Author Topic: di Yerusalem Baru tidak ada Ratu Sorga / Bunda Allah ?  (Read 8070 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 16, 2020, 04:26:25 PM
Reply #200
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ya!
Aku lebih banyak percaya kpd perkataan-nya
Ketingbang hrs percaya pd penampakan-nya
Ke-dua2-nya faktor frekwensi elektomagnetic
Cakupan merem lebih banyak dr pd melotot


O begitu. Tidak jadi masalah.

Yg jadi masalah ialah bahasanya masih duga2 kita
Konten perkenalannya pun mungkin masih rahasia
Ada tak, fase suprais dr penampakan spektakuler itu?

Sebab
Kita tahu Zakaria, Imam yg sudah tua terkejut dan takut melihat malikat
Anak dara Maria pun mula2 terkejut mendengar salam dr malaikat
Apakah anak2 Fatima itu tdk takut melihat juga mendengar roh?
Masalahnya belum/tidak ada penjelasan yg sesimpel itu pun


Yg ngawur itu “Belum tentu”, tentukanlah, bw
Eksistensinya bisa mengurangi/menambah eksistensi yg lain
Itu tak bisa "belum tentu", kecuali eksistensi kuasa Maria memang ecek2


Ah, kalo bukan menambah ato menggandakan, memang belum tentu mengurangi ato meniadakan.
Bisa saja idak berpengaruh apa-apa. Tidak terkait pada menambah ato mengurang. Jangan maksa.
---
Ya, bisa tak berpengaruh apa2
Jika eksistensi roh Maria memang tdk nyata
Atau eksistensi kuasanya memang ecek2 saja


Kacau.
Bagaimana kalo saling independen? Kalo saling tidak terkait?
Apakah yang satu harus menambah/mengurang yang lain?
Boleh saling independen, bukan?
---
Kalau saling independen tambah kacau lah, kurasa
Yg independen ialah kuasa roh2 jahat di udara, itu yg independen
Iblis punya kuasa yg ditawarkan kpd manusia, pun kpd Yesus melalui macem2


Bagi orang lain, mungkin saja penglihatan lebih berkesan dalam daripada pendengaran.
Maksudnya, melihat lebih masuk dalam hati daripada mendengar. Jangan maksa, napa?
---
Utk hal duniawi hal itu benar
Konsumsi jiwa masuk via mata
Spt penampakan, padatan, berasa

Konsumsi roh tak demikian
Melainkan hal2 maya, imajiner
Suara, doa, nyanyian, perkataan


Fakta penampakan itu dilihat mula-mula oleh tiga anak gembala, kemudian bertambah yang
menyaksikan penampakan berikutnya, bertambah lagi, dan akhirnya sampai puluhan ribu orang.
---
Itu menjadi tontonan sifatnya
Yg inti adalah percakapannya
Perkataan yg berisi pesan2


Tidak ada yang mengkonfirmasi apakah kejadian penampakan Maria itu melibatkan ROH KUDUS ato tidak.
Kenapa maksa harus dikaitkan sebagai penambah ato pengurang kuasa ROH KUDUS?
---
Itu bukan maksa, Broh, terpaksa!
Sebab hanya ada tiga yg terkait perihal roh
ROH KUDUS, roh tak kudus, dan roh manusia


Dgn itu Yesus, Petrus, Paulus dpt membangkitkan
Kurasa "nafas hidup" itu yg kita maksud roh manusia
ROH KUDUS adalah Allah, roh tak kudus disebut Iblis

Rangkaian kata ini: "kpd roh, dlm roh, dgn roh, melalui roh"
Perlu kita periksa bagaimana lajim penggunaannya di dlm Alkitab
Kutau hanya 3 hal rohani: roh manusia, ROH KUDUS dan roh tak kudus

Salam Damai!
« Last Edit: September 16, 2020, 04:42:45 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 16, 2020, 05:52:17 PM
Reply #201
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ya!
Aku lebih banyak percaya kpd perkataan-nya
Ketingbang hrs percaya pd penampakan-nya
Ke-dua2-nya faktor frekwensi elektomagnetic
Cakupan merem lebih banyak dr pd melotot

O begitu. Tidak jadi masalah.
Yg jadi masalah ialah bahasanya masih duga2 kita
Konten perkenalannya pun mungkin masih rahasia
Ada tak, fase suprais dr penampakan spektakuler itu?

