Author Topic: Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?  (Read 1255 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

September 25, 2019, 10:06:01 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

 Ada baiknya penyampaian sima itu kata2nya sebisa bisanya se spesifik mungkin, sima. Kalimat bold di quote atas buat saya ambigu KARENA berdasarkan penyampaian2 sima sebelum2nya, buat saya jadi gak jelas APA ITU mksdnya sima di kalimat bold :

A.
Adam Hawa makan buah ?

ataukah

B. Adam Hawa oranye (dibawah ini).
Yang A atokah yang B yang sima mao sampaikan ?

A = Adam Makan Buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan.. dan semenjak saat itu, manusia menjadi
B = yaitu perasaan perasaan manusia yang cemar menguasai manusia dalam bertingkah laku..

para ahli menyebut hal tersebut sebagai "Pembajakan Amigdala" https://id.wikipedia.org/wiki/Pembajakan_Amigdala,

Amigdala adalah kelenjar kecil dalam otak kita yang bentuknya mirip kacang almond, keinginan keinginan kita diproses disana, seperti nonton bokep, malas malasan, balas dendam, iri hati, cemburu, main game, haus kekuasaan.. https://tirto.id/kecanduan-main-game-dan-efek-dopamine-dalam-otak-manusia-dflo

Amigdala akan melepaskan satu hormon yang disebut dengan homon Dopamin, kalau tidak dikendalikan, maka Amigdala akan membajak Pikiran,
apabila sudah terjadi pembajakan Pikiran, maka bukan Anda lagi yang menggunakan Pikiran anda untuk berpikir tapi Amigdala atau bagian perasaan atau emosi anda yang membajak otaklah yang bekerja..

Quote
Sekali lagi, mohon kasih penyampaian kalimat2nya secara lebih spesifik, sima. Anyway, point yg sima mau sampaikan itu jadi yg gimana ?

Poin yang mau saya sampaikan adalah:
Manusia yang diciptakan Tuhan di mula pertama itu adalah Perfect, dan tanpa Dosa.. dan tanpa kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa..

Sisi Pikiran dan Perasaan dan Amigdala manusia itu SEIMBANG, Selaras dan Harmonis dengan Kehendak Tuhan..

Perasaan Manusia itu Suci, Bersimpati, Mengasihi, Manis Budi, dan Murni..
Pikiran Manusia itu Cerdas, Jenius, dan Berakal Budi..
Amigdala Manusia itu menyimpan memori Kasih, Belas Kasihan dan Cinta..

Manusia Pertama itu Perfect dalam segala Hal, sangat Mirip dengan Pencipta..
Pengasih, Penyayang, Pengampun, bersimpati, Rajin, Teratur, Sabar, Jenius, selalu Bersukacita, bijaksana, pokoknya semua yang baik baiklah.. dipenuhi dengan buah buah Roh..

Dosa merusak Gambar Allah di dalam diri Manusia, sehingga manusia kehilangan Gambar dan Rupa Allah:
manusia yang berdosa itu menjadi:
membenci, iri hati, tidak sabar, malas, tidak tekun dan suka yang instan, suka marah marah, menipu, membunuh, dendam, egois, korupsi, bodoh, pokoknya semua yang buruk buruklah..


Quote
KALO Adam Hawa tidak makan buah
MAKA tidak akan pernah terjadi aksi dosa

Yes...
Makan itu buah yang dilarang itulah sebenarnya Aksi Dosa itu..

bersambung..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 25, 2019, 12:33:54 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Jiah... sepertinya sima belon nangkep yang saya ajukan.

Begini loh sima....
Sima kan ngajuin kronologika sbb :
KARENA ADA DOSA
MAKA ADA AKSI DOSA

saya tidak menulis seperti itu bro, atau bermaksud seperti itu bro,,
saya memulai dari tidak ada dosa, menjadi ada dosa..

