Author Topic: Burung Berkicau - Anthony De Mello SJ  (Read 36431 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 02, 2009, 04:35:45 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Kami bertiga Kamu Bertiga

Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggeris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. 'Kami orang Kristen,' kata mereka sambil dengan bangga menunjuk dada.

Uskup amat terkesan. Apakah mereka tahu doa Bapa Kami? Ternyata mereka belum pernah mendengarnya. Uskup terkejut sekali. Bagaimana orang-orang ini dapat menyebut diri mereka Kristen, kalau mereka tidak mengenal sesuatu yang begitu dasariah seperti doa Bapa Kami?

'Lantas, apa yang kamu ucapkan bila berdoa?'

'Kami memandang ke langit. Kami berdoa: 'Kami bertiga, Kamu bertiga, kasihanilah kami.' Uskup heran akan doa mereka yang primitif dan jelas bersifat bidaah ini. Maka sepanjang hari ia mengajar mereka berdoa Bapa Kami. Nelayan-nelayan itu sulit sekali menghafal, tetapi mereka berusaha sebisa-bisanya. Sebelum berangkat lagi pada pagi hari berikutnya, Uskup merasa puas. Sebab, mereka dapat mengucapkan doa Bapa Kami dengan lengkap tanpa satu kesalahan pun.

Beberapa bulan kemudian kapal Uskup kebetulan melewati kepulauan itu lagi. Uskup mondar-mandir di geladak sambil berdoa malam. Dengan rasa senang ia mengenang, bahwa di salah satu pulau yang terpencil itu ada tiga orang yang mampu berdoa Bapa Kami dengan lengkap berkat usahanya yang penuh kesabaran. Sedang ia termenung, secara kebetulan ia, melihat seberkas cahaya di arah Timur. Cahaya itu bergerak mendekati kapal. Sambil memandang keheran-heranan, Uskup melihat tiga sosok tubuh manusia berjalan di atas air, menuju ke kapal. Kapten kapal menghentikan kapalnya dan semua pelaut berjejal-jejal di pinggir geladak untuk melihat pemandangan ajaib ini.

Ketika mereka sudah dekat, barulah Uskup mengenali tiga sahabatnya, para nelayan dulu. 'Bapak Uskup', seru mereka, 'Kami sangat senang bertemu dengan Bapak lagi. Kami dengar kapal Bapak melewati pulau kami, maka cepat-cepat kami datang.'

'Apa yang kamu inginkan?' tanya Uskup tercengang-cengang.

'Bapak Uskup,' jawab mereka, 'kami sungguh-sungguh amat menyesal. Kami lupa akan doa yang bagus itu. Kami berkata: Bapa kami Yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu; datanglah kerajaanMu ... lantas kami lupa. Ajarilah kami sekali lagi seluruh doa itu!'

Uskup merasa rendah diri: 'Sudahlah, pulang saja, saudara-saudaraku yang baik, dan setiap kali kamu berdoa, katakanlah saja: Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.'

Aku kadang-kadang melihat wanita-wanita tua berdoa rosario tak habis-habisnya di gereja. Bagaimana mungkin Tuhan dimuliakan dengan suara bergumam yang tidak keruan itu? Tetapi setiap kali aku melihat mata mereka atau memandang wajah mereka menengadah, di dalam hati aku tahu, bahwa mereka lebih dekat dengan Tuhan daripada banyak orang terpelajar.


Anthony De Mello SJ

@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 02, 2009, 04:43:57 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
AGAMA SEORANG IBU TUA
Seorang ibu tua yang terlalu saleh, kurang puas dengan semua agama yang ada. Maka ia mendirikan agamanya sendiri.

Pada suatu hari seorang wartawan, yang secara tulus ingin mengetahui keyakinan dan pendiriannya, bertanya:


Apakah Ibu betul-betul percaya, seperti dikatakan banyak orang, bahwa tidak ada orang yang masuk surga kecuali Ibu dan pembantu Ibu?'

Ibu tua itu menimbang-nimbang sejenak, lalu menjawab:
'Mengenai pembantuku Minah, saya kurang begitu yakin.'


