Author Topic: Sola Sriptura, Prima Scriptura, Tradisi, Magisterium  (Read 4018 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 23, 2019, 04:20:52 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Silahkan fokus, jangan ngalor-ngidul tanpa juntrungan.
Pun jika rasul lain tidak bersuara tanda protes, menurut pendapatku,
apabila mereka tidak menerima pemberian tugas penggembalaan domba Kristus kepada  Petrus sorangan,
sedikitnya, mereka akan melengos keluar kumpulan.
Protes? Melengos?
Mungkin kau melihat hal itu pd sekarang
Setelah manusia rebutan jadi gembala
Maka ada yg protes atau melengos
Sebabnya bisa kita duga, gula2


Nah lhoh.
Bagaimana ceritanya sehingga pertanyaan Petrus itu Anda artikan sebagai protes?
Yang kutangkap, pertanyaan Petrus itu bukan protes, melainkan ingin tahu.

Coba tangkap apa jawaban Yesus kpd Petrus
Apa yg ditanya Petrus apa yg dijawab-Nya:
"Jgn ngurusin rekan-mu, mereka suka-Ku"

Itu mengisyaratkan, bw tugas penggembalaan "mengerikan"
Sebab penyertaan ROH KUDUS yg dijanjikan belum terjadi
Sebab itu Petrus ingin tahu seberat apa yg kpd Yohanes

Jadi tidak mungkin ada yg protes atau yg melengos
Saat tugas penggembalaan diberikan kpd Petrus
Kalau ada itu namanya ngalor-"ngibul", kali


Kusimpulkan, @revoltzer sudah tidak tertarik pada trit buatan @revoltzer sendiri.
Biarin aja kalau dia sudah tidak tertarik
Biarkan trit tenggelam bersama waktu
Maksudku mati secara alamiah, gitu!

Salam Damai!

« Last Edit: July 23, 2019, 04:36:19 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 23, 2019, 11:56:02 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4078
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Protes? Melengos?
Iya. Tidak perlu menunggu berabad-abad memelihara kesatuan Gereja.

Mungkin kau melihat hal itu pd sekarang
Setelah manusia rebutan jadi gembala
Maka ada yg protes atau melengos
Sebabnya bisa kita duga, gula2
Lhah, kalo memang tidak berterima, melakukan protes dong. Sedikitnya melengos, menunjukkan ketidaksetujuan.
Kenapa tidak dilakukan?
Karena rasul diajar untuk setia, taat.

Sekarang, banyak mengaku diri pengikut Kristus, tetapi begitu merasa tidak cocok dengan pimpinan kelompok, langsung mendirikan kelompok baru. Maka, jumlah kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus sedemikian banyak.

Tuhan Yesus sendiri mengajarkan ketaatan kepada pimpinan. Bukan, dikit-dikit mutung, dikit-dikit mutung.

Nah lhoh.
Bagaimana ceritanya sehingga pertanyaan Petrus itu Anda artikan sebagai protes?
Yang kutangkap, pertanyaan Petrus itu bukan protes, melainkan ingin tahu.
Coba tangkap apa jawaban Yesus kpd Petrus
Apa yg ditanya Petrus apa yg dijawab-Nya:
"Jgn ngurusin rekan-mu, mereka suka-Ku"
Bukan.
Kalo seperti itu, seolah Yesus melarang Petrus mengurusi saudaranya.
Penggalan kalimat Yesus kepada Petrus di kisah itu: "Tetapi engkau(Petrus): ikutlah Aku."

Di Injil Lukas 22:31-32 dicatat perkataan Yesus kepada Petrus, 31-32Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Itu, yang tebal itu, adalah perintah untuk mengurusi saudara-saudaranya. Bukan seperti yang Anda duga, Petrus dilarang oleh Kristus dalam mengurusi saudaranya.

Itu mengisyaratkan, bw tugas penggembalaan "mengerikan"
Sebab penyertaan ROH KUDUS yg dijanjikan belum terjadi
Sebab itu Petrus ingin tahu seberat apa yg kpd Yohanes
Imajinasi liar.
Tugas menggembalakan domba Kristus itu mengerikan atau tidak, pada peristiwa pertanyaan Petrus kepada Yesus tentang apa yang akan terjadi pada Yohanes, Petrus diperintah mengikut Yesus.

