Author Topic: Sola Sriptura, Prima Scriptura, Tradisi, Magisterium  (Read 2184 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 13, 2019, 12:33:31 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1256
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Kenapa bisa menyulut perpecahan?

Menurut pendapatku, karena para penerus rasul tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Di mana Tuhan Yesus Kristus tidak menunjuk secara langsung, misalnya dengan kalimat, "Kau penerus ajaran-Ku" kepada seorang dari antara rasul, dan justru Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar kepada 11 rasul sebelum Matias meneruskan kerasulan Yudas Iskariot, dan sebelum Saulus direkrut menjadi Paulus.
dalam hal supremasi jabatan rasul, terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu. puncaknya terjadi perpecahan besar ditubuh gereja katolik/universal/am versi Timur-Barat
Quote
Namun, jika dicermati dari sikap Tuhan Yesus Kristus yang membedakan Petrus, Yohanes, dan Yakobus dari rasul lainnya, di mana Tuhan Yesus Kristus mengajak mereka bertiga pada waktu-waktu tertentu seperti naik ke gunung dan melihat Yesus berbincang dengan Musa dan Elia, mengikut Yesus Kritstus membangkitkan anak Yairus, dan memberikan kunci Kerajaan Sorga hanya kepada Petrus dan hanya kepada Petrus dikatakan untuk menggembalakan domba Kristus, seharusnya para rasul menangkap bahwa Petrus dipilih menjadi penerus ajaran Kristus.
saya menghargai dan tdk mempersoalkan tafsir yg saudara imani
namun...
Saya mengimani bahwa gereja dibangun diatas dasar para rasul/nabi dgn Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Efesus 2:19 - 22, 1 Kor. 3:11
Quote
Namun faktanya, karena para penerus rasul tidak mempercayai sikap dan perbuatan Tuhan Yesus Kristus yang memilih seorang dari antara rasul itu, mengklaim semua rasul dan penerus rasul adalah sama hak dan kewajiban, yah... pecah deh.

Salam damai.
Ya, pd waktu itu para pemimpin gereja katolik/universal/am merasa paling supreme dlm hal jabatan rasul
« Last Edit: June 13, 2019, 12:42:48 AM by cNc »
June 13, 2019, 11:47:10 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3947
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kenapa bisa menyulut perpecahan?
Menurut pendapatku, karena para penerus rasul tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Di mana Tuhan Yesus Kristus tidak menunjuk secara langsung, misalnya dengan kalimat, "Kau penerus ajaran-Ku" kepada seorang dari antara rasul, dan justru Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar kepada 11 rasul sebelum Matias meneruskan kerasulan Yudas Iskariot, dan sebelum Saulus direkrut menjadi Paulus.
dalam hal supremasi jabatan rasul, terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu. puncaknya terjadi perpecahan besar ditubuh gereja katolik/universal/am versi Timur-Barat
Entah bagaimana masalah sebenarnya, @Sotardugur Parreva tidak punya referensi.
Berdasarkan logika, @Sotardugur Parreva kurang setuju jika disebut bahwa perpecahan itu terjadi karena perebutan jabatan supremasi rasul. Sebab, sepengetahuanku dari berbagai potongan informasi, perpecahan bukan karena perebutan supremasi jabatan rasul, melainkan karena adanya di satu pihak ingin menjadi pemegang supremasi, sementara di pihak lain tidak bersedia dipandang sebagai pihak yang tunduk.
Perpecahan sering disebut terjadi abad XI (Tahun 1054). Pada saat itu, semua rasul sudah meninggal, sehingga mustahil masih memperebutkan supremasi rasul. Patriark yang ada meneruskan binaan dari rasul yang berbeda. Kepatriakan Roma merasa harus memegang supremasi karena meneruskan binaan rasul Petrus, yang diberi kewenangan menggembalakan domba Kristus. Kepatriarkan lain tidak mengakui supremasi Roma karena memandang bahwa semua rasul diperlakukan sama oleh Yesus Kristus. Kesamaan itu menggiring pikiran mereka bahwa semua kepatriarkan harus sama, tanpa ada supremasi.
Nah, menurut pendapatku, apabila semua kepatiarkan sungguh-sungguh mengikut Kristus, sehausnya mengetahui bahwa rasul Petrus memang diberi keutamaan oleh Tuhan Yesus Kristus dibanding rasul lain. Dengan menyadari itu, menurut pendapatku, semua kepatriarkan yang dibina oleh rasul selain Petrus, harusnya berbesar hati dan mengakui keutamaan Petrus dan menerima serta mengakui supremasi Kepatriarkan Roma yang meneruskan pembinaan dari rasul Petrus.
Faktanya, Kepatriarkan lain tidak menerima dan tidak mengakui supremasi Kepatriarkan Roma, maka pecah. Pusat-pusat Kekristenan terpolarsasi menjadi Timur-Barat. Timur berkiblat ke Konstanstinopel, Barat berkiblat ke Roma.