(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 02, 2009, 04:50:04 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
  Para Ahli

Hidup rohaniku seluruhnya diambil alih oleh para ahli. Kalau aku ingin belajar berdoa, aku pergi kepada seorang pembimbing rohani. Untuk menemukan kehendak Tuhan bagiku, aku pergi kepada seorang pembimbing retret. Untuk mendalami Kitab Suciku, aku pergi kepada seorang ahli Kitab Suci. Untuk mengetahui, apakah aku telah berdosa atau tidak, aku pergi kepada ahli teologi moral. Dan untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosaku, aku mengaku kepada seorang imam.

Seorang raja pribumi di kepulauan Pasifik Selatan mengadakan perjamuan untuk menyarnbut seorang tamu istimewa dari Barat.

Ketika tiba waktunya untuk menghormati sang tamu, sri raja tetap duduk di lantai saja; sedangkan seorang ahli pidato, yang memang disiapkan untuk maksud ini, menyanjung-nyanjung sang tamu dengan kata-kata hebat.

Seusai pidato yang berkobar-kobar itu, sang tamu bangkit berdiri, untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada raja. Sri raja menahannya dengan isyarat. 'Jangan bangun,'katanya, 'saya sudah menyiapkan seorang ahli pidato bagi Anda juga. Di pulau kami, kami beranggapan bahwa berbicara di depan umum tidak boleh dilakukan oleh orang-orang amatir saja.'

Aku bertanya-tanya, apakah Tuhan akan berkenan, kalau aku sendiri menjadi lebih amatir dalam hubunganku dengan Dia?

Anthony De Mello SJ


 
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 02, 2009, 04:55:21 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
 Menjual Air Sungai

Khotbah sang Guru pada hari itu hanya terdiri dari satu kalimat penuh teka-teki.

Ia tersenyum lemah dan mulai berkata:
'Satu-satunya yang aku kerjakan di sini hanyalah duduk di pinggir sungai dan menjual air sungai.'

Dan khotbahnya sudah selesai.

Seorang penjual air mendirikan warung di pinggir sungai, dan ribuan orang datang berduyun-duyun untuk membeli air darinya. Penjualannya laku semata-mata karena mereka tidak melihat sungai. Bila nanti mereka melihatnya, usahanya akan gulung tikar.

Seorang pengkhotbah amat berhasil. Ribuan orang datang untuk belajar kebijaksanaan darinya. Setelah kebijaksanaan diperoleh, mereka berhenti mendengarkan khotbahnya. Dan si pengkotbah tersenyum puas. Sebab ia sudah mencapai tujuannya, yaitu mundur secepatnya. Sebab, di dalam hatinya ia menyadari, bahwa apa yang ia berikan kepada orang-orang hanyalah apa yang sebetulnya sudah mereka punyai, asal mereka mau membuka mata dan melihat. 'Jikalau Aku tidak pergi,' kata Jesus kepada murid-muridnya, 'ROH KUDUS tidak akan datang.'

Jikalau Anda berhenti menjual air, barangkali orang mendapat kesempatan yang lebih baik untuk melihat sungai.

Anthony De Mello SJ

 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 02, 2009, 05:02:36 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
ANAK YANG SULUNG
Tema khotbahnya adalah 'Anak yang hilang.' Pengkhotbah dengan penuh semangat berbicara tentang cinta Bapa yang tiada bandingannya. Tetapi apakah yang istimewa pada cinta Bapa? Ada ribuan bapa manusia yang dapat menyamai cinta itu. Dan lebih mungkin lagi, ribuan ibu manusia.

Perumpamaan ini sungguh-sungguh dimaksudkan untuk menyindir orang Farisi:

Para pemungut pajak dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkanNya. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kata mereka: 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.' Lalu Jesus menceritakan perumpamaan ini kepada mereka ... (Injil Lukas, Bab 15, ayat 1-2)

Orang yang bersungut-sungut! Orang Farisi! Anak sulung! Inilah inti perumpamaan.

Pada suatu hari waktu Tuhan masuk ke dalam surga, Ia heran bahwa semua orang sudah berada di sana. Tak seorang pun dimasukkan ke dalam neraka. Ini merisaukanNya, karena bukankah Tuhan harus adil? Dan untuk apa neraka diciptakan, jika tidak dipakai?

Maka Ia berkata kepada Malaikat Gabriel:
'Panggil semua orang ke hadapan tahtaKu dan bacakan Sepuluh PerintahKu!'


