Author Topic: Burung Berkicau - Anthony De Mello SJ  (Read 54469 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 11, 2009, 03:36:09 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
BUANGLAH KEHAMPAANMU!
Ia mengira sungguh amat penting menjadi miskin dan hidup bermatiraga. Tidak pernah ia menyangka bahwa yang paling penting ialah melepaskan 'ego'nya. Ego dapat menjadi-jadi karena kesucian maupun karena keduniawian, karena kemiskinan maupun karena kekayaan, karena bermatiraga maupun karena hidup mewah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak digunakan oleh 'ego' untuk melambungkan diri.

Murid:
Aku datang kepadamu dengan tangan hampa.

Guru:
Buanglah kehampaan itu sekarang juga!

Murid:
Bagaimana aku dapat membuangnya? Hanya kehampaan belaka.

Guru:
Kalau begitu, bawalah serta ke mana saja engkau pergi.

Engkau dapat membuat kehampaan menjadi milikmu. Dan membawa serta matiragamu bagaikan sebuah piala penghargaan. Jangan membuang milikmu. Buanglah 'ego'mu!

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)


@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 15, 2009, 01:21:27 PM
Reply #21
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
March 17, 2009, 10:56:24 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Bunga Tapal Kuda

Seseorang yang bangga akan halaman rumahnya yang berumput indah, menjadi kecewa melihat tumbuh suburnya bunga-bunga tapal-kuda. Semua usaha sudah dicobanya untuk membasmi bunga-bunga itu, namun mereka tetap saja merajalela.

Akhirnya ia menulis surat kepada Departemen Pertanian. Satu persatu ia menyebutkan semua usaha yang telah dicobanya dan mengakhiri suratnya dengan pertanyaan: 'Apa yang semestinya kulakukan sekarang?'

Tidak lama kemudian datanglah surat balasan: 'Kami menganjurkan supaya Anda berusaha menyenangi bunga tapalkuda.'

Aku juga punya halaman rumput yang kubanggakan; dan pikiranku juga diganggu oleh bunga tapal-kuda, maka aku berusaha keras untuk memberantasnya. Oleh karena itu, berusaha menyukainya sungguh tidak mudah.

Aku berusaha berbicara dengan mereka setiap hari. Dengan akrab. Dengan ramah. Namun mereka diam seribu bahasa. Mereka masih menyimpan dendam atas peperangan yang pernah kulancarkan melawan mereka. Rupanya mereka juga masih sedikit curiga akan alasan-alasan yang kukemukakan.

Tetapi tidak lama kemudian mereka tersenyum kembali. Tidak bersitegang lagi. Malahan menanggapi kata-kataku. Segera saja kami menjadi sahabat baik. Memang, halaman-berumputku jelek nampaknya. Tetapi tamanku segera menjadi sangat indah berseri!

Perlahan-lahan ia menjadi buta. Dan ia memerangi kebutaan itu dengan segala cara. Ketika segala macam obat sudah tidak bisa lagi mencegahnya, ia melawan dengan seluruh luapan emosinya. Aku membutuhkan keberanian untuk berkata kepadanya: 'Kuanjurkan, engkau belajar mencintai kebutaanmu!'

Mulailah suatu perjuangan. Semula ia tidak sudi menanggapi usulku; bahkan dengan sepatah kata pun. Dan jika ia memaksa diri berbicara dengan kebutaannya, kata-katanya penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Tetapi ia terus berbicara dan lambat laun kata-katanya semakin bernada menyerah, sabar dan menerima ... Dan akhirnya, pada suatu hari ia sendiri tidak menduganya - kata-katanya berubah menjadi hangat, manis, akrab ... dan kata-kata cinta. Lalu tibalah waktunya, ketika ia dapat merangkul kebutaannya dan berkata 'Aku cinta padamu.' Hari itulah aku melihat dia tersenyum lagi. Oh, betapa manisnya!


Penglihatannya, tentu saja, hilang untuk selamanya. Tetapi betapa berserinya wajah itu sekarang. Jauh lebih ceria daripada sebelumnya. Kebutaan datang berbagi hidup dengannya.