Namun, jika dicermati dari sikap Tuhan Yesus Kristus yang membedakan Petrus, Yohanes, dan Yakobus dari rasul lainnya, di mana Tuhan Yesus Kristus mengajak mereka bertiga pada waktu-waktu tertentu seperti naik ke gunung dan melihat Yesus berbincang dengan Musa dan Elia, mengikut Yesus Kritstus membangkitkan anak Yairus, dan memberikan kunci Kerajaan Sorga hanya kepada Petrus dan hanya kepada Petrus dikatakan untuk menggembalakan domba Kristus, seharusnya para rasul menangkap bahwa Petrus dipilih menjadi penerus ajaran Kristus.
saya menghargai dan tdk mempersoalkan tafsir yg saudara imani
namun...
Saya mengimani bahwa gereja dibangun diatas dasar para rasul/nabi dgn Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Efesus 2:19 - 22, 1 Kor. 3:11
Terima kasih atas penghargaan @cNc.

Tapi, maksud @cNc, perkataan Batu Penjuru itu, yang menyerahkan penggembalaan domba Kristus kepada Petrus, tidak berarti apa-apa di pemahaman @cNc?

Namun faktanya, karena para penerus rasul tidak mempercayai sikap dan perbuatan Tuhan Yesus Kristus yang memilih seorang dari antara rasul itu, mengklaim semua rasul dan penerus rasul adalah sama hak dan kewajiban, yah... pecah deh.
Ya, pd waktu itu para pemimpin gereja katolik/universal/am merasa paling supreme dlm hal jabatan rasul
Lhoh, semua rasul sudah meninggal, kenapa harus berebut superioritas rasul? Apakah belum cukup catatan-catatan Injil yang menunjukkan keutamaan rasul Petrus daripada keutamaan rasul lain?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 13, 2019, 12:17:23 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2405
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
cNc: dalam hal supremasi jabatan rasul, terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu. puncaknya terjadi perpecahan besar ditubuh gereja katolik/universal/am versi Timur-Barat

Entah bagaimana masalah sebenarnya, @Sotardugur Parreva tidak punya referensi.
Berdasarkan logika, @Sotardugur Parreva kurang setuju jika disebut bahwa perpecahan itu terjadi karena perebutan jabatan supremasi rasul.

Kita hanya punya referensi, bw
Allah yg mengacaukan bahasa,
Berdampak pd budaya, tradisi,
Lalu cari2 tuhan masing2 negri

Allah yg menyatukannya kembali
Melalu Roh-Nya yg Kudus yg diutus
Oleh Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus


Kurasa karena mulanya Allah yg sengaja memecahkan bahasa di Babel
Sebab dgn satu bahasa, satu logat mereka muter2 mulu pd satu sumbu putar
Manusia jadi blo'on, tak berani mencar ke penjuru bumi yg telah disediakan Allah

Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel,
karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi
dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Lalu Abraham dipanggil dr daerah itu, Mesopotamia
Ia menjadi bapak org beriman, moyang bangsa Israel
Dr Israel timbul Yahudi, dr pd-nya keselamatan [Yoh 4:22]

Kata Yesus kpd kita2 kini:
Akulah gembala yang baik
dan Aku mengenal domba2-Ku
dan domba2-Ku mengenal Aku

Kemudian Yesus mencurahkan ROH KUDUS
Menyatukan pengajaran-Nya melalui pendengaran
Lalu para rasul dpt berkata2 dgn ragam bahasa asing

Yerusalem heran, koq, org Galilea gile2, Yahudi KW-2 bisa bahasa2 asing?
Bahasa Partia, bah.Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Bah. Frigia dan Pamfilia, Mesir, bah.daerah Libia dekat Kirene, Kreta , Arab, “kali2 Swahili pun”

Mungkin itu sebab Yesus memilih 12 murid-Nya
Utk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya dan
Mebaptis mereka dlm nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS

Maka dgn demikian perpecahan itu indah, Bro!
Sing penting perpecahannya bukan karena meledak
Meledak karena hubungan pendek atau bom+daging
Atau karena sabotase demi memanen kuasa duit dunia

@Bro Sotar & cNc!
Apa ada suatu perpecahan
Tanpa ada "kuasa" terlibat?

Salam Damai!
« Last Edit: June 13, 2019, 12:43:08 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 13, 2019, 12:32:35 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2405
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kuasa itu bisa saja kuasa adat
Kuasa tradisi, kuasa tanah
Senjata, pasukan dll.

Pecah itu indah jika
Memang ada kuasa illahi
Spt adanya Kristen dr Yahudi

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 13, 2019, 01:57:01 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9612
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Kenapa aku bilang kharismatik itu prima bukan sola scriptura?

Khusus utk aliran kharismatik dan pentakosta (atau pantekosta? mana yg bener?) menurut pantauan dan logikaku, aku merasa mereka percaya Alkitab sebagai satu2nya pedoman tapi mereka juga percaya Tuhan masih 'berbicara' kepada orang2 maupun membantu orang2 memahami Kitab Suci.

Makanya aku bilang kharismatik itu prima scriptura. Mereka tidak murni sola scriptura.

pada prakteknya memang gak ada yang 100% murni sola scriptura
pasti ada tradisi gereja yang mereka lakukan diluar dari scriptura
June 13, 2019, 03:52:29 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1256
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
dalam hal supremasi jabatan rasul, terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu. puncaknya terjadi perpecahan besar ditubuh gereja katolik/universal/am versi Timur-BaratEntah bagaimana masalah sebenarnya, @Sotardugur Parreva tidak punya referensi.
Berdasarkan logika, @Sotardugur Parreva kurang setuju jika disebut bahwa perpecahan itu terjadi karena perebutan jabatan supremasi rasul. Sebab, sepengetahuanku dari berbagai potongan informasi, perpecahan bukan karena perebutan supremasi jabatan rasul, melainkan karena adanya di satu pihak ingin menjadi pemegang supremasi, sementara di pihak lain tidak bersedia dipandang sebagai pihak yang tunduk.
Perpecahan sering disebut terjadi abad XI (Tahun 1054). Pada saat itu, semua rasul sudah meninggal, sehingga mustahil masih memperebutkan supremasi rasul. Patriark yang ada meneruskan binaan dari rasul yang berbeda. Kepatriakan Roma merasa harus memegang supremasi karena meneruskan binaan rasul Petrus, yang diberi kewenangan menggembalakan domba Kristus. Kepatriarkan lain tidak mengakui supremasi Roma karena memandang bahwa semua rasul diperlakukan sama oleh Yesus Kristus. Kesamaan itu menggiring pikiran mereka bahwa semua kepatriarkan harus sama, tanpa ada supremasi.
Nah, menurut pendapatku, apabila semua kepatiarkan sungguh-sungguh mengikut Kristus, sehausnya mengetahui bahwa rasul Petrus memang diberi keutamaan oleh Tuhan Yesus Kristus dibanding rasul lain. Dengan menyadari itu, menurut pendapatku, semua kepatriarkan yang dibina oleh rasul selain Petrus, harusnya berbesar hati dan mengakui keutamaan Petrus dan menerima serta mengakui supremasi Kepatriarkan Roma yang meneruskan pembinaan dari rasul Petrus.
Faktanya, Kepatriarkan lain tidak menerima dan tidak mengakui supremasi Kepatriarkan Roma, maka pecah. Pusat-pusat Kekristenan terpolarsasi menjadi Timur-Barat. Timur berkiblat ke Konstanstinopel, Barat berkiblat ke Roma.
saya menghargai dan tdk mempersoalkan tafsir yg saudara imani
namun...
Saya mengimani bahwa gereja dibangun diatas dasar para rasul/nabi dgn Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Efesus 2:19 - 22, 1 Kor. 3:11Terima kasih atas penghargaan @cNc.

