 adalah Tafsir atau Interpretasi..
dengan beberapa petunjuk:
perhatikan kata dalam Ayat ini:
Lukas 16:24. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Perhatikan kata: Jari, Lidah dan Air..
hal hal diatas adalah benda fisik atau materi.. yang menunjukkan bahwa sosok tersebut bukanlah roh tapi sosok yang punya tubuh materi, dan ada benda disana yaitu air..
Menurut penangkapanku, karena interaksi itu adalah antara orang kaya dan Abraham, maka tempat mereka itu bukan sorga atau neraka. Sebab, yang kuimani, sorga itu tempat Allah bertakhta, dan di kisah itu tidak disebut Allah. Maka kutangkap, tempat mereka itu bukan sorga, sebab, tidak dikisahkan adanya Allah yang adalah Raja Sorga.
Tentang benda fisik di sorga, menurut pemahamanku, memang ada benda fisik di sorga.
Tuhan Yesus Kristus, setelah bangkit dari alam maut, menunjukkan benda fisik kepada rasulNya, yaitu daging dan tulangNya. Yesus secara utuh seperti ketika disalibkan, mati, dan bangkit dari alam maut, itu juga yang naik ke sorga. Konsekuensinya, menurut pemahaman dan pengimananku, di sorga juga ada benda fisik. Tetapi tempat Abraham, Lazarus, dan orang kaya yang dikisahkan di Luk 16:19-31 itu bukan sorga dan juga bukan neraka.

kupikir, jika sebelumnya pemilik roh itu berdosa, mustahil rohnya kembali ke Allah, karena Allah itu sempurna,
tafsiran @Sotardugur Parreva diatas ini saya maklumi, karena saudara @Sotardugur menganut paham, bahwa roh manusia adalah makhluk hidup yang dapat berdosa dan berbuat benar.
namun Jika seandainya saja saudara @Sotardugur Parreva percaya kepada Firman Allah. bahwa roh manusia adalah Nafas Kehidupan yang dari Tuhan yang dikaruniakan kepada segala makhluk, dan bahwa Nafas segala Makhluk berada di genggaman tangan Tuhan. harusnya saudara @Sotardugur percaya bahwa roh segala makhluk/nafas hidup akan kembali kepada Dia yang mengaruniakan-Nya.
manusia itulah yang berdosa, atau Jiwa itulah yang berdosa, karena menyalahgunakan kehidupan/roh yang ada padanya. roh tidak dapat berbuat dosa. manusia itulah yang berbuat dosa.
Terima kasih atas pemaklumannya.
Sebentar, saya tertawa, ha-ha.
Dengan membaca Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah, kumaknai bahwa karena kedagingan itu cenderung berdosa, dan roh itu penurut, maka ketika daging jatuh dalam dosa, maka roh juga kecebur dalam dosa. Jika kedosaan itu tidak diampuni, maka daging dan roh yang berlumur dosa itu akan tetap berdosa. Sementara di sisi lain, Allah itu sempurna, tidak berdosa, maka mustahil roh yang berlumur dosa dapat sampai kepada Allah.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 27, 2019, 04:20:56 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Allah sempurna, tanpa dosa, maka roh pendosa tidak kembali ke Allah; (2) Pengkhotbah adalah bagian dari kitab para nabi (Perjanjian Lama), yang menurut Luk 16:16, Yesus Kristus menyatakannya berlaku sampai zaman Yohanes;
@Simatupang 123 Percaya kepada Firman Allah tetap mengikat kepada gereja Tuhan.
baik itu Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
1. Tuhan Yesus menggunakan-Nya dalam Khotbah-Nya
2. Stefanus menggunakan Firman Perjanjian Lama dalam Pembelaan-nya.
3. Paulus menggunakannya dalam Khotbah-nya.
4. dan dalam ajaran para Rasul Rasul di Perjanjian Baru para rasul mengutip Firman Perjanjian Lama dalam Pengajaran Mereka.
karena Firman itu tetap Relevan, sesuai Zaman, Tidak Usang... namun tetap mengikat.
Firman itu sama kuat-nya dengan Firman yang dituliskan oleh murid murid Tuhan Yesus di perjanjian Baru.
O, begitu.
Ibr 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Keempat poin @Simatupang@123 itu, tidak menganulir bahwa Hukum Taurat dan kitab para nabi sudah digenapi oleh Tuhan Yesus kristus, dan dinyatakan berlaku sampai zaman Yohanes.