Jadi tidak mungkin ada yg protes atau yg melengos.
Saat tugas penggembalaan diberikan kpd Petrus
Kalau ada itu namanya ngalor-"ngibul", kali
Betul.
Yesus Kristus memang mengajarkan ketaatan sampai mati.
Bukan Protes atau melengos dan membentuk kelompok tandingan.
Jika ada yang protes, itu bukan penganut ajaran Yesus Kristus.

Biarin aja kalau dia sudah tidak tertarik
Biarkan trit tenggelam bersama waktu
Maksudku mati secara alamiah, gitu!
Memang kesukaan Anda membahas sesuatu yang tidak sesuai topik, sii.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 24, 2019, 12:34:52 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Lhah, kalo memang tidak berterima, melakukan protes dong.
Sedikitnya melengos, menunjukkan ketidaksetujuan. Kenapa tidak dilakukan?
Karena rasul diajar untuk setia, taat.
Kumutilasi:
..., kalo memang tidak berterima,
Tidak ada indikasi murid2 lain tdk berterima

melakukan protes dong.
Apa ada dasar mereka melakukan protes?

Sedikitnya melengos,
Juga tidak ada dasarnya melengos

menunjukkan ketidaksestujuan.
Mereka tidak menunjukkan apa2 kpd Yesus yg menunjuk Petrus
Hanya Petrus yg menunjukkan keingin tahuan gimana Yohanes


Kenapa tidak dilakukan?
Karena tidak ada dasarnya
Apa dasar melakukan semua itu?

 
karena diajar untuk setia, taat.
Yes, taat!
Hanya Petrus yg terindikasi protes
Sebab dia yg ditunjuk hrs paling depan
Padahal ia kerap bersama Yohanes dan Yakobus

Jadi hal protes, melengos, atau tidak berterima
Semua tak berdasar, entah dr mana kau tangkap
Tidak ada alasan protes, semua itu ngalor-"ngibul"

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 24, 2019, 10:39:08 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4078
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kumutilasi:
..., kalo memang tidak berterima,
Tidak ada indikasi murid2 lain tdk berterima
Ya.
Tidak diceritakan adanya ketidakberterimaan dari rasul lain atas penunjukan Petrus sebagai gembala terhadap domba Kristus. Atau, ketika Yesus mengatakan kepada Petrus, "Gembalakanlah domba-domba-Ku," rasul lain tidak memperlihatkan ketidaksetujuan.   

melakukan protes dong.
Apa ada dasar mereka melakukan protes?
Mereka sama-sama dipilih langsung oleh Yesus Kristus dan dijadikan rasul. Jika seorang mendapat tugas menggembala, maka seluruhnya juga mendapat tugas menggembala.
Yang dicatat di Injil Yohanes, tugas menggembala itu diperintahkan secara verbal hanya kepada Simon anak Yohanes, dicatat tiga kali. Ketika hal itu dikatakan, patut diduga didengar oleh 10 rasul-rasul lain, karena waktu itu mereka baru saja selesai sarapan. 

Sedikitnya melengos,
Juga tidak ada dasarnya melengos
Dasar untuk melengos ialah perintah untuk mengembalakan domba Kristus secara verbal diperintahkan hanya kepada Petrus, tidak diperintahkan secara verbal kepada rasul lain. Rasul lain tidak melengos, menandakan mereka menerima, atau setidaknya, tidak menolak bahwa Petrus secara verbal diperintah untuk menggembalakan domba Kristus.

menunjukkan ketidaksetujuan.
Mereka tidak menunjukkan apa2 kpd Yesus yg menunjuk Petrus
Hanya Petrus yg menunjukkan keingin tahuan gimana Yohanes
Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19) beda perikop dengan Murid yang dikasihi Yesus (Yoh 21:20-23). Kedua perikop tidak berada pada waktu yang berurutan tanpa jeda. Kumaknai, "Perintah kepada Petrus untuk menggembalakan domba Kristus" tidak pada waktu yang berurutan tanpa jeda dengan "Keingintahuan Petrus tentang hal apa yang akan terjadi kepada murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus".
Injil Yohanes dan Injil lain dicatat dewasa ini sudah mempunyai perikop, adalah untuk membedakan konteks suatu hal sesuai pokok pikiran, yaitu ditulis pada judul perikop. Maka, pertanyaan Petrus kepada Yesus tentang hal yang akan terjadi kepada murid yang dikasihi itu tidak ada sangkut-paut, tidak berhubungan, tidak bersebab-akibat dengan pemberian perintan menggemalakan domba Kristus.

