Author Topic: Tabungan Emosional Keluarga  (Read 79 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 20, 2019, 09:49:32 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 120
  • Denominasi: Protestan


Dalam membangun keluarga, rata-rata pasangan menyadari pentingnya mempunyai tabungan finansial. Contohnya saya dan suami, tabungan selalu menjadi salah satu resolusi kami di awal tahun. Kami menghitung berapa gol tabungan yang ingin kami capai di akhir tahun dan memikirkan cara mencapainya. Untuk apa? Karena kami ingin mempunyai dasar keuangan yang cukup baik untuk keluarga kami.
Namun, ada satu bentuk tabungan lain yang tidak kalah penting dalam keluarga. Namanya tabungan emosional. Jujur saja, seberapa sering kita memikirkan tabungan ini? Jangankan membuat gol, mungkin saja kita malah tidak menyadari apa pentingnya. Ya, tabungan emosional tidak kalah pentingnya dengan tabungan finansial.
Ada banyak cara untuk mengisi saldo tabungan emosional keluarga Anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat bermanfaat

1. Mengenali bahasa kasih setiap orang
Mengenali bahasa kasih setiap orang sangat berguna untuk memastikan setiap tabungan yang Anda masukkan “bernilai tinggi” bagi si penerima. Kita perlu mengasihi keluarga kita dengan setiap bahasa kasih. Tetapi, saat kita berbicara dengan bahasa kasih utama mereka, maka perbuatan itu akan menyentuh hatinya lebih dalam dan mengisi akun bank emosionalnya lebih cepat.
Jadi, apa bahasa kasih pasangan Anda? Bagaimana dengan anak pertama Anda? Kalau si bungsu? Anda dapat memperhatikan apakah bahasa kasih seseorang adalah “kata-kata penegasan,” “waktu berkualitas,” “sentuhan fisik,” “tindakan pelayanan,” atau “menerima hadiah.

2. Investasi waktu berdua dengan setiap orang
Anda pernah dengar, ‘kan, kalau sangat penting untuk pasangan tetap mempunyai “waktu kencan” tanpa anak-anak? Mungkin melakukan berbagai kegiatan bersama-sama sebagai satu keluarga memang seru, menyenangkan, dan membangun kebersamaan. Tetapi, tidak ada yang dapat menggantikan waktu berdua dengan pasangan. Bagaimana dengan anak? Banyak ahli yang telah menyatakan bahwa ini sama pentingnya. Ada hal-hal yang tidak dapat keluar saat seseorang berada dalam setting bersama-sama, tetapi dapat terekspresikan saat hanya berdua dengan orang yang mengasihinya.

3. Melakukan tindakan-tindakan pelayanan kecil tanpa mengharapkan balasan
Melakukan sesuatu yang biasanya tidak Anda lakukan untuk seseorang dapat terasa lebih spesial baginya. Misalnya saja, jika Anda membiasakan anak untuk belajar sendiri, akan terasa spesial jika Anda menawarkan untuk membantunya belajar saat Anda senggang. Mungkin Anda tidak terbiasa menyiapkan pakaian kerja suami, tetapi melakukannya sesekali akan terasa sangat manis. Mungkin istri Anda membutuhkan pijatan di pundak setelah lelah bekerja seharian. Atau siapa yang tidak suka mendapatkan kartu kecil berisi ucapan terima kasih dan “I Love You”?
Kuncinya adalah Anda melakukannya dengan tulus dan tidak mengharapkan balasan.

4. Mengenali rasio 5:1
Untuk menjaga akun bank emosional tetap positif, jagalah rasio 5:1. Apa maksudnya? Untuk setiap interaksi negatif yang terjadi, Anda memerlukan 5-8 interaksi positif untuk menjaga saldonya tetap imbang. Untuk menghindari saldo negatif, Anda dapat membuang kebiasaan-kebiasaan kecil yang mengurangi saldo bank Anda, seperti mengeluh, kritik, bersungut-sungut, raut muka kesal, nada suara tinggi. Masukkan terus interaksi-interaksi positif, baik besar maupun kecil. Senyuman, pujian, dorongan semangat, sentuhan lembut, adalah hal-hal kecil yang dapat mulai lebih sering Anda lakukan untuk mengisi tabungan emosional keluarga.

5. Meminta maaf dengan tulus saat Anda melakukan “penarikan”
Hidup tidak akan selalu berjalan mulus dan ada saatnya kita terpaksa “menarik” dari tabungan kita. Saat kita menyadarinya, kita perlu segera meminta maaf dan berhenti melakukan penarikan ini. Mungkin saat marah, Anda mengatakan sesuatu yang menyakiti hati anak Anda. Jika Anda tidak segera menyelesaikan masalah itu, Anda akan terus “melakukan penarikan” yang tidak Anda sadari.
Mungkin Anda sudah tidak marah lagi kepadanya, tetapi saat anak Anda berbaring sendirian di tempat tidur, dia teringat kata-kata menyakitkan yang Anda ucapkan. Anda melakukan “penarikan” tanpa Anda sadari. Jadi, sangat penting untuk segera meminta maaf dengan tulus dan menghentikan “penarikan otomatis” itu.
Seperti menabung, konsistensi dan disiplin sangat penting untuk membuat saldo tabungan emosional kita semakin bertambah. Namun, segala usaha dan jerih payah itu akan terbayar saat Anda merasakan lebih banyak keakraban dan sukacita dalam keluarga. Semua itu adalah hal yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Source : https://gkdi.org/blog/tabungan-emosional-keluarga/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)