Author Topic: Yahudi sekarang tidak kasih per10an hasil alam lagi. Kenapa?  (Read 487 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 19, 2019, 02:03:13 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 550
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
coba baca ini :
http://www.askelm.com/tithing/thi003.htm

Persepuluhan dahulunya (pada awalnya) dan selama2nya tetap berupa hasil alam (sayuran dan ternak) meskipun sudah ada uang dari sejak pertama disampaikan aturan per10an ini (jaman Musa).

Ada jenis per10an yg diberikan hanya kepada kaum Lewi yg mengatur kemah suci dan ada yg digunakan utk hari raya.. Namun skrg bangsa Yahudi (aka. Israel) tidak lagi kasih per10an apalagi kasih pajak bulanan 10% (haloo, sejak kapan per10an hasil alam menjadi uang?)

Salah satu alasannya adalah karena ketiadaan kemah suci dan kaum Lewi. Oleh karena itu memberikan persepuluhan dengan cara2 berikut termasuk melanggar aturan :
1. Kasih per10an berupa 'uang' pajak 10% (minimum) --> per10an selalu berupa hasil alam, di jaman Yesus sudah jelas sudah ada uang tapi tetap diberikan hasil alam.
2. Kasih per10an kepada orang yg bukan kaum Lewi --> juga tidak benar, per10an diberikan hanya kepada kaum Lewi.

Oleh karena itu per10an adalah sebuah label yg sudah tidak relevan lagi karena kita tidak bisa lagi memberikan hasil alam dan juga tidak ada lagi kemah suci dan imam Lewi, harus diganti menjadi "persembahan" begitu aja. gak usah pake nama "per10an". Ini sangat konyol terutama bagi petobat baru jika mendengar di gereja ada "pajak 10% penghasilan".

Kata "persembahan" sudah mencakup semua : mau kasih sdikit boleh, mau kasih banyak boleh, mau pake persentase 10%, 20%, 30% dan lain2 boleh, semuanya berdasarkan sukarela.

SEKIAN PENDAPATKU. silakan saran dan kritik.
« Last Edit: August 19, 2019, 02:10:53 PM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
August 19, 2019, 06:00:43 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 539
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Rasul Paulus dalam upayanya membantu umat2 miskin di Yerusalem tidak pernah meminta perpuluhan tetapi ia hanya meminta seberapa uang jika bisa dihemat dari perolehannya, untuk disumbangkan.

1 Kor 16:1 (1) Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.
(2) Setiap hari minggu, hendaklah kamu masing-masing menabung uang seberapa yang dapat kamu hemat sesuai dengan yang kamu peroleh. Dan simpanlah itu pada suatu tempat sehingga kamu tidak perlu mengumpulkan uang setelah aku datang.
(3) Apabila aku datang, aku akan mengirim beberapa orang untuk mengambil pemberianmu untuk Yerusalem, yang kamu setujui untuk pergi. Aku akan mengutusnya dengan surat pengantar.

Sedang dalam versi bahasa Inggrisnya adalah AS HE MAY PROSPER = sesuai kemapanan

First Corinthians 16:1-3 Now concerning the collection for the saints: as I directed the churches of Galatia, so you also are to do. On the first day of every week, each of you is to put something aside and store it up, AS HE MAY PROSPER, so that there will be no collecting when I come. And when I arrive, I will send those whom you accredit by letter to carry your gift to Jerusalem.
August 20, 2019, 01:21:35 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalau cari sumber itu tolong yang terpercaya, misal mau cari sumber katolik dari www.katolisitas.org

sumber Yahudi yang baik salah satunya adalah www.chabad.org
website ini direkomendasikan oleh www.sarapanpagi.org, dan sarapanpagi.org telah diakui jadi partner oleh Israel Bible Center sebagai associate lecturer

https://israelbiblecenter.com/our_team/rita-wahyu/

kalau cuma sekedar cari2 tulisan bombastis gak jelas dan gak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya jaman skrg bisa aja, cari tulisan Kristen yang mendukung perceraian juga ada kok

maka tolong ini juga dibaca yang lengkap

https://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/4266406/jewish/Maaser-Tithing-in-Torah-and-Jewish-Law.htm

sy kasih preview aja

Maaser must be taken from all monetary earnings, findings, gifts29 and inheritances, from the profits remaining once business expenses and taxes have been paid.30

The money should be donated31 to the poor, just as masser ani is. Unless one has established a precedent only to give their maaser to the poor, it may also be donated to support Torah study, synagogues, or any other cause that may be considered a mitzvah since maaser kesafim is not a biblical requirement according to most opinions. It may not be used to fulfill mitzvahs that one is already obligated in, such as buying a mezuzah. Some say that one may even use maaser towards tuition for a Torah education for one’s children.32 However, a number of factors must be taken into account, such as one’s financial situation and the age of the children, so it would be best to contact your rabbi for guidance.


