Author Topic: Kuasa Tuhan atas awan di langit  (Read 158 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 18, 2019, 11:14:17 AM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Interdenominasi
Shalom teman-teman semuanya.

Kali ini Nidus mau berbagi kesaksian tentang apa yang Nidus alami tentang kuasa Tuhan.
Pagi ini tanggal 18 Maret 2019 kalender Masehi atau sama saja dengan tanggal ke-12 bulan ke-13 tahun ke-6005 kalender Suryachandra, Nidus naik ke sotoh rumah Nidus untuk melihat langit dan melakukan perenungan.

Saat diatas sotoh sambil melihat langit itu, Nidus memikirkan dan merenungkan bilamana rapture atau pengangkatan akan terjadi. Seperti kita tau bahwa pada saat rapture / pengangkatan, kita sebagai mempelai Kristus akan bertemu dengan Juruselamat kita yaitu Yesus Kristus Tuhan di awan-awan.

Ajaibnya setiap hari gumpalan awan-awan itu muncul entah dari mana datangnya dan kadang menghilang entah kemana. Nidus memperhatikan bahwa awan-awan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain di langit mengikuti arah pergerakan angin. Sungguh luarbiasa untuk menyadari bahwa Tuhanlah yang telah sedemikian rupa mengatur alam ini.

Pagi itu beberapa gumpal awan mengisi langit diatas rumah Nidus, ada yang besar, sedang, ada juga yang kecil. Nidus sedang melihat mereka untuk mengamat-amatinya. Kemudian dalam hati Nidus terbersit kalimat bahwa "Tuhan engkau berkuasa atas semuanya", lalu Nidus berpikir bahwa Tuhan dapat memunculkan awan-awan dan menghilangkan awan-awan ini dengan mudah tentunya. Satu hal yang kemudian terbersit juga dalam hati Nidus adalah, "Tuhan, sekiranya Engkau menguatkan imanku bahwa Engkau benar-benar berkuasa atas awan-awan ini, tentunya Engkau yang bisa memunculkan awan ini, bisa juga menghilangkanya dengan cepat". Tuhan tau maksud Nidus bahwa Nidus ingin melihat kuasa Tuhan di depan mata Nidus supaya iman Nidus dikuatkan (berkenaan dengan rapture). Ia kemudian dengan segera menaruh kata-kata ini dalam hati Nidus "jika kamu nanti sudah melihat, maka bukan lagi iman namanya". Nidus sempat tertegun dengan kalimat itu. Pikir Nidus "mungkin kali ini Nidus meminta suatu hal yang salah kepada Tuhan", karena pikir Nidus, iman Nidus justru akan hilang nantinya setelah melihat kuasa Tuhan itu. Tapi Tuhan kemudian tetap mengarahkan pandangan Nidus kepada satu gumpal awan yang ada di hadapan Nidus kataNya "Perhatikan awan yang itu". Ada banyak gumpalan awan di langit, namun satu gumpal awan yang difokuskan ke mata Nidus, cukup besar. Nidus terus mengamati sekiranya Tuhan akan mendemonstrasikan kuasaNya di depan mata Nidus atas segumpal awan itu.

Sembari mengamati segumpal awan itu yang terlihat mulai kehilangan bagian bawahnya, Nidus merenungkan soal kata-kata "bukan iman lagi namanya kalau sudah melihat" . Kemudian Nidus menjadi mengerti bahwa iman itu diperhitungkan sebagai iman oleh Tuhan sampai sebelum iman itu menjadi nyata.

seperti dikatakan Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Karena begitu iman itu sudah menjadi nyata dan seseorang sudah melihatnya, maka bukan lagi iman saja namanya, melainkan kebenaran yang nyata oleh iman. Demikian orang yang telah melihat kenyataan dari iman tersebut wajib untuk ber-saksi tentang kebenaran, supaya timbul iman juga bagi mereka yang mendengar kesaksian itu. Nidus menjadi mengerti bahwa bukan hanya supaya iman menjadi kuat saat kita boleh melihat kebenaran, tapi supaya kita bersaksi akan kebenaran sehingga orang lain yang mendengar kebenaran itu akan dikuatkan juga imanya, sebelum pada saatnya mereka juga dapat melihat kebenaran dan menyaksikanya sendiri.
Tidak ada lima menit teman-teman sekalian, segumpal awan yang Nidus fokuskan telah hilang dari langit, namun awan-awan yang lain masih tetap utuh.

