Author Topic: Burung Berkicau - Anthony De Mello SJ  (Read 69749 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 17, 2010, 11:14:04 AM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)

Terdengar di luar gedung pertunjukan:

'Betapa hebatnya penyanyi tadi! Suaranya memenuhi seluruh ruangan.'

'Ya, sampai-sampai beberapa pengunjung harus keluar untuk memberi tempat pada suara penyanyi itu!'

Menggelikan! Saudara-saudari sekalian, Anda boleh tetap duduk di kursi Anda. Suara penyanyi akan memenuhi seluruh ruangan, namun tidak akan mengambil satu tempatpun.

---o000o---
Terdengar dalam sebuah bimbingan rohani:

'Bagaimana saya dapat mencintai Tuhan, seperti dianjurkan dalam Kitab Suci? Bagaimana saya dapat menyerahkan seluruh hidupku kepadaNya?'

'Lebih dahulu kau harus mengosongkan hatimu dari semua benda ciptaan.'

Menyesatkan! Jangan takut mengisi hatimu dengan orang dan barang yang kaucintai, karena cinta Tuhan tidak akan mengambil tempat dalam hatimu, seperti halnya suara penyanyi juga tidak mengambil tempat apapun dalam ruangan gedung pertunjukan.

---o000o---
Cinta tidak seperti roti. Bila aku memberikan sepotong kepadamu, maka roti yang dapat kuberikan kepada orang lain berkurang. Cinta lebih menyerupai Roti Ekaristi. Kalau aku menyambutNya, aku menyambut Kristus yang utuh. Namun, sebagai akibatnya kamu tidak menerima Kristus yang kurang utuh, melainkan menerima juga seluruh pribadi Kristus. Begitu juga dengan orang-orang yang lain.

Engkau dapat mencintai ibumu dengan sepenuh hatimu; begitu juga isterimu dan masing-masing anakmu. Anehnya, memberikan seluruh cinta kepada satu orang tidak memaksa mengurangi cinta yang dapat kauberikan kepada orang lain. Sebaliknya, mereka masing-masing mendapatkan lebih banyak. Sebab, jika engkau mencintai sahabatmu saja, dan orang lain tidak, maka jelas bahwa yang kauberikan itu hanyalah hati yang lemah saja. Sahabatmu itu justru akan beruntung kalau kau memberikan hatimu kepada orang lain juga.

Tuhan akan rugi, seandainya Ia menuntutmu supaya memberikan hatimu hanya kepada Dia saja. Berikanlah hatimu juga kepada orang lain, kepada keluargamu, kepada sahabat-sahabatmu. Tuhan beruntung kalau engkau mempersembahkan seluruh hatimu kepadaNya.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
April 30, 2010, 03:31:07 PM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Permintaan yang mendesak dari Lama [4] di Selatan sampai kepada Lama Agung di Utara. Ia meminta seorang rahib yang bijak dan suci untuk membimbing hidup rohani para calon rahib. Setiap orang heran bahwa Lama Agung mengirimkan sampai lima orang. Orang yang bertanya-tanya dijawabnya demikian: 'Untung jika salah satu dari lima rahib itu akhirnya sampai kepada Lama di Selatan.'

Para rahib itu sudah menempuh perjalanan selama beberapa hari, ketika seorang kurir menghampiri mereka. Katanya: 'Imam di desa kami meninggal. Kami membutuhkankan seorang pengganti.' Desa itu rupanya makmur dan menarik; lagi pula penghidupan Imam amat terjamin. Salah seorang rahib merasa terdorong untuk menggembalakan umat. 'Aku bukan murid Buddha sejati,' katanya, 'kalau aku tidak tinggal di sini untuk melayani mereka.' Maka ia tidak melanjutkan perjalanannya.


Beberapa hari kemudian tibalah mereka di Istana seorang raja yang tertarik kepada salah seorang rahib. Tinggallah di sini,' kata raja, 'dan aku akan memberikan puteriku kepadamu. Jika aku mati, engkaulah yang akan mengganti aku menduduki tahta kerajaan.' Hati rahib tertarik pada sang puteri yang cantik dan pada tahta kerajaan. Ia berkata: 'Apakah ada kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan peri kehidupan rakyat di sini daripada menerima kedudukan raja? Aku bukan murid Buddha sejati kalau aku tidak menerima kesempatan ini untuk mengabdi agama.' Ia tidak berjalan terus.

