Author Topic: Doa Bapa kami..  (Read 2361 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 04, 2019, 03:11:48 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Roh Kristus artinya ROH KUDUS yang diutus oleh Kristus dan itu berbeda dengan oknum Kristus dan Allah Bapa.
Maaf saudara ku..

Respon anda diatas, mungkin bukan di topik sini, karena topik ini cuma masukan tentang praktik “doa bapa kami tersebut”.

Atau anda menginginkan saya untuk merespon, sekalipun kita OOT.

Jbu
March 04, 2019, 04:51:04 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2408
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Apa nggak terlalu manis, tuh, Bro!
Sebab Yesus tidak berkata2 dr diri-Nya sendiri
Tetapi apa yg dikatakan oleh Bapa itu yg dikatakan Yesus.
Jadi formula perkataan "Doa Bapa kami" itu adalah dr Bapa.
Memang doa org2 pinter itu manis2
Atau mungkin di-manis2-kan spy ...

Doa org sederhana itu asal ceplos
Tapi Yesus menanggapinya juga

Misalnya:
Setelah tahu yg sedang lewat itu rombongan Yesus
Maka ia berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
"Hushh, jangan ribut!", kata org banyak yg ada di situ
Tapi ia makin berteriak minta perhatian dari Yesus
Lalu Yesus iba, matanya dicelikkan, mata temannya pun
[Mat 20:29-34]

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 04, 2019, 11:28:31 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3952
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Semua gereja Mainstream yg ada di Indonesia dan khususnya Gereja Katholik dan semua denom yg tergabung dalam Protestan, pasti memahami tentang “Doa Bapa kami” yg diajarkan oleh Tuhan Yesus tersebut, sebab doa tersebut sudah menjadi “bagian dari tata ibadah gereja”.

Namun disini, saya tidak bermaksut mengangkat topik ini untuk menjadi suatu perdebatan, tetapi saya mengangkat topik ini, untuk memberikan masukan dan koreksi.

FT berkata.. agar kita anak2 Tuhan, untuk senantiasa meminta pada Allah, melalui perantara anak - Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.

Nah, dalam setiap pelaksanaan “Doa Bapa kami tersebut”, MENURUT  SAYA, ada satu hal penting yg menjadi “kekurangan” dari Doa tersebut, yaitu “Penutup Doa”.

Doa Bapa kami tersebut, ditutup dengan kalimat:

(1). Katholik.. sebab Engkaulah  Raja  yg mulia dan berkuasa untuk selama - lamanya. -Amin-

(2). Protestan..karena Engkaulah yg empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama - lamanya. -Amin-

Nah, jika kita mengacu pada apa yg diajarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa “tidak ada satupun yg sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus”, maka Doa Bapa Kami yg “diucapkan” tersebut diatas, “Tidak pernah sampai kepada Bapa”.

Mengapa ?

Sebab Doa Bapa kami itu, adalah “Doa secara langsung pada Bapa, tanpa melalui Yesus”, sehingga agar Doa Bapa Kami itu “sampai kepada Bapa”, saya “menyarankan” supaya dalam setiap Doa Bapa Kami tersebut, “SEBELUM” perkataan “AMIN”, maka ditambahi perkataan .. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -AMIN-

Sehingga, kalimat terakhir pada Doa Bapa Kami tersebut adalah:

(1). Katolik .. sebab Engkaulah .. untuk selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -Amin-.

(2). Protestan..karena Engkaulah .. sampai selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, saya/kami berdoa. -Amin-

Nah, masukan ini “hanya sebagai saran”, dan bukan untuk diperdebatkan.


Jbu..
Upss... trit Anda ini mengingatkanku kepada seorang yang datang dari gua tanpa saksi menyatakan diri sebagai alat (disuruh) menyampaikan pesan Tuhan. Aneh, doa yang dinamai Doa Bapa Kami oleh Kristen adalah doa yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus, dan itu hendak Anda edit.
Anda Ruarr biyasah.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 05, 2019, 11:56:55 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
Nah, masukan ini “hanya sebagai saran”, dan bukan untuk diperdebatkan.
Barusan baca baca di internet....  menurut saya, yang mao pake tambahan kalimat ini-itu pada doa Bapa Kami, boleh boleh aja.

