Author Topic: Apa maksud dari kosakata "dosa" ? Satu meaning ? ataukah lebih dari satu ?  (Read 1144 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 06, 2019, 05:57:39 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1093
  • Denominasi: Protestan
So, SEBELUM Hawa makan buah - SETELAH Hawa denger informasi iblis : ada keinginan pada diri Hawa.

Nah, pertanyaannya :
Berupa apa itu keinginan Hawa ?

informasi dari rita : SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan Hawa menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?

sementara itu, informasi dari sima :
So, kalo dirangkai ... kalimatnya jadi begini :
  • oleh bujukan Iblis, manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan SEPERTI ALLAH
Pertanyaan-nya sama :
SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan/Niat Hawa untuk memuaskan desire-nya menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?
tulisan sima menjawab : Ya, itu dosa.

Saya baru ngeh, kosakata "desire" ada vocab-nya di bahasa indo ---> hasrat.
SEBELUM point makan buah - SETELAH point denger informasi uler, di point [Keinginan/Niat Hawa untuk memuaskan hasrat-nya menjadi seperti Allah] ---> apakah di point ini Hawa adalah manusia berdosa ?

Alkitab mengatakan Hawa berdosa setelah makan buah itu bukan sebelumnya,sebab kondisi Hawa Netral belum pernah berdosa sebelumnya. Kalau pd kondisi itu niat saja sudah dosa mungkin dosa Hawa dan Adam sudah berjibun dosanya krn logikanya setiap hari pasti ada keinginan makan buah itu setiap lihat,tapi Scriptura tidak mengatakan demikian.
October 08, 2019, 10:44:07 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Tentu saya BERANI, sima.
Wong jelas2 kisahnya menceritakan Hawa melanggar Hukum Tuhan tsb, koooook.  :D 

dan memang itulah definisi dosa, Dosa adalah: Melanggar Hukum Allah.
kalau hukum Tuhan tidak dilanggar, tidak Dosa..
jadi tidak perlu bro @odading menghabiskan energi dan waktu untuk memaksakan bahwa Adam secara alami berdosa dan memiliki niat yang jahat dihatinya untuk melanggar hukum Allah..

 
Quote
Jadi gak perlu ada catetan terbaca, karena sbb ini adalah logika yang bener, SETELAH perkataan uler :

KARENA
Ada niat Hawa melanggar Hukum Tuhan
MAKA
Hawa melanggar Hukum Tuhan

KALAU
Hawa tidak ada niat sama sekali melanggar Hukum Tuhan
MAKA
tidak ada terjadi aksi Hawa melanggar Hukum Tuhan.

nah, thu bro @oda ngulang lagi..

Quote
versi saya thdp kalimat "secara alamiah" :
Adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb TANPA perlu adanya perkataan uler.
Adalah alamiah Hawa berniat melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler.

hehe, kalimat yang sangaat membingungkan, pilih salah satu dong bro, mantapkan dulu posisi bro @odading, bro@odading di Paham yang mana..
1. Adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb TANPA perlu adanya perkataan uler. ? atau
2. Adalah alamiah Hawa berniat melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler. ?

1 atau 2.. ??

Quote
Nah sekarang saya tanya balik ke sima :

SETELAH uler berkata Sekali-kali kamu tidak akan mati, malah pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah SEBELUM Hawa makan buah, timbul niat Hawa untuk makan buah, melanggar Hukum Tuhan ato kagak ?

mohon dijawab yah sima  :azn:

bersambung.

mohon maaf bro, sebenarnya masih agak kurang kutangkap maksud penjelasan bro diatas, makanya banyak yang ku cut, cut.., tapi meskipun demikian kucoba memberi penjelasan berdasarkan penangkapanku kepada maksud pertanyaan bro diatas ini..

jadi begini,,
Allah adalah Kasih..
Allah yang adalah Kasih ini, menciptakan Manusia yang Segambar dengan Dia di dalam Kasih..
Mengasihi TUhan, Mengasihi Sesama dan Mengasihi Segala Makhluk..

Tuhan Allah juga menciptakan binatang binatang yang dalam hal mental, pikiran, imajinasi, daya nalar, lebih rendah dari manusia, tapi meskipun lebih rendah dari manusia, binatang binatang itu juga dipernuhi oleh Kasih Tuhan,
binatang binatang saling mengasihi, mencintai manusia.

binatang binatang tidak dapat mengenal dan dan tidak dapat menyembah Tuhan karena memang Pikiran binatang tidak diciptakan untuk itu, semua binatang binatang itu takluk dan berada dibawah kuasa Adam yang penuh Kasih TUhan, dan Adam dan Hawa mengasihi binatang binatang itu juga dan memelihara seisi taman eden..

Harmonis, Perfeck, seirama, tidak ada nada sumbang, segala makhluk saling memberkati, saling menguntungkan, tidak ada yang berbuat Jahat di Gunung Kudus Allah..
Yes 65:25   
Serigala dan anak domba   akan bersama-sama makan rumput  , singa akan makan jerami seperti lembu   dan ular   akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku  yang kudus," Firman Tuhan.

begitu juga dengan cuaca, tidak ada Kutub Es, tidak ada Padang Gurun, tidak ada daerah Gersang, semua daratan di muka bumi ini Subur, dan tidak ada tanaman tanaman yang merusak kehidupan,,

tidak ada niat untuk saling berkompetisi, menjadi lebih baik, lebih unggul, tidak ada persaingan..
inilah keadaan mula mula Bumi kita ini, beserta segala isinya..
semua makhluk saling memberkati, saling menguntungkan, dan tidak ada yang merugikan,,

semuanya puas atas karunia karunia Tuhan..


bersambung..
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 08, 2019, 11:38:10 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Mohon jelaskan ke saya time-frame kosakata "sebelum" pada kalimat di quote atas, sima.