Quote
So... begimana pula sima bilang [teknologi tergantung kepada penggunanya] sementara padahal berangkat dari kronologika versi sima itu sendiri menggambarkan bahwa bisa bisa aja membuat internet/medsos/teknologi adalah AKSI DOSA para ilmuwan dimana internet/medsos/teknologi memang sengaja mereka bikin untuk merusak orang ?

lagi lagi bro @oda salah menangkap penjelasanku..
lari jauh bro tulisan bro diatas ini dari tulisanku.

manusia berpikir, membuat sesuatu, menemukan sesuatu, berkembang, bertambah dalam pengetahuan, dikarenakan karena Tuhan Allah menciptakan manusia seperti itu, Ajaib Manusia diciptakan Tuhan.

kok karena dosa pula.. ?? kan sangat tidak nyambung..

Quote
Berlawanan dari apa apa yang sima sampaikan sebelumnya. Sbb :
 Begimana pula itu jadinya yang sima sendiri bilang bahwa [orang yang cenderung melakukan dosa semata mata adalah orang yang hidup sesuai dengan Firman Allah] ?

lagi lagi pemelintiran,, orang yang melakukan dosa sudah tentu hidup tidak sesuai dengan Firman Tuhan, kok bro @oda menulis menjadi hidup sesuai dengan Firman Tuhan.. ?

Quote
Sebuah statement (sekali lagi, ini berangkat dari apa yang sima sendiri ajukan di quote atas) :
sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum.
Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.


Nah... tolong sima kasih saya bacaan catetan-nya dimana bisa disimpulkan bahwa sifat alamiah Adam Hawa itu sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum. Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata.

sudah saya tulis dengan jelas bro..
tanpa di goda Iblispun manusia secara alamiah adalah pendosa..
Janga di pelintir lagi ya:
secara alamiah yang kumaksud adalah setelah manusia melanggar Hukum Allah.
(baca: bukan sebelum manusia melanggar Hukum Allah.. !!!)


bersambung
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 25, 2019, 12:59:12 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Makanya saya heran, kenapa ajaran sima itu MENANTANG dari apa yang terbaca.

tidak menentang bro, itu hanya perasaan bro @odading saja..
Quote
YANG TERBACA :
SAAT ITU.... KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Allah melihat kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

ajaran PENENTANG dari apa yang terbaca :
SAAT ITU ... SETELAH Adam Hawa makan buah, Allah melihat kejahatan kedua orang ini besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati kedua orang ini selalu membuahkan kejahatan semata-mata.
 Tentu tau donk, sima  :D.

kalau bro cermati dari awal tulisanku, sebenarnya itu tidak bertentangan..
secara alamiah manusia oleh karena Dosa memang sudah berubah,,
dari Kasih yang murni dan tidak berat sebelah, menjadi kasih yang bermotif dan mementingkan diri sendiri,,


Tuhan itu baik, Terpujilah Tuhan, Tuhan yang Mahabaik itu, tidak tinggal diam, dan berpangku tangan saja melihat manusia jatuh dalam dosa.
sekalipun manusia itu kecenderungannya berbuat dosa semata mata..
Tuhan memberi harapan kepada manusia yang cenderung jatuh tersebut untuk dapat bangkit, berdiri kokoh dan tak tergoyangkan..

janji tersebut adalah ini:
Kej 3:15   
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu   dan keturunannya;  keturunannya akan meremukkan kepalamu,   dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Firman  untuk Bermusuhan tersebut adalah Kabar baik.. betul bahwa secara alamiah manusia memang sudah jatuh dalam dosa dan kecenderungan hatinya hanya berbuat doosa semata mata, namun oleh entah dengan suatu cara melalui Pertolongan Tuhan manusia yang cenderung jatuh itu akan berperang melawan sifat alamiahnya dan Menang..

seorang Penulis yang kupercaya diinspirasi oleh ROH KUDUS menuliskan di dalam bukunya berikut ini: Kemenangan Akhir, Bab. 30 Judul: Permusuhan antara Manusia dan Setan: https://m.egwwritings.org/id/book/12876.2347
disebut dalam buku itu:
Pada waktu manusia melanggar hukum Ilahi, maka sifat alamiahnya menjadi jahat, dan ia menjadi selaras, tidak berbeda dengan Setan. Secara alamiah, tidak ada lagi pertentangan antara manusia yang berdosa dengan yang memulai dosa itu. Keduanya menjadi jahat oleh kemurtadan.