Tiga orang yang masih sisa meneruskan perjalanan. Pada suatu malam, di sebuah daerah pegunungan, mereka menginap di sebuah gubuk yang hanya didiami oleh seorang gadis manis. Ia menerima mereka dengan ramah. Ia bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mempertemukannya dengan para rahib ini. Orangtua gadis itu dibunuh perampok dan ia tinggal sendirian penuh ketakutan. Di pagi harinya, pada waktu mereka mau berangkat, seorang rahib berkata: 'Aku akan tinggal bersama gadis ini. Aku bukan murid Buddha sejati, kalau tidak berbelas-kasih pada sesama.' Ia orang ketiga yang berhenti.

Dua orang sisanya akhirnya tiba di sebuah kampung kaum Buddha. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa semua penduduk meninggalkan agamanya dan kini ada di bawah pengaruh seorang guru Hindu. Rahib yang seorang berkata: 'Demi umat yang malang ini dan demi Buddha, aku harus tinggal di sini dan mengembalikan mereka ke jalan yang benar.' Dialah orang terakhir yang berhenti.

Rahib yang kelima akhirnya sampai di biara Lama di Selatan. Nah, bagaimanapun juga, Lama Agung dari Utara memang benar.

Beberapa tahun yang lalu aku bertekad mencari Tuhan. Berkali-kali aku berhenti di jalan. Selalu maksudku sangat mulia: untuk memperbaharui ibadah, untuk merombak susunan Gereja, untuk meningkatkan tafsir Kitab Suci, untuk membuat teologi lebih berarti bagi orang jaman kita.


Sayang, lebih mudah menenggelamkan diri dalam karya keagamaan, dalam karya apa pun, daripada bertahan terus mencari Tuhan.


--------
[4] Lama: sebutan bagi bhiksu dan pendeta Buddha di Tibet

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
May 08, 2010, 04:38:47 PM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Oktober, 1917: Pecahlah Revolusi Rusia. Sejarah manusia mendapatkan dimensi baru.

Dikisahkan, bahwa tepat pada bulan itu Gereja Ortodoks Rusia mengadakan sidang sinode.
Berlangsunglah suatu perdebatan sengit mengenai warna pakaian yang harus digunakan dalam upacara-upacara ibadat.
Ada yang dengan suara keras menandaskan, bahwa seharusmya berwarna putih. Yang lain, dengan suara tidak kalah kerasnya, mengatakan bahwa harus berwarna ungu .


Berusaha mengerti masalah-masalah revolusi jauh lebih sukar daripada menyiapkan upacara ibadat yang indah.
Aku lebih suka berdoa daripada terlibat dalam pertengkaran dengan tetangga.





Catatan : Sinode (Yunani) = pertemuan para uskup wilayah gerejani



Anthony De Mello SJ
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
May 08, 2010, 09:33:55 PM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Oktober, 1917: Pecahlah Revolusi Rusia. Sejarah manusia mendapatkan dimensi baru.

Dikisahkan, bahwa tepat pada bulan itu Gereja Ortodoks Rusia mengadakan sidang sinode.
Berlangsunglah suatu perdebatan sengit mengenai warna pakaian yang harus digunakan dalam upacara-upacara ibadat.
Ada yang dengan suara keras menandaskan, bahwa seharusmya berwarna putih. Yang lain, dengan suara tidak kalah kerasnya, mengatakan bahwa harus berwarna ungu .


Berusaha mengerti masalah-masalah revolusi jauh lebih sukar daripada menyiapkan upacara ibadat yang indah.
Aku lebih suka berdoa daripada terlibat dalam pertengkaran dengan tetangga.





