Author Topic: Tipuan iblis dari jaman Adam hingga sekarang  (Read 266 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 24, 2019, 08:42:56 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 481
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Iblis telah berhasil menipu manusia untuk jatuh kedalam dosa dengan satu kalimat sakti :

Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati",

Jurus yang amat sakti ini terbukti berhasil dan kembali diulang iblis untuk menipu manusia,  dengan kalimat yang lain namun mengandung pesan yang sama, yaitu : "terlahir kembali".

Kelahiran kembali adalah terlahir secara terus menerus tanpa henti sampai mencapai "pembebasan", jika masuk nerakapun dikatakan masih bisa keluar jika hukumannya sudah selesai  ("Sekali-kali kamu tidak akan mati").

Tetapi Tuhan katakan Dialah yang akan menghakimi semua manusia yang telah mati di dunia ini :

Wahyu 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
12. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
13. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

DAN HUKUMAN UNTUK ORANG BERDOSA ITU KEKAL SELAMANYA

Wahyu 14:11. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."

KARENA HIDUP INI MENURUT Firman Tuhan HANYA SATU KALI SAJA,
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

28. demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Jadi menurut Firman Tuhan kita tidak bisa MEMBAYAR hutang2 dosa kita lewat kehidupan yang akan datang jika pada hidup ini kita tidak minta keampunan dosa kepada Bapa yang disurga dan bertobat !.

MANUSIA DIBERI WAKTU UNTUK BERTOBAT SELAGI MASIH HIDUP.
Ada ygn diberi waktu 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun
PADAHAL MANUSIA CUMA BUTUH WAKTU 1X24 JAM UNTUK BERTOBAT, MENGAMPUNI DAN MENGASIHI SESAMA !

May 10, 2019, 05:21:48 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2589
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Iblis telah berhasil menipu manusia untuk jatuh kedalam dosa dengan satu kalimat sakti :

Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati",

Jurus yang amat sakti ini terbukti berhasil dan kembali diulang iblis untuk menipu manusia,  dengan kalimat yang lain namun mengandung pesan yang sama, yaitu : "terlahir kembali".

Kelahiran kembali adalah terlahir secara terus menerus tanpa henti sampai mencapai "pembebasan", jika masuk nerakapun dikatakan masih bisa keluar jika hukumannya sudah selesai  ("Sekali-kali kamu tidak akan mati").

Tetapi Tuhan katakan Dialah yang akan menghakimi semua manusia yang telah mati di dunia ini :

Wahyu 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
12. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
13. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

DAN HUKUMAN UNTUK ORANG BERDOSA ITU KEKAL SELAMANYA

Wahyu 14:11. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."

KARENA HIDUP INI MENURUT Firman Tuhan HANYA SATU KALI SAJA,
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

28. demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Jadi menurut Firman Tuhan kita tidak bisa MEMBAYAR hutang2 dosa kita lewat kehidupan yang akan datang jika pada hidup ini kita tidak minta keampunan dosa kepada Bapa yang disurga dan bertobat !.

MANUSIA DIBERI WAKTU UNTUK BERTOBAT SELAGI MASIH HIDUP.
Ada ygn diberi waktu 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun
PADAHAL MANUSIA CUMA BUTUH WAKTU 1X24 JAM UNTUK BERTOBAT, MENGAMPUNI DAN MENGASIHI SESAMA !

thanks ayat Firmannya Brader..

Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati",

betul sekali.. Tuhan berkata, akibat pelanggaran adalah: "MATI"
tapi setan berkata: "TIDAK MATI"

itulah penipuan iblis yang tersukses sepanjang zaman..
Tuhan berkata Mati, tapi setan berkata Tidak Mati..

jadi apabila kita percaya orang yang mati, tidaklah mati.. kita sedang tertipu...


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
May 10, 2019, 07:16:23 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3200
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ooppss... mengapa ada saja yang bersikukuh memegang erat ayat-ayat hukum Taurat dan kitab para nabi? Menganggap diri sebagai pengikut Kristus pula.