Sebab
Kita tahu Zakaria, Imam yg sudah tua terkejut dan takut melihat malikat
Anak dara Maria pun mula2 terkejut mendengar salam dr malaikat
Apakah anak2 Fatima itu tdk takut melihat juga mendengar roh?
Masalahnya belum/tidak ada penjelasan yg sesimpel itu pun
Tidak kuketahui kepastiannya.
Kuduga, anak-anak itu tidak takut, karena mereka kuduga sudah sering melakukan doa Rosario, artinya, di benak mereka sudah ada konsep Bunda Maria. Jadi, ketika melihat penampakan Bunda Maria, mungkin terkejut sejenak, kemudian biasa saja, karena sudah membandingkan konsep yang ada di benak dengan apa yang tampak.

Quote
Yg ngawur itu “Belum tentu”, tentukanlah, bw
Eksistensinya bisa mengurangi/menambah eksistensi yg lain
Itu tak bisa "belum tentu", kecuali eksistensi kuasa Maria memang ecek2

Ah, kalo bukan menambah ato menggandakan, memang belum tentu mengurangi ato meniadakan. Bisa saja idak berpengaruh apa-apa. Tidak terkait pada menambah ato mengurang.
Jangan maksa.
---
Ya, bisa tak berpengaruh apa2
Jika eksistensi roh Maria memang tdk nyata
Atau eksistensi kuasanya memang ecek2 saja
@Maren Kitatau ato siapapun, merdeka saja menganggapnya bagaimana. Itu tidak mengurangi ato menambah apa-apa.

Quote
Kacau.
Bagaimana kalo saling independen? Kalo saling tidak terkait?
Apakah yang satu harus menambah/mengurang yang lain?
Boleh saling independen, bukan?
---
Kalau saling independen tambah kacau lah, kurasa
Yg independen ialah kuasa roh2 jahat di udara, itu yg independen
Iblis punya kuasa yg ditawarkan kpd manusia, pun kpd Yesus melalui macem2
Itu perasaan @Maren Kitatu saja.
Faktanya, tidak ada kekacauan terkait penampakan itu.

Quote
Bagi orang lain, mungkin saja penglihatan lebih berkesan dalam daripada pendengaran.
Maksudnya, melihat lebih masuk dalam hati daripada mendengar. Jangan maksa, napa?
---
Utk hal duniawi hal itu benar
Konsumsi jiwa masuk via mata
Spt penampakan, padatan, berasa

Konsumsi roh tak demikian
Melainkan hal2 maya, imajiner
Suara, doa, nyanyian, perkataan
O begitukah?
Berbeda dengan yang dialami orang lain, kayaknya.

Quote
Fakta penampakan itu dilihat mula-mula oleh tiga anak gembala, kemudian bertambah yang
menyaksikan penampakan berikutnya, bertambah lagi, dan akhirnya sampai puluhan ribu orang.
---
Itu menjadi tontonan sifatnya
Yg inti adalah percakapannya
Perkataan yg berisi pesan2
Inti bagi @Maren Kitatau terkait peristiwa itu bisa berbeda dengan inti bagi orang lain, kan?

Quote
Tidak ada yang mengkonfirmasi apakah kejadian penampakan Maria itu melibatkan ROH KUDUS ato tidak.
Kenapa maksa harus dikaitkan sebagai penambah ato pengurang kuasa ROH KUDUS?
---
Itu bukan maksa, Broh, terpaksa!
Sebab hanya ada tiga yg terkait perihal roh
ROH KUDUS, roh tak kudus, dan roh manusia
Ketiga roh yang @Maren Kitatau maksud itu tidak senantiasa menunjukkan gejala saling interaksi.

Dgn itu Yesus, Petrus, Paulus dpt membangkitkan
Kurasa "nafas hidup" itu yg kita maksud roh manusia
ROH KUDUS adalah Allah, roh tak kudus disebut Iblis
Silahkan saja.

