Author Topic: Roh mereka yang mati di dalam Kristus sedang apa sekarang?  (Read 2314 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 29, 2019, 03:18:50 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Seperti di Pengkotbah 12:7 yang Anda kutip terdahulu, di Pengkhotbah 9:5 pun tidak kutemukan kata sorga, atau neraka.

YES!!!
Bethul Sekali,, Tidak ada kata surga atau neraka pada ayat itu...
mari kita analisa sekali lagi:

Pengkhotbah 12:7. dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

perhatikan kemana perginya roh orang mati pada ayat diatas, bukan ke surga atau ke neraka, tapi kepada Allah.  :afro: :afro: :afro:

Quote
Tidak kutemukan relevansinya dengan pembahasan yang tidak menunjang judul trit ini.

tentu sangat relevan dan up to date...
bahwa, roh manusia tidak ada dineraka tidak ada di surga.
roh orang yang mati semuanya kembali kepada Allah.

Quote
Sebentar, saya tertawa, ha-ha.
Dengan membaca Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah, kumaknai bahwa karena kedagingan itu cenderung berdosa, dan roh itu penurut, maka ketika daging jatuh dalam dosa, maka roh juga kecebur dalam dosa. Jika kedosaan itu tidak diampuni, maka daging dan roh yang berlumur dosa itu akan tetap berdosa. Sementara di sisi lain, Allah itu sempurna, tidak berdosa, maka mustahil roh yang berlumur dosa dapat sampai kepada Allah.

ku tanggapi sedikit lagi di bagian ini:
memang betul ayat itu berkata bahwa daging lemah..
tapi meskipun daging sangat lemah, yang berbuat dosa atau yang melakukan dosa bukanlah daging..
Jiwa itulah yang berdosa.

Sebagai Contoh:
seorang Pencuri yang kedapatan mencuri,, bukanlah tangannya yang berdosa karena mencuri, manusia itulah atau Jiwa itulah yang berdosa yang memerintahkan tangannya untuk mencuri.
tangan yang mencuri benda tersebut, tidak mencuri dengan sendirinya tanpa diperintahkan oleh pikiran.

memang betul ada Firman Tuhan yang berkata jika tanganmu mencuri penggallah, supaya jangan seluruh tubuhmu masuk ke neraka.
tapi saya sangat yakin, bahwa sekalipun tangan si pencuri sudah di penggal dan terputus dari tubuhnya, kalau sifat pencuri belum bertobat dan diubah oleh Kuasa ROH KUDUS. si pencuri itu masih tetap dapat mencuri, bahkan dapat menjadi Bos para pencuri, mungkin bukan dia yang mencuri karena tangannya sudah di penggal, tapi melalui orang lain, dia bisa perintahkan dan koordinir untuk mencuri.

begitu juga dengan roh...
sekalipun Firman Tuhan berkata roh adalah penurut, tapi yang menurut Firman Tuhan bukanlah roh itu, manusia itulah yang memutuskan apakah menurut atau tidak.

jadi kusimpulkan, bukan daging yang berdosa dan bukan roh yang menjadi penurut.
tapi manusia itulah, Jiwa itulah yang memutuskan Menurut atau TIDAK.,



bersambung
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 29, 2019, 03:40:03 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Ibr 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

saya sangat mengimani Isi dalam Kisah Ibrani pasal 8.

ayat itu menjelaskan tentang Pelayanan Keimamatan di Perjanjian Lama yang sudah menjadi usang.. dimana dalam Perjanjian lama binatanglah yang dipersembahkan, tapi di perjanjian baru, Yesus Kristuslah Korban Kita, bukan Hanya itu, Dia pula Yang Menjadi Imam-Nya..

di Perjanjian Lama, manusia datang kepada Tuhan melalui Imam Imam, di Perjanjian Baru, Setiap manusia mempunyai Kesempatan datang langsung kepada Tuhan, melalui doa..

yang lama, Korban binatang sudah usang, dan tidak dipakai lagi, yang baru, dimana Kristus adalah Imam Besar Kita, yang mempersembahkan darah-Nya sendiri sebagai Korban Penebus Salah. adalah Kekal, dan berlaku bagi umat Tuhan.


