Author Topic: Ketika Trinitarian berdoa Bapa Kami....  (Read 1534 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 19, 2019, 01:07:49 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9548
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
lah itu kan lucu asle

u tanya, dijawab : sama aja
eh dia nuntut dimana itu diajarkan? dimana ada kata2 bla bla bla bla kek gini ada
jadi maksudnya kata2nya harus sama persis seperti yang u karang itu baru u bisa terima?
ye kalo gitu mah bilang aja doktrin Trinitas itu kata2nya harus ada sesuai logika gw baru gw bisa terima

kan culun tho? wkwkwk

gw gak lanjutin lagi, tujuan gw cuma kasih link itu kali2 ada yang mau baca ;D ;D
June 19, 2019, 04:09:05 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1829
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pertanyaan maren tidak sesuai dgn topik yg lagi diajukan.
Belon nyampe ke topik, Bro!
Aku itu lagi menyesuaikan dgn “monggomu” itu
Mana tahu ada jalan dan cara lain yg jitu kpd-Nya
Walau mis: Allah di luar kamu dan kamu di luar Allah

Spt ini “monggo-mu” itu:
“oda : apakah Bapa didalam maren ?
maren: monggo dijawab
oda: apakah maren didalam Bapa ?
maren: monggo dijawab”

Dan sudah kujawab

Sementara topikmu sederhana
Hal tertuju kemana "Doa Bapa kami ..."
Seolah ada yg tidak jelas si tertujunya itu, sbb:


Ketika Trinitarian berdoa Bapa Kami....
apakah pov si yg berdoa itu tertuju ke The first person of the Trinity?
Jawabannya "Yes!"
Lalu selesailah topikmu terjawab!

Apakah tak setuju dgn jawaban itu
Dan penjelasan tambahannya, bw:

Bapa ialah Allah
Yg nanti akan kukenal oleh roh-ku
Dia lah Allah masa depan yg memikat

Anak ialah Allah
Yg tadi telah kukenal oleh jiwa-ku
Dia lah Allah masa lalu yg melekat

ROH KUDUS ialah Allah
Yg lagi menemani diri-ku mengenali segala sesuatu
Dia lah yg mengajariku, Allah masa kini yg mengikat


Jadi bukan aku tidak sesuai topik
Tapi aku lagi menyesuaikan monggo


Anyway, sekalipun sesuai –
tetep aja nggak pas utk ditanyakan ke saya,
Just ru karena gak pas, maka aku pengen tahu
Biasanya yg pas bagi-mu bisa pas bagi org lain
Sebab semua org sedang berharap bisa selamat
Keselamatan itu, koq, ujungnya doa2 kita itu, Bro!

 
karena kan saya gak dibawah ajaran P2   :wink:
Ya! Itulah dia! Berarti ada ajaran di atas ajaran-P2
Justru itu, maka aku pengen tahu dan bertanya, pls:
"Apakah Allah di luar kamu dan kamu di luar Allah?"

Monggo, Bro! Allah itu Roh! [Yoh 4:24]
Sembahlah Allah dlm roh dan kebenaran

Spy kita makin paham dunia roh
Bw roh itu inti dan sekaligus bungkus
Seumpama pelita hati dan pakaian pesta

Salam Damai!

« Last Edit: June 19, 2019, 05:24:32 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 19, 2019, 04:50:16 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1254
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Sekali saya tanyakan,
dimana itu ajaran P2 bahwa kosakata "bapa" dalam doa Bapa Kami itu ditujukan ke P3+P2+P1 ?
Dimana selanjutnya P2 memberikan alesannya adalah bold ?
Yesus mengajarkan doa Bapa Kami
doa dipanjatkan kepada Bapa
Bapa itu salah satu pribadi Allah
alias Bapa itu Allah
Allah itu Esa
masih kurang jelas?
Quote
Sudah saya bilang, saya nggak lagi ngomongin sembarang doa, melainkan doa BAPA KAMI, cNc.
Duh... kok sekarang "menyebut" dibawa-bawa.

