Author Topic: Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?  (Read 1139 times)

0 Members and 4 Guests are viewing this topic.

September 26, 2019, 10:28:51 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Nah... karena sima menaruh kalimat "itulah dosa", saya tanya ulang :
Jadi kalimat [semenjak manusia melanggar Hukum Tuhan] ---> bold itu ada yang dimana ?
A. di AKSI makan buah ?
ataukah
B. di perihal oranye (dalam case AdamHawa, yang ijo dari rita)
 Whatever, yang saya tanyakan ya itu terkait yg bold, sima ---> Point B, oranye dari sima, ijo dari rita, Desire dari oda.

Semenjak, Memakan Buah yang di Larang..
baik sudah memakannya di dalam Pikiran (Niat)
baik sudah memakannya di dalam tindakan (Eksekusi)

pada saat itulah manusia Melanggar Hukum TUhan..


Quote
Antara A dan B itu BEDA kan sima.

kalau B yang bro maksud adalah: Penasaran, bertanya tanya, merenung, maka A dan B adalah Berbeda. tapi
kalau B yang br maksud adalah: Niat untuk memakan, maka A dan B adalah Sama.. 

Quote
So coba tolong jangan dijadiin satu, karena A menuntun ke pengertian AKSI - sedangkan B menuntun ke pengertian BUKAN AKSI (oranye sima = ijo rita = Desire oda).

apakah "desire" yang bro @oda tulis diatas ini adalah: "Keinginan untuk Memakan yang dilarang".. ???
kalau "desire" yang bro @oda maksudkan adalah "keinginan untuk Memakan yang dilarang" maka sama seperti penjelasanku diatas, Keinginan tersebut sebenarnya sudah dilakukan di dalam Pikiran..

Adam dan Hawa adalah Suci sebelum Jatuh dalam dosa, Pikiran, Perasaan dan Perbuatan manusia itu, sempurna memantulkan Karakter Allah..

Melanggar Hukum di dalam Pikiran, sama saja dengan melakukannya di dalam tindakan,
Motif dan Perbuatan manusia pertama itu berjalan bersama sama, sangat harmonis..

Quote
ANyway saya menyimpulkan bhw di pov versi sima kayak gini :
KALO Amigdala TIDAK ADA,
MAKA TIDAK AKAN ADA event dimana bagian perasaan atau emosi manusia membajak otak yang bekerja.

Amigdala itu adalah Ciptaan Tuhan..
Amigdala diciptakan dengan tujuan baik..
hal hal positif dari Amigdala adalah:

contoh:
ketika melihat orang lain hampir ditabrak kereta api, dengan gerak respon yang cepat dan tanpa berpikir panjang, seseorang dapat menolong orang lain..

dan ketika seseorang yang ditolong tersebut terselamatkan, ada kepuasan emosi yang didapatkan..  :afro: :afro: :afro:


Quote
dilain sisi : Pertanyaan lainnya :

SEBELUM makan buah,
TIDAK PERNAH ada itu event : "Amigdala melepaskan satu hormon yang disebut dengan homon Dopamin, kalau tidak dikendalikan, maka Amigdala akan membajak Pikiran"

yang saya sebut ini adalah semenjak manusia jatuh dalam dosa.. sebelum jatuh dalam dosa, semua bekerja dengan baik untuk kemuliaan Tuhan.

semenjak jatuh ke dalam dosa, bukan saja Amigdala yang dirusak oleh dosa, semua sistem otak dan saraf kita dirusak oleh dosa..
1. Pikiran: dibuat untuk merancang kemenangan, menipu, memfitnah,  menguasai perdebatan, strategi untuk menang, politik, menciptakan benteng benteng pertahanan. tidak mau kalah, dst..
2. Perasaan: iri hati, benci, amarah,  tak berbelas kasihan, tidak bersimpati, kasih menjadi dingin, tidak sabar, bersungut sungut, tidak puas, tidak suka peraturan dan hukum, jengkel dst..
3. Amigdala: Nafsu makan yang tak terkendali yang segera harus dipuaskan, candu terhadap sesuatu, ingin dipuji, dihormati, disanjung, dst..

Firman Tuhan dapat melahirbarukan kita semua..
Firman Tuhan dapat mencerdaskan Pikiran, memberikan Hikmat dan Akal Budi, Melembutkan Perasaan, membuat manusia menjadi orang yang selalu bersyukur, puas dan mencukupkan apa yang ada, lembah lembut, pengasih, berpengharapan, Sabar menanggung penderitaan, taat kepada Hukum, dermawan, saleh,
Bahagia, Sehat dan Suci..