Catatan : Sinode (Yunani) = pertemuan para uskup wilayah gerejani



Anthony De Mello SJ
Renungannya bagus sekali. Kadang kala kita sering mempeributkan masalah sepele yang sebenarnya bukan essensial. Seperti peributan warna "Putih" dan "Ungu". Kita sering kali dalam tata pelaksanaan ibadah mengatakan "harus begini" dan "harus begitu", lupa bahwa yang penting adalah dalam ibadah adalah "hati", dalam setiap hal ada yang namanya pertanggungjawaban masing2 kepada Tuhan nantinya. Terhadap pandangan2 yang menghakimi dan meributkan masalah yang bukan essensial pada keselamatan, Rasul Paulus mengajarkan berulang kali lewat surat2nya untuk kita mengabaikan pandangan2 demikian, dan juga ia dengan keras "mengutuk" orang yang dengan sengaja menyesatkan dan menjauhkan seseorang dari jalan keselamatan. Makna renungannya bagus bro...Tapi bukan berarti kita harus diam saja. Namun dengan bijaksana harus membereskan persoalan2 seperti itu agar tidak ada orang yang tersesat, tidak ada yang menghalangi karya Tuhan, dan tidak ada yang mengganjal jalan keselamatan dalam KRISTUS.

Salam.  
« Last Edit: May 15, 2010, 12:18:35 PM by Santo »
May 19, 2010, 08:16:07 AM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
 
Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai.
Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi. tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan - mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka ... tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi ... dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.



Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut.


Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya. Pandanglah saja.


Anthony De Mello SJ


 
 
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
May 29, 2010, 12:12:45 PM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Kita biasa menggolongkan manusia dalam dua kategori: orang suci dan orang berdosa. Penggolongan itu dilakukan atas dasar angan-angan saja. Sebab, di satu pihak, tidak seorang pun betul-betul tahu, siapa saja yang suci dan siapa saja yang pendosa: kesan lahiriah mudah menipu. Di lain pihak, kita semua, baik yang suci maupun yang berdosa, adalah pendosa.

Seorang pendeta mengajukan pertanyaan ini dalam sebuah kelas: 'Anak-anak, seandainya semua orang baik itu putih dan semua orang jahat itu hitam, kamu akan berwarna apa?'

Si kecil Maria-Yoana menjawab: 'Aku akan menjadi orang yang berwarna loreng-loreng, Pak!'

Begitu juga semua guru, pastor, kiai, haji, bhiksu ... Begitu juga para mahatma, para paus dan santo-santa yang mulia ...

--o000o--
Seseorang mencari gereja yang baik untuk ikut serta beribadat. Kebetulan ia masuk ke sebuah gereja tempat jemaat bersama pendetanya sedang berdoa. Mereka membaca dari sebuah buku doa: 'Kami melalaikan hal-hal yang sebenarnya harus kami lakukan, dan kami melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kami lakukan.'

Orang itu langsung ikut duduk di situ dan berkata kepada dirinya sendiri dengan perasaan lega: 'Syukur kepada Tuhan! Akhirnya aku menemukan juga kelompok orang yang sama seperti diriku!'

Usaha-usaha untuk menyembunyikan loreng-loreng yang ada pada orang suci kita kadang-kadang berhasil, tetapi usaha itu selalu kurang jujur.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
May 29, 2010, 12:38:39 PM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Setuju, namun kekudusan / kesucian bukanlah "angan-angan".

Roma  12
12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

I Korintus  6
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

II Korintus  7
7:1. Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Lukas  1
1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Efesus  4
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

I Tesalonika  4
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

II Timotius  2
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Ibrani  12
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

I Petrus  1
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Wahyu  14
14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Ayat-ayat ini mengatakan bahwa kekudusan/kesucian haruslah dikejar.

Apakah sesuatu yang harus kita kejar adalah "angan-angan" bukan sesuatu yang nyata ataupun bisa kita capai? Alkitab tidak akan menuliskan demikian jika kita tidak dituntut untuk mengejar kekudusan/kesucian ataupun kekudusan/kesucian hanyalah sekedar "angan-angan".

Salam
June 05, 2010, 08:46:40 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Komandan tentara pendudukan berkata kepada kepala desa di pegunungan: 'Kami yakin, kamu menyembunyikan seorang pengkhianat di kampungmu. Jika kamu tidak menyerahkannya kepada kami, dengan segala cara kami akan menyiksamu bersama dengan penduduk desamu.'

Kampung itu memang menyembunyikan seseorang yang tampaknya baik, tidak bersalah serta disayang semua orang. Tetapi apa daya kepala desa itu, kalau keselamatan seluruh kampungnya terancam?