Dari internet ketauan bahwa setelah kalimat "lead us not into temptation, but deliver us from evil", kalimat selanjutnya yg berupa ungu adalah TAMBAHAN.

Quote
(1). Katolik ..
sebab Engkaulah .. untuk selama - lamanya.

(2). Protestan..
karena Engkaulah .. sampai selama - lamanya.


Quote
Certain Protestant and Eastern Orthodox Bibles include these words as part of the Our Father. Catholic Bibles do not.

Catholics do not believe that the words were part of this most perfect prayer Jesus gave to his disciples. Also, the Church does not believe that the phrase (or doxology) was part of the early Scriptures.

The Roman Missal of the 1950s and ’60s omitted the doxology as part of the liturgy.


Namun, walopun dulu bold, blakangan terjadi kayak gini :

Quote
In 1970, Blessed Pope Paul VI added the doxology, the verbiage differing slightly from the Protestant Bible, into the Mass


Penutup dari artikel :
Quote
The Church of the West long ago concluded that the doxology is not part of the Our Father prayer and has resisted making it such. It is, however, currently included as words of praise following and separate from the Our Father during the Communion rite of the Mass


DULU:
Doa Bapa Kami aplikasinya tidak ada nambah kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil

alesan:
Karena MENURUT YANG KITA PERCAYAI, kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil tidak ada di original textnya.


BLAKANGAN:
Doa Bapa Kami aplikasinya ada nambah kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil, yakni kalimat “Deliver us Lord, we pray, from every evil, graciously grant peace in our days, that by the help of your mercy, we may be always free from sin and safe from all distress, as we await the blessed hope and the coming of our Savior, Jesus Christ.”

sumber:
http://www.osvnews.com/2017/10/25/the-our-father-and-the-doxology/
https://en.wikipedia.org/wiki/Lord%27s_Prayer



btw,
Quote
"Our Father which art in heaven" (אבינו שבשמים, Avinu shebashamayim) is the beginning of many Hebrew prayers.


So, kalimat berbahasa Ibrani "Aviinu Shebashamayim", secara makna pengertiannya - ini udah duluan nongol sebagai bagian dari doa orang Yahudi SEBELUM disaat Yesus berkata "Our Father which art in heaven" in whatever language ketika Yesus berkata kalimat tsb.
« Last Edit: March 05, 2019, 11:59:24 AM by odading »
March 05, 2019, 12:46:46 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 851
  • Gender: Male
  • Denominasi: pro-testan
Betul sekali bro Oda.

Doa Bapa Kami bukan mantra , tapi pola ,..jadi tidak kaku.

DOA BAPA KAMI
JANGAN katakan BAPA,
Jika kamu tidak berlaku sebagai 'anak' setiap hari.

JANGAN katakan KAMI,
Jika hidupmu penuh dengan 'egois'.

JANGAN katakan YANG ADA DI SURGA,
Jika yang kamu pikirkan adalah 'perkara duniawi' saja.

JANGAN katakan DIMULIAKAN NAMAMU,
Jika kamu tidak 'menghormati dan memuliakan' Allah sebagaimana mestinya.

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU,
Jika yang kau obsesikan hanyalah 'keberhasilan duniawi' saja.

JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU,
Jika yang kamu lakukan hanyalah 'yang kamu inginkan'.

JANGAN katakan BERILAH KAMI REJEKI,
Jika kamu tidak 'peduli' terhadap orang yang sedang kesusahan.

JANGAN katakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI,
Jika kamu masih menyimpan 'dendam' dengan orang lain.

JANGAN katakan JANGAN MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN,
Jika kamu tidak berniat 'berhenti berbuat dosa dan bertobat'.

JANGAN katakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT,
Jika kamu sungguh - sungguh tidak tegas 'menolak kejahatan'.