Jadi kita harus belajar mengerti Konteks,, Kitab Ibrani, bukan mengatakan menghapus semua Kitab Perjanjian Lama, yang dihapus dan yang menjadi ussang, bukanlah seluruh Kitab Perjanjian Lama tapi merupakan Pelayanan Korban dan Kaabah yang korban-nya dari Binatang.
di Perjanjian Baru kita memiliki Korban yang seseungguhnya yaitu Yesus, Anak Domba Allah.

Quote
menurut pendapatku, penempatan orang ke sorga atau ke neraka, itu terjadi pada akhir zaman.
Tidak kutemukan indikator bahwa Luk 16:19-31 itu bercerita tentang sorga atau neraka. Apabila @Simatupang@123 menemukan indikatornya, beritahu, agar menjadi pengetahuan bersama.
Agar tidak diganggu gugat, berikan penjelasan yang tidak terbantahkan.

ada pesan yang yang penting dari Lukas 16 tersebut.
Pesannya adalah:
Segala sesuatu yang kita perbuat di bumi ini, apakah baik atau jahat akan memperoleh upah masing masing...


cukup sampai disitu, jangan menafsirkan lebih jauh atau, jangan berspekulasi terlalu jauh, sampai sampai membuat suatu ajaran atau doktrin dari perumpamaan itu...


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
March 29, 2019, 11:34:51 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Nah, jika @Simatupang@123 bersekutu di kelompok yang harus takluk dan tunduk kepada Firman Allah, yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan @Simatupang@123 menamainya Sola Scriptura, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana arti sola itu?
oh boleh boleh,, baiklah saya akan membantu menjelaskan pengertian Sola Scriptura berdasarkan apa yang saya ketahui:
Doktrin Sola Scriptura adalah doktrin yang menyatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya pedoman iman yang tidak bisa salah (infallible).
Ada 4 hal yang harus diingat sebelum seseorang mengerti akan ajaran Sola Scriptura.
1) Sola Scriptura tidak berkata bahwa Alkitab memuat semua ilmu pengetahuan yang ada. Yang diajarkan oleh doktrin ini adalah bahwa Alkitab memuat seluruh hal yang manusia perlu ketahui untuk mengenal Allah dengan benar dan untuk memperoleh keselamatan.
2) Sola Scriptura tidak mengajarkan bahwa Firman Tuhan tidak pernah diutarakan secara lisan. Firman Tuhan memang pernah disampaikan secara lisan oleh Tuhan Yesus, para nabi dan rasul pada saat mereka ada di dunia, namun setelah kitab-kitab Alkitab tertulis dengan lengkap, maka yang ada hanyalah Firman yang berbentuk secara tertulis dan bukan lisan lagi
3) Sola Scriptura bukan berarti bahwa Gereja tidak punya otoritas apapun terhadap umat Tuhan. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa Gereja, yang adalah mempelai Kristus, mempunyai otoritas tapi tidak sebanding dengan Firman Tuhan (Holy Scripture)yang adalah hembusan nafas Allah sendiri
4) Sola Scriptura bukanlah suatu ajaran yang menyangkal bahwa ROH KUDUS bekerja didalam GerejaNya dengan memberikan penerangan dan bimbingan.
Jadi secara positif, Sola Scriptura mengajarkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya pedoman yang manusia perlukan untuk memperoleh keselamatan. Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai pedoman lainnya, tapi melainkan bahwa setiap pedoman lainnya harus disesuaikan oleh Firman Tuhan yang adalah Alkitab. Alkitab merupakan otoritas tertinggi bagi umat Tuhan, dan apa yang tidak terdapat didalamnya tidak bisa dijadikan sebagai sesuatu yang mengikat hati nurani manusia.
Terima kasih. Rasanya tidak terbantu.

Kupikir, jika Alkitab adalah satu-satunya pedoman iman yang tidak bisa salah (infallible),maka Tuhan Yesus Kristus sudah meninggalkan Alkitab sebagai acuan ajaran. Faktanya, Tuhan Yesus Kristus tidak menulis, tidak meninggalkan, tidak mengirimkan, tidak memerintah rasul mencatat dikte untuk dijadikan bahan ajar kepada jemaat Kristus. Justru, Hukum Taurat dan kitab para nabi yang sudah digunakan oleh kaum Yahudi ketika itu, dinyatakan oleh Yesus Kristus berlaku sampai zaman Yohanes.
Jadi, doktrin yang @Simatupang@123 sebut itu, menurut pendapatku, tidak didukung fakta.