cut.. (masih sambungan dari buku itu)
Tetapi pada waktu Setan mendengar deklarasi adanya permusuhan yang teijadi antara dirinya sendiri dengan “perempuan itu, dan antara keturunannya dengan keturunan perempuan itu,” maka ia mengetahui bahwa usahanya untuk merusak sifat manusia akan terhalang; sehingga oleh sesuatu cara manusia akan sanggup melawan kuasa Setan itu.

jadi betul memang bahwa secara alamiah manusia itu sudah rusak, tetapi melalui pertolongan Kristus, manusia yang rusak itu dapat diperbaiki..
Tuhan Yesus Kristus, Sang Tukang Kayu dari Nazaret dapat memperbaiki dan menukangi manusia manusia yang sifat alamiahnya sudah dirusak oleh dosa..

terlalu banyak contoh apabila kita melist, siapa siapa saja manusia yang alamiahnya sudah rusak namun diperbaiki oleh Yesus Kristus Sang Tukang Kayu..
sangat banyak: bro boleh baca di Ibrani Pasal 11..

contoh yang paling nyata menurut saya adalah:
Rasul Paulus, dari Pembunuh menjadi Pewarta Injil..

Quote
[/b][/i]Sekarang giliran saya nanya :
tahukah sima melalui proses gimana sehingga observer LAYAK untuk menyatakan bahwa [MANUSIA Adam Hawa (Kain Habil Seth) cenderung melakukan dosa semata mata gara gara Adam Hawa ketipu uler] ?

itu contoh Kain dan Habel, sudah nyata nyata terjadi.. hanya di generasi pertama dari manusia itu sudah terjadi Pembunuhan manusia pertama,
Kain, tidak dapat mengendalikan diri dan emosi, kurang pengendalian diri,
dan hanya di kurang lebih 1500 tahun pertama kehidupan manusia, seluruh penduduk dunia sudah rusak akhlaknya hanya Nuh yang didapati Setia dan benar di hadapan Allah..

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 25, 2019, 01:18:04 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
kurang pas, kalau contoh perumpamaan yang digunakan untuk mengumpamakan keadaan Adam dan Hawa dahulu kala sebelum berdosa dengan manusia sesudah berdoosa..
Bukan perihal MAKAN BUAH, sima. Bukan perihal AKSI dosa yang saya bicarakan.

Melainkan perihal NIAT.
ajaranmu menantang Tuhan dgn beraninya meng-aplikasikan :
Dengan tidak adanya niat Hawa SAAT ITU (Kej 3:3) untuk melanggar hukum,
maka SELAMANYA Hawa tidak akan pernah punya niat untuk melanggar hukum.

Quote
sekalipun contohnya adalah anak kecil, yang sepertinya lugu dan polos, kecenderungan manusia setelah manusia jatuh dalam dosa adalah: membuahkan kejahatan semata mata.
Sekali lagi saya tanya :
Lalu KENAPA jawaban sima kayak begini ?
Quote
kalau menurutku anak bro @oda tersebut makan es krim di kulkas ijo adalah
KARNA ingin tahu dan penasaran
sementara padahal jawabannya sima adalah :
KARENA melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah anak oda.

Jangan salahin pembaca kalo dia bilang bhw "itu usaha sima MENYESATKAN pembaca" ---> memberi jawaban secara tidak konsisten.  :wink:

Quote
contoh diatas ini terjadi setelah manusia jatuh dalam dosa
Ich... sima ngawur  :char11:.
1. Tidak ada kisah terbaca yg bisa disimpulkan mengenai niatan Hawa TIDAK BISA berubah-rubah SEBELUM makan buah.

2. Tidak ada kisah terbaca yg bisa disimpukkan mengenai ada/tidaknya niatan Hawa BISA berubah-rubah SETELAH makan buah.

3. dengan se-enak jidatnya ajaran sima menjadi Tuhan, tapi Tuhan yang AMBURADOL.. Sbb :
SEBELUM makan buah, niatan Hawa TIDAK BISA tadinya tidak ada blakangan menjadi ada, tadinya ada blakangan menjadi tidak ada. sekali Hawa ada niat tidak akan makan buah, maka SELAMANYA Hawa ada niat tidak akan makan buah.

