Author Topic: Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?  (Read 1141 times)

0 Members and 4 Guests are viewing this topic.

September 25, 2019, 12:33:02 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Kejadian 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.

Jawaban tersebut adalah bukti bahwa sebenarnya sedikitpun tidak ada niat di hati manusia untuk melanggar Hukum Tuhan
Nggak ngerti saya kok sima bisa jadi seperti Tuhan ya ? dimana perihal NIAT seorang manusia bisa sima ketahui melalui perkataan manusia ybs.... dan selanjutnya sima aplikasikan secara FOREVER:rolleye0014:

"forever" :
1 menit yang lalu sima ngedenger anak saya berkata ke temennya :
tetapi tentang es krim yg ada di lemari es ijo, bokap gue bilang :
"Jangan kamu makan es krim itu, nanti kamu sakit perut"


berangkat dari pendengeran sima spt diatas, selanjutnya versi sima mengajukan :
dengan demikian SELAMANYA anak oda itu gak akan pernah ada niat utk makan eskrim tsb.

oda :
ADA/TIDAK ADA niat orang itu gak selalu sertamerta selamanya, kan sima.
Detik ini saya GAK ADA niat utk nonton TV,
sekian menit kemudian it's always possible saya ADA niat nonton TV.

Quote
dari ayat diatas, sebenarnya kita sudah dapat menyimpulkan, bahwa Manusia pertama tidak memiliki Jiwa pemberontakan, Pemberontakan terjadi karena manusia itu tertipu
That's the point.

Di detik sima "ngedenger" Hawa berkata Kejadian 3:3
---> sima bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak].
Dimana selanjutnya sima bilang : dengan demikian ya Hawa SELAMANYA tidak memiliki jiwa pemberontak.


sementara kalo versi saya :
---> oda bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak]
Dimana selanjutnya saya bilang : mengenai nanti nanti, saya TIDAK TAU apakah Hawa akan MASIH TETEP tidak memiliki jiwa pemberontak.


Tapi yang lebih terasa aneh lagi buat saya adalah kalimat sima yg sbb :
Quote
Pemberontakan terjadi karena manusia itu tertipu
Kalimat diatas buat saya itu menunjukkan :
Di saat Hawa berkata Kej 3:3 ---> SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak.
However, ketika Hawa tertipu ---> di SAAT INI Hawa memiliki jiwa pemberontak.

Perihal logis nggak memerlukan catetan terbaca.
Hawa percaya perkataan uler, dimana dilain sisi Hawa gak percaya perkataan Allah :
Hm.... ternyata Allah mbohongi gue... ternyata gue gak modar kalo makan buah tsb, padahal malah jadi tambah pinter. Bah... kalo gitu gue makan aja deh buahnya... gue jadi tambah pinter gitu loch

Nah... begimana pula sima bilang : [Oh... itu cauma karena ketipu saja si Hawa makan buah...] sementara padahal DI ANTARA point ketipu dan point aksi makan buah, logis kesimpulannya adalah timbul jiwa pemberontakan at the same time cinta-diri pada Hawa ?

Quote
kita tidak mengetahui berapa lama Adam dan Hawa di taman eden sebelum kejatuhan, mungkin ratusan atau puluhan tahun mereka berada  di Taman Eden..
dan selama itu mereka fine fine aja, sebab mereka tidak memakan buah yang dilarang itu
Lagi, kalimat bold sima buat saya membingungkan, karena buat saya gak jelas jadinya mao-nya sima itu gimana :

So... Adam Hawa selama itu fine fine aja ... KARENA :
A. tidak makan buah selama itu ?
ataukah
B. tidak ada tipuan selama itu ?