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 26, 2019, 11:01:20 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Semenjak, Memakan Buah yang di Larang..
baik sudah memakannya di dalam Pikiran (Niat)
baik sudah memakannya di dalam tindakan (Eksekusi)

pada saat itulah manusia Melanggar Hukum TUhan..



Sebagai Tambahan,,
Mari kita merenungkan Perkataan Tuhan Yesus Kristus berikut ini:

Mat 5:28   
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Sangat Jelas, Singkat, Padat dan tidak bisa diputar balik maknanya...
1. memandang perempuan, menginginginkannya dan berpikir untuk ngesek dengan dia, peristiwa tersebut sudah di EKSEKUSI di dalam hatinya.., sama dengan sudah melakukannya di dunia nyata..

2. benci dan marah kepada seseorang, lalu menginginkan kematiannya di dalam pikiran, sudah MENGEKSEKUSI Pembunuhan tersebut di dalam Pikiran..

3. melihat bank, dan merencanakan pencurian untuk mengambil semua uang di dalam Bank tersebut, sudah MENGEKSEKUSI Pencurian tersebut di dalam Pikiran.

inilah keadaan kita setelah jatuh dalam dosa, saya pernah mengalaminya, dan kemungkinan besar teman teman sekalian pernah juga berniat macam macam di dalam pikiran..

inilah keadaan kita, sangat malang sekali..
tapi Puji Tuhan, Hormat dan Kemulliaan bagi Tuhan kita,,
di dalam Nama Yang Penuh Dengan Kuasa, di Dalam Nama Yesus Kristus, manusia pendosa dapat dilahirbarukan..
Sehingga Motif, Niat dan Tindakan atau Tingkah laku kita, dapat berjalan bersama sama, secara Harmonis kepada Kekudusan...


Dengan Memandang Kita akan Diubahkan..
By Beholding Love we Become Change..



Satu kehidupan yang di dalam Kristus ialah kehidupan yang penuh damai. Mungkin bukan dengan kegembiraan yang meluap-luap, namun dengan satu pengharapan yang teguh penuh damai.
Pengharapanmu bukanlah di dalam dirimu sendiri, melainkan di dalam Kristus.
* Kelemahanmu dipadukan dengan kekuatanNya,
* kebodohanmu dengan kebijaksanaanNya,
* kelemahanmu kepada kekuatanNya yang perkasa itu.
Oleh karena itu janganlah engkau bersandar pada dirimu sendiri, atau membiarkan hati memikir-mikirkan diri saja, melainkan pandanglah kepada Kristus.
Biarlah pikiran tinggal atas kasihNya, atas keindahan, kesempurnaan tabiatNya. Kristus di dalam penyangkalan diriNya sendiri, Kristus di dalam kehinaanNya, Kristus di dalam kekudusan dan kesu- cianNya, Kristus di dalam kasihNya yang tiada taranya — inilah perkara-perka- ra yang patut direnung-renungkan jiwa. Dengan mengasihi Dia, meniru Dia, bergantung sepenuhnya atasNya, engkau dapat diubahkan menjadi serupa dengan Dia
. https://m.egwwritings.org/id/book/11525.306

amin..


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
September 26, 2019, 11:17:59 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9261
Halo Rita, tumben lagi ketemu disini.
Semoga kesehatan Rita selalu terjaga  :afro:.
 Betul saya menggunakan kosakata "rakus", sehingga misleading pembaca. Yg saya maksudkan itu sebenernya adalah perihal desire, rita.
(sori saya sulit mencari kosakata indo-nya yg "masuk" sbg ganti kosakata Desire).
 Nah itu bold. Kira kira begitulah salah satu contoh mengenai kosakata Desire yang saya maksudkan. Sementara kosakata Desire itu sendiri luas. Misal Desire bisa juga didalam contoh : keinginan nyobain, keinginan berontak, keinginan mengetahui, keinginan memiliki, dlsb. So, perihal rakus/tamak/cinta-diri/Ego ---> ini saya maksudkan ada di kategori Desire.
 Silahkan baca baca dulu post post saya sebelumnya rit.

Tapi rupanya memang ada orang yg hobinya mengaplikasikan time-frame sekena-kenanya deh.

Berangkat dari statement sima yang saya quote berulang-ulang.....
yang saya bilang time frame "SEBELUM makan buah, sudah ada dosa duluan pada Hawa"
Sesegera itu pula ada pembaca meng-aplikasikan-nya to the past ---> "pada mulanya".

