Author Topic: Doa Bapa kami..  (Read 1936 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 01, 2019, 12:18:52 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Semua gereja Mainstream yg ada di Indonesia dan khususnya Gereja Katholik dan semua denom yg tergabung dalam Protestan, pasti memahami tentang “Doa Bapa kami” yg diajarkan oleh Tuhan Yesus tersebut, sebab doa tersebut sudah menjadi “bagian dari tata ibadah gereja”.

Namun disini, saya tidak bermaksut mengangkat topik ini untuk menjadi suatu perdebatan, tetapi saya mengangkat topik ini, untuk memberikan masukan dan koreksi.

FT berkata.. agar kita anak2 Tuhan, untuk senantiasa meminta pada Allah, melalui perantara anak - Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.

Nah, dalam setiap pelaksanaan “Doa Bapa kami tersebut”, MENURUT  SAYA, ada satu hal penting yg menjadi “kekurangan” dari Doa tersebut, yaitu “Penutup Doa”.

Doa Bapa kami tersebut, ditutup dengan kalimat:

(1). Katholik.. sebab Engkaulah  Raja  yg mulia dan berkuasa untuk selama - lamanya. -Amin-

(2). Protestan..karena Engkaulah yg empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama - lamanya. -Amin-

Nah, jika kita mengacu pada apa yg diajarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa “tidak ada satupun yg sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus”, maka Doa Bapa Kami yg “diucapkan” tersebut diatas, “Tidak pernah sampai kepada Bapa”.

Mengapa ?

Sebab Doa Bapa kami itu, adalah “Doa secara langsung pada Bapa, tanpa melalui Yesus”, sehingga agar Doa Bapa Kami itu “sampai kepada Bapa”, saya “menyarankan” supaya dalam setiap Doa Bapa Kami tersebut, “SEBELUM” perkataan “AMIN”, maka ditambahi perkataan .. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -AMIN-

Sehingga, kalimat terakhir pada Doa Bapa Kami tersebut adalah:

(1). Katolik .. sebab Engkaulah .. untuk selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -Amin-.

(2). Protestan..karena Engkaulah .. sampai selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, saya/kami berdoa. -Amin-

Nah, masukan ini “hanya sebagai saran”, dan bukan untuk diperdebatkan.


Jbu..
March 01, 2019, 12:28:58 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 481
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yesus sudah tidak ada di bumi Bro. sudah diganti oleh ROH KUDUS, jangan dilewatkan.

Sudah dapat baptisan ROH KUDUS kah ? 

Mengapa anda memposting di forum untuk non Kristen ???
March 02, 2019, 10:36:39 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Yesus sudah tidak ada di bumi Bro. sudah diganti oleh ROH KUDUS, jangan dilewatkan.

Sudah dapat baptisan ROH KUDUS kah ? 

Mengapa anda memposting di forum untuk non Kristen ???
Untuk pertanyaan anda yg ketiga, begini saudara ku.. dahulu saya pernah “ditegur” oleh moderator, agar tidak membuat topik di board “Kristen”, karena “mungkin” .. topik2 yg saya angkat, memiliki banyak “perbedaan” dgn pemahaman gereja Mainstream yg ada, tetapi walaupun demikian, saya masih mau “menanggapi” topik2 di board Kristen, sehingga saya putuskan.. agar tidak melanggar “aturan2” yg telah ditetapkan oleh moderator, maka saya memutuskan, untuk mengangkat topik2 diskusi di board “non Kristen” ini.

Masalah Babtisan ROH KUDUS.. Puji Tuhan Yesus.. saya sudah sering mendapat kasih karunia - Nya, untuk melihat “kemuliaan -Nya”, baik secara langsung ataupun melalui visi2 yg saya terima.

Saudara ku .. dahulu, saya tidak mengenal kebenaran Kristus, Tapi Kristus “menjebak dan menangkap” saya dgn heran, sehingga hidup saya sekarang, senantiasa saya usahakan hanya untuk alatnya (hidup ku, bukannya aku lagi).

Jadi saudara ku, kalau Paulus merasa sebagai “rasul yg paling hina”, maka jujur saya katakan, saya adalah “manusia yg paling hina”, karena itulah .. saya merasa “tidak layak disebut” anak - Nya, dan yg pantas bagi saya, saya “hanya” alat - Nya saja dan tidak lebih.