REALITA :
Hawa makan buah

AMBURADOL :
Oh... pada peristiwa Hawa makan buah, disitu Hawa TIDAK ADA niat makan buah, melainkan Hawa ADA niat nge-test Allah berbohong ato kagak, berangkat dari keraguannya thdp perkataan Allah

Quote
sekalipun ada niat untuk nonton TV, sesorang dengan "WILL"nya dapaat memilih untuk tidak menonton TV.
Wew... jangan bawa2 FreeWill dulu, sima. Disini kan yg lagi diomongin perihal keinginan hati / niat, BELUM masuk ke perihal AKSI.

berdasarkan dari yg sima sampaikan bahwa:
SEBELUM makan buah, perihal ADA_Niat/TidakADA_Niat TETEP.

So saya tanya:
SEBELUM rumpian uler, Hawa ADA niat MERAGUKAN perkataan Allah ato kagak sima ?

Mohon dijawab itu pertanyaan bold diatas yah sima  :azn:

bersambung
September 25, 2019, 01:19:36 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Quote
tapi Hawa lupa perkataan suaminya
Nah.... jadi perihal LUPA eksis sebelum makan buah.
So, begimana itu ceritanya sima bikin dongeng bahwa sebelum rumpian uler "sekali tidak ada niat X - SELAMAnya tidak ada niat X, sekali ada niat X - SELAMAnya ada niat X" - sementara padahal perihal LUPA itu sendiri eksis sebelum makan buah ?

Quote
kalau yang saya pelajari, SEKALIPUN secara alamiah Adam dan Hawa sudah berubah menjadi lebih lemah secara fisik dan condong kepada dosa,
tidak ada catatan Alkitab bahwa Adam dan Hawa melanjutkan hidup yang memberontak
Kalimat di quote atas itu kalimat MANIPULASI, sima.
Kosakata "SEKALIPUN" itu harus ada di biru, bukan di ijo.

Berikut kalimat yang BUKAN kalimat manipulasi :
SEKALIPUN tidak ada catatan Alkitab bahwa Adam dan Hawa melanjutkan hidup yang memberontak, yang saya pelajari dari dongeng ajarannya secara alamiah Adam dan Hawa sudah berubah menjadi lebih lemah secara fisik dan condong kepada dosa,

Quote
ya betul Dosa diawali di dalam pikiran yang meragukan perkataan Allah
Nah ituuuuu  :afro:.

Tak quote ulang (lagi dan lagi) kalimat sima sendiri :
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa
So... SEBELUM Hawa makan buah, dosa sudah ada duluan pada diri Hawa.
Saya disini TIDAK BILANG bhw [SEJAK Hawa eksis, dosa sudah ada duluan pada diri Hawa]. Wong dari ilustrasi kronologika saya di post sebelumnya menunjukkan: [SEBELUM Hawa makan buah, dosa sudah ada duluan pada diri Hawa] itu ada di kronologi SETELAH ada rumpian uler.

Quote
bro @odading tidak boleh mengabaikan begitu saja peran ular yang melakukan penipuan di taman eden,
Kalimat diatas TIDAK AKAN keluar apabila sima menyimak tulisan saya ataupun apabila sima membaca tulisan saya di post sebelumnya. Sbb :

1. Hawa ngedenger rumpian uler

2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
Jadi mana yang bener sih ? Nggak bikin gue modar ato bikin gue modar kalo makan ni buah ?

3. Hawa ngliat pohon PBJ lalu dibenaknya :
buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

thdp nomor 3,
versi oda : TANPA ADA rumpian ulerPUN, event point-3 possible terjadi, desire.
versi sima : KALO gak ada rumpian uler, MAKA impossible event point-3 terjadi


4. Hawa kemakan rumpian iblis
Wah... rupanya Tuhan bo'ong nih.... Gue gak modar kalo makan ni buah

5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

6. Hawa beraksi :
Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya
JELAS2an itu dengan adanya nomor-1 menunjukkan bahwa saya tidak mengabaikan peran uler. Begimanapula sima bilang "bro @odading tidak boleh mengabaikan begitu saja peran ular:rolleye0014:  :rolleye0014:  :rolleye0014:

Quote
Quote from: oda
So... Adam Hawa selama itu fine fine aja ... KARENA :
A. tidak makan buah selama itu ?
ataukah
B. tidak ada tipuan selama itu ?