Antara A dan B mirip, tapi kalo ditinjau dari kelogisan sebenernya nggak mirip karena yang point B itu ada sisipan event, dimana logika kesimpulan selanjutnya menjadi :
KALO tidak ada tipuan selamanya
MAKA Adam Hawa fine fine aja selamanya


Taroh kata sima menjawab yang B (dgn demikian sima setuju dgn kronologika ijo), maka kekonsistenan selanjutnya adalah : ADA sisipan event antara point ketipu ke point aksi makan buah, dimana logis kesimpulannya adalah yang ungu  :wink:.

bersambung
September 25, 2019, 12:33:33 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
segala sesuau berubah ketika Penipu itu datang dan berhasil menipu manusia
Kalimat diatas menunjukkan sbb :
1. SEBELUM terjadi event penipuan, ada dosa di Eden
2. SESUDAH terjadi event penipuan SEBELUM terjadi event makan buah, ada perubahan pada Hawa. (warna ungu disini terkait ungu saya di post sebelumnya).

Apa tanggepan sima thdp kedua point yg saya ajukan diatas ?

Quote
tidak bro, sifat manusia berubah secara alamiah menjadi cenderung kepada dosa dimulai semenjak manusia melanggar Hukum Tuhan
Ada baiknya penyampaian sima itu kata2nya sebisa bisanya se spesifik mungkin, sima. Kalimat bold di quote atas buat saya ambigu KARENA berdasarkan penyampaian2 sima sebelum2nya, buat saya jadi gak jelas APA ITU mksdnya sima di kalimat bold :

A.
Adam Hawa makan buah ?

ataukah

B. Adam Hawa oranye (dibawah ini).
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Yang A atokah yang B yang sima mao sampaikan ?

Quote
Kisah Kain dan Habel, itu cerita berbeda,, semua itu terjadi setelah manusia melanggar Hukum
Sekali lagi, mohon kasih penyampaian kalimat2nya secara lebih spesifik, sima. Anyway, point yg sima mau sampaikan itu jadi yg gimana ?

A.
KALO Adam Hawa tidak makan buah
MAKA tidak akan pernah terjadi aksi dosa

B.
KALO Adam Hawa tidak ketipu uler
MAKA tidak akan pernah terjadi aksi dosa

Silahkan sima perhatikan yang point-A.
Yang point-A itu menuntun ke logika sbb :
HARUS ADA DOSA DULU
MAKA BARULAH BISA ADA AKSI DOSA


Kalo TIDAK ADA DOSA
Maka tidak ada aksi dosa ---> event pembunuhan

Kalo TIDAK ADA DOSA
Maka tidak ada aksi dosa ---> event makan buah


Sementara yang point-B menuntun ke logika sbb :
HARUS ADA PENIPU DULU
MAKA BARULAH BISA ADA AKSI DOSA

Kalo TIDAK ADA PENIPU
Maka tidak ada aksi dosa ---> event pembunuhan

Kalo TIDAK ADA PENIPU
Maka tidak ada aksi dosa ---> event makan buah


Nah... yg sima mao ajukan itu yang mana ?
Yang A atokah yang B ?

Quote
tanpa di ajari berbuat dosapun, atau tanpa dibujuk untuk melakukan dosa sekalipun, sifat alami manusia itu adalah cenderung melakukan dosa semata mata.
apa apa yang sima sampaikan membingungkan saya. Nih ya tak quote tulisan sima :

Quote
kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah karena ingin tahu dan penasaran
Karena membingungkan buat saya, akibatnya saya tanya ulang jadi kayak sbb :

KARENA APA anak saya melanggar perintah saya sbg ortu ?
Nah... yang sima mao jawab itu sebenernya gimana ?
KARENA biru ? ataukah KARENA coklat ?

bersambung
September 25, 2019, 12:34:16 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Kejahatan adalah Pelanggaran Hukum, sedangkan teknologi tergantung kepada penggunaannya dapat menjadi sarana penegakan hukum dapat pula menjadi sarana pelanggaran hukum.
Jiah... sepertinya sima belon nangkep yang saya ajukan.

Begini loh sima....
Sima kan ngajuin kronologika sbb :
KARENA ADA DOSA
MAKA ADA AKSI DOSA


So... begimana pula sima bilang [teknologi tergantung kepada penggunanya] sementara padahal berangkat dari kronologika versi sima itu sendiri menggambarkan bahwa bisa bisa aja membuat internet/medsos/teknologi adalah AKSI DOSA para ilmuwan dimana internet/medsos/teknologi memang sengaja mereka bikin untuk merusak orang ?