Lalu, jika perumpamaan Luk 16:19-31 itu Anda pandang adalah pelajaran bagi yang hidup, bahwa ada upah yang akan didapat oleh setiap manusia selama hidupnya ketika di dunia ini, apakah baik atau jahat, akan diterima di kehidupan yang akan datang, sementara belum pelaksanaan penghakiman terakhir, menurut pendapatku, memandang apa yang dialami orang kaya dan Lazarus, termasuk Abraham pada Luk 16:19-31 itu adalah sorga atau neraka, masih terlalu pagi. Orang-orang ditempatkan di sorga atau neraka, adalah setelah penghakiman terakhir, di mana orang dipisah seperti memisah domba dari kambing, memisah gandum dari lalang.
upah yang diterima Lazarus dan Orang Kaya dalam perumpamaan itu sudah FINAL.
Lazarus di Sorga dan
Orang Kaya di Neraka.

tidak dapat diganggu gugat lagi..
masing masing sudah mendapat upahnya, tidak ada kesempatan ke dua setelah manusia mati.

Firman Tuhan berkata:
Ibrani 9:27. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
kalau kita mau bertobat dari dosa dosa kita, sekaranglah waktunya, bukan nanti, setelah mati.
tidak ada kesempatan ke dua setelah kematian, sekali lagi TIDAK ADA KESEMPATAN KE 2 SETELAH KEMATIAN.
pada waktu hari kebangkitan..
tabiat terakhir yang kita bawa ke dalam Kubur adalah tabiat terakhir kita pada waktu kebangkitan.
dan masing masing akan dihakimi sesuai dengan Perbuatan-Nya ketika berada di dunia ini.
1Petrus 1:17. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Jika @Simatupang@123 memaknai bahwa upah Lazarus dan orang kaya itu sudah final, sementara masa itu belum akhir zaman, sebab audara orang kaya masih ada di bumi, ya merdeka saja sih. Namun, menurut pendapatku, penempatan orang ke sorga atau ke neraka, itu terjadi pada akhir zaman.
Tidak kutemukan indikator bahwa Luk 16:19-31 itu bercerita tentang sorga atau neraka. Apabila @Simatupang@123 menemukan indikatornya, beritahu, agar menjadi pengetahuan bersama.
Agar tidak diganggu gugat, berikan penjelasan yang tidak terbantahkan.
Luk 16:19-31 satu itu menceritakan peristiwa setelah matinya fisik orang kaya dan Lazarus, bukan akhir zaman, belum pemisahan domba dari kambing, belum pemisahan ilalang dari gandum.
Pernahkah @Simatupang@123 membaca kematian yang kedua di Perjanjian Baru?
Cari, deh.
Tabiat terakhir? Kurun waktu terakhir itu seberapa lama? Sehari, seminggu, seberapa lama?
Wow, hidup dalam ketakutan? Kupikir, 1 Pet 1:17 itu berada di perikop Kekudusan dan kasih persaudaraan (1 Pet 1:13-25). Karena itu, ketakutan yang dimaksud ialah saling menghormati selaku saudara yang saling mengasihi, bukan takut seperti hendak kelindas bajaj.

Roh, memang bukan makhluk hidup menurut pengertian pelajaran Biologi.
betul sekali, tapi meskipun demikian @Simatupang123 meyakini dan mengimani bahwa segala Makhluk yang hidup pastilah memiliki roh.
Tidak masalah bagi @Sotardugur Parreva. Itu urusan @Simatupang@123.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 27, 2019, 04:22:11 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Jika menurut pemahaman @Simatupang@123, Lazarus, orang kaya dan Abraham pada perikop itu adalah manusia utuh (tubuh, jiwa, dan roh), juga berbeda dengan yang kupahami. Sebaiknya dihentikan saja diskusi ini.
kita semua merdeka untuk mengambil keputusan bagi diri kita sendiri, Jika saudara @Sotardugur Parreva berniat berhenti berdiskusi, saya hormati keputusan itu.
namun @Simatupang 123 tetap membuka hati, membuka Laptop untuk berdiskusi kepada setiap orang yang belajar Firman Tuhan...  :) :)
Ha-ha. Kita tidak membahas hal sesuai judul trit.
TS sesuai judul trit ingin mengetahui roh orang mati dalam Kristus sedang apa sekarang, lalu di Reply#3 @Simatupang@123 bercerita tentang adanya ketidakpercayaan tokoh reformasi pada kekekalan jiwa. Diskusi kita berkisar di situ, bukan mencoba mencari jawaban pertanyaan TS.
Meski begitu, menurut pendapatku, beberapa poin yang ingin kuperoleh jawaban dari @Simatupang@123, masih dekat dengan trit. Masih kutunggu penjelasan @Simatupang@123.