JANGAN katakan AMIN,
Jika kamu 'tidak sungguh - sungguh dengan doa BAPA KAMI' ini.

God Bless
"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
March 05, 2019, 01:28:28 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3952
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Barusan baca baca di internet....  menurut saya, yang mao pake tambahan kalimat ini-itu pada doa Bapa Kami, boleh boleh aja.

Dari internet ketauan bahwa setelah kalimat "lead us not into temptation, but deliver us from evil", kalimat selanjutnya yg berupa ungu adalah TAMBAHAN.

Namun, walopun dulu bold, blakangan terjadi kayak gini :

Penutup dari artikel :
DULU:
Doa Bapa Kami aplikasinya tidak ada nambah kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil

alesan:
Karena MENURUT YANG KITA PERCAYAI, kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil tidak ada di original textnya.


BLAKANGAN:
Doa Bapa Kami aplikasinya ada nambah kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil, yakni kalimat “Deliver us Lord, we pray, from every evil, graciously grant peace in our days, that by the help of your mercy, we may be always free from sin and safe from all distress, as we await the blessed hope and the coming of our Savior, Jesus Christ.”

sumber:
http://www.osvnews.com/2017/10/25/the-our-father-and-the-doxology/
https://en.wikipedia.org/wiki/Lord%27s_Prayer



btw,
So, kalimat berbahasa Ibrani "Aviinu Shebashamayim", secara makna pengertiannya - ini udah duluan nongol sebagai bagian dari doa orang Yahudi SEBELUM disaat Yesus berkata "Our Father which art in heaven" in whatever language ketika Yesus berkata kalimat tsb.
Setuju.

Namun, jika hendak merubah sesuatu yang sudah lazim, dan hasil perubahan itu diberlakukan meluas secara umum, menurut pendapatku, perlu rembuk internasional. Mustahil karena mengingat kelompok-kelompok yang menamakan diri kelompok pengikut Kristus yang eksis sekarang sedemikian banyak, yang suka-tidak suka, terang-terangan atau tersembunyi, masing-masing saling 'mengkafirkan' dalam kadar yang berbeda-beda.

Nah, menurut pendapatku, jika TS hendak merevisi format Doa Bapa Kami yang sudah dilafaskan berabad-abad, silahkan saja untuk dirinya atau kelompoknya sendiri. Tidak bermanfaat mengemukakan hal itu di tengah khalayak dari berbagai latar.

Karena TS mengubah ini:
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
menjadi ini:
...
Nah, jika kita mengacu pada apa yg diajarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa “tidak ada satupun yg sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus”, maka Doa Bapa Kami yg “diucapkan” tersebut diatas, “Tidak pernah sampai kepada Bapa”. ...

menurut pendapatku, TS mengidap karakter penyesat, bukan seperti karakter nama pilihannya.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 05, 2019, 01:32:21 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Betul sekali bro Oda.

Doa Bapa Kami bukan mantra , tapi pola ,..jadi tidak kaku.

DOA BAPA KAMI
JANGAN katakan BAPA,
Jika kamu tidak berlaku sebagai 'anak' setiap hari.

JANGAN katakan KAMI,
Jika hidupmu penuh dengan 'egois'.

JANGAN katakan YANG ADA DI SURGA,
Jika yang kamu pikirkan adalah 'perkara duniawi' saja.

JANGAN katakan DIMULIAKAN NAMAMU,
Jika kamu tidak 'menghormati dan memuliakan' Allah sebagaimana mestinya.

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU,
Jika yang kau obsesikan hanyalah 'keberhasilan duniawi' saja.

JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU,
Jika yang kamu lakukan hanyalah 'yang kamu inginkan'.

JANGAN katakan BERILAH KAMI REJEKI,
Jika kamu tidak 'peduli' terhadap orang yang sedang kesusahan.

JANGAN katakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI,
Jika kamu masih menyimpan 'dendam' dengan orang lain.