Anthony De Mello SJ
© 2000-2009 Pondok Renungan
All Rights Reserved

 
« Last Edit: March 17, 2009, 11:03:09 AM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 20, 2009, 09:46:36 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
TUJUH BULI-BULI EMAS

Seorang tukang cukur sedang berjalan di bawah sebatang pohon yang angker, ketika ia mendengar suara yang berkata: 'Inginkah engkau mempunyai emas sebanyak tujuh buli-buli?' Tukang cukur itu melihat kiri kanan dan tidak tampak seorang pun. Tetapi nafsu lobanya timbul, maka dengan tak sabar ia menjawab lantang: 'Ya, aku ingin!' 'Kalau begitu, pulanglah segera ke rumah,' kata suara itu. 'Engkau akan menemukannya di sana.'

Si tukang cukur cepat-cepat berlari pulang. Sungguh, ada tujuh buli-buli penuh emas, kecuali satu yang hanya berisi setengah saja. Si tukang cukur tak bisa melepaskan pikiran, bahwa satu buli-buli hanya berisi setengah saja. Ia ingin sekali untuk segera mengisinya sampai penuh. Sebab jika tidak, ia tidak akan bahagia.

Seluruh perhiasan milik anggota keluarganya disuruhnya dilebur menjadi uang emas dan dimasukkannya dalam buli-buli yang berisi setengah itu. Tetapi buli-buli itu tetap berisi setengah seperti semula. Ini menjengkelkan! Ia menabung, menghemat dan berpuasa sampai ia sendiri dan seluruh keluarganya kelaparan. Namun demikian, sia-sia belaka. Biarpun begitu banyak emas telah dimasukkannnya ke dalamnya, buli-buli itu tetap berisi setengah saja.

Pada suatu hari ia minta kenaikan gaji kepada raja. Upahnya dilipatduakan. Sekali lagi ia berjuang untuk mengisi buli-buli itu. Bahkan ia sampai mengemis. Namun buli-buli itu tetap menelan setiap mata uang emas yang dimasukkan dan tetap berisi setengah.

Raja mulai memperhatikan, betapa tukang cukur itu tampak kurus dan menderita. 'Kau punya masalah apa?' tanya sang raja. 'Kau dulu begitu puas dan bahagia waktu gajimu kecil saja. Sekarang gajimu sudah lipat dua, namun kau begitu muram dan lesu. Barangkali kau menyimpan tujuh buli-buli emas itu?'

Tukang cukur terheran-heran. 'Siapakah yang menceritakan hal itu kepada Paduka, ya Tuanku Raja?'

Raja tertawa seraya berkata:

'Tindak-tandukmu jelas menampakkan gejala-gejala yang terdapat pada semua orang yang ditawari tujuh buli-buli emas oleh setan. Ia pernah menawarkannya juga kepadaku. Aku bertanya, apakah uang itu boleh dipergunakan atau semata-mata untuk disimpan. Namun ia terus menghilang tanpa berkata apa-apa. Uang itu tidak bisa digunakan, tetapi hanya memaksa orang supaya mau menyimpannya. Lekas kembalikanlah uang itu pada setan. Pastilah engkau akan bahagia kembali!'

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)

 
« Last Edit: March 24, 2009, 01:24:48 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 20, 2009, 08:22:17 PM
Reply #24
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
bro sin........
tks buat berkat rohaninya

manusia memang ga pernah puas dan egois
selalu merasa kekurangan
bahkan rela menyakiti sesamanya demi memuaskan nafsunya
jangankan orang dunia yang disesatkan oleh setan
orang yang percaya akan Tuhanpun bisa seperti itu
biasanya semakin banyak berkat yang dia dapat, semakin dia menjauh dari Tuhan.....
manusia oh manusia........pada hakikatnya adalah makhluk "daging" yang lemah
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
March 20, 2009, 08:42:11 PM
Reply #25
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
bro sin...............tks buat BERKAT ROHANInya...........
GBU

jujur sebagai manusia kita ga pernah bisa menerima diri kita maupun lingkungan kita apa adanya
kita merindukan dan menginginkan situasi dan kondisi yang selalu nyaman, aman, tentram, sedap dipandang, dengan memakai "ukuran kita sendiri"
apa yang tidak sesuai dengan kriteria "kesempurnaan kita" kita benci, bahkan kita berusaha untuk membasminya dengan sekuat tenaga
namun apa yang terjadi??
semakin kita berusaha untuk "menyempurnakan" justru keadaan semakin "memperburuk" hidup kita

padahal sebetulnya sangat sederhana
seandainya dari awal kita bisa memahami dan menerima semuanya
oh hidup ini ternyata sungguh indah

menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
March 24, 2009, 01:33:08 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
BUNGA TERATAI