Yang tertulis:
KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Sesegera itu pula ada pembaca meng-aplikasikan-nya to the past ---> "itu terjadi segera setelah AdamHawa ketipu iblis".
 Coba dibaca sejuta kali rit, pengajuan saya yg sbb :
 Saya mau tau, setelah rita membaca sejuta kali quote diatas, apakah rita masih akan terus tetep bilang :
Apabila rita masih terus bilang seperti diatas, saya tambahin lagi tulisan saya selanjutnya : Setelah rita membaca quote diatas sejuta kali, pabila rita masih terus bilang
Maka mohon maap, mao gak mao saya akan bilang :
sepertinya ada tambahan penyakit pada diri rita   :'(

 :cheesy: Hello Oda , memang saya tidak membaca keseluruhan dengan teliti.

Berhubung anda sekarang senang dengan andaian yang sangat panjang.

Saya menarik kembali pada pandangan anda.

Saya sedikit heran dengan pandangan anda sekarang yang sangat negatif terhadap reform ????? Boleh dijawab ??????

BTW saya baik2 saja , walau penyakitnya tetap menetap, Tuhan senantiasa memberi kekuatan melaluinya, thanks Oda.
October 05, 2019, 03:48:17 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
BTW saya baik2 saja , walau penyakitnya tetap menetap, Tuhan senantiasa memberi kekuatan melaluinya, thanks Oda.
Syukurlah, Rita  :happy0025:.

Quote
Saya sedikit heran dengan pandangan anda sekarang yang sangat negatif terhadap reform ?????
Karena selama yang saya baca baca sana sini terkait denom2 yang ada, yang saya temui (dari baca2 tsb), ajaran reform sekalian ngajarin :
  • 1. orang untuk nge-judge berdasarkan dari apa yang diajarin/dikasih tau oleh denom reform ataupun buru2 nge-judge
  • 2. akibat dari nomor-1, orang orang pihak reform gak ada taruh perhatian dari apa yang disampaikan oleh pihak yang mereka judge.



statement saya : buru2 nge-judge, bukan asal ngomong.
Sering saya alami dan contoh gamblang-nya ya di thread ini aja keliatan. Sbb :

Sudah saya dgn panjang lebar menjelaskan kalimat saya yg berupa:
"Hawa sudah berdosa duluan SEBELUM makan buah"

tetep aja di judge spt sbb :
"si oda bilang bhw Tuhan menciptakan manusia (dalam hal ini yg dibicarakan adalah Hawa) dalam keadaan berdosa".

Sementara padahal dari tulisan2 saya di thread laen terkait Original Sin yang saya kontra-in, kan jelas bisa diketahui bhw point of view saya itu malah against statement oranye. Di pov saya, setiap manusia yg ada pernah ada, sedang ada, akan ada, adalah ciptaan Tuhan dan di awalnya setiap kali Dia menciptakan setiap manusia tsb, manusia terkait tidak dalam keadaan berdosa.

Quote dibawah ini adalah individu Rita yg dengan secara "jantan" bilang :
Quote
memang saya tidak membaca keseluruhan dengan teliti.
Tetapi in general, akan lebih banyak individu2 Reformed yang TETEP AJA bilang : "si oda bilang bhw Tuhan menciptakan manusia (dalam hal ini yg dibicarakan adalah Hawa) dalam keadaan berdosa". berangkat dari statement ijo saya tsb. Sementara padahal kalimat ijo itu sendiri ada disertai penjelasan2 saya terkait kalimat ijo saya tsb.

So, dengan adanya orang yang bilang kayak diatas,
ini kan jadinya menimbulkan hal yang gak jelas :
Orang ini sebenernya baca tulisan2 saya yg laen ato kagak ?
A. Baca, tapi gak ngerti
B. Baca, ngerti, tapi tetep aja ndableg
C. Baca, tapi tidak membaca keseluruhan dengan teliti
D. Baca keseluruhan dengan teliti, tapi tetep aja ndableg
E. Tidak baca, yang dibaca cuma tulisan yg ijo saja.

Walopun sikon yang point-A masih bisa di maklumi...
anyway whatever sikon point-nya (yg A kek, B kek, C kek, dst), perihal nge-judge itu NONGOL. So secara dari pov pihak saya :
A. kamu gak ngerti, tapi bilang kayak gitu
B. kamu ngerti, tapi kok bilang kayak gitu
C. kamu baca tidak teliti, tapi bilang kayak gitu
D. kamu baca dgn teliti, tapi kok bilang kayak gitu
E. kamu tidak baca, tapi kok bilang kayak gitu



Sekalian saya kasih contoh lain mengenai buru buru nge-judge :

Kej 6:5   
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

judge :
oh itu maksudnya gara gara Adam/Hawa makan buah, maka akibatnya kejahatan kedua orang ini besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati keduanya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Akibatnya saya bertanya : kalimat sebelum nya yang berupa : KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi itu
A. Dibaca tapi gak ngerti ?
B. Dibaca dan ngerti ?
C. Dibaca tapi tidak dengan teliti ?
D. Dibaca dan dengan teliti ?
E. Tidak dibaca ?



