Author Topic: Perjanjian Baru yang sering disalah mengerti oleh Kekristenan...  (Read 9292 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 12, 2019, 10:22:55 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3006
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menurutku, jika kita baca seluruh Alkitab itu
PL sangat berguna utk melihat penyakit manusia
PB sangat berguna utk meminta resep penyembuhan

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 12, 2019, 01:40:06 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4713
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Salam Damai, Bro!
Quote from: Sotardugur Parreva on July 11, 2019, 09:58:26 AM
Nah, adakah hal yang ingin Anda ajukan sebagai bahan diskusi di sini?
Misalnya, hendak Anda sanggah, ato kritisi, ato tambah, ato apapun?
Ada, Bro, mis.mengkritisi kata "berlaku":
Argumen spt berikut ini tentu akan menjadi tulalit utk menekankan pengertian “berlaku”
Kerap kudengar org berkata: “Hk.Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”
Sebab “Hk.Taurat dan kitab para nabi berdasar pd mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia”
(Tulalit, ya, kan?)
Silahkan lebih rinci lagi, apa yang hendak Anda sampaikan?

Tentang yang ku-ungu-kan, maksud Anda, itu tulalit karena Anda kerap mendengar ”hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”?
Kenapa Anda menudingnya sebagai tulalit?
Anda pernah membaca Luk 16:16?
Di ayat itu dicatat memang begitu, bukan?
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Jika di Luk 16:16 itu ditulis perkataan Yesus Kristus bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes, bagaimana logikanya sehingga Anda menuding penekanan kata berlaku sebagai tulalit?

Atau, maksud Anda, “hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes” dituding tulalit karena “Hukum Taurat dan kitab para nabi berdasar pada mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia”?
Bagaimana alur logikanya?
Bukan karena “hukum Taurat dan kitab para nabi berdasar pada mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia” maka “hukum Taurat berlaku sampai zaman Yohanes”.
“Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”, itu satu hal yang dikatakan Yesus Kristus pada Luk 16:16, dan “hukum Taurat dan kitab para nabi tergantung kepada kasihi Tuhan, kasihi sesama” itu satu hal berbeda, dicatat di Mat 22:37-40.
Kaitan Luk 16;16 dengan Mat 22:37-40 itu bukan hubungan sebab akibat. Kenapa Anda mengkaitkannya seolah keduanya sebab akibat? 

Quote from: Maren Kitatau link=topic=64803.msg1255371#msg1255371 date=1562898546
Quote from: Sotardugur Parreva on July 11, 2019, 09:58:26 AM
Secara ringkas, pd Perjanjian Baru, dikatakan oleh Yesus Kristus, kasihi Tuhan, kasihi sesama, pd kedua hk.itulah tergantung hk.Taurat dan kitab para nabi.
Pd-Nya tergantung Hk.Taurat dan kitab para nabi, Kasih
Oleh sebab itu:
Quote from: Sotardugur Parreva on July 11, 2019, 09:58:26 AM
Maka(?), ada pengikut Kristus yang sangat jarang membaca hukum Taurat dan kitab para nabi.
Utk tulalit itu ada baiknya bukan kusalin isi link di atas
Tapi kupindah sini saja, sebab memang oot di sana
Kurasa itu nyambung  utk memaknai kata “berlaku”
Anda menulis Pd-Nya tergantung Hk.Taurat dan … “Nya” yang dengan huruf kapital itu merujuk ke mana? Apakah Anda memaksudkan bahwa “Nya” itu merujuk kepada Tuhan Yesus Kristus?
Kumaknai, “Nya” itu merujuk ke humum kasih, bukan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Lalu, maksud Anda, di sini, itu di mana? Paragraf yang baru Anda tulis, atau yang akan Anda tulis?  Bisa lebih jelas?