Kenapa tidak dilakukan?
Karena tidak ada dasarnya
Apa dasar melakukan semua itu?
Melakukan semua apa yang Anda maksud?
Rasul lain tidak protes atas pemberian perintah menggembalakan domba-Nya kepada Petrus karena mereka taat dan menerima penggembalaan semua domba Kristus adalah atas nama Petrus.
Dasarnya adalah ketaatan pada segala hal yang dikatakan Yesus Kristus.
 
karena diajar untuk setia, taat.
Yes, taat!
Hanya Petrus yg terindikasi protes
Sebab dia yg ditunjuk hrs paling depan
Padahal ia kerap bersama Yohanes dan Yakobus
Hanya kepada Petrus pula dikatakan untuk menggembalakan domba Kristus, dan hanya kepada Petrus pula dikatakan diberi Kunci Kerajaan Sorga.

Jadi hal protes, melengos, atau tidak berterima
Semua tak berdasar, entah dr mana kau tangkap
Tidak ada alasan protes, semua itu ngalor-"ngibul"
Semua kisah yang menjadi dasar tulisanku untuk poin ini, kecuali alasan pembentukan perikop pada kisah di Injil, masih tercatat di Injil. Jika Anda mengartikannya berbeda, bukan berarti seperti tudingan Anda, "Tidak Berdasar".

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 24, 2019, 01:27:26 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Melakukan semua apa yang Anda maksud?
Melakukan semua yg kau tuduhkan kpd mereka:
Tidak protes, tidak berterima, tidak melengos
Semua yg tidak2 itu tidak ada dasarnya

Bisa ditambahkan lagi yg "tidak", bw mereka
Tidak bahagia, tidak bersyukur, tidak menangis
Dll yg tidak2, sebab tidak tercatat, tidak berdasar


Ya.
Tidak diceritakan
adanya ketidakberterimaan dari rasul lain
atas penunjukan Petrus sebagai gembala terhadap domba Kristus.

Jadi, maksudku,
Tidak ada gunanya hal yg tidak2 itu kau kemukakan
Sebab mereka pernah percaya penuh kpd-Nya [Yoh 16:30-31]

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 24, 2019, 01:53:34 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19) beda perikop dengan
Murid yang dikasihi Yesus (Yoh 21:20-23).

Kedua perikop tidak berada pada waktu yang berurutan tanpa jeda.
Kumaknai, "Perintah kepada Petrus untuk menggembalakan domba Kristus"
tidak pada waktu yang berurutan tanpa jeda dengan
"Keingintahuan Petrus tentang hal apa yang akan terjadi kepada Yohanes

Coba maknailah dialog ini [Yoh 21:21-22], tanpa jeda waktu
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kpd Yesus:
"Tuhan, apakah yg akan terjadi dgn dia ini?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki,
supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Apakah Yesus menjawab pertanyaan/keinginan Petrus?
Kupikir jawaban Yesus kpd Petrus itu ketus: "Ikutlah aku".
Jawaban Yesus ini bagai "skak-mat" utk penyangkalan-nya 3x
Sekali gus menghilakan keraguannya, menguatkan percayanya
Utk sekali lagi merenungkan setiap perkataan-Nya, "Akulah Dia"

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 24, 2019, 03:47:22 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4078
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Melakukan semua apa yang Anda maksud?
Melakukan semua yg kau tuduhkan kpd mereka:
Tidak protes, tidak berterima, tidak melengos
Semua yg tidak2 itu tidak ada dasarnya

Bisa ditambahkan lagi yg "tidak", bw mereka
Tidak bahagia, tidak bersyukur, tidak menangis
Dll yg tidak2, sebab tidak tercatat, tidak berdasar
Jika Anda menemukan pertanda bahwa mereka melakukan protes terhadap penunjukan Petrus menggembalakan domba Kristus, perlihatkan tanda yang Anda maksud.
Jika Anda menemukan pertanda bahwa mereka melakukan sikap tidak menerima atas penunjukan Petrus menggembalakan domba Kristus, perlihatkan sikap mereka yang Anda maksudkan.
Jika Anda menemukan pertanda bahwa mereka melengos setelah penunjukan Petrus menggembalakan domba Kristus, perlihatkan kemelengosan yang Anda maksud.

Kalo Anda mau menambahkan hal-hal yang tidak terkait dengan pokok bahasan, silahkan saja. Anda merdeka melakukannya, sepanjang relevan dengan poin yang sedang dibicarakan.
 