3. Oke, sependapat. Pada penguburan seorang yang menamakan diri pengikut Kristus, pihak yang mengubur mengatakan, “Yang berasal dari tanah, kembali ke tanah.”
:afro: :afro:
Ha-ha.

4. Penjelasan poin 4 ini juga berterima di benakku. Namun, kunilai, itu berbeda dengan yang @Simatupang@123 maksudkan dengan yang sudah Anda tulis di awal, bahwa Lazarus dan Abraham berada di sorga, dan orang kaya berada di neraka. Sorga dan neraka tidak kutemukan di perikop.
Kisah itu kan perumpamaan, bahwa ada upah yang akan diterima setiap orang ke tika di dunia ini.
Kisah Lazarus, Orang Kaya dan Bapa Abraham, bukanlah kisah yang betul betulan terjadi.
Kisah itu adalah Perumpamaan, untuk mempermudah Yesus Mengajar, agar Pesannya mudah di mengerti manusia.
Ha-ha.
Kalo di perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan di depan rasul-rasul, diberitahukan apa yang dimaksudkan, ya? Misalnya, menabur benih, diberitahukan bahwa benih itu adalah Firman Tuhan.
Lalu, untuk perumpamaan orang kaya, Lazarus, dan Abraham ini, Tuhan Yesus Kristus bersikap pelit, tidak memberitahukan maksudnya, sehingga memunculkan berbagai tafsiran, yang berdasar ayat secara nyambung, berdasar ayat secara tidak nyambung, bahkan secara tidak relevan.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 27, 2019, 05:06:36 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1597
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Terima kasih atas pemaklumannya.
Sebentar, saya tertawa, ha-ha.
Seharusnya senyum, berterima kasih mah, Bro!
Sebab terima kasih itu bukan sesuatu yg mengelikan


Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah,
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan:
roh memang penurut, tetapi daging lemah,


kumaknai bahwa
karena kedagingan itu cenderung berdosa,
dan roh itu penurut,
maka ketika daging jatuh dalam dosa,
maka roh juga kecebur dalam dosa.

Jika kedosaan itu tidak diampuni,
maka daging dan roh yang berlumur dosa itu akan tetap berdosa.

Sementara di sisi lain, Allah itu sempurna, tidak berdosa,
maka mustahil roh yang berlumur dosa dapat sampai kepada Allah.

Sorry, Bro, ku coba tata ulang bahasamu
Utk mungkin bisa menjernihkan beberapa hal

Ada frasa roh itu penurut, perlu kitatau nurutnya kpd siapa selain kpd jiwa?
Ada frasa roh yg berlumur, mudah digambarkan hanya tubuh yg berlumur!
Ada frasa daging jatuh dalam dosa, mudah dimengerti karena dia lemah!
Mungkin yg perlu dicari sekarang ialah siapa oknum yg paling bertanggung-jawab pd terjadinya:
"daging jatuh" / "roh berlumur"

Tubuh tak mungkin dituntut sebab dia lemah
Roh tak mungkin dituntut sebab dia penurut
Jiwa lah biang keladinya sebab dia degil
Dan terkadang bimbang: Yes or No, dia ambil Or

Salam Damai!
« Last Edit: April 01, 2019, 01:02:07 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 27, 2019, 08:34:21 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3003
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Semakin jauh dari judul trit.

Salam damai (tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 28, 2019, 08:43:10 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1597
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Semakin jauh dari judul trit.
Ya! Tak apa semakin jauh
Sebab kita sedang mundur
Spy tak semakin keliru, Bro!