BTT.

Berangkat dari tulisan Rita:
Quote
Bukan karena RAKUS Adam Hawa memakan buah larang, tetapi karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH , MENGETAHUI YANG BAIK DAN JAHAT
Kalimat bold menunjukkan time-frame SEBELUM terjadi aksi makan buah.

Pertanyaan saya :
menurut ajaran Sola Scriptura, sikon bold itu dosa ato kagak ?

Saya ambil misal/asumsi yang lebih ringan terkait SEBELUM Hawa makan buah :
Desire Hawa meng-ingini sesuatu yang saat itu TIDAK DIPERUNTUKAN buat Hawa (so, katakanlah : saat itu, PBJ bukan milik Hawa), dosa ato kagak ?

Selanjutnya..... sebelum terjadi aksi makan buah, KETIKA :
Quote
Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut
itu dosa ato kagak ?

:)
salam.
« Last Edit: October 05, 2019, 03:52:05 PM by odading »
October 05, 2019, 04:39:36 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1093
  • Denominasi: Protestan
Syukurlah, Rita  :happy0025:.
 Karena selama yang saya baca baca sana sini terkait denom2 yang ada, yang saya temui (dari baca2 tsb), ajaran reform sekalian ngajarin :
  • 1. orang untuk nge-judge berdasarkan dari apa yang diajarin/dikasih tau oleh denom reform ataupun buru2 nge-judge
  • 2. akibat dari nomor-1, orang orang pihak reform gak ada taruh perhatian dari apa yang disampaikan oleh pihak yang mereka judge.



statement saya : buru2 nge-judge, bukan asal ngomong.
Sering saya alami dan contoh gamblang-nya ya di thread ini aja keliatan. Sbb :

Sudah saya dgn panjang lebar menjelaskan kalimat saya yg berupa:
"Hawa sudah berdosa duluan SEBELUM makan buah"

tetep aja di judge spt sbb :
"si oda bilang bhw Tuhan menciptakan manusia (dalam hal ini yg dibicarakan adalah Hawa) dalam keadaan berdosa".

Sementara padahal dari tulisan2 saya di thread laen terkait Original Sin yang saya kontra-in, kan jelas bisa diketahui bhw point of view saya itu malah against statement oranye. Di pov saya, setiap manusia yg ada pernah ada, sedang ada, akan ada, adalah ciptaan Tuhan dan di awalnya setiap kali Dia menciptakan setiap manusia tsb, manusia terkait tidak dalam keadaan berdosa.

Quote dibawah ini adalah individu Rita yg dengan secara "jantan" bilang : Tetapi in general, akan lebih banyak individu2 Reformed yang TETEP AJA bilang : "si oda bilang bhw Tuhan menciptakan manusia (dalam hal ini yg dibicarakan adalah Hawa) dalam keadaan berdosa". berangkat dari statement ijo saya tsb. Sementara padahal kalimat ijo itu sendiri ada disertai penjelasan2 saya terkait kalimat ijo saya tsb.

So, dengan adanya orang yang bilang kayak diatas,
ini kan jadinya menimbulkan hal yang gak jelas :
Orang ini sebenernya baca tulisan2 saya yg laen ato kagak ?
A. Baca, tapi gak ngerti
B. Baca, ngerti, tapi tetep aja ndableg
C. Baca, tapi tidak membaca keseluruhan dengan teliti
D. Baca keseluruhan dengan teliti, tapi tetep aja ndableg
E. Tidak baca, yang dibaca cuma tulisan yg ijo saja.

Walopun sikon yang point-A masih bisa di maklumi...
anyway whatever sikon point-nya (yg A kek, B kek, C kek, dst), perihal nge-judge itu NONGOL. So secara dari pov pihak saya :
A. kamu gak ngerti, tapi bilang kayak gitu
B. kamu ngerti, tapi kok bilang kayak gitu
C. kamu baca tidak teliti, tapi bilang kayak gitu
D. kamu baca dgn teliti, tapi kok bilang kayak gitu
E. kamu tidak baca, tapi kok bilang kayak gitu



Sekalian saya kasih contoh lain mengenai buru buru nge-judge :

Kej 6:5   
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan  manusia besar  di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

judge :
oh itu maksudnya gara gara Adam/Hawa makan buah, maka akibatnya kejahatan kedua orang ini besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hati keduanya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Akibatnya saya bertanya : kalimat sebelum nya yang berupa : KETIKA manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi itu
A. Dibaca tapi gak ngerti ?
B. Dibaca dan ngerti ?
C. Dibaca tapi tidak dengan teliti ?
D. Dibaca dan dengan teliti ?
E. Tidak dibaca ?