Serta yg terakhir saudara ku .. Kita orang2 percaya, tidak pernah ditinggalkan Yesus, sebab ROH KUDUS itu adalah “Roh Kristus” sendiri, dan jika Adam hidup karena “Karena Nafas Hidup” yg berasal dari Allah, sehingga menjadikan Adam menjadi mahluk yg hidup, maka setiap orang yg percaya, akan diberikan “Roh Kristus” sbg pengganti “Nafas Hidup”, untuk menjadikan orang2 percaya itu menjadi roh2 yg hidup dalam tubuh baru mereka di Era Kebangkitan.


Jadi, sekalipun kita sudah “dibabtis” oleh ROH KUDUS, maka ajaran Doa Bapa Kami yg diajarkan Yesus itu, tidak boleh untuk dilupakan, sebab itu adalah “Salah - satu Ajaran Tuhan Yesus”.

Jbu
March 02, 2019, 11:59:08 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Semua gereja Mainstream yg ada di Indonesia dan khususnya Gereja Katholik dan semua denom yg tergabung dalam Protestan, pasti memahami tentang “Doa Bapa kami” yg diajarkan oleh Tuhan Yesus tersebut, sebab doa tersebut sudah menjadi “bagian dari tata ibadah gereja”.

Namun disini, saya tidak bermaksut mengangkat topik ini untuk menjadi suatu perdebatan, tetapi saya mengangkat topik ini, untuk memberikan masukan dan koreksi.

FT berkata.. agar kita anak2 Tuhan, untuk senantiasa meminta pada Allah, melalui perantara anak - Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.

bagian penutup sering disebut doksologi. Banyak variasi ..tp intinya sama.
Versi Katolik
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan ROH KUDUS.
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin

Versi Ortodoks
Terpujilah Allah sekarang hingga selama-lamanya,
dan sampai ke segala zaman. Amin.

Versi Anglikan
Terpujilah Allah Bapa dan Allah Anak
dan Allah ROH KUDUS;
Dari semula hingga sekarang
sampai selama-lamanya.
Amin.




Nah, dalam setiap pelaksanaan “Doa Bapa kami tersebut”, MENURUT  SAYA, ada satu hal penting yg menjadi “kekurangan” dari Doa tersebut, yaitu “Penutup Doa”.



Sehingga, kalimat terakhir pada Doa Bapa Kami tersebut adalah:

(1). Katolik .. sebab Engkaulah .. untuk selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -Amin-.

(2). Protestan..karena Engkaulah .. sampai selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, saya/kami berdoa. -Amin-

Nah, masukan ini “hanya sebagai saran”, dan bukan untuk diperdebatkan.


Jbu..

ya boleh boleh saja krn Doa Bapa Kami tidak bersifat kaku ( jadi fleksibel) .
Tapi kalo di gereja kami pemimpin kebaktian biasanya  berdoa dan ditutup dengan Doa Bapa Kami . Doa Bapa Kami itu bisa diucapkan atau dinyanyikan.
Kira kira begini : .... Di dalam Nama Tuhan Yesus yang telah mengajar kami berdoa ... DOA BAPA KAMI ( bisa dinyanyikan atau diucapkan )



"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
March 02, 2019, 12:35:54 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
bagian penutup sering disebut doksologi. Banyak variasi ..tp intinya sama.
Versi Katolik
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan ROH KUDUS.
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin

Versi Ortodoks
Terpujilah Allah sekarang hingga selama-lamanya,
dan sampai ke segala zaman. Amin.

Versi Anglikan
Terpujilah Allah Bapa dan Allah Anak
dan Allah ROH KUDUS;
Dari semula hingga sekarang
sampai selama-lamanya.
Amin.




ya boleh boleh saja krn Doa Bapa Kami tidak bersifat kaku ( jadi fleksibel) .
Tapi kalo di gereja kami pemimpin kebaktian biasanya  berdoa dan ditutup dengan Doa Bapa Kami . Doa Bapa Kami itu bisa diucapkan atau dinyanyikan.
Kira kira begini : .... Di dalam Nama Tuhan Yesus yang telah mengajar kami berdoa ... DOA BAPA KAMI ( bisa dinyanyikan atau diucapkan )
Sudah seharusnya demikian, bahwa semua doa (termasuk doa bapa kami), harus dibuka atau ditutup dalam Nama Tuhan Yesus, agar doa itu sampai kepada Bapa.