Sebab, faktanya, Tuhan Yesus Kristus tidak meninggalkan Alkitab, melainkan memberikan kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkanNya kepada rasul, dan rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Ingatan yang @Simatupang@123 maksudkan:
1) Tentang Alkitab memuat seluruh yang manusia perlu ketahui mengenai Allah untuk beroleh keselamatan, menurutku tidak mutlak benar.  Sebab, faktanya, Yesus Kristus dalam catatan Yoh 16:12 mengatakan Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Harus dikatakan artinya ialah tidak boleh tidak dikatakan, namun belum dikatakan. Kupahami, yang harus dikatakan itu juga perlu bagi jemaat, maka harus dikatakan. Yang belum dikatakan itu, belum dicatat di Alkitab tapi harus dikatakan.

Jadi, pendapat: semua yang perlu diketahui manusia sudah tercatat di Alkitab, berbeda dengan yang dikatakan Yesus Kristus pada Yoh 16:12.

Jika berdasar Yoh 20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya, justru diawali ayat 30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini.
Ayat 31 itu memberi arti, bahwa yang tercatat dalam Alkitab adalah stimulus kepada pemahaman manusia untuk mempercayai Yesus adalah Mesias. Dengan mempercayai Yesus adalah Mesias, maka manusia itu akan beroleh hidup dalam nama Yesus Kristus.
Sementara ayat 30 memberi arti, tanda lain yang sudah dilakukan namun belum dicatat. Menurut pendapatku, yang namanya tanda, adalah pembeda. Artinya, perbuatan yang  berbeda dan tidak dicatat itu, penting juga.
Mustahil Tuhan Yesus Kristus melakukan perbuatan yang tidak penting.


SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 11:43:57 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

1) Ingatan yang begini kutangkap seolah setelah dikanonnya Alkitab, maka terlarang bagi Tuhan mewahyukan diri. Adakah pihak yang mampu melarang Tuhan mewahyukan diri?
Sementara di sisi lain, sebelum Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga, sudah ditekankan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada ahir zaman. Bukan hanya sampai kanon Alkitab.

2) Ingatan ini, menurut pendapatku berbeda dari fakta yang dimaksud 1 Tim 3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Ayat ini kumaknai bahwa Gereja, atau jemaat Allah, atau keluarga Allah ialah tiang penopang dan dasar kebenaran.  Tidak kutemukan ayat dalam Alkitab yang memaksudkan bahwa Firman Allah ialah Holy Scriptura, walaupun berterima di logikaku bahwa Scriptura adalah Firman Allah Tertulis. Firman Allah Tidak Tertulis adalah Yesus Kristus.
Tidak kutemukan pula bahwa Kitab Suci atau Alkitab atau Scriptura adalah hembusan nafas Allah.

3) Lhoh, menurut pendapatku, dengan menggunakan kata Sola, yang diartikan sebagai hanya, sendirian, tidak ada yang lain, atau yang searti dengan itu, maka tidak membuka ruang kepada apapun atau siapapun termasuk ROH KUDUS menjadi tidak bisa salah. Jika dikatakan Sola Scriptura tetapi mengakui bahwa ROH KUDUS bekerja dalam Gereja, justru menjadi bukan sola lagi.