Padahal, Yesus Kristus sendiri mengatakan: Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; (Luk 16:16).
Tuhan Yesus Kristus berhadir ke dunia melalui kaum Yahudi, dilahirkan Bunda Maria. Banyak dari kaum Yahudi sampai saat ini dan entah sampai kapan, masih memegang erat Hukum Taurat dan kitab para nabi. Pengikut Kristus mengenal hukum Taurat dan kitab para nabi yang dipegang erat oleh orang dan penganut Agama Yahudi sebagai Perjanjian Lama. Walaupun rasul perdana Tuhan Yesus Kristus adalah orang Yahudi, sebagian besar orang Yahudi pada awal abad pertama menolak Yesus Kristus, berpegang teguh pada hukum Taurat dan kitab para nabi. Yesus Kristus disalibkan, mati, dan bangkit pada hari yang ketiga.

Yesus Kristus memang harus mati, seperti kataNya sendiri, Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan (Mat 26:24). Mungkinkah orang-orang yang menyatakan diri pengikut Kristus namun kukuh memegang pegangan hukum Taurat dan kitab para nabi ingin menyerahkan Yesus Kristus lagi?
 
Menurut pendapatku, pengikut Kristus adalah orang yang mengikuti dan menaati sabda dan pengajaran Yesus Kristus. Jadi, jika Yesus Kristus mengatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes, idealnya, pengikut Kristus tidak lagi memegang teguh ayat-ayat hukum Taurat dan kitab para nabi. Seluruh ayat-ayat hukum Taurat dan kitab para nabi harus dilihat, dinilai, diukur, dan diuji menurut ajaran Yesus Kristus. Ironis, berbagai pihak yang bukan orang Yahudi masih ingin mengembalikan orang Perjanjian Baru menganut teguh ayat-ayat Perjanjian Lama.

Dari sekian banyak ajaran Yesus Kristus yang dicatat di Injil, satu di antaranya ialah Orang kaya dan Lazarus yang miskin (Luk 16:19-31).
Ayat 22 Kemudian matilah orang miskin(Lazarua) itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. --->Lazarus mati, dibawa ke pangkuan Abraham yang sudah mati.
Ayat 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.--->Orang kaya mati, dikubur. Orang kaya yang mati itu "menderita" di alam maut. Orang kaya itu "melihat" Lazarus di "pangkuan Abraham".
Ayat 24 Lalu ia(orang kaya yang sudah mati itu) berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.--->Tuhan Yesus Kristus menceritakan bahwa orang kaya yang sudah mati itu "berseru". Menurut pendapatku, mustahil Tuhan Yesus Kristus berbohong mengatakan orang kaya yang sudah mati itu "kesakitan" dan "berseru", jika tidak terjadi seperti itu.
Ayat 25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.--->Tuhan Yesus Kristus menceritakan bahwa Abraham yang sudah mati itu "berkata". Menurut pendapatku, mustahil Tuhan Yesus Kristus berbohong mengatakan Abraham yang sudah mati itu "berkata", jika tidak terjadi seperti itu.
Tuhan Yesus Kristus menceritakan orang kaya dan Abraham yang sudah mati itu berinteraksi.
Mungkinkah orang mati berinteraksi seperti itu?

Nah, jika ada orang yang menyatakan diri pengikut Kristus mengatakan "orang mati tidak dapat berbuat apa-apa", dan Yesus Kristus menceritakan orang kaya dan Abraham yang sudah mati dapat bercakap-cakap, perkataan siapa yang diterima oleh pengikut Kristus? Di Injil ada juga kisah di mana orang Farisi menuding Yesus Kristus menggunakan Beelzebul mengusir setan.

@Sotardugur Parreva mengikuti perkataan Yesus Kristus, dan tidak menuding Yesus yang bukan-bukan karena Dia menceritakan orang mati berinteraksi. @Sotardugur Parreva percaya padaNya.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 11, 2019, 01:07:06 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3200
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Iblis telah berhasil menipu manusia untuk jatuh kedalam dosa dengan satu kalimat sakti :
Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati",
Jurus yang amat sakti ini terbukti berhasil dan kembali diulang iblis untuk menipu manusia,  dengan kalimat yang lain namun mengandung pesan yang sama, yaitu : "terlahir kembali".
Menurut pendapatku, Adam dan Hawa “tertipu” karena mereka menggunakan otak, pikiran, kemampuan analisis yang diberikan Tuhan tidak sebagaimana mestinya. Tergiur oleh informasi yang datang dari pihak yang tidak bertanggung jawab, pihak yang memiliki agenda yang disembunyikan. Walau Adam dan Hawa mengetahui bahwa mereka dicipta oleh Allah, namun mereka tergiur oleh informasi dari pihak yang tidak mencipta mereka. Binasa.