Yakinkah kita:
[Yes 40:31] Org yg mengandalkan TUHAN, akan mendapat kekuatan baru.
Mereka seperti burung rajawali yang terbang tinggi dgn kekuatan sayapnya.
Mereka berlari dan tak menjadi lelah, mereka berjalan dan tak menjadi lesu.


Salam Damai!
« Last Edit: March 28, 2019, 08:52:10 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 29, 2019, 02:58:20 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2509
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Nah, jika @Simatupang@123 bersekutu di kelompok yang harus takluk dan tunduk kepada Firman Allah, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan @Simatupang@123 menamainya Sola Scriptura, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana arti sola itu?

oh boleh boleh,, baiklah saya akan membantu menjelaskan pengertian Sola Scriptura berdasarkan apa yang saya ketahui:

Doktrin Sola Scriptura adalah doktrin yang menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya pedoman iman yang tidak bisa salah (infallible).

Ada 4 hal yang harus diingat sebelum seseorang mengerti akan ajaran Sola Scriptura.

1) Sola Scriptura tidak berkata bahwa Alkitab memuat semua ilmu pengetahuan yang ada. Yang diajarkan oleh doktrin ini adalah bahwa Alkitab memuat seluruh hal yang manusia perlu ketahui untuk mengenal Allah dengan benar dan untuk memperoleh keselamatan.

2) Sola Scriptura tidak mengajarkan bahwa Firman Tuhan tidak pernah diutarakan secara lisan. Firman Tuhan memang pernah disampaikan secara lisan oleh Tuhan Yesus, para nabi dan rasul pada saat mereka ada di dunia, namun setelah kitab-kitab Alkitab tertulis dengan lengkap, maka yang ada hanyalah Firman yang berbentuk secara tertulis dan bukan lisan lagi

3) Sola Scriptura bukan berarti bahwa Gereja tidak punya otoritas apapun terhadap umat Tuhan. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa Gereja, yang adalah mempelai Kristus, mempunyai otoritas tapi tidak sebanding dengan Firman Tuhan (Holy Scripture)yang adalah hembusan nafas Allah sendiri

4) Sola Scriptura bukanlah suatu ajaran yang menyangkal bahwa ROH KUDUS bekerja didalam GerejaNya dengan memberikan penerangan dan bimbingan.

Jadi secara positif, Sola Scriptura mengajarkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya pedoman yang manusia perlukan untuk memperoleh keselamatan. Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai pedoman lainnya, tapi melainkan bahwa setiap pedoman lainnya harus disesuaikan oleh Firman Tuhan yang adalah Alkitab. Alkitab merupakan otoritas tertinggi bagi umat Tuhan, dan apa yang tidak terdapat didalamnya tidak bisa dijadikan sebagai sesuatu yang mengikat hati nurani manusia.

Quote
Dan juga, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana ajaran Yesus Kristus yang diartikan seperti (Sola Scriptura) itu?

menurutku, Tuhan Yesus Kristus adalah Penganut Sola Scirputura Sesungguhnya, atau Penganut Sola Scriptura Sejati.
saya berkesimpulan seperti itu bukan hanya dari Perkataan Yesus tapi juga dari Kehidupan Yesus Kristus:

Mari Perhatikan dan Analisa Kisah di Pencobaan di Padang Gurun yang tertulis di Matius Pasal 4:1-11
3 Kali Yesus Kristus di cobai, maka 3 kali pula Ia menang oleh Sola Scriptura.
dalam Jawaban-Nya kepada Iblis, Yesus Kristus Tuhan, Juruselamat dan Teladan kita selalu mengatakan ADA TERTULIS. kemudian Yesus mengutip Firman Tuhan untuk melawan si Jahat. dan sijahat pun pergi dari pada-Nya.

dari Kisah Pencobaan di padang Gurun itu, saya simpulkan, Tuhan Yesus bukan hanya menghapal Firman Tuhan, tapi Memahami-Nya dan Menghidupkan-Nya..
Firman itu mendarah daging di dalam Jiwa Yesus.

Yesus Kristuslah teladan kita, biarlah Firman itu mendarah daging dalam kehidupan pengikut pengikut-Nya.


bersambung
« Last Edit: March 29, 2019, 03:01:52 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)