Demikianlah Nidus bersaksi bahwa Tuhan berkuasa atas awan-awan di langit, untuk memunculkanya dan menghilangkanya. Entah apapun kepentingan kita semua mengenai awan-awan itu, kita bisa meminta Tuhan mengendalikan awan-awan itu (entah soal hujan, entah soal kemarau, entah tentang chemtrail) Tuhan bisa mengendalikanya. Yang diperlukan adalah iman kita untuk berpengharapan kepada Dia, Tuhan penguasa langit dan bumi. Dia mengendalikan semuanya, termasuk semua yang ada di kolong langit kita ini.

Ingat...
Saat kita berkata-kata kepadaNya, Ia pasti mendengar dan menjawab.
Jika kita belum berhasil mendengarNya, maka cek dan re-cek telinga kita, isi hidup kita dengan kebenaran.

Tuhan memberkati.
 :afro: :happy0025:
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 18, 2019, 12:58:30 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9590
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalender Suryachandra kalender apaan tuh
March 21, 2019, 10:31:55 AM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 95
  • Denominasi: Interdenominasi
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 23, 2019, 03:06:51 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1592
akan dibahas lengkap disini :

http://forumkristen.com/index.php?topic=64297.0
Bro, dari ceritamu di atas, tanpa sadar bro telah minta tanda-tanda...Coba Bro baca di Alkitab, golongan apakah yang suka minta tanda-tanda...Dan apakah Tuhan Yesus berkenan kepada mereka...Bro masih untung, karena Kasih-Nya DIA memberikan pengertian kepada Bro, mengingatkan Bro akan definisi Iman...Pengharapan/Percaya yang penuh tanpa harus melihat tanda" itulah yang dikehendaki-Nya bro...Tiada yang mustahil bagi-Nya, jadi ga perlu kita lihat tanda" dan sok menganalisa memakai logika kita yang sangat cetek di mata-Nya....DIA bisa merubah awan hitam sekali menjadi langsung cerah dengan membalikkan tangan-Nya (sekejap mata..suka suka Tuhan)....jadi apa gunanya kita sok menganalisa awan hitam tebal itu ?
Belajarlah untuk Percaya membuta terhadap Kuasa Yesus, Kasih Yesus dan Kemurahan-Nya....Dengan begitu kita akan selalu di dalam Kepercayaan yang penuh (tidak tergantung situasi dan Kondisi)...Itulah yang dinamakan Iman yang KOKOH pada Tuhan Yesus (sebenarnya di Alkitab sudah dikasih contoh dalam kehidupan Ayub)...

Salam Damai Bro...
Tuhan Memberkati...
March 23, 2019, 03:25:36 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1592
Saya sharing pengalaman Iman pribadi saya yang baru terjadi beberapa Minggu yang lalu...
Waktu itu saya ingat Hari Minggu sekitar jam 10.30 pagi, saya baru terbangun karena semalam begadang, karena mendengar suara keras di atas genteng disertai  bunyi angin bergemuruh dan bunyi berisik seng di atas rumah saya membuat saya khawatir (takut sengnya terangkat karena udah tua rumah saya)...Saya langsung teringat beberapa waktu lalu terjadi angin puting beliung di kota saya (Kupang) yang membuat porak poranda ratusan rumah di daerah Liliba, Kupang (berjarak sekitar 7 KM dari rumah saya). Hampir semua rumah terangkat seng dan atapnya disapu oleh angin puting beliung tersebut (bisa nonton di You Tube).
Setelah bangun dan keluar kamar tidur, saya lalu kedepan untuk buka pintu dan melihat keluar...saya melihat pohon di luar seperti menari nari dan angin kencang dingin menerpa saya....Setelah itu saya masuk lagi ke dalam kamar tidur dan berdoa kepada Tuhan Yesus agar meredakan angin itu, dan tidak berapa lama kemudian, redalah angin ribut tersebut. Tuhan Yesus sungguh amat baik dan mendengar doa saya....Betul kata Bro Nidius, DIA mendengar doa kita yang Percaya dan memohon belas kasihan pada-Nya...

Demikianlah sedikit kesaksian saya tentang kemurahan hati Tuhan Yesus...


Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)