Mencermati Kej 3:3 tercatat jawaban Hawa (perempuan itu) kepada ular tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati," diketahui bahwa Hawa mengingat pesan Allah penciptanya. Tetapi Hawa tertarik dengan informasi dari ular yang nyata-nyata bukan penciptanya. Informasi baru dari ular, sangat menarik hatinya walaupun berbeda dari pesan Allah. Itulah awal mula petaka, kecelakaan, musibah, kehancuran, di mana manusia meski ingat pesan dari pihak berotoritas, tergiur dengan informasi yang menggoda dan tampaknya menyenangkan.

Kelahiran kembali adalah terlahir secara terus menerus tanpa henti sampai mencapai "pembebasan", jika masuk nerakapun dikatakan masih bisa keluar jika hukumannya sudah selesai  ("Sekali-kali kamu tidak akan mati").
Ooppss… terlahir kembali terus-menerus?
Ajaran dari mana itu?
Yang @Sotardugur Parreva ketahui dan imani, lahir kembali hanya satu kali. Bukan terus-menerus. Memang, pada saat-saat tertentu, umat di kelompokku diajak untuk mengenang kembali janji baptis yang sudah diterimakan dahulu. Namun, pembaptisan (-diartikan sebagai lahir kembali-) hanya satu kali, bukan terus-menerus.
Nah, kalo @Ashes to Ashes mengetahui dan mengimani lahir kembali secara terus-menerus, harap diperjelas, kelahiran yang bagaimana dan di kelompok mana hal seperti itu terjadi?
Jangan-jangan, ada kelompok tertentu yang menganut prinsip lahir kembali secara terus-menerus, dan itu hanya terjadi di suatu atau beberapa kelompok, lantas @Ashes to Ashes menyama-ratakan, menganggap tiap kelompok yang menyatakan diri pengikut Kristus menganut prinsip yang sama. Selain itu, kupikir, penting juga mencari tahu tentang siapa pengajar atau penganjur atau pendoktrin hal lahir kembali terus-menerus itu? Kompetenkah? Mencakup siapa saja kompetensinya? Hal itu perlu untuk menghindar dari tertarik kepada yang tampaknya menyenangkan sepertri yang dialami Hawa.

Tetapi Tuhan katakan Dialah yang akan menghakimi semua manusia yang telah mati di dunia ini :
Wahyu 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
12. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
13. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Menurut pendapatku, betul, ketiga ayat di atas dapat diartikan sebagai bahwa yang menjadi hakim pada penghakiman terakhir ialah Yesus Kristus.

DAN HUKUMAN UNTUK ORANG BERDOSA ITU KEKAL SELAMANYA
Wahyu 14:11. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."
Penangkapanku terhadap Wah 14:11 itu ialah, kekekalan siksaan kepada pendosa itu terjadi setelah penghakiman terakhir. Jika penghakiman terakhir memutuskan seseorang dikelompokkan sebagai orang neraka, di nerakalah dia kekal disiksa.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 11, 2019, 01:09:21 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3200
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

KARENA HIDUP INI MENURUT Firman Tuhan HANYA SATU KALI SAJA,
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
28. demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Jadi menurut Firman Tuhan kita tidak bisa MEMBAYAR hutang2 dosa kita lewat kehidupan yang akan datang jika pada hidup ini kita tidak minta keampunan dosa kepada Bapa yang disurga dan bertobat !.
Kitab Wahyu dipercaya pengikut Kristus sebagai bagian dari Perjanjian Baru. Jika mengartikan Wah 20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api, ternyata ada kematian yang kedua. Orang yang dimasukkan ke dalam neraka, yang diumpamakan sebagai kambing (bukan domba), atau diumpamakan sebagai lalang (bukan gandum), mendapat siksaan kekal. Selalu dijilat oleh lidah, lidah api.