Rangkaian kata ini: "kpd roh, dlm roh, dgn roh, melalui roh"
Perlu kita periksa bagaimana lajim penggunaannya di dlm Alkitab
Kutau hanya 3 hal rohani: roh manusia, ROH KUDUS dan roh tak kudus

Salam Damai!
Silahkan periksa saja kalo @Maren Kitatau merasa perlu memeriksa.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtea.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 16, 2020, 06:54:51 PM
Reply #202
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yg jadi masalah ialah bahasanya masih duga2 kita
Konten perkenalannya pun mungkin masih rahasia
Ada tak, fase suprais dr penampakan spektakuler itu?

Sebab
Kita tahu Zakaria, Imam yg sudah tua terkejut dan takut melihat malikat
Anak dara Maria pun mula2 terkejut mendengar salam dr malaikat
Apakah anak2 Fatima itu tdk takut melihat juga mendengar roh?
Masalahnya belum/tidak ada penjelasan yg sesimpel itu pun


SP: Tidak kuketahui kepastiannya.

Jika yg sesimpel itu tidak kau ketahui kepastiannya
Kepastian bahasa-nya, perkenalannya, suprais-nya
Lantas kepastian serumit apa yg mudah diselikidii?

Salam!

« Last Edit: September 16, 2020, 06:58:27 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 16, 2020, 07:12:14 PM
Reply #203
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ya, bisa tak berpengaruh apa2
Jika eksistensi roh Maria memang tdk nyata
Atau eksistensi kuasanya memang ecek2 saja


@Maren Kitatau ato siapapun, merdeka saja menganggapnya bagaimana.
Itu tidak mengurangi ato menambah apa-apa.

Kita sudah 75 tahun merdeka, Broh!
Yg bukan apa2 jelas tidak akan apa2
Tdk mengurangi tdk menambah apa

Salam.

Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 16, 2020, 10:14:10 PM
Reply #204
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 16, 2020, 05:52:17 PM
Yg jadi masalah ialah bahasanya masih duga2 kita
    Konten perkenalannya pun mungkin masih rahasia
    Ada tak, fase suprais dr penampakan spektakuler itu?

    Sebab
    Kita tahu Zakaria, Imam yg sudah tua terkejut dan takut melihat malikat
    Anak dara Maria pun mula2 terkejut mendengar salam dr malaikat
    Apakah anak2 Fatima itu tdk takut melihat juga mendengar roh?
    Masalahnya belum/tidak ada penjelasan yg sesimpel itu pun


    SP: Tidak kuketahui kepastiannya.

Jika yg sesimpel itu tidak kau ketahui kepastiannya
Kepastian bahasa-nya, perkenalannya, suprais-nya
Lantas kepastian serumit apa yg mudah diselikidii?

Salam!

Iya, ya? :D
Simpel nggak kuketahui.

Tapi, apakah pendiskusi itu harus mengetahui segala hal?
Kupikir, diskusi itu adalah saling berbagi.
Kalo @Maren Kitatau mengetahui, bagikan.
Kalo normal, sih. :D

Semoga damai menyertaimu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 16, 2020, 10:21:55 PM
Reply #205
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 16, 2020, 05:52:17 PM
Ya, bisa tak berpengaruh apa2
Jika eksistensi roh Maria memang tdk nyata
Atau eksistensi kuasanya memang ecek2 saja


@Maren Kitatau ato siapapun, merdeka saja menganggapnya bagaimana.
Itu tidak mengurangi ato menambah apa-apa.

Kita sudah 75 tahun merdeka, Broh!
Yg bukan apa2 jelas tidak akan apa2
Tdk mengurangi tdk menambah apa

Salam.
Apa kaitannya dengan kemerdekaan Indonesia yang sudah 75 tahun? :D
Benar, yang bukan apa-apa jelas tidak akan apa-apa.

Semoga damai menyertaimu.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 16, 2020, 10:39:05 PM
Reply #206
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kalau saling independen tambah kacau lah, kurasa
Yg independen ialah kuasa roh2 jahat di udara, itu yg independen
Iblis punya kuasa yg ditawarkan kpd manusia, pun kpd Yesus melalui macem2


Itu perasaan @Maren Kitatu saja.
Faktanya, tidak ada kekacauan terkait penampakan itu.