Semua orang dipanggil. Malaikat Gabriel membaca perintah yang pertama. Lalu Tuhan bersabda:

'Semua yang pernah berdosa melawan perintah ini, harus segera turun ke neraka!' Sejumlah orang mengundurkan diri dan dengan sedih pergi ke neraka.

Hal yang sama terjadi pula sesudah perintah yang kedua dibaca ... begitu pula dengan yang ketiga ... keempat ... kelima ... Pada waktu itu penghuni surga sudah jauh berkurang. Sesudah perintah keenam dibaca, semua orang telah pergi ke neraka kecuali seorang pertapa yang gemuk, tua dan botak.

Tuhan melihatnya dan berkata kepada Malaikat Gabriel:

'Inikah satu-satunya yang masih tinggal di surga?'

'Ya,' sembah Malaikat Gabriel.


'Wah,' kata Tuhan, 'suasana di sini menjadi agak sepi, bukan? Suruhlah mereka semua kembali ke surga!'

Ketika pertapa yang gemuk, tua dan botak itu mendengar bahwa semua orang akan mendapat pengampunan, ia naik pitam. Dan ia menggugat Tuhan:

'Ini tidak adil! Mengapa dulu hal ini tidak Tuhan katakan kepadaku?'

Nah, ketahuan masih ada seorang Farisi lain lagi yang tersembunyi. 'Anak sulung' yang lain. Orang yang percaya akan ganjaran dan hukuman serta berpegang teguh pada keadilan mutlak.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 02, 2009, 05:06:15 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
  Apa Katamu ?

Seorang guru menanamkan kebijaksanaan dalam hati muridnya, bukan di atas halaman buku. Si murid mungkin mengendapkan kebijaksanaan itu selama tiga puluh atau empat puluh tahun di dalam hatinya, sampai ia menemukan seseorang yang siap sedia untuk menerimanya. Itulah tradisi Zen.

Guru Zen Mu-nan menyadari bahwa ia hanya mempunyai satu orang penerus, yaitu muridnya Shoju. Pada suatu hari ia mengundangnya dan berkata: 'Sekarang aku sudah tua, Shoju, dan hanya engkaulah yang akan meneruskan ajaranku. Terimalah kitab ini, yang telah diwariskan selama tujuh turunan dari guru ke guru. Aku sendiri menambah beberapa catatan di dalamnya, yang kiranya akan berguna bagimu. Simpanlah kitab ini, sebagai tanda bahwa engkau penerusku.'

'Lebih baik kitab itu Bapak simpan sendiri saja,'kata Shoju. 'Saya menerima ajaran Zen dari Bapak secara lisan, maka saya lebih senang meneruskannya secara lisan pula.'

'Aku tahu, aku tahu,'kata Mu-nan dengan sabar. 'Namun kitab ini sudah disimpan selama tujuh turunan dan mungkin ada gunanya bagimu. Maka, terimalah dan simpanlah baik-baik.'

Keduanya kebetulan berbicara di dekat perapian. Begitu diterima Shoju, kitab itu langsung dilernparkannya ke dalarn api. Ia tidak teltarik pada kata-kata tertulis.

Mu-nan yang sebelumaya dikenal sebagai orang yang tidak pernah marah, berteriak:'Kau rnelakukan perbuatan biadab!'

Shoju juga berteriak: 'Bapak rnengucapkan kata-kata biadab!'

Sang Guru berbicara dengan penuh wibawa tentang apa yang sudah dialaminya sendiri. Ia tidak mengutip satu buku pun.


Anthony De Mello SJ





 
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 03, 2009, 08:33:43 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
  Thomas Aquino Berhenti Menulis

Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas, salah seorang teolog yang paling bijak di dunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai Thomas menjawab: Frater Reginald, ketika aku merayakan Misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis. Sebenarnya, semua yang telah kutulis tentang Allah bagiku tampaknya seperti jerami belaka.'

Memang seharusnya demikian jika seorang cendekiawan menjadi seorang mistik.


Ketika seorang mistik turun dari gunung, ia disongsong oleh seorang ateis yang berkata mencemooh: 'Apa yang kaubawa dari taman kebahagiaan yang kaukunjungi?'

