Author Topic: Bagaimana Caranya Menjawab?  (Read 320 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 04, 2019, 12:36:00 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Jadi ini ada kejadian, tetapi bukan terjadi pada diri sendiri sih.. Pada ada satu kesempatan, teman bercerita sebuah kesaksian, bahwa dia mengalami kesembuhan dari kanker stadium awal di grup komsel. Tentu saja ini memberi penguatan bagi . Namun pas mau bubaran, ada seorang ibu menghampiri dia, bertanya, "Mengapa kamu yang disembuhkan, sedangkan anak saya yang menderita leukemia diambil Tuhan?"

Di balik pertanyaan, terlihat ada rasa getir, merasa tidak adil dan mungkin marah yang dialami oleh ibu itu. Dan itu sebetulnya dapat dimaklumi.

Nah pertanyaannya, andaikan kita berdiri dari sudut orang yang bercerita kesaksian ini. Bagaimana kita menjawab si Ibu itu? Bagaimana tindakan yang tepat untuk itu?

Karena saya pikir menjawab "Rencana Tuhan indah pada waktunya" dan sejenisnya mungkin tidak akan membantu, dan saya rasa Ibu itu sudah sering mendengarkannya.

September 04, 2019, 02:27:22 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2740
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Jadi ini ada kejadian, tetapi bukan terjadi pada diri sendiri sih.. Pada ada satu kesempatan, teman bercerita sebuah kesaksian, bahwa dia mengalami kesembuhan dari kanker stadium awal di grup komsel. Tentu saja ini memberi penguatan bagi . Namun pas mau bubaran, ada seorang ibu menghampiri dia, bertanya, "Mengapa kamu yang disembuhkan, sedangkan anak saya yang menderita leukemia diambil Tuhan?"

Di balik pertanyaan, terlihat ada rasa getir, merasa tidak adil dan mungkin marah yang dialami oleh ibu itu. Dan itu sebetulnya dapat dimaklumi.

Nah pertanyaannya, andaikan kita berdiri dari sudut orang yang bercerita kesaksian ini. Bagaimana kita menjawab si Ibu itu? Bagaimana tindakan yang tepat untuk itu?

Karena saya pikir menjawab "Rencana Tuhan indah pada waktunya" dan sejenisnya mungkin tidak akan membantu, dan saya rasa Ibu itu sudah sering mendengarkannya.

Jawab begini saja bro..

Tuhan tidak mengambil nyawa anak si Ibu yang menderita Leukimia tersebut..
penyakit Leukimia yang diderita Anak si Ibu tersebut, bukanlah berasal dari Tuhan, dan bukan karena rencana Tuhan..

penyakit Leukimia dan semua jenis jenis penyakit lainnya di dunia ini adalah Akibat Dosa..
begitu juga dengan Kematian, itu semua diakibatkan oleh dosa..

berilah harapan kepada Sang Ibu..
katakan: Allah itu Kasih,  apabila Kristus datang untuk ke 2 kalinya kelak, setiap orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan, anak Ibu yang kecil tersebut mati oleh karena Leukimia, akan dibangkitkan dengan Tubuh Kemuliaan, dan nanti  tidak ada lagi Sakit, tidak ada air mata, tidak ada kematian..

jadi Ibu tetap Setia kepada Tuhan, tetap beriman kepada Tuhan, pegang janji-Nya..
Yesus datang untuk menghidupkan, bukan untuk mematikan,
Yesus datang untuk menyembuhkan, bukan untuk memberi penyakit.

namun sekalipun di dunia ini, umat Tuhan mati karena penyakit, umat Tuhan harus tetap percaya dan beriman, kalau setia, suatu saat kelak, kita akan berkumpul dengan orang orang yang kita cintai yang sedah terlebih dahulu meninggalkan kita...


salam
TYM
« Last Edit: September 04, 2019, 04:44:55 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 05, 2019, 01:03:50 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
semua orang Kristen dari sejak rasul mengalami hal itu

Rasul Yakobus mati dibunuh oleh Herodes
setelah itu Rasul Petrus ditangkap
Tapi Rasul Petrus akhirnya bebas dengan cara ajaib
Nah gimana perasaan Rasul Yohanes saat itu? Kok Petrus dilepaskan Tuhan tapi Yakobus saudaranya gak ditolong Tuhan?

Alkitab gak mencatat detil gimana, tapi yang saya yakin iman Rasul Yohanes tidak goyah, padahal dia punya dasar yang kuat untuk kecewa sama Yesus kan, dia pada akhirnya jadi satu2nya rasul yang mati secara wajar dan menulis kitab Wahyu

Bersaksi tentang kebaikan Tuhan itu wajib
tentang ada yang ditolong atau tidak, itu misteri Tuhan, gak smua pertanyaan bisa segampang itu dijawab memang

berimanlah secara dewasa
mujizat terjadi atau tidak, Yesus tetap Tuhan
orang lain ngalamin kita tidak ngalaim, tetap puji Tuhan
September 05, 2019, 02:03:19 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2740
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
cut..
tentang ada yang ditolong atau tidak, itu misteri Tuhan, gak smua pertanyaan bisa segampang itu dijawab memang

cut..
mujizat terjadi atau tidak, Yesus tetap Tuhan
orang lain ngalamin kita tidak ngalaim, tetap puji Tuhan