BTT.

Berangkat dari tulisan Rita: Kalimat bold menunjukkan time-frame SEBELUM terjadi aksi makan buah.

Pertanyaan saya :
menurut ajaran Sola Scriptura, sikon bold itu dosa ato kagak ?

Saya ambil misal/asumsi yang lebih ringan terkait SEBELUM Hawa makan buah :
Desire Hawa meng-ingini sesuatu yang saat itu TIDAK DIPERUNTUKAN buat Hawa (so, katakanlah : saat itu, PBJ bukan milik Hawa), dosa ato kagak ?

Selanjutnya..... sebelum terjadi aksi makan buah, KETIKA : itu dosa ato kagak ?

:)
salam.

Keinginan yg dibuahi dgn perbuatan menjadi dosa
October 05, 2019, 10:58:07 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
dengan definisi diatas, dan dengan membaca Kitab Kejadian Pasal 3..
maka kusimpulkan, "TIDAK ADA NIAT SAMA SEKALI BAGI HAWA UNTUK MELANGGAR HUKUM TUHAN", terbukti dimana Hawa melakukan pertahanan dan tidak serta merta langsung makan buah larangan
Saya sedang mengajukan bahwa [NIAT itu bisa tadinya ada blakangan gak ada, bisa tadinya gak ada blakangan ada], sima.

Quote
melalui percakapan dan penipuan akhirnya barulah Timbul Niat untuk memakan buah yang dilarang itu
So... dengan demikian bener yang saya sampaikan bhw [Niat itu bisa tadinya ada blakangan gak ada, bisa tadinya gak ada blakangan ada], sima.

Quote
beraninya bro @odading mengetikkan bahwa secara alamiah HAWA sudah memiliki Niat di dalam Hatinya untuk melanggar Hukum Tuhan
Tentu saya BERANI, sima.
Wong jelas2 kisahnya menceritakan Hawa melanggar Hukum Tuhan tsb, koooook.  :D

Jadi gak perlu ada catetan terbaca, karena sbb ini adalah logika yang bener, SETELAH perkataan uler :

KARENA
Ada niat Hawa melanggar Hukum Tuhan
MAKA
Hawa melanggar Hukum Tuhan

KALAU
Hawa tidak ada niat sama sekali melanggar Hukum Tuhan
MAKA
tidak ada terjadi aksi Hawa melanggar Hukum Tuhan.

Quote
beraninya bro @odading mengetikkan bahwa secara alamiah HAWA sudah memiliki Niat di dalam Hatinya untuk melanggar Hukum Tuhan
Jelaskan ke saya pov versi sima thdp kalimat "secara alamiah" dan time-frame versi sima pada kosakata "sudah" pada kalimat yang sima ajukan diatas.

versi saya thdp kalimat "secara alamiah" :
Adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb TANPA perlu adanya perkataan uler.
Adalah alamiah Hawa berniat melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler.

sedangkan time-frame versi saya pada kosakata "sudah", adalah sbb :
SETELAH uler berkata Sekali-kali kamu tidak akan mati, malah pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah SEBELUM Hawa makan buah, Hawa memiliki niat didalam hatinya untuk melanggar Hukum Tuhan.

lanjut,
Berangkat dari kisah terbaca bahwa Hawa melanggar Hukum Tuhan, maka statement saya :
SEBELUM Hawa makan buah, HAWA sudah memiliki Niat di dalam Hatinya untuk melanggar Hukum Tuhan



Quote
melalui percakapan dan penipuan akhirnya barulah Timbul Niat untuk memakan buah yang dilarang itu
Nah sekarang saya tanya balik ke sima :

SETELAH uler berkata Sekali-kali kamu tidak akan mati, malah pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah SEBELUM Hawa makan buah, timbul niat Hawa untuk makan buah, melanggar Hukum Tuhan ato kagak ?

mohon dijawab yah sima  :azn:

bersambung.
October 05, 2019, 10:58:52 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
kasus anak Oda sangat berbeda jauh dengan Kasus Adam dan Hawa sebelum melanggar Hukum TUhan.
Mohon jelaskan ke saya time-frame kosakata "sebelum" pada kalimat di quote atas, sima.