Yups betul, Singkat, Jelas dan Padat.
Saya bertanya sima  :D.
September 25, 2019, 02:51:42 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Halo Rita, tumben lagi ketemu disini.
Semoga kesehatan Rita selalu terjaga  :afro:.

Bukan karena RAKUS Adam Hawa memakan buah larang
Betul saya menggunakan kosakata "rakus", sehingga misleading pembaca. Yg saya maksudkan itu sebenernya adalah perihal desire, rita.
(sori saya sulit mencari kosakata indo-nya yg "masuk" sbg ganti kosakata Desire).

Quote
tetapi karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH , MENGETAHUI YANG BAIK DAN JAHAT.
Nah itu bold. Kira kira begitulah salah satu contoh mengenai kosakata Desire yang saya maksudkan. Sementara kosakata Desire itu sendiri luas. Misal Desire bisa juga didalam contoh : keinginan nyobain, keinginan berontak, keinginan mengetahui, keinginan memiliki, dlsb. So, perihal rakus/tamak/cinta-diri/Ego ---> ini saya maksudkan ada di kategori Desire.

Quote
Demikian pula dengan anda , anda INGIN  mempunyai pandangan bahwa pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa sudah berdosa dan rakus pada buah.
Silahkan baca baca dulu post post saya sebelumnya rit.

Tapi rupanya memang ada orang yg hobinya mengaplikasikan time-frame sekena-kenanya deh.

Berangkat dari statement sima yang saya quote berulang-ulang.....
yang saya bilang time frame "SEBELUM makan buah, sudah ada dosa duluan pada Hawa"
Sesegera itu pula ada pembaca meng-aplikasikan-nya to the past ---> "pada mulanya".

Yang tertulis:
KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Sesegera itu pula ada pembaca meng-aplikasikan-nya to the past ---> "itu terjadi segera setelah AdamHawa ketipu iblis".

Quote
Maka jadilah ini merupakan KEINGINAN ANDA SENDIRI
Coba dibaca sejuta kali rit, pengajuan saya yg sbb :

Quote
1. Hawa ngedenger rumpian uler

2. Hawa jadi ragu kepada perintah Tuhan
Jadi mana yang bener sih ? Nggak bikin gue modar ato bikin gue modar kalo makan ni buah ?

3. Hawa ngliat pohon PBJ lalu dibenaknya :
buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

thdp nomor 3,
versi oda : TANPA ADA rumpian ulerPUN, event point-3 possible terjadi, desire.
versi sima : KALO gak ada rumpian uler, MAKA impossible event point-3 terjadi

4. Hawa kemakan rumpian iblis
Wah... rupanya Tuhan bo'ong nih.... Gue gak modar kalo makan ni buah

5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

6. Hawa beraksi :
Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya
Saya mau tau, setelah rita membaca sejuta kali quote diatas, apakah rita masih akan terus tetep bilang :
Quote
anda INGIN  mempunyai pandangan bahwa pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa sudah berdosa dan rakus pada buah

Apabila rita masih terus bilang seperti diatas, saya tambahin lagi tulisan saya selanjutnya :
Quote
Sedangkan versi saya, perihal memuaskan desirenya (ijo) ada diantara krono 5 dan krono 6:
5. NAMBAH lagi dibenak Hawa atas hasil rumpian uler :
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

Hawa berkeinginan memuaskan desire-nya

6. Hawa beraksi
Setelah rita membaca quote diatas sejuta kali, pabila rita masih terus bilang
Quote
anda INGIN  mempunyai pandangan bahwa pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa sudah berdosa dan rakus pada buah

Maka mohon maap, mao gak mao saya akan bilang :
sepertinya ada tambahan penyakit pada diri rita   :'(
« Last Edit: September 25, 2019, 03:01:09 PM by odading »
September 25, 2019, 04:32:30 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
A = Adam Makan Buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan.. dan semenjak saat itu, manusia menjadi
B = yaitu perasaan perasaan manusia yang cemar menguasai manusia dalam bertingkah laku..
Silahkan baca tulisan rita, sima. Saya quote kan :

Quote
Bukan karena RAKUS Adam Hawa memakan buah larang, tetapi karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH , MENGETAHUI YANG BAIK DAN JAHAT.
Tulisan rita di quote atas itu menunjukkan jawabannya adalah yang B, sima.