Dan juga, berkenankah @Simatupang@123 menjelaskan, di mana ajaran Yesus Kristus yang diartikan seperti (Sola Scriptura) itu?
menurutku, Tuhan Yesus Kristus adalah Penganut Sola Scirputura Sesungguhnya, atau Penganut Sola Scriptura Sejati.
saya berkesimpulan seperti itu bukan hanya dari Perkataan Yesus tapi juga dari Kehidupan Yesus Kristus:
Mari Perhatikan dan Analisa Kisah di Pencobaan di Padang Gurun yang tertulis di Matius Pasal 4:1-11
3 Kali Yesus Kristus di cobai, maka 3 kali pula Ia menang oleh Sola Scriptura.
dalam Jawaban-Nya kepada Iblis, Yesus Kristus Tuhan, Juruselamat dan Teladan kita selalu mengatakan ADA TERTULIS. kemudian Yesus mengutip Firman Tuhan untuk melawan si Jahat. dan sijahat pun pergi dari pada-Nya.
dari Kisah Pencobaan di padang Gurun itu, saya simpulkan, Tuhan Yesus bukan hanya menghapal Firman Tuhan, tapi Memahami-Nya dan Menghidupkan-Nya..
Firman itu mendarah daging di dalam Jiwa Yesus.
Yesus Kristuslah teladan kita, biarlah Firman itu mendarah daging dalam kehidupan pengikut pengikut-Nya.
Lhoh, bagaimana alas logikanya, karena Yesus Kristus mengatakan ”Ada tertulis”, lantas diartikan sebagai Sola Scriptura?
Menurut pendapatku, jika dikatakan ”Ada tertulis”, terkandung juga ”Ada yang tidak tertulis”. Jadi, bukan Sola Scriptura, melainkan yang tertulis dan yang tidak tertulis. Dan ajaran rasul juga meminta, menghimbau, dan memerintahkan agar jemaat memegang teguh pada yang diajarkan rasul secara lisan dan tulisan. Ditambah lagi, Yesus Kristus tidak menulis, meninggalkan , mengirimkan atau memerintahkan rasul menuliskan Scriptura, melainkan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar kepada rasul. Bahkan Scriptura terkanon berdasarkan kewenangan mengajar yang diberikan Yesus Kristus kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 11:50:29 PM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Seperti di Pengkotbah 12:7 yang Anda kutip terdahulu, di Pengkhotbah 9:5 pun tidak kutemukan kata sorga, atau neraka.
YES!!!
Bethul Sekali,, Tidak ada kata surga atau neraka pada ayat itu...
mari kita analisa sekali lagi:
Pengkhotbah 12:7. dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
perhatikan kemana perginya roh orang mati pada ayat diatas, bukan ke surga atau ke neraka, tapi kepada Allah.  :afro: :afro: :afro:
Uupss, maksud @Simatupang@123, walaupun roh seseorang bergelimang dosa, roh itu  kembali kepada Allah? Baik roh orang benar, maupun roh orang tidak benar, semua kembali kepada Allah?

Menurut penangkapanku, tidak seperti itu.

Pengkhotbah 12:7 itu berada pada Perjanjian Lama dalam perikop Nasihat bagi pemuda-pemudi. Ayat itu merupakan frasa penutup dari suatu kalimat panjang, mulai dari Pengkhotbah 12:1. Sebelum ke ayat itu, ada ayat sebelumnya yang merupakan satu kesatuan dengan ayat itu membentuk perikop Nasihat bagi pemuda-pemudi. Maka, menurut pendapatku, besar kemungkinan terjadi arti yang melenceng dari yang dimaksudkan, jika dianalisis hanya ayat itu.

Dengan memperhatikan ayat 6 yang dimulai dengan kata sebelum, maka kutangkap, maksud dari ayat 7 itu ialah sebelum debu kembali menjadi tanah seperti semula dan sebelum roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya, para pemudi dan pemuda dihimbau untuk  mengingat Penciptanya, seperti yang disebut pada ayat 1.

Di Injil Luk 3:16-17 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan ROH KUDUS dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Berdasar yang tebal itu, kumaknai bahwa ada api yang tidak terpadamkan, tempat akhir dari debu jerami. Jadi, tidak semua roh kembali kepada Allah. Ada roh yang ditempatkan oleh Allah ke pembakaran yang tidak terpadamkan.

Hal yang kuyakini, ayat-ayat yang di Perjanjian Lama sudah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Yang berlaku bagi pengikut Kristus adalah ayat-ayat Perjanjian Baru. Maka, jika Pengkhotbah 12:7 itu menyatakan bahwa roh kembali kepada Allah, itu ialah roh orang benar. Roh orang tidak benar, dibakar kekal di api yang tidak terpadamkan.