Orang mistik itu menjawab: 'Aku sungguh berniat mengisi jubahku dengan bunga-bunga. Dan bila kembali pada kawan-kawanku, aku bermaksud menghadiahi mereka beberapa kuntum bunga. Tetapi ketika aku di sana, keharuman taman itu membuatku mabuk, sehingga aku menanggalkan jubahku.'

Para guru Zen mengatakan hal itu lebih padat dan tepat: 'Orang yang tahu, tidak banyak bicara. Orang yang banyak bicara, tidak tahu.' -------- [1]

Catatan : Frater (Latin) = saudara; atau panggilan untuk biarawan yang tidak/belum ditahbiskan

Anthony De Mello SJ




 
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 03, 2009, 08:41:52 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
  Pemuda Arab Yang Sederhana

Guru Arab Jalalud-Din Rumi senang sekali menceritakan kisah berikut ini:

Pada suatu hari Nabi Muhammad sedang bersembahyang subuh di mesjid. Di antara orang-orang yang ikut berdoa dengan Nabi adalah seorang pemuda Arab.

Nabi mulai membaca Qur'an dan mendaras ayat yang menyatakan perkataan Firaun: 'Aku ini dewa yang benar.' Mendengar perkataan itu pemuda yang baik itu tiba-tiba menjadi marah. Ia memecah keheningan dengan berteriak: 'Pembual busuk, ban**** dia!'

Nabi berdiam diri. Tetapi seusai sembahyang, orang-orang lain mencela orang Arab itu dengan gusar: 'Apakah engkau tidak tahu malu? Niscaya doamu tidak berkenan kepada Tuhan. Sebab, engkau tidak hanya merusak kekhusukan suasana doa, tetapi juga mengucapkan kata-kata kotor di hadapan Rasul Allah.'

Wajah pemuda yang malang itu menjadi merah padam dan ia gemetar ketakutan, sampai-sampai Malaikat Jibrail menampakkan diri pada Nabi dan bersabda: 'Assalamuallaikum! Allah berfirman agar engkau menyuruh orang banyak berhenti mencaci-maki pemuda yang sederhana ini. Sungguh, sumpah serapahnya yang jujur berkenan di hatiKu, melebihi doa orang-orang saleh.'

Bila kita berdoa, Tuhan melihat ke dalam hati kita dan bukan pada rumusan kata-kata.

Anthony De Mello SJ
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 03, 2009, 08:58:39 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
BAIKLAH, BAIKLAH

Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah, Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.

Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu wajib menanggung biaya untuk membesarkannya. Jawaban Guru itu hanyalah, 'Baiklah, baiklah.'


Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi itu dari lantai. Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.

Guru itu jatuh namanya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.

Ketika peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu tidak kuat menyimpan rahasianya lebih lama lagi. Akhirnya ia mengaku, bahwa ia telah berdusta. Ayah anak itu sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya. Orangtua si gadis dan para penduduk kampung amat menyesal. Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon maaf dan meminta kembali anak tadi. Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya hanyalah: 'Baiklah. Baiklah!'

Orang yang sungguh-sungguh sadar!

Kehilangan nama? Tidak banyak berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam mimpi.


(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 03, 2009, 09:09:03 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
  Mengapa Orang-orang Yang Baik Matii

Seorang pendeta di pedesaan mengunjungi rumah seorang nenek tua anggota jemaatnya. Sambil minum kopi, ia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh nenek itu.

'Mengapa Tuhan begitu sering mengirimkan wabah kepada kita?' tanya si nenek.


'Ya, ya, ya ...,' jawab pendeta, 'kadang-kadang orang menjadi begitu jahat, hingga perlu disingkirkan. Maka, Yang Mahabaik mengijinkan datangnya wabah.'

'Tetapi,' tukas si nenek, 'mengapa begitu banyak orang baik juga disingkirkan bersama yang jahat?'

'Orang-orang baik itu dipanggil untuk menjadi saksi,' pendeta menjelaskan. 'Sebab, Tuhan ingin menjalankan pengadilan yang adil bagi setiap jiwa.'

Samasekali tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dijelaskan oleh pemegang kepercayaan yang kaku

Anthony De Mello SJ
« Last Edit: March 03, 2009, 09:57:59 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)