SAMBUNGIN
« Last Edit: July 25, 2019, 03:17:13 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 12, 2019, 01:40:48 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4713
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Quote from: Maren Kitatau link=topic=64803.msg1255371#msg1255371 date=1562898546
Sbb:
Quote from: Sotardugur Parreva on July 08, 2019, 11:08:53 AM
Untuk masa Perjanjian Baru, @Sotardugur Parreva tidak berpegang pada hukum Taurat dan kitab para nabi yang sudah tidak berlaku itu.
[Luk 16:17+31]
17  Lebih mudah langit dan bumi lenyap dr pd satu titik dari hukum Taurat batal. (tidak berlaku)
31 Parabel Yesus, "Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, ...(kitab nabi2)
http://forumkristen.com/index.php?topic=64246.msg1253354#msg1253354
Luk 16:17 itu menyatakan hukum Taurat tidak batal, walaupun langit dan bumi lenyap. Tetapi kematian Tuhan Yesus Kristus membatalkannya.[/quote]Nah. Kematian Yesus Kristus membatalkannya. Tuhan Yesus Kristus mati pada zaman Yohanes. Setelah kematian Yesus Kristus itu, hokum taurat dengan seluruh peraturannya, batal.
Efe 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Quote
[Mat 5:17 dan 11:12-13]
Janganlah kamu menyangka, Bw Aku datang utk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.
Aku datang bukan utk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Hukum Taurat dan kitab para nabi bukan ditiadakan. Hukum Taurat dan kitab para nabi sudah tidak berlaku sejak zaman Yohanes, zaman Tuhan Yesus Kristus sebagai manusia menjalani kematian.

Quote
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang (bagi Yahudi),
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya.
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Tulisan Anda itu berbeda dengan perkataan Yesus Kristus di Luk 16:16. Di Luk 16:16, Yesus Kritus mengatakan: Sejak hukum Taurat dan kitab para nabi tidak berlaku lagi, sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Kerajaan Allah itu digagahi bukan sebelum zaman Yohanes, melainkan sejak ketidakberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi. Yaitu sejak kematian manusia Yesus Kristus di kayu salib.

Quote
Maka, pengertianmu “tidak berlaku” itu bisa keliru, Bro!
Tidak berlaku itu dlm hal pendeklarasian ttg Kerajaan Allah
Kekudusan yg dituntut bukan lagi hal daging melainkan hal jiwa
Kini yg menuntun kita kpd seluruh kebenaran ialah hal ROH KUDUS
Perjelas apa yang hendak Anda maksudkan. APabila penjelasanku mengenai yang kumaksud belum tertangkap olehmu, tunjukkan bagian mana, agar kucoba menjelaskan dengan redaksi berbeda, kalo masih bias kusajikan dengan redaksi berbeda. Jika sudah itu akhir kemamuanku, mau bilang apa lagi?

Quote
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kpd zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan
dan tiap org menggagahinya berebut memasukinya. [Luk 16:16]
Jadi para rasul2 tidak menggunakan Hk.Taurat dan kitab para nabi
Utk memberitakan hal Kerajaan Allah kpd manusia di seluruh dunia
Sebab yg Empunya Kerajaan telah datang mendeklarasikannya
Betul.

Quote
Kusimpulkan:
Luk 16:16 itu jgn putus s/d zaman Yohanes, bisa keliru maksud
Sebab "kebenaran selalu ngelink", PL dan PB segaris lurus sekali[/color]
Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. Dari yang bergaris bawah kutangkap bahwa hukum Taurat dan kitab pada nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes.
Jika Anda mengartikannya merdeka, Anda bebas.

Salam damai (masih tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 12, 2019, 01:46:56 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4713
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Maaf, @Benediktuss.

@Sotardugur Parreva mengutarakan pemahamanku terhadap posting yang ku-quote berikut ini.
Padahal PL hrs dipelajari utk mengerti dr mana kita datang
Demikian PB hrs dipelajari utk mengerti ke mana kita pergi
Jika tidak demikian kita akan muter2 terus, "fooling around"

Salam Damai!
Meredeka saja jika seseorang ingin mengetahui dari mana dia berasal. Merdeka juga jika tidak menghiraukan dari mana dia berasal, tetapi sangat mementingkan ke mana dia menuju.