Tentang Yesus Kristus hanya sekali mengorbankan diri di kayu salib, @Sotardugur Parreva sependapat. Pengikut Kristus diperintah untuk melakukan pengenangan terhadap Yesus Kristus dengan melakukan Perjamuan Kudus yang dirayakan di perayaan Ekaristi. Kupikir, lebih sering melakukan perayaan ekaristi adalah lebih baik, karena itu berarti lebih sering mengenang Yesus Kristus.

Tentang membayar hutang dosa di kehidupan yang akan datang, sebelum penghakiman terakhir, @Sotardugur Parreva juga sepakat, tidak mungkin dilakukan pembayaran hutang dosa oleh orang yang sudah beralih hidup duniawinya. Pertobatan hanya dapat dilakukan selama masih menjalani hidup duniawi. Jika hidupnya sudah beralih dari dunia, apabila dia terhitung sebagai pendosa, paling hanya meraung-raung minta tolong, seperti orang kaya yang diceritakan Yesus pada Luk 16:19-31.

MANUSIA DIBERI WAKTU UNTUK BERTOBAT SELAGI MASIH HIDUP.
Ada ygn diberi waktu 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun
Setuju.
Bertobat, dan taat pada Yesus Kristus yang telah memberikan kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkanNya kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Jemaat Kristus diharapkan taat, bukan seperti Hawa yang mengingat pesan Allah tetapi mengikuti informasi ular. Jika jemaat menyatakan diri sebagai pengikut Kristus, tetapi mengikuti ajaran orang yang tidak jelas jalur rasul mana memperoleh kepengajarannya, menurut pendapat @Sotardugur Parreva, patut menanyakan hati masing-masing. Mumpung masih hidup di dunia. Jika sudah beralih kehidupannya, sudah tidak dapat berbuat apa-apa walaupun berusaha meminta tolong kepada orang kudus yang sudah meninggal.

PADAHAL MANUSIA CUMA BUTUH WAKTU 1X24 JAM UNTUK BERTOBAT, MENGAMPUNI DAN MENGASIHI SESAMA !
Belajar dari seorang yang disalibkan bersama Yesus Kristus, tidak perlu waktu 1X24 jam untuk bertobat. Menurut pendapatku, pemeliharaan sikap tobat itu yang perlu diupayakan senantiasa selalu sampai selama-lamanya. Kalo hanya untuk mengungkapkan niat untuk bertobat, tidak harus 1X24 jam.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
May 17, 2019, 02:34:24 PM
Reply #5
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 83
  • Denominasi: Interdenominasi
Menurut apa yang Nidus pelajari, maksud dari Tuhan mengatakan "kamu pasti mati" dalam kitab kejadian bukan mati secara dagingnya mati, namun terpisahnya manusia dari hidup. Apa itu hidup, hidup adalah Tuhan sendiri seperti pengakuanNya : "akulah jalan, kebenaran, dan hidup". Tuhanlah kehidupan itu sendiri, saat dikatakan "kamu pasti mati" artinya manusia itu kehilangan Tuhan / Sang Hidup dari dalam dirinya.

Berbeda dengan kematian daging.

Kematian itu memang ada 2 kali, karena kebangkitan juga dibagi kedalam 2x proses kebangkitan. Kematian pertama dari kematian daging yaitu saat umur hidup manusia selesai, kematian daging yang kedua adalah kematian kekal (yang kekal kematianya) setelah kebangkitan, bisa dikatakan akan mengalami mati terus, tapi karena dagingnya kekal maka kesadarannya akan kembali lagi terus.
Mungkin teman-teman pernah bertemu kasus orang bisa hidup lagi setelah menyentuh tanah walaupun sudah mati raganya juga sudah tidak mampu, itu bisa jadi gambaran bagaimana kematian kekal itu berlaku, orang akan disiksa sampai mati tetapi akan hidup lagi.

Pada proses kebangkitan pertama adalah sewaktu masa 1000 tahun seperti dikatakan wahyu 20:6. Dikatakan orang yang dibangkitkan pada masa 1000 tahun itu tidak akan dikuasai oleh "kematian yang kedua".