Pertanyaannya :
Kosakata BAPA dalam doa tsb ditujukan kemana, cNc ?
menunjuk ke Allah
Quote
Jelas saya justice, karena jawabanmu lari-lari. Pertanyaannya kan mengenai doa BAPA kami, doa ini ditujukan kemana ?
cNc1 : ketiganya (pribadi)
cNc2 : Bapa SALAH SATU pribadi Allah Esa
cNc3 : Bapa disitu menekankan pd pribadi Allah ekhad
doa dipanjatkan hanya pada Allah
Allah itu echad, berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS
Quote
oda thdp cNc1 :
yang saya temui, ajaran P2 nya tidak spt jawaban cNc1, karena bunyi ajaran P2 nya sbb :
The first person of the Trinity is known as the Father
Pribadi Bapa itu Allah
Allah itu Esa
Quote
oda thdp cNc2 :
Nah... jawaban cNc2 disini bisa masuk.
Dengan kata lain, kosakata "bapa" didalam doa Bapa Kami ditujukan ke P1, bukan ke P2, bukan pula ke P3.
Jika konteksnya mengenai substansi Allah Esa
maka...
Kesimpulan anda keliru, mengapa?
sebab Allah Esa itu berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS
Quote
oda thdp cNc3 :
tunjukkan dimana itu ajaran P2 bhw kosakata "bapa" didalam doa Bapa Kami menekankan pd pribadi Allah ekhad.
Bapa itu Allah atau bukan?
Allah itu echad, ya atau tidak?
Quote
selain itu,
jawaban cNc3 itu kan kliatan kacau balau, karena kalo konsisten dgn ajaran P2, maka kalimatmu seharusnya :
Bapa disitu menekankan pd pribadi ke-1, KARENA Allah itu ekhad (terdiri dari P1 P2 P3).
Bapa dalam doa Bapa Kami disitu merujuk pada Allah, tidak kpd siapa2
mo nyebut salah satu pribadi, dua pribadi, atau ketiganya, tetap doa dipanjatkan hanya kpd Allah
dan Allah itu Esa
Quote
kalimat bold cNc itu motong kalimat yg saya ajukan. Silahkan diliat judul thread ini.
 Sudah saya katakan, sengaja saya ngambil spesifik doa Bapa Kami. Jadi saya disini nggak lagi ngajuin berupa "ketika trinitarian berdoa".
....Bapa Kami yang di sorga
SAMA DENGAN
....Allah kami yg di sorga
MASIH KURANG JELAS ??
Quote
Tuh ngaco lagi.
Saya bermasalah, tapi masalahnya itu BUKAN berangkat dari "ketika trinitarian berdoa".
Yang ada adalah saya berangkatnya dari "ketika trinitarian berdoa Bapa Kami" dan dirimu jawab berupa cNc1 dimana selanjutnya masih juga sekarang bilang ungu sementara udah dikasi tau "jutaan" kali bhw yg diajukan itu "ketika trinitarian berdoa Bapa Kami" ... BUKAN "ketika trinitarian berdoa".
saya sederhanakan saja ya...
Bapa kami yg di sorga
tidak jadi soal ketika berdoa mengucapkan
Allah kami yg di sorga
dan
Allah itu Esa adanya, Allah Esa itu berpribadi Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS
maka konsekuensi logis atas substansi Allah Esa
TIDAK JADI soal saat berdoa menyebutkan salah satu, dua, atau ketiganya pribadi Allah
masih kurang jelas
Quote
Jawaban cNc1, cNc3 dan yg ungu itu kan gak sesuai dgn ajaran P2, yg juga sudah "jutaan" kali tak kopas lagi tak kopas lagi ajaran P2 tsb ---> yakni : The first person of the Trinity is known as the Father.
 kembali "jutaan" kali saya kasi tau bhw saya tidak ngajukan yg spt orange, cNc. Yg saya ajukan "ketika trinitarian berdoa Bapa Kami" !
Bapa kami yg di sorga
Sebut saja...
Allah kami yang di sorga
No problem
Quote
Kalo udah sampe sini buatmu masih juga belon jelas,
maka gak jelas juga dah saya ini ngomong sama APA  :char11:
Bapa kami yg di sorga
Sebut saja...
Allah kami yang di sorga
No problem
masih belum nyandak juga ??
June 19, 2019, 05:42:29 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2589
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Allah kami yang di sorga
No problem
masih belum nyandak juga ??