Tidak kutemukan relevansinya dengan pembahasan yang tidak menunjang judul trit ini.
tentu sangat relevan dan up to date...
bahwa, roh manusia tidak ada dineraka tidak ada di surga.
roh orang yang mati semuanya kembali kepada Allah.
Hmm… ya, di benakku bisa berterima sebagian. Dengan mengacu ke Luk 16:19-31, si orang kaya bukan di neraka melainkan di alam maut, dan Lazarus berada di pangkuan Abraham. Kedua tempat itu bukan neraka, dan bukan juga sorga. Apabila Lazarus dipandang mewakili orang yang mati dalam Kristus, dia berada di pangkuan Abraham.
Bila alam maut dan pangkuan Abraham dipandang sebagai Allah, benar semua roh manusia kembali kepada Allah. Tapi, apa benar di dalam Allah ada pembakaran? Kutanyakan begitu karena si orang kaya di Luk 16:19-31 itu nyata-nyata mengaku kesakitan dalam nyala api.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 11:52:27 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Sebentar, saya tertawa, ha-ha.
Dengan membaca Mat 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah, kumaknai bahwa karena kedagingan itu cenderung berdosa, dan roh itu penurut, maka ketika daging jatuh dalam dosa, maka roh juga kecebur dalam dosa. Jika kedosaan itu tidak diampuni, maka daging dan roh yang berlumur dosa itu akan tetap berdosa. Sementara di sisi lain, Allah itu sempurna, tidak berdosa, maka mustahil roh yang berlumur dosa dapat sampai kepada Allah.
ku tanggapi sedikit lagi di bagian ini:
memang betul ayat itu berkata bahwa daging lemah..
tapi meskipun daging sangat lemah, yang berbuat dosa atau yang melakukan dosa bukanlah daging..
Jiwa itulah yang berdosa.
Sebagai Contoh:
seorang Pencuri yang kedapatan mencuri,, bukanlah tangannya yang berdosa karena mencuri, manusia itulah atau Jiwa itulah yang berdosa yang memerintahkan tangannya untuk mencuri.
tangan yang mencuri benda tersebut, tidak mencuri dengan sendirinya tanpa diperintahkan oleh pikiran.
memang betul ada Firman Tuhan yang berkata jika tanganmu mencuri penggallah, supaya jangan seluruh tubuhmu masuk ke neraka.
tapi saya sangat yakin, bahwa sekalipun tangan si pencuri sudah di penggal dan terputus dari tubuhnya, kalau sifat pencuri belum bertobat dan diubah oleh Kuasa ROH KUDUS. si pencuri itu masih tetap dapat mencuri, bahkan dapat menjadi Bos para pencuri, mungkin bukan dia yang mencuri karena tangannya sudah di penggal, tapi melalui orang lain, dia bisa perintahkan dan koordinir untuk mencuri.
begitu juga dengan roh...
sekalipun Firman Tuhan berkata roh adalah penurut, tapi yang menurut Firman Tuhan bukanlah roh itu, manusia itulah yang memutuskan apakah menurut atau tidak.
jadi kusimpulkan, bukan daging yang berdosa dan bukan roh yang menjadi penurut.
tapi manusia itulah, Jiwa itulah yang memutuskan Menurut atau TIDAK.,
Dalam hal itu, @Sotardugur Parreva belum dapat menanggapi. @Sotardugur Parreva belum pernah merenungkan pembeda jiwa dan roh seseorang.