JANGAN katakan JANGAN MASUKKAN KAMI KE DALAM PENCOBAAN,
Jika kamu tidak berniat 'berhenti berbuat dosa dan bertobat'.

JANGAN katakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT,
Jika kamu sungguh - sungguh tidak tegas 'menolak kejahatan'.

JANGAN katakan AMIN,
Jika kamu 'tidak sungguh - sungguh dengan doa BAPA KAMI' ini.

God Bless
:afro: :afro: :afro:

Salam Damai...
Tuhan Memberkati...
March 05, 2019, 01:39:55 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Semua gereja Mainstream yg ada di Indonesia dan khususnya Gereja Katholik dan semua denom yg tergabung dalam Protestan, pasti memahami tentang “Doa Bapa kami” yg diajarkan oleh Tuhan Yesus tersebut, sebab doa tersebut sudah menjadi “bagian dari tata ibadah gereja”.

Namun disini, saya tidak bermaksut mengangkat topik ini untuk menjadi suatu perdebatan, tetapi saya mengangkat topik ini, untuk memberikan masukan dan koreksi.

FT berkata.. agar kita anak2 Tuhan, untuk senantiasa meminta pada Allah, melalui perantara anak - Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.

Nah, dalam setiap pelaksanaan “Doa Bapa kami tersebut”, MENURUT  SAYA, ada satu hal penting yg menjadi “kekurangan” dari Doa tersebut, yaitu “Penutup Doa”.

Doa Bapa kami tersebut, ditutup dengan kalimat:

(1). Katholik.. sebab Engkaulah  Raja  yg mulia dan berkuasa untuk selama - lamanya. -Amin-

(2). Protestan..karena Engkaulah yg empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama - lamanya. -Amin-

Nah, jika kita mengacu pada apa yg diajarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa “tidak ada satupun yg sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus”, maka Doa Bapa Kami yg “diucapkan” tersebut diatas, “Tidak pernah sampai kepada Bapa”.

Mengapa ?

Sebab Doa Bapa kami itu, adalah “Doa secara langsung pada Bapa, tanpa melalui Yesus”, sehingga agar Doa Bapa Kami itu “sampai kepada Bapa”, saya “menyarankan” supaya dalam setiap Doa Bapa Kami tersebut, “SEBELUM” perkataan “AMIN”, maka ditambahi perkataan .. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -AMIN-

Sehingga, kalimat terakhir pada Doa Bapa Kami tersebut adalah:

(1). Katolik .. sebab Engkaulah .. untuk selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, Saya/Kami berdoa. -Amin-.

(2). Protestan..karena Engkaulah .. sampai selama - lamanya. Dalam Nama Tuhan Yesus, saya/kami berdoa. -Amin-

Nah, masukan ini “hanya sebagai saran”, dan bukan untuk diperdebatkan.


Jbu..
Bro, Sebaiknya hal ini bro simpan di dalam Diary pribadi aja ya....Ga usah dipublikasikan disini...Percuma, Ga ngaruh juga Bro....Saya kasihan aja bro udah capek" ngetik, sok yakin...eh yang ada nanti dapat tanggapan yang ga sesuai keinginan Bro....Ntar khan Bro lama" bisa jadi stress....ini "jualan" kok susah amat lakunya... ;D ;D ;D

GBU Bro....
March 05, 2019, 03:13:15 PM
Reply #18
March 05, 2019, 03:17:30 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
jika hendak merubah sesuatu yang sudah lazim, dan hasil perubahan itu diberlakukan meluas secara umum, menurut pendapatku, perlu rembuk internasional.
Sependapat.

Bisa bisa nanti orang geger pabila yg berdiri di mimbar nylonong sendirian nambah kalimat setelah kalimat lead us not into temptation, but deliver us from evil ketika berdoa Bapa Kami bersama dengan yang duduk didepan mimbar.

Dengan kata laen,
orang2 yg duduk didepan mimbar udah nyampe ngomong "amin"
beberapa detik kemudian barulah terdengar yg di mimbar ngomong "amin".
Vice-versa.

:D
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)