Whether you’re a farmer in Israel, a banker in New York, or you just won the lottery in Timbuktu, the mitzvah of separating maaser will apply to you in a particular way. If you’re living in or visiting Israel, make sure the fruits and vegetables you buy are certified as having had maaser taken. When you are doing your taxes, look over your yearly profit and set aside a tenth for the charity of your choice. And if you just received a check for your bar mitzvah, remember to find a charity or community cause to which you will give your tithe. And remember, it’s only an investment.

lagian masa iya percaya literatur bahasanya Inggris smua gitu valid dalam membicarakan budaya/hukum Jewish, yang nulis juga pasti bukan jewish asli

be smart please

----

kalo gak mau ngasih mah gak mau ngasih aja ngomong jujur
ga usah pake kata2 sesuai kemapanan
malu tar sama janda yang ngasih 2 peser perak
« Last Edit: August 20, 2019, 01:28:10 PM by HenHen »
August 20, 2019, 02:17:12 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 550
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
coba baca lagi ini :
https://www.quora.com/Do-Jews-pay-tithe

Marc Lipshitz, Salah satu penjawab quora menulis begini :
"In Judaism if you want someone to pay you, you have to prove that you have a legitimate right to receive that money. In the modern era no one can give the required level of proof that they are a Kohen or Levi. We accept the claims of Levi’im and Kohanim for religious purposes such as being called to the Torah, but none can produce the required proof to enforce a monetary claim. As such no one is expected to pay a tithe in Judaism though people are expected to donate 10% of their income to charity to help those in need. Nobody monitors it or enforces it since it is not an enforceable obligation and thus it is left to each individuals conscience if they will do so or not."

Ilana Halupovich bertanya kepada orang tersebut : "Aren’t maaser on vegetables & fruit and hafrashat chala some kind of tithe?"

Lalu dijawab : "Yes, but we have no obligation in the modern era to give either to anyone since no one can prove to the necessary level that they have a right to it. Those who take challah during baking destroy it since it cannot be eaten except in purity by a Kohen and no one can claim that today."

Mark Shainblum, menjawab begini :
"No. But practicing Jews are required to contribute a certain amount to charity, and if you belong to a synagogue, there are membership fees and other fees for High Holiday services and things of that nature.

Tithing, as such, is a very Christian tradition."

Eli Adler, menulis begini :
"Yes.

Orthodox Jews give %5-%10 of their income to charity.

It's called Maaser Ksafim.

Unfortunately many Jews are unaware of the requirement."

-------------------------------------------
Kesimpulan saya (saya percaya dengan jawaban mereka) : per10an tidak lagi dijalankan karena orang2 yahudi tidak mengenal siapa yg merupakan orang2 lewi dan tidak adanya kemah suci, dan mereka skrg menggunakan sistem amal (charity). uang dikumpulkan utk amal, dan itu bukanlah per10an.

Sementara itu gereja2 skrg mengajarkan utk memberikan minimum 10% dari uang penghasilan kita kepada gereja dan melabelinya sebagai persepuluhan.
« Last Edit: August 20, 2019, 02:22:24 PM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
August 20, 2019, 02:29:40 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
betul skali, prinsipnya sama kan
semua persembahan, apapun namanya dan bentuknya haruslah sukarela
mau nyumbang ke orang miskin pun ya harus sukarela juga, masa dipaksa? jadi kalo buat orang miskin boleh dipaksa tapi kalo perpuluhan gak boleh gt?

saya sudah pernah bilang, kalo ada gereja yang memaksa jemaatnya untuk ngasih persembahan, apapun itu, perpuluhan atau bukan, segera tinggalkan gereja itu, gak benar

gereja harus tetap mengajarkan yang benar dan sesuai Firman Tuhan, ini tak boleh berubah sepanjang zaman
bahasanya wajib ya wajib, jangan dikurang2i kadarnya, tapi tetap gak boleh memaksakan, dan kalau gak bisa ya tetaplah diterima sebagai jemaat dong, masa diusir

contoh lain misalnya soal perceraian, ya wajib hukumnya gak boleh cerai, gereja jangan sampai menurunkan standard ini, tp kalopun ada yang memilih cerai ya udah, mau diapain? masa dipaksa? trus diusir dari gereja gt? kan gak begitu prinsipnya