Saya minta penjelasan sima, ya karena :
1. orang orang hobi menerapkan time-frame sekena-kenanya.
2. kosakata "sebelum" di pov saya pengertiannya bisa banyak. Contoh misal :
Diketika Hawa baru saja ada di Eden = SEBELUM makan buah.
Jam 3 SETELAH ketemu dengan uler = SEBELUM makan buah
Jam 4 SETELAH berbicara dgn uler = SEBELUM makan buah
Jam 5 SETELAH ketipu uler = SEBELUM makan buah

Jam 6 ketika Hawa ngeliat buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian = SEBELUM makan buah


Quote
anak Oda, anak Sima dan semua anak anak manusia di muka bumi ini, adalah keturunan orang berdosa, secara alami sudah memiliki jiwa pemberontakan di dalam dirinya.
Pertanyaan :
1. Bold, itu dikarenakan apa sima ?
2. Definisikan "jiwa pemberontakan".... sikonnya apa/begimana ?

Quote
Adam Hawa beda brow.. mereka bukan orang berdosa
KAPAN itu sikon bold, sima ?
Jam 1 ketika Hawa baru saja ada di Eden = Hawa bukan orang yang berdosa
Jam 2 SETELAH ketemu dengan uler = Hawa bukan orang yang berdosa
Jam 3 SETELAH berbicara dgn uler = Hawa bukan orang yang berdosa
Jam 4 SETELAH ketipu uler = Hawa bukan orang yang berdosa

Jam 5 ketika Hawa ngeliat buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian = Hawa bukan orang yang berdosa

Quote
melalui percakapan dan penipuan akhirnya barulah Timbul Niat untuk memakan buah yang dilarang itu

Jam 6, ketika timbul niat Hawa untuk melanggar perintah  = Hawa bukan orang yang berdosa
Jam 7 SETELAH Hawa melanggar perintah Allah = Hawa bukan orang yang berdosa[/sub]

Quote
mereka adalah manusia suci yang sangat sempurna memantulkan Gambar Allah.
KAPAN mereka itu manusia suci, sima ? Jam 1 ?  jam 2 ? jam 3 ? jam 4 ? jam 5 ? jam 6 ? jam 7 ?

Quote
kalau tidak ada Niat, tidak akan dimakan itu buah bro
Ya betul  :afro:.
Mengajukannya sima ayat 3 sebagai bukti bahwa : TIDAK ADA NIAT SAMA SEKALI BAGI HAWA UNTUK MELANGGAR HUKUM TUHAN itu kan sia sia, sima. Karena yang sima bilang spt oranye itu DI SAAT time-frame yang berbeda.

So... yang saya ajukan BENER:
Niat itu bisa tadinya ada blakangan gak ada, bisa tadinya gak ada blakangan ada.

SEBELUM Hawa makan buah :
taroh kata SAMPAI di SAAT ayat 3 Hawa memang tidak pernah ada niat sama sekali untuk melanggar Perintah Tuhan, maka ini TIDAK SERTA MERTA selamanya Hawa tidak akan pernah ada niat sama sekali untuk melanggar Perintah Tuhan. Anytime, it's possible TIMBUL niat Hawa untuk melanggar Perintah Tuhan, kecuali sima bilang [Hawa diciptakan tanpa bisa punya keinginan utk kepuasan diri].

Quote
namun Niat itu muncul bukan karena itu adalah Sifat alami manusia yang tidak percaya dan memberontak.. melainkan Niat itu muncul karena manusia tertipu dan meragukan Firman Allah
Kalimat sima diatas tinggal saya setarai dengan kalimat saya sbb :

1. sifat alami Hawa manusia suci yang sangat sempurna TIDAK AKAN PERNAH meragukan Firman Allah
2. sifat alami Hawa manusia suci yang sangat sempurna, percaya Firman Allah dan TIDAK AKAN PERNAH memberontak

dengan demikian:
TIDAK AKAN PERNAH ADA Hawa melanggar Firman Allah.

So...
Dengan sifat alami Hawa sbg manusia suci yang sangat sempurna, yang PERCAYA Firman Allah dan tidak meragukan Firman Allah, maka adalah impossible rumpian uler menyebabkan Hawa tertipu dan meragukan Firman Allah.


Anyway, JELAS biru itu BUKAN versi saya  melainkan perihal yang saya ajukan menyetarai dari apa yang sima ajukan  :D.

bersambung.
October 05, 2019, 11:00:02 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
namun Niat itu muncul bukan karena itu adalah Sifat alami manusia yang tidak percaya dan memberontak.. melainkan Niat itu muncul karena manusia tertipu dan meragukan Firman Allah
Berikut kronologika berangkat dari statement sima diatas....

SETELAH makan buah, Hawa bilang :
KARENA ada omongan uler
MAKA saya tertipu dan meragukan Firman Allah
AKIBATnya timbul niat saya melanggar perintah Tuhan (makan buah)

KALO tidak ada uler
MAKA sifat alami saya tetep percaya dan tidak meragukan perintah Tuhan
AKIBATnya, impossible timbul niat saya melanggar perintah Tuhan


Begitu kan ungu yang sima maksudkan ?