Tapi, maksud @cNc, perkataan Batu Penjuru itu, yang menyerahkan penggembalaan domba Kristus kepada Petrus, tidak berarti apa-apa di pemahaman @cNc?
Ya, pd waktu itu para pemimpin gereja katolik/universal/am merasa paling supreme dlm hal jabatan rasulLhoh, semua rasul sudah meninggal, kenapa harus berebut superioritas rasul? Apakah belum cukup catatan-catatan Injil yang menunjukkan keutamaan rasul Petrus daripada keutamaan rasul lain?

Salam damai.
termaksud "supremasi jabatan rasul"
tradisi jabatan rasul petrus superior itu diteruskan melalui jabatan Paus yg diperebutkan pd waktu itu menyebabkan skisma besar dlm tubuh gereja katolik/universa, dlm konteks sejarah

dalam hal dogma atas dasar tafsir "tradisi supremasi jabatan rasul" saya tidak mempersoalkannya
June 14, 2019, 12:30:43 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2405
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
termaksud "supremasi jabatan rasul"
tradisi jabatan rasul petrus superior itu diteruskan melalui jabatan Paus yg diperebutkan pd waktu itu menyebabkan skisma besar dlm tubuh gereja katolik/universa, dlm konteks sejarah

Menurutku, dgn perbedaan macam2 ambisi, prestise, kuasa itu yg membuat perpecahan2
Tapi perbedaan pula yg membuat aliran, hidup, penyamaan membuat genangan, mbusuk
Jadi, rawatlah perbedaan2 itu utk menghidupkan pikir, bukan perbedaan yg mematikan

Jika tak begitu, kita akan muter2 kembali spt dulu lagi pd satu poros duniawi
Kita sudah mulai mengenal SATU "poros rohani", ROH KUDUS, Penghibur kita
Dia lah yg menemani, mengajari, mengingatkan janji keselamatan anak2 Tuhan

Salam Damai!
« Last Edit: June 14, 2019, 12:40:54 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 14, 2019, 04:41:46 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3947
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@cNc, sebelum mem-posting ini:
termaksud "supremasi jabatan rasul"
tradisi jabatan rasul petrus superior itu diteruskan melalui jabatan Paus yg diperebutkan pd waktu itu menyebabkan skisma besar dlm tubuh gereja katolik/universa, dlm konteks sejarah

dalam hal dogma atas dasar tafsir "tradisi supremasi jabatan rasul" saya tidak mempersoalkannya
Tampak seolah-olah @cNc meng-quote posting-an @Sotardugur Parreva tertanggal June 13, 2019, 11:47:10 AM. Namun, dengan membaca quoting tersebut, ternyata isinya tercampur-baur posting @Sotardugur Parreva dengan posting @cNc sendiri. Ketercampur-bauran itu menimbulkan kesulitan tersendiri, yang @Sotardugur Parreva sungkan mengurainya.