Ya! Faktanya semua tenang2 saja, bahkan yg tak betuhan pun tenang
Yesus datang karena manusia sudah tenang dikuasai agama tradisi dr allah2-an
Sungguh Iblis berkuasa utk memikat manusia dan kpd Yesus pun ditawarkan macem2

Itu bukan maksa, Broh, terpaksa!
Sebab hanya ada tiga yg terkait perihal roh
ROH KUDUS, roh tak kudus, dan roh manusia


Ketiga roh yang @Maren Kitatau maksud itu tidak senantiasa menunjukkan gejala saling interaksi.

ROH KUDUS dan Iblis tentu selalu konfrontasi
ROH KUDUS melayang2 di atas permukaan air
Roh2 jahat gentayangan sana-sini di udara

Roh manusia berinteraksi kpd salah satunya
Berharap yg duniawi atau berharap yg rohani
Sebab roh manusia itu kuat dan penurut pula

Terkutip diskusi kita tadi pagi
Salam.[color]

Mungkin dpt disimpulkan satu sementara
Roh manusia itulah perangkat "on-line" manusia
Sehingga manusia dpt berkomunikasi via ROH KUDUS
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 17, 2020, 08:38:29 AM
Reply #207
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 16, 2020, 05:52:17 PM
Kalau saling independen tambah kacau lah, kurasa
Yg independen ialah kuasa roh2 jahat di udara, itu yg independen
Iblis punya kuasa yg ditawarkan kpd manusia, pun kpd Yesus melalui macem2
Itu perasaan @Maren Kitatu saja.
Faktanya, tidak ada kekacauan terkait penampakan itu.
Ya! Faktanya semua tenang2 saja, bahkan yg tak betuhan pun tenang
Yesus datang karena manusia sudah tenang dikuasai agama tradisi dr allah2-an
Sungguh Iblis berkuasa utk memikat manusia dan kpd Yesus pun ditawarkan macem2
Quote from: Sotardugur Parreva on September 16, 2020, 05:52:17 PM
Itu bukan maksa, Broh, terpaksa!
Sebab hanya ada tiga yg terkait perihal roh
ROH KUDUS, roh tak kudus, dan roh manusia


Ketiga roh yang @Maren Kitatau maksud itu tidak senantiasa menunjukkan gejala saling interaksi.
ROH KUDUS dan Iblis tentu selalu konfrontasi
ROH KUDUS melayang2 di atas permukaan air
Roh2 jahat gentayangan sana-sini di udara

Roh manusia berinteraksi kpd salah satunya
Berharap yg duniawi atau berharap yg rohani
Sebab roh manusia itu kuat dan penurut pula

Terkutip diskusi kita tadi pagi
Salam.
Quote from: Maren Kitatau on September 16, 2020, 10:21:00 AM
Mungkin dpt disimpulkan satu sementara
Roh manusia itulah perangkat "on-line" manusia
Sehingga manusia dpt berkomunikasi via ROH KUDUS
@Sotardugur Parreva kurang sepakat kalo kedatangan Tuhan Yesus Kristus dilaksanakan karena manusia sudah tenang dikuasai agama tradisi dr allah2-an. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. KedatanganNya itu tidak terkait dengan ketenangan manusia.

Konfrantasinya ROH KUDUS dengan Iblis, tidak senantiasa dapat diindrai oleh manusia.
Roh Allah bukan hanya di atas permukaan air.
Ya, roh itu penurut.

Semoga damai menyertaimu.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 17, 2020, 03:43:50 PM
Reply #208
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3434
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Jika yg sesimpel itu tidak kau ketahui kepastiannya
Kepastian bahasa-nya, perkenalannya, suprais-nya
Lantas kepastian serumit apa yg mudah diselikidii?


Iya, ya? :D
Simpel nggak kuketahui.
Tapi, apakah pendiskusi itu harus mengetahui segala hal?

Tidak hrs sesegera itu taumu
Tapi kan, ada arsip/kanon/penelitian Gereja yg akurat
Artinya, kau bisa bilang kpd-ku, "Sabar, nanti kucari tahu."