Quote
bro @odading sudah melakukan FITNAH, bagaimana pula bro berani beraninya berkata bahwa para ilmuwan, tukang service TV, para Penemu adalah orang yang tak berbelas kasihan.. ??
wkwkwk... saya disitu mengajukan demikian berangkat dari yg sima bilang sbb :

Quote
dalam ruang lingkup dunia ini, baik di dunia nyata dan di dunia maya kejahatan merajalela, memenitngkan diri, tidak berbelas kasihan, tidak punya pengendalian diri dan sebagainya terjadi di dalam dunia ini.

Quote
banyak diantara para Ilmuwan dan Pakar adalah orang orang yang takut akan Tuhan
Bukan point-nya. Pointnya yg lagi dibicarakan disini kan di perihal yang menurut sima berupa ADA AKSI DOSA KARENA ADA DOSA

Quote
Manusia yang berdosa dapat Hidup sesuai dengan Firman Allah
Berlawanan dari apa apa yang sima sampaikan sebelumnya. Sbb :

Quote
Sifat alami manusia itu adalah cenderung melakukan dosa semata mata
Begimana pula itu jadinya yang sima sendiri bilang bahwa [orang yang cenderung melakukan dosa semata mata adalah orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah] ?

kelogisannya kan gini :
Orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah adalah orang yang TIDAK cenderung melakukan dosa semata mata.

Quote
sekalipun setan tidak membujuk manusia untuk berbuat dosa, sifat alamiah manusia itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum
Berangkat dari kalimat sima diatas, saya aplikasikan ke diri Adam dan Hawa. Mereka adalah manusia.

Sebuah statement (sekali lagi, ini berangkat dari apa yang sima sendiri ajukan di quote atas) :
sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum.
Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.


Nah... tolong sima kasih saya bacaan catetan-nya dimana bisa disimpulkan bahwa sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum. Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.

bersambung
« Last Edit: September 25, 2019, 02:18:19 AM by odading »
September 25, 2019, 12:34:44 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
Kej 6:5   
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
Makanya saya heran, kenapa ajaran sima itu MENANTANG dari apa yang terbaca.

YANG TERBACA :
SAAT ITU.... KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Quote
itulah yang terjadi dengan manusia setelah manusia melanggar Hukum Allah
ajaran PENENTANG dari apa yang terbaca :
SAAT ITU ... SETELAH Adam Hawa makan buah, Allah melihat kejahatan kedua orang ini besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati kedua orang ini selalu membuahkan kejahatan semata-mata.

Quote
tahukah bro @odading pengertian Cenderung.. ??
Tentu tau donk, sima  :D.

Sekarang giliran saya nanya :
tahukah sima melalui proses gimana sehingga observer LAYAK untuk menyatakan bahwa [MANUSIA Adam Hawa (Kain Habil Seth) cenderung melakukan dosa semata mata gara gara Adam Hawa ketipu uler] ?

tahukah sima bahwa apabila orang TIDAK PUNYA PENGETAHUAN (hasil observasi) Di SAAT ITU kayak gimana kehidupan para manusia itu, maka dia TIDAK LAYAK untuk menyatakan [para manusia itu cenderung melakukan dosa semata mata gara gara Adam Hawa ketipu uler] ?

tahukah sima bahwa apabila orang PUNYA PENGETAHUAN (hasil observasi) DI SAAT INI mengenai SAAT ITU kayak gimana kehidupan para manusia SAAT ITU, orang ybs ini tidak layak meng-aplikasikannya to the past ? ke para manusia sebelum SAAT ITU?

tahukah sima bahwa apabila diketahui bahwa SAAT ITU, KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata .... maka adalah tidak layak untuk menyatakan bahwa kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata adalah gara gara Adam Hawa ketipu ?

tahukah sima bahwa ajaran sima itu MENANTANG dari apa yang terbaca?
Dimana dari bacaan-nya itu sendiri tidak ada yang bisa disimpulkan bhw gara gara Adam Hawa ketipu, sifat alamiah Adam Hawa (MANUSIA) sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup KEDUA MANUSIA tsb cenderung melakukan dosa semata mata ...

however ajaran sima kekeuh bilang spt ungu ?