Saya reset....

statement sima :
semenjak manusia melanggar Hukum Tuhan

oda:
saya gak ngerti apa maksudnya bold pd kalimat sima diatas
A. Makan buah ?
B. Keinginan mereka ingin seperti Allah .... detail point-B ada di kalimat sima sbb :
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

di post ini sima njawab :
Yang A ---> A = Adam Makan Buah

However, berangkat dari tulisan rita yg saya quote-kan diatas :
Ijo-nya rita itu SAMA dengan oranye sima. Perihal SEBELUM aksi dosa.

Bedanya :
Ijo-nya rita tidak ada menaruh kalimat "itulah dosa".
Oranye-nya sima menaruh kalimat "itulah dosa".

Nah... karena sima menaruh kalimat "itulah dosa", saya tanya ulang :
Jadi kalimat [semenjak manusia melanggar Hukum Tuhan] ---> bold itu ada yang dimana ?
A. di AKSI makan buah ?
ataukah
B. di perihal oranye (dalam case AdamHawa, yang ijo dari rita)

Quote
Amigdala adalah kelenjar kecil dalam otak kita yang bentuknya mirip kacang almond, keinginan keinginan kita diproses disana
Whatever, yang saya tanyakan ya itu terkait yg bold, sima ---> Point B, oranye dari sima, ijo dari rita, Desire dari oda.

Quote
seperti :
A. nonton bokep, malas malasan, balas dendam, main game,
B. iri hati, cemburu, haus kekuasaan
Antara A dan B itu BEDA kan sima.
So coba tolong jangan dijadiin satu, karena A menuntun ke pengertian AKSI - sedangkan B menuntun ke pengertian BUKAN AKSI (oranye sima = ijo rita = Desire oda).

Quote
Amigdala atau bagian perasaan atau emosi anda yang membajak otaklah yang bekerja
Saya tidak tau mengenai perihal2 yg sima sampaikan spt pada quote diatas. ANyway saya menyimpulkan bhw di pov versi sima kayak gini :
KALO Amigdala TIDAK ADA,
MAKA TIDAK AKAN ADA event dimana bagian perasaan atau emosi manusia membajak otak yang bekerja.


Bener ato kagak pink diatas yg saya duga pink itu versi sima ?

dilain sisi :
Quote
Amigdala akan melepaskan satu hormon yang disebut dengan homon Dopamin, kalau tidak dikendalikan, maka Amigdala akan membajak Pikiran
Pertanyaan lainnya :

SEBELUM makan buah,
TIDAK PERNAH ada itu event : "Amigdala melepaskan satu hormon yang disebut dengan homon Dopamin, kalau tidak dikendalikan, maka Amigdala akan membajak Pikiran"

SEGERA SETELAH makan buah :
Ujug ujug mendadak SELALU ADA itu event "Amigdala melepaskan satu hormon yang disebut dengan homon Dopamin, kalau tidak dikendalikan, maka Amigdala akan membajak Pikiran"

Begitukah ajaran dongengnya sima ?
« Last Edit: September 25, 2019, 04:39:18 PM by odading »
September 25, 2019, 04:32:58 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Quote
Poin yang mau saya sampaikan adalah:
Manusia yang diciptakan Tuhan di mula pertama itu adalah Perfect, dan tanpa Dosa.
Tidak ada saya bilang di thread ini bahwa [di time-frame mula pertama, Hawa diciptakan dengan dosa], sima. Baik sima dan rita itu IDEM. Mengumandangkan POINT yg gak ada hubungannya.

Mbok dibaca itu tulisan2 saya sima, agar jangan sampai sima menyampaikan POINT dimana point yg sima sampaikan itu BUKAN yang sedang saya bicarakan.

Quote
dan tanpa kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa
TIDAK ADA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEBELUM makan buah, TIDAK ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa, sima.

DAN
TIDAK ADA PULA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEGERA SETELAH makan buah, ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa, sima.