Ibr 8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
saya sangat mengimani Isi dalam Kisah Ibrani pasal 8.
ayat itu menjelaskan tentang Pelayanan Keimamatan di Perjanjian Lama yang sudah menjadi usang.. dimana dalam Perjanjian lama binatanglah yang dipersembahkan, tapi di perjanjian baru, Yesus Kristuslah Korban Kita, bukan Hanya itu, Dia pula Yang Menjadi Imam-Nya..
di Perjanjian Lama, manusia datang kepada Tuhan melalui Imam Imam, di Perjanjian Baru, Setiap manusia mempunyai Kesempatan datang langsung kepada Tuhan, melalui doa..
yang lama, Korban binatang sudah usang, dan tidak dipakai lagi, yang baru, dimana Kristus adalah Imam Besar Kita, yang mempersembahkan darah-Nya sendiri sebagai Korban Penebus Salah. adalah Kekal, dan berlaku bagi umat Tuhan.
Jadi kita harus belajar mengerti Konteks,, Kitab Ibrani, bukan mengatakan menghapus semua Kitab Perjanjian Lama, yang dihapus dan yang menjadi ussang, bukanlah seluruh Kitab Perjanjian Lama tapi merupakan Pelayanan Korban dan Kaabah yang korban-nya dari Binatang.
di Perjanjian Baru kita memiliki Korban yang seseungguhnya yaitu Yesus, Anak Domba Allah.
Menurut penangkapanku, jika hanya mengartikan atau menganalisis atau mencermati Ibr 8:1-13, penjelasan @Simatupang@123 cukup sinkron. Namun, jika ditilik dari Mat 5:17 bahwa Tuhan Yesus Kristus menggenapi hukum Taurat dan kitab para nabi, dan Luk 16:16 menyatakan hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes, dan Efe 2:15 menyatakan bahwa kematian Yesus membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, menurut pendapatku, yang tua dan usang bukan hanya Pelayanan Keimamatan dari Perjanjian Lama, melainkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.

SAMBUNGIN
« Last Edit: April 01, 2019, 02:46:21 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 11:54:53 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

menurut pendapatku, penempatan orang ke sorga atau ke neraka, itu terjadi pada akhir zaman.
Tidak kutemukan indikator bahwa Luk 16:19-31 itu bercerita tentang sorga atau neraka. Apabila @Simatupang@123 menemukan indikatornya, beritahu, agar menjadi pengetahuan bersama.
Agar tidak diganggu gugat, berikan penjelasan yang tidak terbantahkan.
ada pesan yang yang penting dari Lukas 16 tersebut.
Pesannya adalah:
Segala sesuatu yang kita perbuat di bumi ini, apakah baik atau jahat akan memperoleh upah masing masing...
cukup sampai disitu, jangan menafsirkan lebih jauh atau, jangan berspekulasi terlalu jauh, sampai sampai membuat suatu ajaran atau doktrin dari perumpamaan itu...
Lhoh, apakah interaksi atau komunikasi antara orang kaya dan Abraham (sama-sama orang yang sudah mati fisik itu) tidak berarti apa-apa di pemahaman @Simatupang@123? Apakah menurut @Simatupang@123, Tuhan Yesus Kristus memberikan perumpamaan itu hanya untuk menggambarkan upah perbuatan selama hidup di dunia?
Menurut pemahamanku, gambaran interaksi orang kaya dan Abraham itu, ditambah dengan Yesus Kristus selama di alam maut pergi menginjili orang-orang yang sudah mati (diwakili oleh orang yang mati oleh air bah di zaman Nuh), menginformasikan bahwa ada kehidupan di alam maut, sebelum tiba penghakiman terakhir. Kita tidak harus sependapat dalam hal itu. Namun, pemahamanku sudah kuberitahu dengan alasan mengapa @Sotardugur Parreva  memahami seperti itu.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 01, 2019, 09:19:08 AM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1636
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ditambah lagi, Yesus Kristus tidak menulis, meninggalkan , mengirimkan atau memerintahkan rasul menuliskan Scriptura, ...
tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yg akan diutus oleh Bapa dlm nama-Ku,
Dialah yg akan mengajarkan segala sesuatu kpd-mu dan akan mengingatkan kamu
akan semua yg telah Kukatakan kpd-mu.[Yoh 14:26]

Salam Damai!
« Last Edit: April 01, 2019, 12:48:46 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
April 01, 2019, 01:29:30 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2522
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yg akan diutus oleh Bapa dlm nama-Ku,
Dialah yg akan mengajarkan segala sesuatu kpd-mu dan akan mengingatkan kamu
akan semua yg telah Kukatakan kpd-mu.[Yoh 14:26]

Salam Damai!

Puji Tuhan Brader @Maren..

ROH KUDUS akan mengajar dan MENGINGATKAN semua yang TELAH dikatakan Tuhan kepada kita.

segala sesuatu yang TELAH dikatakan Tuhan adalah Firman Tuhan. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru..