Mantappppp ... sis...

Jbu
March 02, 2019, 12:55:29 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Sudah seharusnya demikian, bahwa semua doa (termasuk doa bapa kami), harus dibuka atau ditutup dalam Nama Tuhan Yesus, agar doa itu sampai kepada Bapa.

Mantappppp ... sis...

Jbu

 :afro: ok Bro .
saya laki laki.
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
March 02, 2019, 02:08:24 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1586
Dasar Asumsi Ngarang sendiri...lalu ambil Kesimpulan sendiri menurut seleranya...Yuuuukkkkk kita nonton ajaaa filmnya.....

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
March 04, 2019, 01:51:02 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
:afro: ok Bro .
saya laki laki.
Maaf, saya pikir anda wanita.. salam kenal bro ..
March 04, 2019, 10:43:41 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1829
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Mengapa ?
Sebab Doa Bapa kami itu, adalah “Doa secara langsung pada Bapa, tanpa melalui Yesus”, sehingga agar Doa Bapa Kami itu “sampai kepada Bapa”, saya “menyarankan” supaya dalam setiap Doa Bapa Kami tersebut, “SEBELUM” perkataan “AMIN”, maka ditambahi perkataan .. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -AMIN-
Apa nggak terlalu manis, tuh, Bro!
Sebab Yesus tidak berkata2 dr diri-Nya sendiri
Tetapi apa yg dikatakan oleh Bapa itu yg dikatakan Yesus.
Jadi formula perkataan "Doa Bapa kami" itu adalah dr Bapa.

Salam Damai!
« Last Edit: March 04, 2019, 12:31:07 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 04, 2019, 01:16:35 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Denominasi: Protestan
Untuk pertanyaan anda yg ketiga, begini saudara ku.. dahulu saya pernah “ditegur” oleh moderator, agar tidak membuat topik di board “Kristen”, karena “mungkin” .. topik2 yg saya angkat, memiliki banyak “perbedaan” dgn pemahaman gereja Mainstream yg ada, tetapi walaupun demikian, saya masih mau “menanggapi” topik2 di board Kristen, sehingga saya putuskan.. agar tidak melanggar “aturan2” yg telah ditetapkan oleh moderator, maka saya memutuskan, untuk mengangkat topik2 diskusi di board “non Kristen” ini.

Masalah Babtisan ROH KUDUS.. Puji Tuhan Yesus.. saya sudah sering mendapat kasih karunia - Nya, untuk melihat “kemuliaan -Nya”, baik secara langsung ataupun melalui visi2 yg saya terima.

Saudara ku .. dahulu, saya tidak mengenal kebenaran Kristus, Tapi Kristus “menjebak dan menangkap” saya dgn heran, sehingga hidup saya sekarang, senantiasa saya usahakan hanya untuk alatnya (hidup ku, bukannya aku lagi).

Jadi saudara ku, kalau Paulus merasa sebagai “rasul yg paling hina”, maka jujur saya katakan, saya adalah “manusia yg paling hina”, karena itulah .. saya merasa “tidak layak disebut” anak - Nya, dan yg pantas bagi saya, saya “hanya” alat - Nya saja dan tidak lebih.

Serta yg terakhir saudara ku .. Kita orang2 percaya, tidak pernah ditinggalkan Yesus, sebab ROH KUDUS itu adalah “Roh Kristus” sendiri, dan jika Adam hidup karena “Karena Nafas Hidup” yg berasal dari Allah, sehingga menjadikan Adam menjadi mahluk yg hidup, maka setiap orang yg percaya, akan diberikan “Roh Kristus” sbg pengganti “Nafas Hidup”, untuk menjadikan orang2 percaya itu menjadi roh2 yg hidup dalam tubuh baru mereka di Era Kebangkitan.


Jadi, sekalipun kita sudah “dibabtis” oleh ROH KUDUS, maka ajaran Doa Bapa Kami yg diajarkan Yesus itu, tidak boleh untuk dilupakan, sebab itu adalah “Salah - satu Ajaran Tuhan Yesus”.

Jbu

Roh Kristus artinya ROH KUDUS yang diutus oleh Kristus dan itu berbeda dengan oknum Kristus dan Allah Bapa.

Ecclesia Semper Reformanda Est
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)