Syalom bro..

perkenankan kuberi sedikit sanggahan..
tidak bermaksud untuk berdebat. dan sama sekali tidak ada niat untuk berdebat..

hanya sekedar membuka diskusi, tukar pikiran dan sharing..

ketika berdoa Bapa kami yang di sorga, yang saya imani adalah kita menyampaikan Permohonan kita kepada Bapa. yaitu salah satu Pribadi dari 3 Pribadi ke-Allahan.

ketika Tuhan Yesus masih di bumi mengajarkan Doa Bapa kami yang di sorga, kalimat itu tidak sama dengan kalimat Yesus Kami yang di sorga.

ketika Tuhan Yesus di bumi ini, Tuhan Yesus Kristus tidak berada di sorga,  sebab Tuhan Yesus sudah menjadi manusia. Tuhan Yesus tidak Mahahadir ketika berada di dunia ini..

saya percaya dengan sangat yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu ESA (TUNGGAL), satu satunya..
seperti yang tertulis di dalam Firman Allah.

Firman Tuhan juga mencatat bahwa Allah yang Esa itu, terdiri dari 3 Pribadi yang berbeda.
yang kita kenal sebagai. Bapa, Anak dan Rohul Kudus.
yang artinya adalah Pribadi Bapa berbeda dengan Pribadi Anak dan sebaliknya.

memang tidak ada gambaran yang sangat tepat yang dapat digunakan untuk menggambarkan Allah, sebab pikiran manusia sangat terbatas.
namun saya sangat yakin benda benda Alam ini termasuk manusia adalah pantulan atau gambaran diri-Nya sendiri.
misalkan:
1. Luas: yang terdiri dari Panjang, Lebar dan Tinggi
2. Matahari ada Cahaya, Suhu (Kehangatan), dan materinya..
3. Keluarga: Ayah, Ibu dan Anak
4. Waktu: Kemaren, Hari ini dan Esok
5. Simatupang: Togatorop, Sianturi, Siburian
6. Manusia: Tubuh, Jiwa dan Roh

Penjelasan:
1. Panjang itu bukan Tinggi, bukan pula Lebar namun Luas suatu ruang segi 4 terdiri dari Panjang x Lebar X Tinggi
3. Ayah bukanlah Ibu dan bukan Anak, tapi ketiganya disebut keluarga.
4. Kemarin bukanlah hari ini dan hari ini bukanlah hari esok, tapi hari ini, kemarin dan esok adalah Waktu..
5. dst..

manusia memang tidak dapat menjelaskan Substansi maupun Pribadi Allah dengan keakuratan yang sempurna..
tapi contoh diatas adalah sedikit Gambaran yang dapat mempermudah kepada pikiran manusia fana mengenai Kesatuan ke-Allahan..

Yesus Kristus bukanlah Bapa, yang mati diatas kayu Salib bukanlah Bapa, dan bukan ROH KUDUS. bukan berarti Bapa tidak dapat mati diatas kayu salib, tapi Tugas Penebusan diserahkan kepada Pribadi Yesus Kristus.


semoga membantu memberi sedikit pandangan..


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 19, 2019, 05:56:35 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2589
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Agak bingung saya sama kronologikanya pada kalimat di quote atas, sima.

Karena kalimat diatas menunjukkan suatu situasi spt sbb:
1. Tadinya gak ada Hukum

tidak pernah Alam semesta ini termasuk duni kita ini berjalan tanpa Hukum Bro..
sebab sudah pasti akan terjadi kacau balau kalau tidak ada hukum yang mengaturnya..

Namun sangking harmonisnya Sifat alami manusia sebelum dosa dengan Hukum Allah, manusia itu hampir hampir tidak sadar kalau sebenarnya Hidup ini diatur oleh Hukum Allah.
Hukum Allah adalah Kasih. Alam semesta ini diatur oleh Tuhan dengan tingkat keteraturan level tinggi.

manusia menyadari bahwa Allah memiliki Hukum ketika Dia melanggar Firman Allah. Hukuman memang tidak ada, tapi Hati Nuraninya mempersalahkannya, sehingga ketika Tuhan menampakkan diri, manusia itu takut.
siapakah yang mengajarkan manusia Takut.. ?? tidak ada.. Hukum Tuhan yang tertanam di dalam Sanubarinyalah yang mempersalahkannya.

jadi Hukum Tuhan sudah ada sebelum jaman bangsa Israel ada. Hukum Alam, Hukum Kesehatan, Hukum Sebab Akibat... adalah salah satu hukum hukum Tuhan.