Saya rasa sima tau ini, namun mungkin sima tutup mata aja  :D
September 25, 2019, 02:14:54 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
maka dengan demikian kita harus berani dan tegas untuk berkata bahwa:
tidak ada kecenderungan manusia pertama itu untuk berdosa.
Selanjutnya....

orang yang bener akan berani dan tegas untuk berkata :
Kita TIDAK TAU.... setelah ketipu uler, sifat alamiah Adam Hawa itu kayak gimana.
Hidup kedua manusia tsb kayak begimana kita juga gak tau.

anyway,

KARENA
berdasarkan observasi kita SAAT INI dan berdasarkan bacaan dimana kisahnya PADA SAAT ITU, saat manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

MAKA
kita aplikasikan itu to the past ... kita bikin DONGENG ajaran berupa :
setelah Adam Hawa ketipu uler, sifat alamiah Adam Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup kedua manusia tsb cenderung melakukan dosa semata mata. Allah melihat kejahatan kedua manusia tsb besar di bumi dan segala kecenderungan hati kedua manusia tsb selalu membuahkan kejahatan semata-mata


Berani dan tegas kah sima bilang seperti ijo diatas ?  :coolsmiley: :D

Quote
atau dengan kata lain:
Tidak ada Dosa di Taman Eden
sebelum Hawa makan buah....
jadi TIPUAN uler itu apa menurut sima kalo menurut sima sendiri di Eden gak ada dosa ?

Quote
Dosa adalah Pelanggaran Terhadap Hukum Allah.

sebelum Setan menggoda manusia dan sebelum makan buah yang di larang,
tidak ada pelanggaran Hukum di taman eden
sebelum Hawa makan buah...,
TIPUAN uler itu apa menurut sima, sementara menurut sima sendiri dosa adalah Pelanggaran Terhadap Hukum Allah dan tidak ada pelanggaran Hukum di Eden sebelum event makan buah ?

Quote
itulah mengapa kukatakan di awal, bahwa Tuhan tidak menciptakan manusia yang berdosa, tapi manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa.
Dengan demikian TIDAKLAH perlu membuat dongeng : [Kain membunuh KARENA bonyoknya ketipu uler] donk sima.

Quote
manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa
Dengan demikian, TIDAK HARUS ADA TIPUAN ULER donk sima. Dengan kata laen, tanpa ada tipuan uler PUN, atau gak usah ada yang ngajar2in ---> Adam Hawa itu sendiri possible melakukan dosa.

Dengan demikian selanjutnya : dosa tidak berwujud DULUAN ada SEBELUM terjadi aksi dosa ---> berdasarkan dari apa yg sima sampaikan yg saya quote berulang-ulang. Sbb :

Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa
So... menurut saya kalimatnya yang lebih pas, BUKAN berupa :
A. manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa

melainkan berupa:

B. manusia diciptakan dengan kemungkinan tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut.

Diketika oranye terpenuhi, maka ungu terjadi.


Quote
di taman Eden, tidak ada itu niat sama sekali untuk melanggar Hukum..
sekarang ini kecenderungan hati manusia adalah melanggar hukum semata mata.
As you can see, bold ... hasil observasi sekarang ini

Mau ditambahin
SAAT ITU, KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

ya silahkaaaaaan.....  :D

tapiiiiii.....
NGGAK PANTES itu jadinya serta merta dibikin dongeng :
hasil observasi yang berupa ijo didongengkan : ijo itu gara gara Adam Hawa ketipu.
pengetahuan kisah yang berupa coklat didongengkan menjadi : coklat itu gara gara Adam Hawa ketipu.

KARENA
merah itu otomatis menyatakan : setelah Adam Hawa ketipu, sifat alamiah Adam Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum, hidup kedua manusia tsb cenderung melakukan dosa semata mata

bersambung
« Last Edit: September 25, 2019, 02:20:41 AM by odading »
September 25, 2019, 03:49:20 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa
manusia melanggar Hukum karena timbul keraguan kepada Perintah Tuhan dan tertipu oleh Iblis
Sekali lagi, saya tidak menemukan bacaan-nya yang bisa disimpulkan bahwa setelah ketipu iblis - sebelum makan buah, timbul keraguan kepada perintah Tuhan, sima.