Quote
itulah mengapa kutuliskan berulang ulang, tanpa diajari berbuat dosapun, secara alami manusia akan cenderung melakukan dosa semata mata
Saya disini belon ke perihal BERBUAT, sima. Melainkan di perihal niat.

Lagian,
uler gak ada tuh ngajarin "LANGGAR aja Perintah Allah... makan itu buah, Hawa".
So... si Hawa tanpa perlu diajarin/disuruhpun, dia sendiri TERNYATA melakukan dosa.

Uler disitu kan ngasih informasi, dimana informasi itu jadinya menyebabkan ---sima bilang--- "Hawa tertipu dan MERAGUKAN Firman Allah".

Anyway, kosakata "ragu" yang sima pakai itu kan cuma pemanis doank, sima. Dengan kisahnya menceritakan Hawa melanggar Firman Allah, ya ini kan otomatis menunjukkan bhw SEBELUM Hawa makan buah SETELAH mendengar informasi si uler : Hawa TIDAK PERCAYA Firman Allah.

Tidak ada pula itu uler ngajarin :
"udehhh.. jangan percaya Firman Allah, Hawa. Percaya gue deh. Langgar aja perintah Allah".

So, tidak ada itu yang ngajarin Hawa untuk TIDAK PERCAYA versi saya, MERAGUKAN versi sima Firman Allah, kan sima.

Lagi pula sima tidak ada menjelaskan Hawa meragukan Firman Allah itu di perihal apa.

Sementara sudah saya sampaikan yang dimana penyampaian saya tsb ENTAH sima baca ato kagak, ENTAH pula sima baca tapi gak ngerti, ENTAH pula sima baca dan ngerti tapi mengabaikannya, etc. Sbb :
Berangkat dari pengetahuan saya bhw Hawa makan itu buah - maka berikut logikanya :
SETELAH mendengar informasi uler :
1. Hawa tidak percaya Allah bahwa kalo makan buah tsb maka Hawa mati.
2. Hawa percaya uler bahwa kalo makan buah tsb maka dirinya menjadi seperti Allah
3. Hawa ingin memuaskan desirenya menjadi seperti Allah walo melanggar perintah Allah

akibat:
4. Hawa melanggar perintah Allah.

TIDAK ADA itu pihak laen yg ngajarin Hawa untuk 1-2-3-4, sima.
So, begimana pula sima bilang KARENA Hawa diajarin uler utk meragukan Firman Allah MAKA barulah Hawa menjadi ragu Firman Allah - sementara padahal kisahnya itu uler memberikan informasi ke Hawa ? Begimana pula sementara padahal sima tau bhw Hawa melanggar Firman Allah tapi kosakata yang sima gunakan itu berupa "ragu" pada diri Hawa sebelum dia makan buah?

ilustrasi analogis :
Yang duluan seseorang tau, informasinya adalah : "X ini racun"
Blakangan orang ybs tau informasi lainnya : "X ini bukan racun".

oda :
Selama tidak orang ybs tidak makan X,
maka orang ybs percaya informasi yg pertama.

KALO semisalnya terjadi keraguan,
maka itu sikon terjadi "perang" di diri orang ybs, antara percaya informasi pertama yg bener ataukah informasi kedua yang bener.

KALO semisalnya orang ybs akhirnya makan X,
maka orang ybs tidak percaya informasi pertama, percaya informasi kedua.
Tidak ada itu perihal ragu di point ini.

Selanjutnya tinggal dirubah aja informasinya agar "sesuai" dgn sikon Hawa, sbb :
informasi-1 : kalo X dimakan, menyebabkan sakit perut... so ... jangan makan X.
informasi-2 : kalo X dimakan, tdk menyebabkan sakit perut melainkan menyebabkan tambah cantik.
(silahkan perhatikan bhw tidak ada itu informasi-2 ngajarin "so.... makan aja X"  ---  tidak ada pula ngajarin : "informasi-1 itu cipoa, jangan percaya")

Nah... mohon sima jawab :
setelah informasi dari uler, keraguan Hawa akan Firman Allah jadi timbul itu di perihal apa sima ?

Quote
jiwa itu harus lebih dahulu diserahkan kepada Allah
Bagaimana dengan Hawa ---yg sima bilang---  [manusia suci yang sangat sempurna] ?
SETELAH mendengar informasi uler - SEBELUM makan buah, apakah Hawa menyerahkan jiwa-nya kepada Allah ?

bersambung
October 05, 2019, 11:00:56 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Semenjak, Memakan Buah yang di Larang..
baik sudah memakannya di dalam Pikiran (Niat)
baik sudah memakannya di dalam tindakan (Eksekusi)

pada saat itulah manusia Melanggar Hukum TUhan
Membingungkan. Saya tanya aja deh :
SETELAH Hawa denger informasi uler, SEBELUM Hawa makan buah : ADA DOSA atau kagak pada diri Hawa, sima ? Dengan kata laen : SEBELUM Hawa berbuat dosa, Hawa sudah manusia berdosa duluan ato kagak setelah dia denger informasi uler, sima ?