gak setuju? ya udah, gereja yang lain banyak silahkan aja, pusing amat sih

tapi janganlah bilang dengan berbagai macam alasan bahwa itu gak ada, gak boleh pake duit lah, harus hewan lah, gak dipraktekkan lagi lah, itu kan tuduhan konyol yang tidak ada dasarnya sama sekali

aturan itu tetap ada sampai sekarang, wong Alkitabnya gak berubah kok, hanya saja dengan kondisi mereka sekarang, gak memungkinkan lagi, itu benar, tapi beberapa yang ultra orthodox, mereka akan sebisa mungkin untuk melakukan hal itu, kalau misal nih, mereka nanti bangun bait suci lagi, sistem keimamatan mereka pulihkan lagi, saya tebak mereka akan lakukan lagi hal ini

prinsip yang harus diambil oleh orang Kristen soal hal ini adalah memberinya
sebab kita semua sepakat, smua 100% punya Tuhan, dan kalau tidak bisa melewati 10%, mustahil bisa langsung 100%

bisa dicek penjelasan sy lengkap disini
http://berbagi-sharing.blogspot.com/2019/02/esensi-dari-aturan-persembahan.html
« Last Edit: August 20, 2019, 02:38:20 PM by HenHen »
August 23, 2019, 10:11:00 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 550
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
bagi sy (yg selalu berpikir rasional dan realistis, sering tidak 'terlalu' alkitabiah) tetap persepuluhan adalah sebuah konsep komunitas utk saling memberi hasil panen dan ternak (pekerjaan jaman dahulu) yg diterapkan utk orang israel yg baru merdeka dari mesir 1500 tahun lalu. dan seperti om Ash dan sy setuju sama dia kalo skrg ini org Kristen uda merdeka. Bebas memberi. Terserah kalo anda bilang pesepuluhan itu masih ada. bagi saya itu sudah tidak ada. karena bagi sy persepuluhan itu bukan uang dan itu identik dengan kata sepuluh.

bagi yg sangat senang memberi 'uang perpuluhan' maupun berkomitmen dengan diri sendiri utk memberi uang minimum 10% penghasilan kepada gereja atau lebih silakan lah teruskan karena itu sangat baik (abaikan saja kata2ku di thread ini, aku gak mau jadi batu sandungan). Tapi ingat Yesus sangat memprioritaskan orang2 miskin dalam pelayanannya.

Ya tentu saja dalam agama Kristen, milik kita adalah juga milik Tuhan, tapi menurut saya Tuhan tidak akan mau mengurangi dirimu sendiri sampai seperti daun kering. jadi atur lah budgetmu, jangan memberi terlalu banyak jika blum sanggup, yg penting tulus ikhlas. yg penting itu adalah hati yg bersih dari sungut2 dan komplen ini itu.

Dari segi kemampuan utk memberi, idealnya orang kaya seharusnya lebih gampang dalam memberi. Lihat contoh, konon katanya Bill Gates (org terkaya nomor 2 dunia, katanya turun menjadi nomor 2 terkaya karna terlalu banyak berdonasi) memberikan 35 milyar USD (sekitar 35 sd 40% kekayaannya). Itu menyisakan masih banyak lagi hartanya walaupun uda memberi. Jadi menurut aku, orang yg kaya raya sangat bisa utk memberi bahkan puluhan persen dari kekayaannya sementara utk org miskin memberi 10% mungkin terasa lebih berat karena mereka mau makan, mau bayar uang ini itu.

silakan bagi yg tidak setuju, itu cuma pendapat pribadiku. sekian pendapatku.
« Last Edit: August 23, 2019, 10:26:52 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
August 26, 2019, 10:20:46 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
soal realistis atau tidak dan blah blah blah is not the point of this thread

back to topic yang jelas Yahudi sekalipun sampai saat ini pun masih ada yang mempersembahkan perpuluhan pakai uang, silahkan cek2 lagi link yang saya berikan diatas

dan kalau ada yang mau bilang tunggu kaya dulu baru bisa memberi
seriously, elu rendah banget dibanding janda miskin yang dipuji Yesus
mark my word : kalau pada waktu miskin aja gak mau memberi, bullshit nanti pas kaya baru mau memberi
gak mau memberi itu pilihan elu, elu tinggal baca sendiri aja ajaran Yesus, saya berani bilang orang yang gak memberi itu bukan pengikut Yesus sejati
okelah itu iman masing2 dan silahkan struggle disitu
tapi kalo sampe menghalang2i orang yang sukacita memberi apalagi dengan alasan yang absurd, tolong dihentikan segera

cukup jelas saya rasa
August 26, 2019, 02:03:58 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 550
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
ya terserah mau lebih rendah dari binatang pun terserah. itu semua kan pendapatku.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)