Kupikir, diskusi itu adalah saling berbagi.
Kalo @Maren Kitatau mengetahui, bagikan.
---
Pikirkanlah yg kubagi ini: Sementara murid2 ber-cakap2 ttg Yesus,
Tiba2 Dia berdiri di tengah2 mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. [Luk 24:36-37]

Image Yesus yg baik dan mulia sudah melekat pd jiwa mereka
Toh masih terkejut dan takut walau terdengar “Salam Damai!”
Kurasa mereka sudah lebih bertuhan dr pd anak2 Portugal itu


Kuduga, anak-anak itu tidak takut, karena mereka kuduga sudah sering melakukan doa Rosario, artinya, di benak mereka sudah ada konsep Bunda Maria. Jadi, ketika melihat penampakan Bunda Maria, mungkin terkejut sejenak, kemudian biasa saja, karena sudah membandingkan konsep yang ada di benak dengan apa yang tampak.

Jika roh Maria diem saja kurasa mereka akan kabur
Dlm artian pudar penglihatan lari kencang keselamatan
Semestinya selesai terkejut disapa, ditenangkan dgn kata
Spt "Damai sejahtera bagi-mu!" atau “Jangan takut, aku ini!”
(sorry, sama dgn penulisan Luk “Damai bagimu pake pentung”)

Salam Damai, Broh!

« Last Edit: September 17, 2020, 04:51:46 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 17, 2020, 06:00:02 PM
Reply #209
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 16, 2020, 10:14:10 PM
Jika yg sesimpel itu tidak kau ketahui kepastiannya
Kepastian bahasa-nya, perkenalannya, suprais-nya
Lantas kepastian serumit apa yg mudah diselikidii?


Iya, ya? :D
Simpel nggak kuketahui.
Tapi, apakah pendiskusi itu harus mengetahui segala hal?
Tidak hrs sesegera itu taumu
Tapi kan, ada arsip/kanon/penelitian Gereja yg akurat
Artinya, kau bisa bilang kpd-ku, "Sabar, nanti kucari tahu."
Hahhaa... napa jadi mendikte?
Kalo @Maren Kitatau mau tau, cari saja sendiri. Poin yang @Maren Kitatau tanyakan itu tidak penting kuketahui. Tidak berminat mengetahui. Jika kuikuti permintaanmu, mengatakan seperti yang @Maren Kitatau inginkan, membebaniku untuk mencarinya. Padahal, tidak penting.
Cari saja sendiri kalo mau tau.

Kupikir, diskusi itu adalah saling berbagi.
Kalo @Maren Kitatau mengetahui, bagikan.
---
Pikirkanlah yg kubagi ini: Sementara murid2 ber-cakap2 ttg Yesus,
Tiba2 Dia berdiri di tengah2 mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. [Luk 24:36-37]

Image Yesus yg baik dan mulia sudah melekat pd jiwa mereka
Toh masih terkejut dan takut walau terdengar “Salam Damai!”
Kurasa mereka sudah lebih bertuhan dr pd anak2 Portugal itu
Lebih bertuhan? :D
Siapa bilang anak gembala itu tidak terkejut?
Kuduga, setelah anak gembala itu mengkait-kaitkan antara Rosario yang mereka lakukan dan penglihatan mereka terhadap penampakan Bunda Maria, keterkejutan mereka perlahan mereda.

Kuduga, anak-anak itu tidak takut, karena mereka kuduga sudah sering melakukan doa Rosario, artinya, di benak mereka sudah ada konsep Bunda Maria. Jadi, ketika melihat penampakan Bunda Maria, mungkin terkejut sejenak, kemudian biasa saja, karena sudah membandingkan konsep yang ada di benak dengan apa yang tampak.
Jika roh Maria diem saja kurasa mereka akan kabur
Dlm artian pudar penglihatan lari kencang keselamatan
Semestinya selesai terkejut disapa, ditenangkan dgn kata
Spt "Damai sejahtera bagi-mu!" atau “Jangan takut, aku ini!”
(sorry, sama dgn penulisan Luk “Damai bagimu pake pentung”)

Salam Damai, Broh!
Lhah, dengan seringnya anak-anak itu mengatakan, "Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati" yaitu bagian akhir Doa Salam Maria, maka mereka tidak akan takut-takut bangat. Yang mereka lakukan adalah mencari konfirmasi, benarankah Maria yang menampakkan diri itu Ibu Tuhan ato bukan. Relevansi antara doa mereka dengan hal yang dilihat, ditambah penampakan bulan berikutnya sesuai janji, anak-anak itu yakin, bahwa yang menampakkan diri kepada mereka adalah Maria yang melahirkan Yesus.

Semoga damai menyertaimu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)