Musyawarah berhari-hari di balai desa ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya, kepala desa membicarakan masalah itu dengan pastor di desa. Semalam suntuk mereka berdua mencari-cari pesan dalam Kitab Suci dan akhirnya menemukan pemecahan. Ada nas yang mengatakan: 'Lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa.'

Maka kepala desa menyerahkan orang yang tidak bersalah itu kepada tentara pendudukan, sambil memohon supaya diampuni. Namun orang itu justru berkata bahwa bahwa tidak ada yang perlu dimohonkan ampun. Ia tidak ingin membahayakan desa. Maka ia pun disiksa dengan kejam, sampai-sampai teriakannya terdengar di seluruh desa. Akhirnya ia dibunuh.

Dua puluh tahun kemudian seorang nabi melewati desa itu dan langsung pergi menemui kepala desa. Katanya: 'Apa yang telah engkau lakukan? Orang itu ditunjuk oleh Tuhan menjadi penyelamat negeri ini. Dan ia telah kau serahkan untuk disiksa dan dibunuh.'

'Tidak ada jalan lain!' kata kepala desa membela diri. 'Pastor bersama saya telah mencari pesan dalam Kitab Suci dan berbuat sesuai dengan pesan itu.'

'Itulah kesalahanmu!' kata sang nabi. 'Engkau mencari-cari dalam Kitab Suci. Seharusnya engkau juga mencari jawaban dalam matanya.'


Anthony De Mello SJ
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
June 05, 2010, 08:28:28 PM
Reply #88
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Renungan Reply #87

jadi mengingatkan ku akan posisi Pilatus saat itu
however...semuanya harus tetap berjalan demi tecapainya visi Yesus di bumi ini
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
June 13, 2010, 01:46:33 PM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Pada suatu had Nasruddin menyuarakan pikirannya dengan nada filosofis.. 'Siapakah yang dapat menjelaskan makna kehidupan dan kematian?'

Isterinya, yang sedang sibuk di dapur mendengar pertanyaan itu Lalu berkata: 'Dasar laki-laki - tidak praktis! Orang bodoh pun tahu, jika ujung-ujung jari seseorang sudah kaku dan dingin, ia sudah mati.'

Nasruddin terkesan oleh kebijaksanaan istrinya yang praktis itu.
Sekali peristiwa pada musim dingin ia berjalan-jalan di atas salju dan merasakan tangan dan kakinya mati rasa serta kaku karena kedinginan.
'Aku temyata sudah mati,'pikirnya.
Lalu muncul pikiran berikutnya : 'Mengapa aku masih berkeliaran di jalan, jika sudah mati? Aku harus berbaring seperti layaknya semua orang mati.'Nah, ia pun berbaring persis seperti orang mati.

Sejam kemudian lewatlah beberapa pejalan kaki.
Mereka menemukannya terbaring di tepi jalan.
Mereka mulai berdiskusi, apakah orang itu masih hidup atau sudah mati.
Nasruddin ingin berteriak sekuat tenaga dan berkata: 'Hai orang-orang bodoh, tidakkah kamu lihat bahwa aku sudah mati? Tidak tahukah kamu, bahwa ujung-ujung tangan dan kakiku dingin dan kaku?'
Tetapi ia menyadari bahwa orang yang mati tidak pantas masih bicara.
Maka ia pun diam.


Akhirnya mereka memutuskan bahwa orang yang terbaring di atas salju itu pasti sudah mati.
Maka mereka mengusung jenasahnya ke kuburan.
Belum begitu jauh berjalan, mereka sampai di persimpangan jalan.
Mulailah mereka bertengkar lagi mengenai jalan mana yang menuju ke kuburan. Nasruddin menahan diri untuk diam selama ia dapat.
Tetapi akhirnya ia tidak tahan lagi dan berkata: 'Maaf, saudara-saudara. jalan ke kuburan adalah jalan di sebelah kiri saudara. Saya tahu, orang mati diandaikan tidak berbicara, tetapi untuk kali ini saja saya membuat kekecualian. Maaf, saya berjanji tidak akan mengucapkan sepatah kata lagi.'



Jika kebenaran terbentur pada kepercayaan yang kaku, niscaya kebenaran itu akan kalah.


Anthony De Mello SJ
« Last Edit: June 13, 2010, 01:52:07 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)