Yang ada bisa ketahuan dari kalimat2 terbaca mengenai coklat itu time-frame-nya BUKAN ketika SEGERA SETELAH makan buah, melainkan KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi

Itu SUDAH SAYA TULISKAN di post sebelumnya dan sudah saya ulang dua kali, sima.
Ketimbang ditanggapi, begimana itu ceritanya sima bikin saya jadi mesti NGULANG utk yang ketiga kalinya perihal yang sebelumnya sudah saya sampaikan sebanyak dua kali ?

Quote
kalau bro cermati dari awal tulisanku, sebenarnya itu tidak bertentangan..
secara alamiah manusia oleh karena Dosa memang sudah berubah
Sekali lagi :

TIDAK ADA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEBELUM makan buah, TIDAK ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa, sima.

DAN
TIDAK ADA PULA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEGERA SETELAH makan buah, ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa, sima.

Begimana itu ceritanya (how dare you to say) sima bilang :
"secara alamiah manusia oleh karena Dosa memang sudah berubah TIDAK BERTENTANGAN", sementara padahal :
1. informasi yang ada itu time-frame-nya KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi

2. TIDAK ADA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEBELUM makan buah, TIDAK ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa/

3. TIDAK ADA PULA SATUPUN dari kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa SEGERA SETELAH makan buah, ADA kecenderungan atau kecondongan untuk berbuat dosa pada diri Adam Hawa.

:rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014:
September 25, 2019, 04:33:32 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12925
    • fossil coral cantik
Quote
terlalu banyak contoh apabila kita melist, siapa siapa saja manusia yang alamiahnya sudah rusak
Kalimat macam apa pula itu ? Bener bener parach ini ajaran-nya sima.

Pertama ngasih tau-nya TIDAK ada pemilahan :
sifat alami manusia itu adalah cenderung melakukan dosa semata mata
sifat alamiah manusia sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum.
Hidup mereka cenderung melakukan dosa semata mata

dimana perihal diatas itu sima bilang :
Itu KARENA Hawa ketepu uler.

Giliran tak kejar2 :
mana itu kalimat2 terbaca yang bisa disimpulkan bahwa [SETELAH Hawa ketepu uler, sifat alamiah Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum. Hidup Hawa cenderung melakukan dosa semata mata]

sekarang ngajuin kalimat:
siapa siapa saja manusia yang alamiahnya sudah rusak

yang dimana TENTU pengajuan pink seperti diatas nantinya akan dipergunakan sbg peluru tembak ke saya :
siapa yang bilang [SEMUA manusia alamiahnya rusak gara2 Hawa ketepu uler] ?. Kalimat pink gue itu kan menunjukkan bahwa [TIDAK SEMUA manusia alamiahnya rusak gara2 Hawa ketepu uler]. So, setelah ketepu uler, Hawa alamiahnya tidak rusak. Jadi jangan elu (oda) tanya tanya lagi mengenai dimana ada bacaan yang bisa disimpulkan bahwa [SETELAH Hawa ketepu uler, sifat alamiah Hawa sudah mirip dengan setan, yaitu pelanggar hukum. Hidup Hawa cenderung melakukan dosa semata mata]. Clear ya.

oda:
belisss belis  ;D
September 26, 2019, 09:40:13 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bukan perihal MAKAN BUAH, sima. Bukan perihal AKSI dosa yang saya bicarakan.

Melainkan perihal NIAT.

oh begitu ya..
kalau begitu mari kita analisa kata "NIAT" tersebut yang bro maksudkan..

menurut KBBI, "NIAT" adalah: Kehendak AKAN Melakukan Sesuatu...
artinya adalah: "SUDAH DILAKUKAN dalam PIKIRAN tapi belum dilakukan di dalam tindakan, tinggal menunggu momen"

arti kata "NIAT" berbeda dengan "Penasaran"

"Niat" berarti sudah bertujuan akan melakukan..