Ya.
Tidak diceritakan
adanya ketidakberterimaan dari rasul lain atas penunjukan Petrus sebagai gembala terhadap domba Kristus. Jadi, maksudku,
Tidak ada gunanya hal yg tidak2 itu kau kemukakan
Sebab mereka pernah percaya penuh kpd-Nya [Yoh 16:30-31]
Yang menjadi pokok bahasan adalah saat penunjukan Petrus untuk menggembalakan domba Kristus.
Bukan pengalaman rasul selama bersama Yesus Kristus.
Jika menurut Anda perlu menunjukkan sikap rasul selama bersama Yesus Kristus dan selama hidup rasul, silahkan saja, tetapi tunjukkan juga keterkaitannya dengan pokok bahasan diskusi yang sedang dibicarakan.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 24, 2019, 03:52:25 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4078
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19) beda perikop dengan
Murid yang dikasihi Yesus (Yoh 21:20-23).

Kedua perikop tidak berada pada waktu yang berurutan tanpa jeda.
Kumaknai, "Perintah kepada Petrus untuk menggembalakan domba Kristus"
tidak pada waktu yang berurutan tanpa jeda dengan
"Keingintahuan Petrus tentang hal apa yang akan terjadi kepada Yohanes.”
Coba maknailah dialog ini [Yoh 21:21-22], tanpa jeda waktu
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kpd Yesus:
"Tuhan, apakah yg akan terjadi dgn dia ini?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki,
supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Apakah Yesus menjawab pertanyaan/keinginan Petrus?
Kupikir jawaban Yesus kpd Petrus itu ketus: "Ikutlah aku".
Jawaban Yesus ini bagai "skak-mat" utk penyangkalan-nya 3x
Sekali gus menghilakan keraguannya, menguatkan percayanya
Utk sekali lagi merenungkan setiap perkataan-Nya, "Akulah Dia"
Maksud Anda, dialog yang Anda salin itu terjadi serangkai waktu dengan selesainya mereka sarapan?
Perikop Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19) dimulai dengan ayat 15: Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, … Pada ayat 15 itu, Yesus Kristus menyerahkan penggembalaan domba Kristus kepada Petrus. Demikian juga pada ayat 16, dan 17.
Lalu di ayat 18 dan 19, pembicaraan antara Yesus dengan Petrus masih diteruskan. Kemudian ayat 19 memperlihatkan selain telah menyerahkan tugas penggembalaan domba Kristus kepada Petrus (ayat 15, 16, dan 17), Yesus menyingkapkan masa depan Petrus, bahwa Petrus akan dihadang ke tempat yang tidak dikehendaki Petrus. Ditutup oleh Yesus dengan mengatakan kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Selanjutnya, pada ayat 20, perikop (pokok pembicaraan) berganti menjadi Murid yang dikasihi Yesus (Yoh 21:20-23). Anda menyalin dialog Yesus dengan Petrus dari perikop itu, di mana Petrus ingin tahu masa depan Yohanes yang sedang mengikuti mereka, yang Anda artikan sebagai protes dari Petrus, padahal Petrus hanya ingin tahu terhadap masa depan Yohanes.
Entah dari mana pula simpulan Anda bahwa perkataan Yesus kepada Petrus: “Ikutlah Aku”, sebagai ketus. Perintah itu mengulangi perintah yang sudah disebutkan pada perikop pemberian tugas penggembalaan domba Kristus kepada Petrus.
Itu tidak terkait dengan skak-mat yang Anda maksudkan. Itu tidak terkait dengan penyangkalan Petrus tentang kepengenalannya kepada Yesus. Itu tidak terkait dengan perkataan Yesus, “Akulah Dia”. Imajinasi liarmu saja yang mengkait-kaitkan hal yang tidak terkait. Bila diminta apa dasar pikiran Anda memandang hal-hal itu terkait, Anda mingkem, dan ngacir ke topik lain yang tidak terhubung.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 24, 2019, 05:17:46 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Maksud Anda, dialog yang Anda salin itu terjadi serangkai waktu dengan selesainya mereka sarapan?
Lupakan sarapan!
Maksudku, aku mau lihat apa tangkapanmu (ay.21-22)
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kpd Yesus:
"Tuhan, apakah yg akan terjadi dgn dia ini?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki,
supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."


Apakah Yesus menjawab pertanyaan/keinginan Petrus?
Kurasa Yesus sama sekali tidak bermaksud menjawab
Justru perintah-Nya makin terasa ketus: "Ikutlah aku".