Orang bisa mati lagi setelah mati? karena dikatakan yang dihakimi pada konteks Wahyu 20:12-14 adalah mereka orang-orang mati. Orang-orang mati itu dihakimi berdasarkan kitab kehidupan, dan mendapatkan hukuman berupa lautan api, lautan api inilah yang disebut kematian kedua. Sebetulnya semua orang tanpa kecuali, orang baik ataupun jahat akan mendapatkan tubuh kekalnya dalam kebangkitan, tapi bedanya sebagian untuk hidup kekal dan sebagian untuk penghukuman kekal.

Juga Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 5 : 28-29 bahwa semua orang pada dasarnya pasti dibangkitkan, namun terdapat 2 tipe kelompok yang dibangkitkan dagingnya :
"Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum".

Orang yang dibangkitkan pada masa 1000 tahun itu adalah orang-orang yang telah berbuat baik, sementara sisanya akan dibangkitakan juga saat akan mendapatkan hukuman kekal yaitu lautan api bersama tubuh kekal mereka, itulah kenapa penderiataanya akan kekal, karena se-menderita apapun manusia dalam hukuman itu dagingnya akan kekal. Seperti Nidus sebutkan diatas, disiksa sampai mati, tetapi tubuhnya bangkit lagi, kemudian disiksa lagi dan lagi, tetapi bangkit lagi karena kekal, begitu terus selamanya, inilah yang disebut kematian kedua.

====================

Menurut Nidus kata-kata Iblis soal "sekali-kali kamu tidak akan mati" bukan sekedar tipuan, tapi pengelabuhan dengan bahasa yang serong, memang benar manusia tidak mati dagingnya, tapi menurut hukum Tuhan harus berpisah dengan Tuhan (berpisah dari hidup) karena melakukan pembangkangan dengan melanggar aturan Tuhan. Manusia jadinya hidup dari dirinya sendiri, memiliki standar hidup sendiri, memiliki ukuran kebenaran sendiri, yang semuanya berbeda dengan standar kehidupan yang Tuhan sebetulnya ingin bangun dalam diri manusia.

Standar kehidupan itulah yang diperjuangkan Tuhan sampai kepada kayu Salib, agar manusia memiliki standar kehidupan yang Tuhan mau, dengan menunjukan kepada manusia bagaimana seharusnya kita hidup.

Injil itu disampaikan bukan untuk meniadakan hukum taurat, tetapi supaya manusia mencintai Taurat Tuhan. Maksudnya agar supaya Taurat Tuhan dipenuhi manusia bukan atas dasar ketakutan akan hukuman dari taurat itu, namun mengerjakan taurat karena mencintai Tuhan berdasarkan kasih karunia yang telah diberikaNya.

Injil itu justru standarnya lebih tinggi dari taurat, jika berhasil melakukan Injil maka jelas Taurat itu terlampaui.
Contoh :
Taurat berkata perbuatan berzinah dihukum,  Injil berkata baru melihat dan menginginkan sudah dikategorikan berzinah dan layak dihukum.
Taurat berkata perbuatan membunuh itu dihukum, Injil berkata hanya baru membenci saja adalah membunuh juga dan layak dihukum.

Yang terpenting dari Injil adalah pertobatan, karena di dalam Injil ada kasih karunia, tetapi Tuhan tetap tidak akan membiarkan diriNya dipermainkan, oleh orang-orang yang memanfaatkan kasih karunia dengan jahat.

Karena mengasihi Tuhan itu ditunjukan dengan "menuruti Firman Tuhan". Seperti dikatakan "barangsiapa mengasihi Aku, ia menuruti perintahKu", isi Taurat adalah perintah Tuhan, jadi barangsiapa mengasihi Tuhan pasti berusaha memenuhi taurat Tuhan. Yang tidak, Tuhan pasti tahu manusia itu mengasihi Dia atau tidak, sedang berusaha mempermainkan Dia atau tidak.
« Last Edit: May 17, 2019, 04:10:02 PM by Nidus »
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
May 20, 2019, 11:45:32 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9548
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
mau dibilang kematian daging masuk aja
makanya manusia yang tadinya kekal bisa mengalami kematian

makanya lagi Yesus datang sampai harus mengalami kematian daging juga kan, supaya manusia bisa hidup kekal
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)