So,
karena tidak ada bacaannya yg bisa disimpulkan gimana gimana,
maka yg bisa diambil itu logis kesimpulan.

Dan logis kesimpulannya versi saya itu adalah :
setelah ketipu iblis sebelum makan buah, sementara Hawa tau bhw desire-nya itu jadi menyebabkan dia melanggar perintah - YET Hawa berkeinginan memuaskan desire-nya

Nah, pabila sima mao bawa bawa itu perihal [timbul keraguan kepada Perintah Tuhan], maka baiknya ini di kronologi kan :

1. Hawa ngedenger rumpian uler

2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
Jadi mana yang bener sih ? Nggak bikin gue modar ato bikin gue modar kalo makan ni buah ?

3. Hawa ngliat pohon PBJ lalu dibenaknya :
buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

thdp nomor 3,
versi oda : TANPA ADA rumpian ulerPUN, event point-3 possible terjadi, desire.
versi sima : KALO gak ada rumpian uler, MAKA impossible event point-3 terjadi


4. Hawa kemakan rumpian iblis
Wah... rupanya Tuhan bo'ong nih.... Gue gak modar kalo makan ni buah

5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

6. Hawa beraksi :
Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya


Nah... silahkan sima liat, ada sisipan event diantara setelah rumpian uler bunyi (krono-1) dan sebelum makan buah (krono 6). Pengajuan versi sima di perihal ragu (biru) itu ada di krono-2. Begimana pula itu ceritanya krono sima jadi kayak sbb ?

1. Hawa ngedenger rumpian uler
2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
3. Hawa beraksi


Sedangkan versi saya, perihal memuaskan desirenya (ijo) ada diantara krono 5 dan krono 6:
5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

Hawa berkeinginan memuaskan desire-nya

6. Hawa beraksi

Quote
di taman Eden, tidak ada itu niat sama sekali untuk melanggar Hukum
Yang saya ajukan TIDAK berupa : [Hawa berkeinginan melanggar perintah Tuhan], sima. Coba dibaca itu yang ijo berulang ulang deh  :D.

So... silahkan sima bilang :
SEBELUM ada rumpian iblis, tidak ada itu niat sama sekali utk melanggar Hukum pada diri Hawa.

TAPI informasi yang Hawa denger berupa :
Sekali-kali kamu tidak akan mati - kamu akan menjadi seperti Allah

Menimbulkan desire, menggiurkan.
So, sekalipun misal bbrp saat sebelumnya (spt yg sima ajukan Kej 3:3), Hawa tidak ada niat melanggar Hukum... tapi niat memuaskan desirenya yang dia tau bahwa itu jadi melanggar hukum, ADA. Kembali lagi ke penyampaian sima yang berulang ulang kali saya quote :
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa
Ijo = oranye.

Anehnya, sima sendiri yang ngajuin sendiri, sima sendiri pula yang menangkal oranye... sbb:
Oh... Hawa TIDAK mengenyampingkan Hukum Allah dan Hawa TIDAK berkeinginan memuaskan desirenya. Melainkan Hawa itu RAGU kepada Hukum Allah, makanya Hawa makan itu buah.

Penangkalan sima thdp oranye sima sendiri itu jadi idem kayak gini :
Oh... Hawa nggak kepengen jadi tambah pengertian. Hawa cuma sekedar ragu perintah Allah. Hawa makan itu buah cuma utk nge-test ---> bener ato kagak gue modar kalo makan ini buah ya ?   :cheesy:.

Gak sekalian aja sima bilang :
Hawa ragu thdp rumpian uler, makanya dia makan itu buah utk nge-test ---> bener ato kagak gue NGGAK modar kalo makan ini buah ya ?  ;D

Sementara padahal ADA informasi terbaca:
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

salam.
« Last Edit: September 25, 2019, 03:55:18 AM by odading »
September 25, 2019, 03:59:18 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
kalau sekarang, tanpa di bujuk teman pun keinginan untuk melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah manusia
Lalu kenapa yang sima jawab berupa sbb ?