Perintah itu bagai "skak-mat" utk penyangkalan-nya yg 3x itu
Sekali gus menghilakan keraguannya, menguatkan kepercayaanya
Utk sekali lagi merenungkan setiap perkataan-Nya, bw"Akulah Dia"

Bebas kau mau tangkap latar belakang dulu
Atau latar depan pertanyaannya itu kemudian
Yesus spt meng-"cut", agar dia fokus kpd-Nya

Pls!
Ngalor-ngalor saja!

Salam Damai!
« Last Edit: July 24, 2019, 05:44:53 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 25, 2019, 09:32:59 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4078
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Maksud Anda, dialog yang Anda salin itu terjadi serangkai waktu dengan selesainya mereka sarapan?
Lupakan sarapan!
Imajinasi liarmu menuntunmu untuk melupakan sebagian dari kata yang tercatat dalam ayat Injil, kemudian membangun arti sesuai selera sendiri?
Kupikir, yang begitu(melupakan sebagian kata dari suatu ayat) bukan untuk diskusi, melainkan untuk mengarang seenak jidat.
 
Maksudku, aku mau lihat apa tangkapanmu (ay.21-22)
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kpd Yesus:
"Tuhan, apakah yg akan terjadi dgn dia ini?"
Pokok pikiran yang dibicarkan di perikop Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh 21:15-19) yaitu pemberian tugas menggembalakan domba Kristus, berbeda dengan pokok pikiran yang dibicarakan di perikop Murid yang dikasihi Yesus (Yoh 21:20-23) yaitu ke-kepo-an Petrus terhadap masa depan Yohanes.
Mencampur-aduk dua pokok pikiran yang berbeda itu, dan memandangnya sebagai satu pokok pikiran, menurut pendapatku, adalah penarikan arti seenak sendiri, akan melenceng dari yang dimaksudkan catatan Injil.

Penangkapanku terhadap Yoh 21:21-22, ketika Yesus dan Petrus sedang berjalan entah dari mana hendak ke mana [tidak diungkapkan di Injil], Yohanes(yang pada waktu perjamuan terakhir duduk dekat Yesus)  mengikuti Yesus dan Petrus. Ketika Petrus menoleh, melihat Yohanes mengikuti mereka, tiba-tiba di pikiran Yohanes ingin mengetahui masa depan Yohanes, maka Petrus menanyakannya kepada Yesus. Menanggapi pertanyaan Petrus tentang masa depan Yohanes, Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa itu bukan urusan Petrus, artinya, apapun yang akan terjadi kepada Yohanes, tidak perlu Petrus ketahui. Yang perlu Petrus lakukan ialah mengikuti Yesus Kristus.

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki,
supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."[/i]

Apakah Yesus menjawab pertanyaan/keinginan Petrus?
Kurasa Yesus sama sekali tidak bermaksud menjawab
Justru perintah-Nya makin terasa ketus: "Ikutlah aku".
Tidak menjawab itu pula jawaban Yesus.
Karena apa yang akan terjadi kepada Yohanes bukan urusan Petrus, maka Yesus menjawab seperi itu.
Jawaban Yesus itu bukan menunjukkan keketusan, melainkan menganjurkan kepada Petrus agar tidak kepo terhadap masa depan Yohanes.
Petrus taat, mengikuti Yesus. Petrus merasa tidak layak dipersamakan dengan Yesus, maka ketika Petrus disalib, Petrus meminta agar dia disalib terbalik (kepala ke bawah kaki ke atsa).

Perintah itu bagai "skak-mat" utk penyangkalan-nya yg 3x itu
Sekali gus menghilakan keraguannya, menguatkan kepercayaanya
Utk sekali lagi merenungkan setiap perkataan-Nya, bw"Akulah Dia"
Dari bagian mana catatan Injil pula keterkaitan penyangkalan Petrus terkait dengan perintah Yesus kepada Petrus agar Petrus mengikut-Nya?
Imajinasimu liar.

Bebas kau mau tangkap latar belakang dulu
Atau latar depan pertanyaannya itu kemudian
Yesus spt meng-"cut", agar dia fokus kpd-Nya
Semereka-merdekamu, jika di-challenge dengan tangkapan orang lain yang dapat ditelusur ke Injil, kupikir, Anda merdeka hendak menganut pemahaman mana yang menarik hatimu.

Pls!
Ngalor-ngalor saja!
Kalo diskusi ini diskusi lisan, kunilai, yang ini adalah asal mangap. Tidak berarti.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)