Author Topic: Belas Kasihan Kita, Cara Tuhan Menjawab Doa Mereka  (Read 86 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 16, 2019, 01:38:44 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 120
  • Denominasi: Protestan


Beberapa waktu lalu, saya dikabari bahwa mantan pengasuh anak saya sedang sakit dan perlu menjalani operasi. Untuk memudahkan proses pengobatan, dia ingin menginap di rumah kami. Mengingat  cara kerjanya dulu, sebenarnya saya kecewa dan enggan untuk bertemu kembali dengannya. Apalagi untuk memberi akomodasi di rumah kami selama berhari-hari, rasanya saya keberatan.
Namun, setelah berdiskusi dengan suami, sudut pandang saya pun diluruskan: seorang pesakit sedang butuh tumpangan di rumah kami, masa saya tega menolaknya?
Pada hari yang ditentukan, kami menjemputnya di stasiun bus. Melihat kondisinya yang kurus, pucat, dan lemah, saya pun trenyuh dan tiba-tiba dirundung rasa bersalah.
Ternyata hati saya miskin belas kasihan.

Belas kasihan Adalah Karakter Ilahi
Adalah kecenderungan manusia untuk memperlakukan orang lain sebagaimana orang tersebut memperlakukannya. Kalau dia baik, kita pun baik padanya. Namun, kalau dia jahat, kita ingin membalas berlaku jahat juga. “Sekali-sekali harus diberi pelajaran, biar tahu rasa,” begitu kira-kira luapan kekesalan yang sering kita dengar.
Akan tetapi, sebagai pengikut Kristus, kita bukan lagi manusia duniawi, melainkan pribadi yang semestinya memiliki karakter Ilahi.
“Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” – Lukas 6:33
Tuhan ingin membuat pemisahan antara pengikut-Nya dengan orang-orang dunia. Dan, Yesus sendiri sudah memberi contoh kepada kita.
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” – Roma 5:8
Bukan sekadar memberi tumpangan, makanan, kesembuhan jasmani, atau berkat, Yesus bahkan rela memberikan nyawa-Nya bagi mereka yang berdosa terhadap diri-Nya. Tanpa belas kasihan, tidak mungkin Yesus sanggup melakukannya.

Tuhan Menghendaki Belas Kasihan
Sebagai orang Kristen, kita sering beribadah di dalam gedung gereja. Namun, Tuhan lebih senang kalau kita mengaplikasikan ibadah itu lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Yesus tidak hanya berkhotbah di depan publik, tetapi turun dan melayani langsung orang-orang yang membutuhkan-Nya. Bahkan, terkadang Dia harus mengesampingkan urusan pribadi-Nya demi membantu orang lain.
Contohnya, ketika Yesus ingin menyendiri setelah kehilangan Yohanes Pembaptis (Matius 14:1-12). Meski sedang sedih dan berduka, Yesus memilih melayani orang banyak yang selalu mengikuti-Nya. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan saat melihat mereka yang sakit dan kelaparan (Matius 14:13-19).
“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan …” – Matius 12:7a
Sungguh ironis jika kita menjejali diri dengan banyak pengetahuan akan firman tetapi abai terhadap sesama. Kalau ingin melayani, sebenarnya kesempatan kita bukan hanya di gereja. Banyak sekali orang di luar sana yang membutuhkan pelayanan kita
“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka ….” – Yakobus 1:27a
Mantan pengasuh anak saya itu hanyalah seorang janda miskin yang sedang sakit. Dia tinggal di desa yang jauh dari akses kesehatan memadai, dan karenanya, membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan. Kalaupun kerjanya dulu mengecewakan, apakah itu bisa menjadi alasan bagi saya untuk tidak berbelas kasih kepadanya?
Seandainya saya ingat dan hidupi firman di Yakobus 1:27 sejak awal, saya pasti takkan keberatan memberi tumpangan kepadanya. Sebaliknya, saya akan menerima kedatangannya dengan tangan terbuka, karena itulah kesempatan konkret untuk mengaplikasikan Firman Tuhan dalam hidup saya.

Belas Kasihan Meringankan Hati
Dengan selalu mengenakan belas kasihan (Kolose 3:12), kita akan lebih mudah mengasihi sesama yang membutuhkan, tanpa memandang siapa orangnya—karena kita melakukannya untuk Tuhan.

Tuhan memberkati.

Source : https://gkdi.org/blog/belas-kasihan/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)