Salam damai (masih tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 12, 2019, 03:06:33 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3006
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
mk: Ada, Bro, mis.mengkritisi kata "berlaku":
Argumen spt berikut ini tentu akan menjadi tulalit utk menekankan pengertian “berlaku”
Kerap kudengar org berkata: “Hk.Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”
Sebab “Hk.Taurat dan kitab para nabi berdasar pd mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia”
(Tulalit, ya, kan?)

SP: Silahkan lebih rinci lagi, apa yang hendak Anda sampaikan?
Itu sudah secara ringkasnya saja!
Silahkan tanya, apa yg perlu lebih rinci


Tentang "yang ku-ungu-kan", maksud Anda, itu tulalit karena Anda kerap mendengar
”hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”?
Kenapa Anda menudingnya sebagai tulalit?

Bukan yg ungu kutuding tulalit, Brou, yg tulalit adalah argumen yg kumerahkan saja sekarang:
Hk.Taurat dan kitab para nabi itu dasarnya mengasihi Allah dan mengasihi sesama
Dan dasar itu juga yg diajarkan kpd kita dan digenapi Yesus Kristus, Tuhan kita
Lalu apa makna "tidak berlaku", atau "berlaku sampai", menurutmu?


Secara ringkas, pd Perjanjian Baru, dikatakan oleh Yesus Kristus,
kasihi Tuhan, kasihi sesama, pd kedua hk.itulah tergantung hk.Taurat dan kitab para nabi.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 12, 2019, 03:46:17 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4713
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Itu sudah secara ringkasnya saja!
Silahkan tanya, apa yg perlu lebih rinci


Tentang "yang ku-ungu-kan", maksud Anda, itu tulalit karena Anda kerap mendengar
”hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes”?
Kenapa Anda menudingnya sebagai tulalit?

Bukan yg ungu kutuding tulalit, Brou, yg tulalit adalah argumen yg kumerahkan saja sekarang:
Hk.Taurat dan kitab para nabi itu dasarnya mengasihi Allah dan mengasihi sesama
Dan dasar itu juga yg diajarkan kpd kita dan digenapi Yesus Kristus, Tuhan kita
Lalu apa makna "tidak berlaku", atau "berlaku sampai", menurutmu?


Salam Damai!
Mat 22:37-40
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Tidak kutemukan kata "dasar" di ayat-ayat tersebut. Yang kubaca, kata yang ada ialah "tergantung".
Kumaknai, hukum Taurat dan kitab para nabi bergantung pada Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Luk 16:16
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Anggap saja orang-orang berikut sebagai penanda masa:

Adam----------Abraham----------Musa----------Yohanes & Inkarnasi Yesus---------sekarang sampai selamanya.

Dari zaman Adam sampai zaman Abraham belum dikenal hukum Taurat.
Dari zaman Abraham sampai zaman Musa belum dikenal hukum Taurat.
Dari zaman Musa sampai zaman Yohanes & Inkarnasi Yesus dikenal hukum Taurat dan kitab para nabi.
Dari zaman Yohanes & Inkarnasi Yesus sampai zaman sekarang dan yang akan datang, tidak ada nabi baru.
Kumaknai, berdasar Luk 16:16, keberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi adalah sejak zaman Adam sampai kepada zaman Yohanes dan Inkarnasi Yesus. Dari zaman Yohanes sampai sekarang dan sampai ke masa yang akan datang, hukum Taurat dan kitab para nabi sudah tidak berlaku. Di zaman Perjanjian Baru, yang berlaku ialah Hukum Kasih, cintai Tuhan Allahmu, cintai sesamamu.
Kedua hukum(hukum kasih) itu, berlaku sampai akhir zaman.