Quote
kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah karena ingin tahu dan penasaran

Sekali lagi, sima itu jawabnya GIMANA/APA ?

anak saya melanggar perintah saya sbg ortu adalah KARENA :
A. ingin tau dan penasaran ?
ataukah
B. melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah anak saya ?

Quote
manusia diciptakan dengan kemungkinan untuk dapat melakukan dosa
Dengan demikian, terjadinya event Hawa makan buah itu ya alamiah, sima. Sifat alamiah Hawa sewaktu diciptakan : POSSIBLE melakukan dosa.

Selanjutnya :
dengan demikian, ---karena Hawa diciptakan dengan ABILITY melakukan pelanggaran perintah--- maka terjadinya Hawa melanggar perintah TANPA ADA rumpian uler  ya tetep possible laaaaah  :happy0062:.
« Last Edit: September 25, 2019, 04:12:17 AM by odading »
September 25, 2019, 09:36:18 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Nggak ngerti saya kok sima bisa jadi seperti Tuhan ya ? dimana perihal NIAT seorang manusia bisa sima ketahui melalui perkataan manusia ybs.... dan selanjutnya sima aplikasikan secara FOREVER:rolleye0014:

"forever" :
1 menit yang lalu sima ngedenger anak saya berkata ke temennya :
tetapi tentang es krim yg ada di lemari es ijo, bokap gue bilang :
"Jangan kamu makan es krim itu, nanti kamu sakit perut"

kurang pas, kalau contoh perumpamaan yang digunakan untuk mengumpamakan keadaan Adam dan Hawa dahulu kala sebelum berdosa dengan manusia sesudah berdoosa..

sekalipun contohnya adalah anak kecil, yang sepertinya lugu dan polos, kecenderungan manusia setelah manusia jatuh dalam dosa adalah: membuahkan kejahatan semata mata..

Quote
oda :
ADA/TIDAK ADA niat orang itu gak selalu sertamerta selamanya, kan sima.
Detik ini saya GAK ADA niat utk nonton TV,
sekian menit kemudian it's always possible saya ADA niat nonton TV.
 That's the point.

contoh diatas ini terjadi setelah manusia jatuh dalam dosa..
disinilah penggunaan "WILL atau KEHENDAK" dilatih..
sekalipun ada niat untuk nonton TV, sesorang dengan "WILL"nya dapaat memilih untuk tidak menonton TV..

Quote
Di detik sima "ngedenger" Hawa berkata Kejadian 3:3
---> sima bilang : [kalimat tsb menunjukkan bahwa Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak].
Dimana selanjutnya sima bilang : dengan demikian ya Hawa SELAMANYA tidak memiliki jiwa pemberontak.

betul..  :afro: :afro: :afro:
Kejadian 3:3 adalah bukti bahwa: Hawa Ingat Perkataan Tuhan, yang dikatakan Tuhan kepada suaminya..
Tuhan tidak mengatakan Firman itu langsung kepada Hawa, tapi kepada Adam, dan Adam menyampaikan kembali perintah tersebut kepada Istrinya..
Kejadian 2
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia (ADAM) : "Semua pohon dalam taman   ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat  itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Firman Tuhan kepada ADAM jangan kau makan Buahnya, tapi Hawa lupa perkataan suaminya dengan menambahkan kalimat, Jangan Makan dan Raba..


Quote
Tapi yang lebih terasa aneh lagi buat saya adalah kalimat sima yg sbb : Kalimat diatas buat saya itu menunjukkan
Di saat Hawa berkata Kej 3:3 ---> SAAT ITU Hawa tidak memiliki jiwa pemberontak.
However, ketika Hawa tertipu ---> di SAAT INI Hawa memiliki jiwa pemberontak.

kalau yang saya pelajari, sekalipun secara alamiah Adam dan Hawa sudah berubah menjadi lebih lemah secara fisik dan condong kepada dosa,
tidak ada catatan Alkitab bahwa Adam dan Hawa melanjutkan hidup yang memberontak..
melalui Kurban yang melambangkan Pengorbanan Kristus Manusia itu menyesal dari dosa dosa mereka, dan sangat kuimani, Adam dan Hawa bertobat dan menerima Jasa Penebusan Kristus,, dan kelak akan dibangkitkan Kristus dari kematian dan untuk menerima Keselamatan.

