Author Topic: Burung Berkicau - Anthony De Mello SJ  (Read 88422 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 24, 2010, 02:41:36 PM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Aku dulu tuli samasekali.
Pada waktu itu aku melihat orang-orang berdiri, bergerak dengan lemah gemulai, melangkah maju dan mundur, melenggok berputar-putar, bergeser ke kiri dan ke kanan.
Katanya, orang-orang itu menari.
Kelihatannya aneh sekali sampai pada suatu hari aku mendengar musik iringannya. Lalu aku pun mengerti.
Betapa indahnya tarian itu!

Nah, sekarang kulihat tingkah-laku ganjil sementara orang suci.
Tetapi aku tahu, imanku mati.
Maka aku tidak mau mengadakan pernilaian sebelum imanku hidup kembali.
Mungkin pada suatu waktu aku akan mengerti.


Dan aku melihat tingkah-laku yang aneh dari orang-orang yang sedang jatuh cinta.
Tetapi aku tahu, hatiku mati.

Maka daripada menilai mereka, lebih baik aku berdoa agar hatiku suatu ketika hidup kembali.

Anthony de Mello SJ
« Last Edit: July 24, 2010, 02:43:19 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
July 31, 2010, 12:52:41 PM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Narada, seorang Hindu yang bijaksana, berziarah ke kuil Dewa Wisnu.
Pada suatu malam ia singgah di sebuah desa dan diterima dengan baik oleh sepasang suami-isteri yang miskin.
Sebelum ia berangkat pada hari berikutnya, si suami minta kepada Narada: 'Tuan akan pergi kepada Dewa Wisnu.
Tolong mintakanlah kepadanya, agar Ia menganugerahi saya dan isteri saya seorang anak.
Sebab, sudah bertahun-tahun lamanya kami berkeluarga, namun kami belum juga mempunyai anak.'

Sampai di kuil, Narada berkata kepada Dewa: 'Orang itu dengan isterinya amat baik kepada saya.
Maka sudilah bermurah hati dan berilah mereka seorang anak.'
Dewa menjawab dengan tegas: 'Telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan mempunyai anak.'
Maka Narada menyelesaikan kebaktiannya, lalu pulang.


Lima tahun kemudian Narada berziarah ke tempat yang sama.
Ia singgah pula di desa yang sama dan sekali lagi diterima dengan baik oleh pasangan suami-isteri yang sama pula.
Kali ini ada dua orang anak bermain-main di muka pondok mereka.

'Anak-anak siapa ini?' tanya Narada.
'Anak-anak saya.' jawab si suami.
Narada bingung.
Si suami meneruskan ceritanya: 'Segera setelah Tuan meninggalkan kami lima tahun yang lalu, seorang pengemis suci datang mengunjungi kampung kami.
Kami menerimanya barang semalam.
Paginya, sebelum berangkat, ia memberkati saya dan isteri saya ... dan Dewa mengaruniai kami dua orang anak ini.'


Mendengar cerita ini, Narada cepat-cepat menuju kuil Dewa Wisnu lagi.
Ketika tiba di sana, dan pintu kuil ia sudah berteriak: 'Bukankah Dewa telah mengatakan: telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan punya anak? Kini ia mempunyai dua orang anak!'

Ketika Dewa mendengar hal ini, ia tertawa keras dan berkata: 'Pasti perbuatan seorang suci!
Hanya orang suci yang mempunyai kuasa untuk mengubah nasib seseorang.'



Kita diingatkan akan pesta nikah di Kana.
Waktu itu Ibu Jesus mendesak Putranya dengan doa-doanya untuk melakukan mukjizat yang pertama sebelum waktunya seperti yang telah ditentukan oleh Allah Bapa.


Anthony De Mello SJ
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
July 31, 2010, 03:40:31 PM
Reply #102
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Mendengar cerita ini, Narada cepat-cepat menuju kuil Dewa Wisnu lagi.
Ketika tiba di sana, dan pintu kuil ia sudah berteriak: 'Bukankah Dewa telah mengatakan: telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan punya anak? Kini ia mempunyai dua orang anak!'

Ketika Dewa mendengar hal ini, ia tertawa keras dan berkata: 'Pasti perbuatan seorang suci!
Hanya orang suci yang mempunyai kuasa untuk mengubah nasib seseorang.'

wow....keren :afro:
jadi siapa dong dewa yang sesungguhnya?  :cheesy:

benarlah nats Alkitab ini:
Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
Yoh 9:31

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.
Yoh 14: 12a
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
August 02, 2010, 10:37:40 AM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
wow....keren :afro:
jadi siapa dong dewa yang sesungguhnya?  :cheesy:
Bukan saya BU Guru.....  :char11:
 :onion-head86: <ngabur.mode.on>
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
August 24, 2010, 04:31:04 PM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai, sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

'Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?' tanya usahawan itu.

'Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,' jawab nelayan.

'Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?' tanya usahawan.

'Untuk apa?' nelayan balas bertanya.

'Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,' jawabnya.
'Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak.
Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon.
Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal ... bahkan mungkin sejumlah kapal.
Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.'


'Selanjutnya aku mesti berbuat apa?' tanya si nelayan.

'Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,' kata si usahawan.

'Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?' kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
August 24, 2010, 09:35:49 PM
Reply #105
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.
kriteria kata "nikmat" bagi antara orang yang satu bisa berbeda dengan orang yang lain
seringkali kita memandang orang yang kaya, banyak harta lebih bahagia hidupnya
padahal yang paling penting adalah bahwa  apakah dari rejeki yang kita dapatkan kita dapat selalu bersyukur dan mencukupkan diri

Siapa mencintai uang tidak akan puas  dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
(Pkh 5:10)
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
August 30, 2010, 04:51:35 PM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Seorang rahib menghadap Buddha dan berkata:

'Apakah jiwa orang saleh luput dari maut ?

Seperti biasanya Buddha tidak menjawab.

Tetapi rahib itu mendesak.
Setiap hari ia mengulangi pertanyaan yang sama.
Setiap hari pula ia tidak dijawab.
Akhirnya, ia tidak tahan lagi dan mengancam mau meninggalkan pertapaan, kalau pertanyaan maha penting ini tidak dijawab.
Sebab, untuk apa ia mengorbankan segala sesuatu untuk hidup membiara, kalau jiwa orang saleh tidak akan luput dari maut?


'Engkau bagaikan seorang yang kena anak panah beracun dan hampir mati.
Sanak keluarganya mendatangkan seorang dokter.
Tetapi orang sakit itu tidak mau anak panah dicabut atau menerima pengobatan apapun terhadap lukanya jika tiga pertanyaan pokok ini belum terjawab:
Pertama, orang yang memanah kulitnya putih atau hitam?
Kedua, ia berbadan tinggi atau pendek?
Dan
ketiga, ia seorang brahmana atau paria?
Sebelum jawaban atas ketiganya diberikan, orang yang sekarat itu menolak diobati.

Rahib tadi tetap tinggal dalam biara.



Orang lebih senang berbicara tentang jalan daripada menjalaninya,
membicarakan khasiat obat daripada meminumnya.


Anthony De Mello SJ
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
September 11, 2010, 12:33:27 PM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Aku dan temanku pergi ke 'Pasar malam agama.'
Bukan pasar dagang. Pasar agama.
Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya.
Ya, bangsa Yahudi.
Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.


Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Muhammad ialah nabiNya.
Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan.
Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin mengambil risiko masuk neraka.


Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: 'Apakah pendapatmu tentang Tuhan?'
Jawabnya: 'Rupanya Ia penipu, fanatik dan bengis.'

Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: 'Bagaimana Engkau bisa tahan dengan hal seperti ini, Tuhan?
Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka memberi julukan jelek kepadaMu?'


Tuhan berkata: 'Bukan Aku yang mengadakan 'Pasar malam agama' itu.
Aku bahkan merasa terlalu malu untuk mengunjunginya.'

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
September 12, 2010, 12:57:01 PM
Reply #108
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Aku dan temanku pergi ke 'Pasar malam agama.'
Bukan pasar dagang. Pasar agama.
Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.
turut bersedih melihat agama koq jadi dipasarkan
turut prihatin mengapa masih ada orang yang tertarik untuk mengunjungi "pasar malam (=gelap) agama"
turut kecewa melihat oknum-oknum yang bersaing dalam memasarkan agamanya
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
October 17, 2010, 11:31:24 AM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya.
Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone.
Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam?
Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?

Ia berkata, 'Pergi dan temukanlah sendiri!
Tidak ada yang dapat menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi.' Namun sebagai pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazone.


Mereka berpegang pada peta itu.
Peta itu dibingkai dan diletakkan di kantor kotapraja.
Mereka masing-masing menyalin peta itu.
Dan setiap orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang sungai Amazone.
Sebab, bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran sungai, berapa lebar dan dalamnya, di mana air mengalir deras dan di mana terdapat air terjun?

Penjelajah itu selama hidupnya menyesalkan peta yang telah dibuatnya.
Mungkin lebih baik jika dulu dia tidak menggambarkan apa-apa.




Katanya Buddha tidak pernah mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan.

Rupanya ia menyadari bahaya-bahaya menggambar peta bagi para cendekiawan di masa mendatang.


Anthony De Mello SJ
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)