Author Topic: SAYA MENGHANCURKAN RENCANA PERNIKAHAN SAYA SENDIRI (II+)  (Read 2726 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 18, 2019, 12:07:56 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
  • Denominasi: Lutheran
Kenapa II+? Karena topik ini bukan hanya lanjutan dari sini dan sini, tapi juga topik baru

Topik sensitif

Everything starts from Eid Mubarak/Lebaran. Saya memantau timeline medsos untuk mencegah orang non-muslim minal-minul (mengucapkan Selamat Lebaran), begitu ada yang tercyduck, lansung saya "hajar" pakai dalil andalan:

Dalil pertama:
Toleransi itu BUKAN BERARTI:
Memberi dan menjawab salam dengan cara agama lain
Memakai atribut agama lain
Ikut ritual agama lain
Mengucapkan Selamat Hari Raya agama lain

Dalil kedua: Matius 10:34

Dalil ketiga: Lukas 12:51

Dan reaksi orang-orang seperti, loh, kok kamu atur hidup saya? Atau kok kamu rasis banget dan senang sama yang namanya "kebencian"? Bahkan saya sampai argumen dengan ito saya (karena saya orang Batak) dan teman saya hanya karena minal-minul, namun saya tak peduli

Saat Lebaran, pacar saya Video Call ke keluarganya yang muallaf. Saya lakukan hal yang sama (kasih tiga dalil ke pacar saya), dan dia bilang, "Kok kamu benci banget sih sama agama lain?", setelah itu dia hilang tanpa kabar, dan memutuskan saya secara sepihak dengan alasan tidak kuat LDR

Dan saya lihat akun Facebook dia (karena saya juga admin di akunnya), ternyata dia digodai oleh banyak pria, mulai dari memutuskan saya (Tidak kuat LDR + merasa dilecehkan dengan perilaku saya + dipanas-panasi oleh selingkuhannya yang kebetulan satu daerah dengannya + tamu bulanan, karena nggak sekali saya jadi sasaran tamu bulanan si Dia), bahkan sampai diajak video call sex (kali ini dia pura-pura polos dengan tidak menjawabnya, padahal saya dan pacar saya pernah terjerumus ke lembah pornografi saat SD)

Saya curhat ke orang tua, dan reaksi mereka sama, "Kok kamu rasis banget? Kami tahu kamu itu sebenarnya cuma balas dendam terhadap fatwa haram Selamat Natal, cuman caramu salah besar, kamu itu seperti menyiram minyak ke dalam api"

Oke, hubungan saya dan pacar saya juga memang dari awal tidak mulus, kami berkenalan dulu di waktu SD dengan cara kekerasan, bahkan kami juga saling melakukan kekerasan fisik waktu kami berpacaran di bangku SD

Masalahnya:
Adakah yang salah dengan dalil tersebut sampai orang-orang bilang saya rasis dan penuh kebencian?
Bagaimana saya bisa balikan dengan dia dengan masalah yang serumit ini?
Menurut teman-teman, apakah dia minta putus juga karena tekanan keluarga besar (kasarnya, keluarga besar juga ikut dilecehkan dengan ucapan saya yang dianggap rasis)?
Ada content creator yang bernama Gofar "Sekut/Pergi Jauh" Hilman, dia bilang: seakrab-akrabnya kamu dengan teman atau pacar (mau dia kenal 1 abad, 100 abad), akan kalah dengan orang yang jaraknya lebih dekat dari rumah, is it true?

Padahal saya sudah mulai merencanakan nikah, tapi dia minta putus di tengah jalan
« Last Edit: June 18, 2019, 07:24:59 PM by Beezanteeum »
July 04, 2019, 11:26:20 AM
Reply #1
  • Global Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9804
  • ForumKristen.com
Adakah yang salah dengan dalil tersebut sampai orang-orang bilang saya rasis dan penuh kebencian?
Ada, yaitu penafsiran ayat di luar konteksnya.
Yesus datang untuk membawa pedang bukan berarti mengajar supaya umat-Nya main kekerasan. Silakan baca keseluruhan perikop. Pedang yang dimaksud ialah pemisahan antara yang percaya dengan yang tidak percaya. Misalnya di satu keluarga, si ibu percaya Yesus, si bapak menentang Yesus. Lalu mereka berpisah secara tidak enak, bahkan bisa saja disertai kekerasan. Itulah pedang.


Bagaimana saya bisa balikan dengan dia dengan masalah yang serumit ini?
Minta maaf dan berkomitmen untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.
Di atas, Anda bercerita bahwa dia berselingkuh. Yang lebih penting daripada "bagaimana balikan", coba renungkan "apakah saya harus balikan".

Menurut teman-teman, apakah dia minta putus juga karena tekanan keluarga besar (kasarnya, keluarga besar juga ikut dilecehkan dengan ucapan saya yang dianggap rasis)?
Bisa jadi, karena ada anggota keluarganya yang mualaf.

Ada content creator yang bernama Gofar "Sekut/Pergi Jauh" Hilman, dia bilang: seakrab-akrabnya kamu dengan teman atau pacar (mau dia kenal 1 abad, 100 abad), akan kalah dengan orang yang jaraknya lebih dekat dari rumah, is it true?
Benar, tetapi tidak selalu. Tergantung situasi keluarganya. Ada juga yang memberontak ke orangtua dan justru lebih akrab ke teman satu gengnya.

Padahal saya sudah mulai merencanakan nikah, tapi dia minta putus di tengah jalan
Coba pikirkan lagi, apakah hubungan seperti itu layak dipertahankan. Anda menyebutkan hubungan yang penuh kekerasan sejak SD. Sekarang ditambah dengan perselingkuhan. Apakah Anda siap menghadapi pernikahan yang di dalamnya terdapat kedua hal tersebut?

Salam
Kesalahan-kesalahan dalam Kesaksian Meiga Fitri
Pancasila bukan Jimat, oleh Franz Magnis Suseno
Ahok Diwawancara CCTV
July 05, 2019, 08:40:58 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 551
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
mending jadi teman aja atau coba cari pacar lain deh. daripada nanti keluarga kurang bahagia. coba renungkan ada gak kemungkinan nanti waktu berkeluarga terjadi percekcokan? cari pacar yg baik, yg dewasa secara tingkah laku tapi juga bisa mesra dan bercanda bersamamu.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)