Quote
2. dikatakan manusia adl pelanggar Hukum

Yups, betul sekali.. disebut sebagai Pelanggar Hukum adalah, karena manusia melanggar apa yang dilarang Tuhan.

Quote
3. Hukum diberikan, so sekarang ada hukum

kalau bro pernah baca tulisanku di salah satu topik di grup ini, pernah kujelaskan bahwa:
salah satu kutuk Dosa yang paling berat bukanlah Kematian, tapi Kacau Balau atau Babel..
yaitu hilangnya pertimbangan manusia mengenai apa yang benar dan apa yang salah. atau Kebenaran dan Kesalahan di Campur adukkan. akhirnya manusia melakukan apa yang dianggapnya baik menurut pandangannya sendiri.

itulah mengapa Tuhan memberikan kembali Hukum Secara Tertulis, supaya manusia itu tidak punya standardnya masing masing.. tapi mempunyai satu tolak ukur untuk mengukur Benar atau Salah,

Quote
4. dengan sekarang adanya hukum, manusia tau bhw dirinya adalah pelanggar hukum.

Top Markotop,, sangat Jitu..
itulah salah satu Fungsinya Hukum.. untuk menyatakan bahwa manusia adalah Pelanggar Hukum dan Harus di hukum.


bersambung..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 19, 2019, 10:49:38 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1254
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Syalom bro..

perkenankan kuberi sedikit sanggahan..
tidak bermaksud untuk berdebat. dan sama sekali tidak ada niat untuk berdebat..

hanya sekedar membuka diskusi, tukar pikiran dan sharing..

ketika berdoa Bapa kami yang di sorga, yang saya imani adalah kita menyampaikan Permohonan kita kepada Bapa. yaitu salah satu Pribadi dari 3 Pribadi ke-Allahan.
Ya saya sepakat
dan Bapa dimaksud dlm doa Bapa kami, Allah Esa ?
Quote
ketika Tuhan Yesus masih di bumi mengajarkan Doa Bapa kami yang di sorga, kalimat itu tidak sama dengan kalimat Yesus Kami yang di sorga.
Ya sepakat
dan kalau Yesus berdoa kalimatnya BAPA-KU
BUKAN
Bapa kami/kita
Quote
ketika Tuhan Yesus di bumi ini, Tuhan Yesus Kristus tidak berada di sorga,  sebab Tuhan Yesus sudah menjadi manusia. Tuhan Yesus tidak Mahahadir ketika berada di dunia ini..
sepakat
bukan berarti menjadikan Yesus Kristus bukan Allah Esa, bukan ?
Quote
saya percaya dengan sangat yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu ESA (TUNGGAL), satu satunya..
seperti yang tertulis di dalam Firman Allah.
sepakat
dan saat panjatkan doa dipanjatkan hanya kpd Allah Esa itu, betul?
Quote
Firman Tuhan juga mencatat bahwa Allah yang Esa itu, terdiri dari 3 Pribadi yang berbeda.
yang kita kenal sebagai. Bapa, Anak dan Rohul Kudus.
yang artinya adalah Pribadi Bapa berbeda dengan Pribadi Anak dan sebaliknya.
sangat sepakat
Quote
memang tidak ada gambaran yang sangat tepat yang dapat digunakan untuk menggambarkan Allah, sebab pikiran manusia sangat terbatas.
namun saya sangat yakin benda benda Alam ini termasuk manusia adalah pantulan atau gambaran diri-Nya sendiri.
misalkan:
1. Luas: yang terdiri dari Panjang, Lebar dan Tinggi
2. Matahari ada Cahaya, Suhu (Kehangatan), dan materinya..
3. Keluarga: Ayah, Ibu dan Anak
4. Waktu: Kemaren, Hari ini dan Esok
5. Simatupang: Togatorop, Sianturi, Siburian
6. Manusia: Tubuh, Jiwa dan Roh