Quote
kalau B yang bro maksud adalah: Penasaran, bertanya tanya, merenung, maka A dan B adalah Berbeda. tapi
kalau B yang br maksud adalah: Niat untuk memakan, maka A dan B adalah Sama
Nah... kronologikanya yang mana duluan sima ?

A. Ungu ada dulu, baru nongol oranye, baru nongol aksi
B. Oranye ada dulu, baru nongol ungu, baru nongol aksi

Yang A ato yang B sima ?



selanjutnya masuk ke aplikasi kisah Hawa :
Berangkat dari kalimat sima yg berupa [HAWA meragukan Firman Allah] setelah ngedenger informasi uler ....

saya bertanya :
1. [HAWA meragukan Firman Allah]  ini yang point ungu ataukah yg point oranye, sima ?

2. Point yg mana duluan ?
X. point ketipu dulu - barulah point ragu Firman Allah
Y. point ragu Firman Allah dulu - barulah point ketipu

Yang X :
KARENA ketipu
MAKA jadinya ragu Firman Allah

Yang Y :
KARENA ragu Firman Allah
MAKA jadinya ketipu



selanjutnya masuk ke kalimat sima yg lain, sbb :
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

Quote
melalui percakapan dan penipuan akhirnya barulah Timbul Niat untuk memakan buah yang dilarang itu
Sekali lagi saya ulang statement saya berangkat dari dua quote diatas :
Jadi..... SEBELUM melakukan aksi dosa, Hawa udah duluan sebagai manusia yang berdosa.

Mohon jangan lagi suka aneh aneh, kebiasaan hobi buru2 nge-judge di-aplikasikan, sima  :D.
Dengan kata laen, jangan lagi berangkat dari kalimat ijo saya tsb, sima nge-judge "si oda bilang bahwa SAAT baru saja Hawa ada di Eden, Hawa adalah manusia yang berdosa."


Jelas ya sima.
Nah... pabila sudah jelas, sekarang saya tanya :
statement ijo saya itu BENER ato kagak ?
statement ijo saya selaras ato kagak dgn statement2 sima pada dua quote sima diatas ?




Sebagai Tambahan,,
Mari kita merenungkan Perkataan Tuhan Yesus Kristus berikut ini:

Mat 5:28   
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Kembali lagi saya tanyakan :

SETELAH dapet informasi dari uler
SEBELUM melakukan aksi melanggar Perintah Tuhan,
Hawa itu sudah berupa manusia yang berdosa duluan ato kagak, sima ?

Kenapa berkali kali saya tanyakan, ya karena berangkat dari kalimat sima dibawah ini :
Quote
inilah keadaan kita setelah jatuh dalam dosa
  di pov saya, pov versi sima itu kayak gini :
  • inilah keadaan manusia (termasuk Hawa) SETELAH Hawa melakukan AKSI dosa, makan buah (melanggar perintah Tuhan).
So, saya tanyakan dulu aja deh :
kalimat diatas dari saya tsb ---yg saya bilang bhw itulah pov versi sima--- bener ato salah ?
Mohon jawabannya : "BENER oda"....  atau "SALAH oda".

Tidak bersambung lagi :D
October 05, 2019, 11:14:40 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Keinginan yg dibuahi dgn perbuatan menjadi dosa
So, SEBELUM Hawa makan buah - SETELAH Hawa denger informasi iblis : ada keinginan pada diri Hawa.

Nah, pertanyaannya :
Berupa apa itu keinginan Hawa ?

informasi dari rita :
Quote
KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH
SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan Hawa menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?

sementara itu, informasi dari sima :
Quote
oleh bujukan Iblis, manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

So, kalo dirangkai ... kalimatnya jadi begini :
  • oleh bujukan Iblis, manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan SEPERTI ALLAH
Pertanyaan-nya sama :
SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan/Niat Hawa untuk memuaskan desire-nya menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?

Quote
itulah Dosa
tulisan sima menjawab : Ya, itu dosa.

Saya baru ngeh, kosakata "desire" ada vocab-nya di bahasa indo ---> hasrat.
SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan/Niat Hawa untuk memuaskan hasrat-nya menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?
« Last Edit: October 05, 2019, 11:20:11 PM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)