Salam damai (masih tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 12, 2019, 04:25:33 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3006
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
APabila penjelasanku mengenai yang kumaksud belum tertangkap olehmu, tunjukkan bagian mana, agar kucoba menjelaskan dengan redaksi berbeda, kalo masih bias kusajikan dengan redaksi berbeda. Jika sudah itu akhir kemamuanku, mau bilang apa lagi?
Kalau begitu cobalah, mungkin pengertianku salah lagi
Jelaskanlah yg berikut ini, kekagetanmu saja (yg merah saja)
Bagiku ini bagai spt "lompat" utk menolak "barang haram" @123
Lalu agar sopan ditambahkan  “maaf” setelahnya, bukan sebelumnya

Gitu perilaku reflek
Maaf itu nunduk
Uups itu meliuk


Uuppss... maaf.
Mengingat Yesus Kristus mengatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai dengan zaman Yohanes, dan @Sotardugur Parreva adalah pengikut Yesus Kristus, dan bukan pengikut Scriptura, maka kitab Daniel dan Yesaya yang adalah bagian dari kitab para nabi, bagi @Sotardugur Parreva berlaku sampai zaman Yohanes sesuai perkataan Tuhan Yesus Kristus. Untuk masa Perjanjian Baru, @Sotardugur Parreva tidak berpegang pada hukum Taurat dan kitab para nabi yang sudah tidak berlaku itu.

Sebenarnya tak perlu lagi kau jelaskan
Jika betul sudah kau tau arti "berlaku sampai"
Dan apanya yg berlaku sampai zaman Yohanes itu

mk:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kpd zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan
dan tiap org menggagahinya berebut memasukinya. [Luk 16:16]


Jadi para rasul2 tidak menggunakan Hk.Taurat dan kitab para nabi
Utk memberitakan hal Kerajaan Allah kpd manusia di seluruh dunia
Sebab yg Empunya Kerajaan telah datang mendeklarasikannya

SP: Betul

Maka yg dimaksud
Tidak berlaku itu dlm hal pendeklarasian ttg Kerajaan Allah
Kekudusan yg dituntut bukan lagi hal tubuh melainkan hal jiwa
Kini yg menuntun kita kpd seluruh kebenaran ialah hal ROH KUDUS

Salam Damai!

« Last Edit: July 12, 2019, 05:01:54 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 13, 2019, 12:36:09 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4713
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Apabila penjelasanku mengenai yang kumaksud belum tertangkap olehmu, tunjukkan bagian mana, agar kucoba menjelaskan dengan redaksi berbeda, kalo masih bisa kusajikan dengan redaksi berbeda. Jika sudah itu akhir kemampuanku, mau bilang apa lagi?
Kalau begitu cobalah, mungkin pengertianku salah lagi
Jelaskanlah yg berikut ini, kekagetanmu saja (yg merah saja)
Bagiku ini bagai spt "lompat" utk menolak "barang haram" @123
Lalu agar sopan ditambahkan  “maaf” setelahnya, bukan sebelumnya
Gitu perilaku reflek
Maaf itu nunduk
Uups itu meliuk
Oala.
Kuminta Anda menunjukkan substansi diskusi yang kusampaikan belum Anda pahami, kenapa menunjuk ke gaya tulisan?
Kalo substansi yang kusampaikan sudah Anda tangkap, dan mengerti, apa lagi yang Anda butuhkan?
Mau Anda artikan itu bagaikan “lompat”, ya sudah. Kumaknai, Anda mengerti akan apa yang kusampaikan.

color=red]Uuppss... maaf.[/color]
Mengingat Yesus Kristus mengatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai dengan zaman Yohanes, dan @Sotardugur Parreva adalah pengikut Yesus Kristus, dan bukan pengikut Scriptura, maka kitab Daniel dan Yesaya yang adalah bagian dari kitab para nabi, bagi @Sotardugur Parreva berlaku sampai zaman Yohanes sesuai perkataan Tuhan Yesus Kristus. Untuk masa Perjanjian Baru, @Sotardugur Parreva tidak berpegang pada hukum Taurat dan kitab para nabi yang sudah tidak berlaku itu.
Sebenarnya tak perlu lagi kau jelaskan
Jika betul sudah kau tau arti "berlaku sampai"
Dan apanya yg berlaku sampai zaman Yohanes itu[/s]
Bwah.
Dijelaskan saja, Anda suka tidak nyambung.
Apalagi jika tidak dijelaskan?
Kuduga, makin amburadul.