Kej 3:21   
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya   kepada mereka.

binatang yang mati lalu kemudian dikuliti dan kulitnya dibuat menjadi Pakaian Adam dan Hawa adalah Lambang Kematian Kristus, lambang kulit Yesus  Kristus yang terkoyak koyak, sehingga dengan melalui kematian Yesus manusia itu diselamatkan dan  Jubah Kebenaran Kristus akan dipakaikan Allah kepada Adam dan Hawa untuk menutupi ketelanjangan dosa dosa mereka..

dan kelak Adam dan Hawa oleh Iman kepada Yesus Kristus akan diselamatkan.

Quote
Nah... begimana pula sima bilang : [Oh... itu cauma karena ketipu saja si Hawa makan buah...] sementara padahal DI ANTARA point ketipu dan point aksi makan buah, logis kesimpulannya adalah timbul jiwa pemberontakan at the same time cinta-diri pada Hawa ?

ya betul Dosa diawali di dalam pikiran yang meragukan perkataan Allah..
bro @odading tidak boleh mengabaikan begitu saja peran ular yang melakukan penipuan di taman eden,
meskipun begitu tertipu dan lupa tetap bukanlah alasan untuk melanggar Hukum Allah.

Adam tetap terdakwa sebagai Pelanggar Hukum, tapi Iblis sebagai Bapa segala dusta adalah dalang dari semua pemberontakan ini..

Quote
So... Adam Hawa selama itu fine fine aja ... KARENA :
A. tidak makan buah selama itu ?
ataukah
B. tidak ada tipuan selama itu ?

Yups betul, Singkat, Jelas dan Padat..  :afro: :afro: :afro:

bersambung...
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 25, 2019, 09:42:43 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9261
Quote
DIMULAI oleh sifat alami Adam Hawa yang sudah dirusak oleh dosa SEBELUM mereka makan buah.

Sifat alami Adam dan hawa adalah BAIK

Allah yang maha kuasa menciptakan dengan BAIK .

Karena Allah adalah Allah

Bukan karena RAKUS Adam Hawa memakan buah larang, tetapi karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH , MENGETAHUI YANG BAIK DAN JAHAT.

Kej 3
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Demikian pula dengan anda , anda INGIN  mempunyai pandangan bahwa pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa sudah berdosa dan rakus pada buah.

Maka jadilah ini merupakan KEINGINAN ANDA SENDIRI .

Manusia selalu jatuh pada KEINGINAN KEINGINAN SENDIRI YANG SUDAH CENDRUNG BERDOSA, MELAWAN ALLAH.

ITULAH DOSA, MELAWAN HUKUM ALLAH.

Allah memberikan HUKUM BAGI MANUSIA, Allah pencipta manusia, tentu mengetahui KELEMAHAN KELEMAHAN YANG ADA PADA MANUSIA.

Manusia yang diciptakan dari debu tanah.

Manusia yang tidak tahu diri yang ingin MENGATUR ALLAH.
September 25, 2019, 09:54:48 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9261
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah UNTUK MEMULIAKAN ALLAH.

Sedangkan dosa adalah TIDAK MENCAPAI STANDARD ALLAH , dimana manusia melakukan hal hal yang tidak memuliakan Allah.

Pemerintah menetapkan hukum2 dan undang2, kalau tidak ada hukum dan undang2 tentu negara menjadi kacau.

Dapat manusia hidup tanpa hukum dan standard ???

Anda mencela Adam dan Hawa , artinya anda mencela nenek moyang anda sendiri, karena mereka adalah presentatif manusia pertama, nenek moyang seluruh umat manusia.

Adam dan  Hawa diciptakan dengan standard :
* Tidak dapat berbuat dosa
* Dapat berbuat dosa

Mereka mempunyai free will atas itu .

Ternyata mereka gagal atas ujian yang datang .

Demikian juga kita yang sekarang ini, pada masa keadaan yang makin canggih , seharusnya kita merenungkan , apakah kita siap sedia untuk menghadapi semua cobaan cobaan ?????????

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)