Penjelasan:
1. Panjang itu bukan Tinggi, bukan pula Lebar namun Luas suatu ruang segi 4 terdiri dari Panjang x Lebar X Tinggi
3. Ayah bukanlah Ibu dan bukan Anak, tapi ketiganya disebut keluarga.
4. Kemarin bukanlah hari ini dan hari ini bukanlah hari esok, tapi hari ini, kemarin dan esok adalah Waktu..
5. dst..

manusia memang tidak dapat menjelaskan Substansi maupun Pribadi Allah dengan keakuratan yang sempurna..
tapi contoh diatas adalah sedikit Gambaran yang dapat mempermudah kepada pikiran manusia fana mengenai Kesatuan ke-Allahan..

Yesus Kristus bukanlah Bapa, yang mati diatas kayu Salib bukanlah Bapa, dan bukan ROH KUDUS. bukan berarti Bapa tidak dapat mati diatas kayu salib, tapi Tugas Penebusan diserahkan kepada Pribadi Yesus Kristus.


semoga membantu memberi sedikit pandangan..


salam
TYM
Ya sepakat
dan matinya Yesus Kristus dikayu salib tidak serta merta menghilangkan substansi keilahian-Nya yaitu Allah ekad, betul ?
June 20, 2019, 09:29:04 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2589
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Ya saya sepakat

Amin, Puji Tuhan..

Quote
dan Bapa dimaksud dlm doa Bapa kami, Allah Esa ? Ya sepakat
dan kalau Yesus berdoa kalimatnya BAPA-KU
BUKAN
Bapa kami/kitasepakat
bukan berarti menjadikan Yesus Kristus bukan Allah Esa, bukan ? sepakat

terima kasih bro sudah membuka jalan untuk berdiskusi..

Allah itu Esa, artinya adalah Hanya Allah-lah Allah, tidak ada yang lain, tidak ada makhluk di alam semesta ini yang dapat dipersamakan dengan Allah. Dialah Allah satu satu-nya Yang Esa.. Bagi Allah-lah Kemuliaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama lamanya. Hanya Allah-lah yang patut disembah di alam semesta ini,
karena Allah kita ada, karena Allah kita hidup, dan segala sesuatu biarlah kembali kepada Allah termasuk Penghormatan dan Puji Pujian yang kita panjatkan. Hanya Allah saja yang patut menerimanya.

ketika menyebut kata Allah, berarti sudah mencakup ketiga Pribadi tersebut: Bapa, Anak dan ROH KUDUS.

tapi ketika menyebut Salah satu Pribadi, berarti kita khusus kepada pribadi tersebut, bukan ketiganya..

sebagai Contoh, mari kita buka Alkitab kita yang tertulis dalam Ibrani 5:5,7,8,9
Ibrani:
5:5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan e  diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, f  tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman g  kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan h  pada hari ini",

5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan  dengan ratap tangis   dan keluhan  kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya   Ia telah didengarkan.

5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak,   Ia telah belajar menjadi taat   dari apa yang telah diderita-Nya,

5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya,  Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya

Perhatikan ayat yang ke 7, yang kuberi warna merah itu..
perhatikan bahwa ada 2 Pribadi pada ayat itu, Yesus betul betul mengosongkan diri-Nya dan bergantung sepenuh-nya kepada Dia (Bapa). dan karena Kesalehan-Nya Ia didengarkan.

sekali lagi perhatikan kata yang kumerahi,, Karena Kesalehan-Nya Ia didengarkan..

sangat luar biasa.. Perhatikan dan Bandingkan kembali Ibrani 8:1-3.
Yesus Kristus adalah Imam Besar kita Sorga, (Bukan Bapa dan Bukan ROH KUDUS). Yesus Kristus telah mati diatas Kayu Salib, Darah-Nya berkuasa untuk membayar semua hutang dosa manusia, mengampuni setiap dosa dan menyucikan setiap dosa bagi yang percaya kepada-Nya..