Quote
mk:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kpd zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan
dan tiap org menggagahinya berebut memasukinya. [Luk 16:16]


Jadi para rasul2 tidak menggunakan Hk.Taurat dan kitab para nabi
Utk memberitakan hal Kerajaan Allah kpd manusia di seluruh dunia
Sebab yg Empunya Kerajaan telah datang mendeklarasikannya
SP: Betul
Ya.
Menurut pendapatku, jika benar-benar menaati perkataan Tuhan Yesus Kristus, maka apabila Tuhan Yesus Kristus mengatakan, “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes,” maka rasul tidak lagi menggunakan hukum Taurat dan kitab para nabi.
Namun, mungkin saja ada jemaat bertanya mengenai hukum Taurat dan kitab para nabi, selaku pengajar, rasul menjelaskan.
Atau, mungkin rasul merasa perlu menjelaskannya, tentu saja rasul akan menjelaskan.

Maka yg dimaksud
Tidak berlaku itu dlm hal pendeklarasian ttg Kerajaan Allah
Kekudusan yg dituntut bukan lagi hal tubuh melainkan hal jiwa
Kini yg menuntun kita kpd seluruh kebenaran ialah hal ROH KUDUS
Maksud Anda, adalah percuma Tuhan Yesus Kristus memilih rasul dan mengatakan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman?
Yakin, bahwa Tuhan Yesus Kristus percuma mengangkat rasul dan memberi kewenangan mengajar kepada mereka?

Quote
Salam Damai!
Salam damai (masih tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 13, 2019, 01:45:03 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3006
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Mat 22:37-40
Tidak kutemukan kata "dasar" di ayat2 tersebut.
Yang kubaca, kata yang ada ialah "tergantung".
Ya! Itu reflek berpikir via mata!
Tak usah repot2 menemukannya dgn mata kepala sendiri
Hanya hal alami yg mudah ditemukan dgn cara2 begitu, Bro!
"Seeing is believing" itu penghambat "Believing makes you see"

Sebab kebenaran berdasarkan iman merupakan kasih karunia Allah
Apakah sulit kau menemukan dasar gantungan atau dasar berdiri
Jika dasar di atas pun dasar di bawah semua Tuhan punya kasih
Sebab Yesus pun tergantung pd salib yg tertancap di dasar


Maka tangkaplah mudah, bw Hk.Taurat dan kitab para nabi
Tergantung atau berdasar pd hk.kasih kpd Alah dan sesama

Anggap saja orang-orang berikut sebagai penanda masa:
Adam----------Abraham----------Musa----------Yohanes & Inkarnasi Yesus---------sekarang sampai selamanya.
Dari zaman Adam sampai zaman Abraham belum dikenal hukum Taurat.
Dari zaman Abraham sampai zaman Musa belum dikenal hukum Taurat.
Dari zaman Musa sampai zaman Yohanes & Inkarnasi Yesus dikenal hukum Taurat dan kitab para nabi.
Dari zaman Yohanes & Inkarnasi Yesus sampai zaman sekarang dan yang akan datang, tidak ada nabi baru.

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kpd Abraham
Tapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat,
Beroleh apa yg dijanjikan Allah, sia2-lah iman, batallah janji

Hk.Taurat membangkitkan murka,
Di mana tidak ada hukum Taurat,
Di situ tak ada pelanggaran kpd Allah.

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman merupakan kasih karunia,
Sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham,
Bukan hanya bagi mereka yg hidup dari hukum Taurat,
Tapi juga bagi mereka yg hidup dr iman Abraham.
Sebab Abraham adalah bapa kita semua

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap,
Tapi Abraham berharap juga dan percaya,
Bw ia akan menjadi bapa banyak bangsa,
Menurut yg telah difirmankan

Salam Damai Sejahtera!

Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 14, 2019, 02:42:28 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1593
Buat saya, PL cuma sejarah, inti ajaran Yesus di PB...Kalau kita udah berpedoman di PB, jangan lagi terkecoh/terkontaminasi dengan PL (karena hal itu justru yang sering membuat bingung sendiri/ambil contoh :Perpuluhan).....

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati....
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)