Amin, Puji Tuhan..

bila didasarkan ke atas batu karang yang kuat yaitu Yesus Kristus, maka iman itu akan kuat, kokoh dan tahan banting..
tidak peduli sebesar apa ombak kehidupan menerpa,
mau damai atau perang, disaat kelimpahan atau kekurangan, disaat sehat atau sakit, dalam keadaan apapun, tetap Puji Tuhan..

mari beriman kepada Tuhan, kepada Firman-Nya,.
Tuhan dan Firman-Nya tidak berubah ubah..

keadaan kita dapat berubah ubah, tapi Firman Allah tetap untuk selama lamanya..
perasaan kita juga dapat berubah ubah, tapi Firman Allah tetap untuk selama lamanya..

bila iman didasarkan diatas keadaan dan perasaan, maka begitulah kelak keadaan iman kita, disaat keadaan baik dan perasaan senang, maka akan memuji Tuhan dan sorak sorai,,
namun apabila keadaan pahit dan perasaan kacau maka iman itupun loyo..

mari beriman kepada Tuhan dan Firman-Nya..
Tuhan dan Firman-Nya tidak berubah..
mari jangkarkan Iman kita diatas batu karang yang kokoh yaitu Tuhan dan Firman-Nya..


 :) :afro:
salamm
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 19, 2019, 08:59:20 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3685
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
ada seorang ibu menghampiri dia, bertanya, "Mengapa kamu yang disembuhkan, sedangkan anak saya yang menderita leukemia diambil Tuhan?"

Di balik pertanyaan, terlihat ada rasa getir, merasa tidak adil dan mungkin marah yang dialami oleh ibu itu. Dan itu sebetulnya dapat dimaklumi.

Kembali kepada bagaimana cara kita memandang penderitaan.

Dari sudut pandang manusia,  yg terberkati  adalah  dia yg disembuhkan itulah yg terberkati sedangkan yg diambil mungkin tidak. Tapi apakah benar demikian?

Dan bagaimana TUHAN memandang hal ini?  Pertama yg harus diingat mereka yg disembuhkan itu tidak lantas membuat dia  menjadi IMORTAL dan tak bisa mati mati.. pada akhirnya toh dia akan mati juga. Dan yg disembuhkan itu hanya sebatas dagingnya saja.  Untuk sementara dia dapat hidup agar Roh nya beroleh kesempatan mendapatkan pemurnian di dunia.

Untuk apa sembuh? karena dalam kebijaksanaan TUHAN dia memberikan kesempatan kepada yg disembuhkan untuk berbuah. Untuk apa sembuh daging tetapi kelak mati tetapi malahan roh nya yg justru terjangkit "KANGKER STADIUM 1? yg artinya tidak layak masuk surga.  Maka kesembuhan daging juga menjadi percuma.

Sebaliknya anak yg diambil oleh TUHAN melalui penyakitnya, apakah artinya dia tidak mendapatkan rahmat Allah? Belum tentu!  Mungkin saja  karena di mata TUHAN adalah LEBIH BAIK dia diambil sekarang ketika dia sedang berbuah dan siap dipanen. Adalah lebih baik buah itu dipetik sekarang sebelum datang burung untuk memangsa dan merusak buah itu! Itu jika kita mau melihat dari sudut pandang rohani.

Jadi ibu itu haruslah diberi suatu penghiburan. Jika saya yg ditanya saya akan menjawab:"Berbahagialah Ibu karena anak anda telah bersama Yesus sekarang. Tidak perlu lagi ibu harus mengkhawatirkan hidupnya."

Dalam sejarah Gereja Katolik, penderitaan adalah bagian dari hidup orang beriman. Sebab TUHAN kita sendiri menunjukkan keteladanan bahwa Dia sungguh menderita ketika di dunia ini. Jika TUHAN saja menerima kemuliaan-Nya melalui PENDERITAAN(Yohanes 13:31) maka siapakah kita yang mau menolak penderitaan?

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur
« Last Edit: October 19, 2019, 09:16:11 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
October 19, 2019, 04:14:28 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221

TEOLOGI  PENDERITAAN

Filipi  1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Jawaban :

1.Penderitaan karena Kristus adalah keuntungan

2.Penderitaan karena salah sendiri itu kerugian

3.Allah tidak pernah mencobai orang dengan penyakit

4.Allah berdaulat menerima dosa manusia : a.Mengabulkannya
                                                                b.Menolaknya
                                                                c.Menunda pengabulannya

5.Allah tidak pernah berjanji bahwa orang percaya : a.Harus kaya
                                                                            b.Harus sukses
                                                                            c.Tidak akan sakit
                                                                            d.Doa pasti diterima

6.Tidak ada satu manusiapun yg lebih menderita dibandingkan dengan Anak Allah sendiri ketika didunia yaitu Tuhan Yesus.

7.Janji Allah yang pasti adalah keselamatan dan Kerajaan Surga kelak akan menanti orang percaya.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)