ROH KUDUS tidak akan mengatakan dan mengajarkan sesuatu yang baru dari apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan.

jika ada sesuatu yang baru dan berlawanan dengan apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan. kita harus berani menolaknya, karena sudah pasti ajaran tersebut sumbernya bukanlah dari Tuhan.

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 01, 2019, 04:06:04 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3028
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ijin nimbrung.

Tapi bukan untuk menanggapi yang ditulis merah.

...
jika ada sesuatu yang baru dan berlawanan dengan apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan. kita harus berani menolaknya, karena sudah pasti ajaran tersebut sumbernya bukanlah dari Tuhan.
Pada prinsipnya, @Sotardugur Parreva setuju menolak ajaran yang bertentangan atau berlawanan dengan hal yang diajarkan Yesus Kristus.
Karena percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang pada Mat 28:18-20 mengatakan kepada 11 rasul, agar rasul mengajar jemaat Kristus melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan Tuhan Yesus Kristus kepada rasul, dan rasul diminta menyadari bahwa Tuhan Yesus senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman, maka kumaknai:
1. Pihak yang memiliki kompetensi mengajar jemaat Kristus ialah rasul;
2. Hal yang diajarkan rasul kepada jemaat Kristus adalah segala sesuatu yang telah diperintahkan Tuhan Yesus Kristus;
3. Rasul senantiasa disertai oleh Tuhan Yesus Kristus sampai kepada akhir zaman;
4. Terkait adanya atau banyaknya hal yang harus namun belum dikatakan Tuhan Yesus Kristus (Yoh 16:12), itu semua dikatakan Tuhan Yesus Kristus kepada rasul saat penyertaan Tuhan Yesus Kristus kepada rasul;
5. Mengingat penyertaan Yesus Kristus kepada rasul dilakukan senantiasa sampai kepada akhir zaman, mengindikasikan bahwa penerus rasul juga disertai. Kerasulan akan sinambung terus -menerus sampai kepada akhir zaman;
6. Mengingat pemilihan Matias meneruskan kerasulan Yudas Iskariot [Matias dipilih menggantikan Yudas
(Kis 1:15-26)] , kutangkap, kerasulan diteruskan dengan model seperti itu (penerus rasul dipilih dari orang yang memang sudah mengikuti kelompok yang dipimpin Tuhan Yesus Kristus);

Dengan demikian, sebagai awam, mungkin saja seseorang memandang bahwa rasul (penerus rasul) mengajarkan hal yang baru (yang tadinya belum dikatakan sehingga belum tercatat di Alkitab), disimpulkan sebagai hal yang berlawanan dengan apa yang telah dikatakan Tuhan Yesus Kristus. Dalam hal seperti itu, si penyimpul harus dapat menunjukkan bukti tidak terbantahkan, bahwa hal baru itu memang berlawanan dengan yang sudah dikatakan Tuhan Yesus Kristus, bukan sekedar berbeda. Jika hanya menyatakannya sebagai hal yang berlawanan, padahal, hanya berbeda, namun tidak bertentangan, tanpa mengajukan bukti berlawanannya, yang begitu btidak berterima di nalarku.

Dengan mempercayai Bapa, Anak, dan ROH KUDUS adalah Tuhan, maka hal yang diajarkan ROH KUDUS adalah sama dengan hal yang diajarkan Yesus Kristus. Maka, walaupun redaksi hal yang disampaikan ROH KUDUS berbeda dari redaksi hal yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus, intinya mustahil bertentangan.
Selain itu, kupikir, para anggota jemaat Kristus perlu juga menyadari bahwa tidak semua anggota jemaat memiliki hak mengajarkan segala sesuatu yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus. Meski tidak dikatakan Yesus Kristus begitu itu, dari pemberian kewenangan mengajar pada Mat 28:16-20 sudah membuktikannya. Walaupun Matias dan Barsabas (kandidat penerus kerasulan Yudas Iskariot), sudah mengikuti kelompok 13 sejak pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, mereka tidak serta-merta dihitung sebagai rasul. Matias terpilih melalui pemilihan untuk meneruskan kerasulan Yudas Iskariot.

Salam damai (tanpa pentung).
« Last Edit: April 02, 2019, 01:26:13 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)