"Penasaran" bertanya tanya dalam hati, mengapa begini dan mengapa begitu..

dengan definisi diatas, dan dengan membaca Kitab Kejadian Pasal 3..
maka kusimpulkan, "TIDAK ADA NIAT SAMA SEKALI BAGI HAWA UNTUK MELANGGAR HUKUM TUHAN", terbukti dimana Hawa melakukan pertahanan dan tidak serta merta langsung makan buah larangan, jawab Hawa:
Kej 3:2,3
Kej 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman   ini boleh kami makan,   
Kej 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.

artinya adalah: Hawa membantah perkataan Iblis yang mengatakan bahwa semua buah dalam taman itu tidak boleh dimakan..

bantahan akan perkataan Hawa tersebut, adalah bentuk sanggahan atau perlawanan kepada Iblis.. namun sangat disayangkan Hawa tidak langsung pergi meninggalkan Iblis pada saat itu, Hawa masih melanjutkan percakapannya dan akhirnya tertipulah dia, dan melalui dia tertipulah pula suaminya..

Quote
ajaranmu menantang Tuhan dgn beraninya meng-aplikasikan :
Dengan tidak adanya niat Hawa SAAT ITU (Kej 3:3) untuk melanggar hukum,
maka SELAMANYA Hawa tidak akan pernah punya niat untuk melanggar hukum.

seballiknya bro @odadinglah yang seperti itu, dengan beraninya menambah nambahi Firman Tuhan, dengan beraninya bro @odading mengetikkan bahwa secara alamiah HAWA sudah memiliki Niat di dalam Hatinya untuk melanggar Hukum Tuhan..

padahal Firman Tuhan mencatat, Hawa tidak langsung terbujuk pada saat di goda, tapi melalui percakapan dan penipuan akhirnya barulah Timbul Niat untuk memakan buah yang dilarang itu, dan akhirnya Niat tersebut di eksekusi..

Quote
Sekali lagi saya tanya :
Lalu KENAPA jawaban sima kayak begini ? sementara padahal jawabannya sima adalah :
KARENA melanggar Hukum itu sudah jadi alamiah anak oda.

nah sekali lagi,,
kasus anak Oda sangat berbeda jauh dengan Kasus Adam dan Hawa sebelum melanggar Hukum TUhan..
anak Oda, anak Sima dan semua anak anak manusia di muka bumi ini, adalah keturunan orang berdosa, secara alami sudah memiliki jiwa pemberontakan di dalam dirinya..

Adam Hawa beda brow.. mereka bukan orang berdosa, mereka adalah manusia suci yang sangat sempurna memantulkan Gambar Allah.

Quote
AMBURADOL :
Oh... pada peristiwa Hawa makan buah, disitu Hawa TIDAK ADA niat makan buah, melainkan Hawa ADA niat nge-test Allah berbohong ato kagak, berangkat dari keraguannya thdp perkataan Allah

penyakit bro @oda muncull lagi nih..
menambah nambahi yang tidak kutuliskan..
kalau tidak ada Niat, tidak akan dimakan itu buah bro..
namun Niat itu muncul bukan karena itu adalah Sifat alami manusia yang tidak percaya dan memberontak..

melainkan Niat itu muncul karena manusia tertipu dan meragukan Firman Allah.


Quote
Wew... jangan bawa2 FreeWill dulu, sima. Disini kan yg lagi diomongin perihal keinginan hati / niat, BELUM masuk ke perihal AKSI.

kita tidak boleh melepaskan Free Will (Kehendak) dari peristiwa makan buah larangan bro.., karena dengan "Will (Kehendak)" lah manusia melanggar Hukum Allah.
"Kehendak (Will)" Manusia diserahkan kepada Iblis, dan semenjak itu, Kehendak Manusia berada dibawah kehendak Iblis atau dibawah kehendak Pemberontak, itulah mengapa kutuliskan berulang ulang, tanpa diajari berbuat dosapun, secara alami manusia akan cenderung melakukan dosa semata mata..

namun melalui pertolongan Kristus, Kehendak yang diserahkan kepada Iblis itu, dapat dibangunkan kembali, dilatih, diserahkan kepada Kristus, dan oleh pertolongan Kristus kita menjadi Pemenang..

buku berikut ini berkata: https://m.egwwritings.org/id/book/11525.182#185
 Peperangan melawan diri-sendiri adalah merupakan peperangan yang terbesar yang pernah diadakan. Penyerahan diri-sendiri, memasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah, mengharuskan satu pergumulan; tetapi jiwa itu harus lebih dahulu diserahkan kepada Allah barulah dapat dibaharui di dalam kesucian.

bersambung..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)