Percayakah brother @cNc janji Tuhan tersebut.. ?
Percayakah brother @cNc bahwa Yesus Kristus yaitu salah satu Pribadi Tritunggal Mahakudus, telah mengosongkan diri-Nya dengan segala atribut ke-Allahan-Nya, mengambil rupa seorang hamba, menjadi seorang manusia yang taat, dan sampai mati-Nya diatas kayu salib, tidak pernah gagal dan tidk pernah berbuat dosa sehingga Ia layak sebagai Korban yang sempurna, tanpa cacat, dan Jasa-Nya oleh Darah-Nya cukup untuk membasuh segala dosa dosa kita.. ?

Quote
dan matinya Yesus Kristus dikayu salib tidak serta merta menghilangkan substansi keilahian-Nya yaitu Allah ekad, betul ?

mari kita kembali baca Filipi 2:5-10
ketika menjadi manusia, Yesus tetaplah Pribadi yang sama dari 3 Pribadi ke-Allahan yang Mahakudus.
yaitu Allah yang Esa, Allah ekad..

tapi Substansi-Nya dikosongkan.. (Mahakuasa, Mahahadir, Mahatahu).
Yesus adalah tetap Pribadi Allah dalam Tubuh Manusia yang terbatas,

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
June 20, 2019, 10:30:30 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Yesus mengajarkan doa Bapa Kami
doa dipanjatkan kepada Bapa
Bapa itu salah satu pribadi Allah
Ya.

Quote
alias Bapa itu Allah
Ngaco. Disini nggak lagi ngajuin "Bapa itu Allah ato bukan ?".

Quote
Allah itu Esa
Dan P2 ngajarin, Allah itu TERDIRI dari 3P, P1 P2 dan P3.

Quote
masih kurang jelas?
Dirimu sengaja bersilat lidah, bermain kata kata.

Allah itu Esa.
Allah Esa ini terdiri dari 3P, P1 P2 P3
The first person of the Trinity is known as the Father


Our Father in heaven....
Q1 : kepada yang mana doa itu ditujukan ?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A1 : kepada P1, The first person of the Trinity

I came forth from the Father and have come into the world
Q2 : dari yang mana P2 came forth ?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A2 : dari yang P1, The first person of the Trinity


My Father, if it be possible, let this cup pass from me
Q3 : ditujukan ke yang mana permintaan diatas oleh P2?
Konsisten berangkat dari ungu, maka jawabannya adalah :
A3 : ditujukan ke P1, The first person of the Trinity


jawaban versi kalian
A1 : kepada ketiganya, P3+P2+P1 atau salah satunya ataupun salah duanya
A2 : P2 came forth dari ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya
A3 : P2 menujukan permintaannya ke ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya

dengan alesan :
Bapa = Allah
Allah itu Esa terdiri dari 3P
Dengan demikian, Bapa = salah satunya ataupun salah duanya ataupun ketiganya.

Quote
Bapa dalam doa Bapa Kami disitu merujuk pada Allah, tidak kpd siapa2
mo nyebut salah satu pribadi, dua pribadi, atau ketiganya, tetap doa dipanjatkan hanya kpd Allah
Tunjukkan ajaran P2 bhw ketika terdengar kosakata "Bapa" maka kosakata ini TIDAK ngerujuk ke siapa siapa karena bisa ngrujuk ke ketiganya atau salah satunya ataupun salah duanya.

Quote
dan Allah itu Esa ....Bapa Kami yang di sorga
SAMA DENGAN
....Allah kami yg di sorga
Tunjukkan ajaran P2 bhw kosakata "bapa" didalam doa tsb  = salah satunya ataupun salah duanya ataupun ketiganya.

Laen cerita pabila kalimatnya "Allah kami yang di sorga" ---> Dengan kalimat spt itu barulah kalian bisa ngajuin :
Allah itu Esa, terdiri dari P3+P2+P1
dengan demikian, kepada yg mana doa diajukan - sama aja.



ilustrasi :
sebuah pohon jeruk dimana di pohon ini terdapat 3 buah jeruk yang masing2 warnanya :
1. kehijauan, masih belon mateng
2. sdikit oranye, hampir mateng
3. oranye, mateng.