Aku sangat mengagumi temanku. Ia bermaksud menunjukkan kepada tetangganya, betapa sucinya ia. Bahkan untuk itu sampai-sampai ia mengenakan pakaian khusus. Aku selalu menyangka, bahwa jika orang sungguh-sungguh suci, kesucian itu akan terlihat oleh orang lain tanpa usaha apa pun darinya. Tetapi temanku ini berusaha agar kesuciannya dapat terlihat tetangganya. Ia bahkan mengumpulkan sejumlah murid dengan maksud agar mereka ini menunjukkan kesucian yang mereka miliki. Mereka menyebut hal ini 'memberi kesaksian.'

Ketika melewati sebuah kolam, aku melihat sekuntum bunga teratai yang sedang mekar. Tanpa pikir panjang kukatakan kepadanya:

'Alangkah indahnya kau, bungaku! Dan betapa jauh lebih indahnya Tuhan yang telah menciptakanmu!'

Ia menjadi tersipu-sipu karena ia samasekali tidak menyadari keindahannya yang menakjubkan itu. Dan ia senang karena Tuhanlah yang dimuliakan.


Ia menjadi jauh lebih indah justru karena tidak menyadari keindahannya. Dan ia menarik perhatianku, justru karena tidak berusaha untuk memikatku.

Tidak jauh dari situ ada kolam lain. Di sana kulihat teratai lain yang menjulurkan daun-daunnya kepadaku dan dengan malu-malu berkata: 'Lihatlah keindahanku dan muliakanlah Penciptaku!'


Aku pergi meninggalkannya dengan rasa muak.

Kalau aku mulai berusaha memberi teladan yang baik, aku ingin memberi kesan bagi orang lain. Berhati-hatilah terhadap orang Farisi yang bermaksud baik!

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
 

 

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
Please direct any suggestion to Media Team
 

@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
March 24, 2009, 04:47:43 PM
Reply #27
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
  • ini pic gw waktu bayi ..........imutkan ?????
manusia hanyalah ciptaan bukan pencipta ...jadi kita ga akan pernah tau untuk apa sih kita di ciptakan ?? tapi setiap kita diciptakan  pasti untuk memenuhi keinginan SANG PENCIPTA n ada satu hal yang TUHAN ingin kita lakukan di dunia ini. kita adalah pribadi2 yang unik yang ga kan ada 2nya di dunia ini.
jadi bersyukurlah atas segala yang ada pada kita karna itulah yang terbaik yang TUHAN berikan untuk kita.

kita ini hanyalah pelaku2 dari rencana indah TUHAN. kita tidak diproduksi secara masal tapi di ciptakan dengan detail n ketelitian.
Mari kita pergi ke rumah TUHAN
May 03, 2009, 01:50:41 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
'Mengapa engkau selalu mengungkit-ungkit kesalahanku di masa lalu?' tanya sang suami. 'Kupikir, kau telah melupakannya!'

'Memang aku sudah mengampuni dan melupakannya!' jawab sang isteri. 'Tetapi aku ingin meyakinkanmu, agar engkau tidak lupa bahwa aku sudah mengampuni dan melupakannya.'

Sebuah wawancara:
Murid:
'Jangan ingat lagi akan dosa-dosaku, ya Tuhan!'


Tuhan:
'Dosa? Dosa apa? Engkau harus menyegarkan ingatanku. Aku sudah melupakannya berabad-abad yang lalu.'

Cinta itu tidak mengingat-ingat kesalahan.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
 

 



@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
May 06, 2009, 11:18:16 AM
Reply #29
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
  • Gender: Male
  • HELP ME GOD!!!
 :afro: :afro: :afro:keren... :afro: :afro: :afro:

emang begitu seharusnya...
dan gw selalu berusaha untuk melupakan kesalahan orang lain terhadap gw...
walaupun kadang terasa sulit untuk melakukan itu...

thank's ya...


Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Quote
Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
« Last Edit: May 18, 2009, 04:58:48 PM by jhend »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)