Tentang “supremasi jabatan rasul” yang @cNc maksud itu, yang mana?
Pada tahun 1054, di mana terjadi skisma besar, menurut pendapatku bukan karena terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu.
Sebab, ketika masih bersama Yesus Kristus, berdasar catatan Injil, sudah diketahui bahwa rasul memiliki supremasi daripada jemaat. Di antara para rasul sendiri, diketahui bahwa Yudas Iskariot adalah rasul paling rendah supremasi, bahkan dia dibuang, dikatakan oleh Yesus Kristus, adalah lebih baik bagi Yudas Iskariot seandainya tidak dilahirkan.
Di antara 11 rasul lainnya, diketahui bahwa Petrus, Yohanes, dan Yakobus mempunyai supremasi lebih dibanding 8 rasul lain, tampak dari pada peristiwa-peristiwa tertentu, hanya mereka bertiga yang diizinkan mendampingi Yesus Kristus.
Dari antara mereka bertiga rasul yang disebut Paulus sebagai sokoguru jemaat itu, Petrus yang diberi supremasi lebih, karena hanya kepada Petrus diberikan Kunci Kerajaan Sorga, hanya kepada Petrus diperintah secara verbal untuk menggembalakan domba Kristus.

Skisma besar terjadi karena Kepatriarkan Roma ingin menegakkan primus inter pares yang dimiliki Petrus, sementara kepatriarkan lainnya tidak menerima keutamaan Kepatriarkan Roma. Kepatriarkan lain bukan memperebutkan supremasi rasul melainkan memandang semua Kepatriarkan berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Padahal, bahkan ketika para rasul masih bersama jasmani Yesus Kristus, dari sikap dan perlakuan Yesus Kristus kepada para rasul, diketahui bahwa rasul memiliki supremasi daripada jemaat. Di antara para rasul, Petrus, Yohanes, dan Yakobus memiliki supremasi daripada delapan rasul lain. Di antara tiga sokoguru jemaat, Petrus memiliki supremasi lebih dibanding Yohanes dan Yakobus.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 17, 2019, 09:46:49 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2405
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menurutku,
Apapun supremasi itu, adalah utk menuntun domba2 kpd-Nya
Siapapun gembala itu hrs lah menyuarakan "segala perkataan-Nya"
Sebab tak ada rasul pun penerus rasul yg berkata "Akulah gembala yg baik"
http://forumkristen.com/index.php?topic=64747.msg1253903#msg1253903

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 15, 2019, 03:24:43 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3947
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Gembala yang baik itu kembali ke asal-Nya, namun memerlukan ada penggembala domba-Nya yang nyata secara fisik. Maka, kepada Petrus dikatakan, "Gembalakanlah domba-domba-Ku". Walau tidak dikatakan secara verbal bahwa Petrus mengelola seluruh penggembalaan domba-Nya, dengan berkata "Gembalakanlah domba-domba-Ku" hanya (sola) kepada Petrus sorangan dan didengar rasul lain, dan rasul lain tidak protes, idealnya menuntun pembaca berkesimpulan bahwa Petrus adalah gembala domba Kristus, walaupun sehari-hari domba Kristus digembalakan oleh yang bukan Petrus. Tubuh Kristus yang sering dikatakan sebagai jemaat, itu sola satu saja. Kepala jemaat juga satu.

Maka, jika dewasa ini para pengklaim diri sebagai domba Kristus, namun berkumpul di luar kumpulan yang didirikan Yesus Kristus, dengan menganggap kelompoknya sebagai anggota tubuh Kristus, tidak sesuai logika akal sehat. Sebab, akal sehat mengartikan bahwa satu tubuh, satu kepala. Mustahil, banyak tubuh, satu kepala. Jika ada makhluk yang punya banyak tubuh tetapi hanya punya satu kepala, akan muncul makhluk aneh. Di Scriptura dicatat bahwa satu Tubuh, satu Kepala jemaat.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)