Baik yg ijo, yg sdikit oranye dan yg oranye adalah jeruk

statement1 :
cuplis, petik jeruknya di pohon gih

maka :
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = BETUL
cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja.
Pokok toh itu jeruk.




statement2 :
cuplis, petik jeruk ijo di pohon

maka oda:
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = SALAH.

Kalian bilang :
[apapun yg dipetik cuplis, sama aja] = BETUL
cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja.
Pokok toh itu jeruk.


argumen NGABLU kalian :
Jeruk yg di pohon ada ijo, sdikit oranye, oranye
yg ijo = jeruk
yg sdikit oranye = jeruk
yg oranye = jeruk

Jeruk ijo yang di pohon SAMA DENGAN jeruk yang di pohon

Berangkat dari bold merah, logika sirkular ngablu kalian ajukan.... :
dengan demikian, cuplis mao petik salah satunya atau salah duanya ataupun ketiganya, sama aja. Pokok toh itu jeruk yang di pohon.

bersambung
« Last Edit: June 20, 2019, 10:59:28 AM by odading »
June 20, 2019, 10:30:38 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Quote
MASIH KURANG JELAS ??
cupek jangan dipiara atuh, cNc.
Disini bukan perihal "saya (oda) masih kurang jelas".
Melainkan justru saya yang sedang menunjuk kalian bhw "yang kalian ajukan itu NGACO".
Bahkan ngaco-nya kalian ini nggak pernah kalian ajukan "nih buktinya P2 sendiri ngajarin kayak gitu ... (lalu ngajuin ayat2", sekalipun sudah ber"juta" kali saya tanyakan "mana itu ajaran P2 nya ?".

Quote
saya sederhanakan saja ya...
Bapa kami yg di sorga
tidak jadi soal ketika berdoa mengucapkan
Allah kami yg di sorga
Saya tanyakan mana itu ajaran P2 bhw :
ketika berdoa doa tsb, tidak jadi soal mengucapkan opsi2 dibawah ini :
P1 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P2 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P1 dan P2 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P1 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P1 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...
P1, P2 dan P3 dari Allah kami yg ada di sorga, di permuliakanlah namamu...


dimana alesan dari ajaran P2:
P1 = Allah
P2 = Allah
P3 = Allah
Dengan demikian : coklat.

Quote
masih belum nyandak juga ??
Cupek.
Sekali lagi, saya disini tidak sedang garuk2 kepala "ih...gue masih gak ngerti dg apa yang kalian ajukan nih", melainkan saya sedang NUNJUK bhw yang kalian ajukan itu SALAH.

Dan kalopun menurut kalian yg kalian ajukan itu benar, sudah ber"juta" kali saya tanyakan : "tunjukkan mana itu ajaran P2 nya (yg ada terbaca di Alkitab) yg seperti kalian ajukan ?".
« Last Edit: June 20, 2019, 10:46:04 AM by odading »
June 20, 2019, 10:53:16 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
ketika menyebut kata Allah, berarti sudah mencakup ketiga Pribadi tersebut: Bapa, Anak dan ROH KUDUS.

tapi ketika menyebut Salah satu Pribadi, berarti kita khusus kepada pribadi tersebut, bukan ketiganya..
  :afro: :afro: :afro:

Tuh, sima yg diem diem ngebacain dari awal,
sekali ikut nimbrung langsung "masuk" kalimat2nya.

MANTEP, sima  :afro:

Quote
tapi ketika menyebut Salah satu Pribadi, berarti kita khusus kepada pribadi tersebut, bukan ketiganya
Ini yang bener  :happy0062:.

sbb ini NGACO
ketika terdengar kosakata/sebutan dari salah satu Pribadi, maka itu ya :
bisa salah satu dari ketiga pribadi yg ada
bisa salah dua dari ketiga pribadi yg ada
bisa pula ketiganya dari ketiga pribadi yg ada


Anehnya disini ada member yang walo sudah ditunjukkin bahwa saya, yg awalnya memang "sendiri" namun belakangan ternyata ada orang laen yg sama dgn saya, tetep aja member ini bilang bhw saya itu sendiri saja yang muter2 pake logika  :knuppel2:
« Last Edit: June 20, 2019, 10:56:20 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)