Saya minta penjelasan sima, ya karena :
1. orang orang hobi menerapkan time-frame sekena-kenanya.
2. kosakata "sebelum" di pov saya pengertiannya bisa banyak.

boleh bro baca di postinganku sebelumnya bahwa:
Di Gunung Kudus Allah, semua Makhluk Mengasihi,
tidak ada Niat untuk bersaing, menjatuhkan lawan, permusuhan, persaingan, iri hati, dengki, tidak puas, benci,
semua makhluk di Penuhi Kasih, Semua Makhluk Hidup untuk melayani, tidak untuk dilayani..

Quote
Jam 6 ketika Hawa ngeliat buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian = SEBELUM makan buah[/sub]

ini kalimat yang asyik untuk didiskusikan,,
Tuhan Pencipta Kita itu Luar Biasa,, bagaimana cara kerja Otak Kita ini sangat rumit, Dahsyat dan Hebat..
intinya adalah: Manusia di Rancang Tuhan untuk Bahagia.. Amin !!!

1. dapat merenung,
2. berimajinasi,
3. merencanakan,
4. merancang,
5. membuat program
6. membuat strategi,
7. memiliki Visi
8. bermeditasi
9. dan mewujudkan renungan, imajinasi, rancangan, program, strategi, visi tersebut..

hal hal diatas ini adalah: "SEMUA BERADA DI BAWAH KENDALI PIKIRAN"

selain hal hal diatas ini Pikiran manusia dimungkinkan untuk:
1. terlintas keinginan,
2. kerinduan kerinduan
3. hayalan hayalan
4. terbersit harapan harapan,
5. dll..

hal hal ini terkadang tidak berada dibawah Kuasa Pikiran, tapi berupa keinginan yang terlintas, atau mondar mandir dipikiran, yang datang dan pergi,, Pikiran kita dimungkinkan untuk menangkap keinginan yang lalu lalang itu  dan mewujudkannya lewat Pikiran, merumuskan dan mengeksekusi dalam tindakan.. dan pikiran kita dirancang pula dimampukan pula untuk mengabaikan hayalan hayalan itu..

hayalan hayalan yang mondar mandir ini, sangat dipengaruhi ooleh apa yang dilihat dan apa yang didengar di sekitar kita, dan tanpa proses penyaringan pikiran,
misalkan:
*. lihat iklan
*. dengar musik,
*. cium aroma masakan,
*. melihat orang bermesraan,
*. melihat orang Kaya,
*. nada suara atau intonasi suara
*. pokoknya segala sesuatu disekitar kita, yang masuk melalui indra pendengaran, penciuman, penglihatan, segala sesuatu disekitar kita akan tersimpan di dalam memori, entah kita menyukainya atau tidak menyukainya..

hayalan hayalan itu dapat mempengaruhi Perasaan maupun Pikiran kita..TAPI yang memutuskan untuk mengikuti Hayalan itu, atau mengabaiakan hayalan itu, atau mengelola hayalan itu dan mewujudkannya adalah "JIWA" Jiwa adalah Tuan Sang Pemegang Kendali kepada hayalan hayalan iitu..

bila Jiwa tidak pernah melatih Pikiran atau Perasaan-nya lewat "Kuasa Kemauan/Free Will", maka jiwa itu akan lumpuh, Jiwa itu tertidur, semua peristiwa terjadi di dalam kehidupannya, terjadi begitu saja, mengatakan bahwa semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa,  tidak punya tujuan hidup, tidak punya arah, akan dikendalikan oleh arus dunia yang hebat ini menuju kepada kebinasaan..

hayalan hayalan, keinginan keinginan yang lalu lalang di pikiran, kerinduan kerinduan, bukanlah Dosa..
seperti Yusuf di rumah Istri Potifar yang digoda oleh Wanita Cantik dan Seksi, tapi Dia Yusuf oleh Karena Takut akan Tuhan ada di hati-Nya, Jiwa-nya adalah Hamba kepada Tuhan, dan Pikiran-nya adalah hamba kepada Jiwa-nya, dan Perasaan perasaannya adalah Hamba kepada Pikirannya, maka hayalan hayalan yang nggak benar dikalahkan..

begitu pula sebaliknya, keinginan keinginan yang lalu lalang dipikiran, kerinduan kerinduan yang baik contoh: memberi makan seluruh orang miskin di dunia ini, hayalan tidak ada dosa di dunia ini, bukanlah satu Perbuatan Yang Benar..

sikap kita selanjutnya lah yang menentukan apakah hayalan yang baik dan jahat itu menjadi Niat Jahat atau menjadi Niat baik dan akhirnya menjadi Perbuatan Baik atau perbuatan Jahat..

Yakobus 1
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,  karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa

salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 08, 2019, 12:16:49 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist

Tidak ada pula itu uler ngajarin :
"udehhh.. jangan percaya Firman Allah, Hawa. Percaya gue deh. Langgar aja perintah Allah".

cut..
SETELAH mendengar informasi uler :
1. Hawa tidak percaya Allah bahwa kalo makan buah tsb maka Hawa mati.
2. Hawa percaya uler bahwa kalo makan buah tsb maka dirinya menjadi seperti Allah
3. Hawa ingin memuaskan desirenya menjadi seperti Allah walo melanggar perintah Allah

akibat:
4. Hawa melanggar perintah Allah.

TIDAK ADA itu pihak laen yg ngajarin Hawa untuk 1-2-3-4, sima.


mari lebih jeli lagi bro.. perhatikan apa kata Iblis..
Kejadian 3:8  "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman  ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Iblis memulai perkataan ini dengan 1 Kalimat Bohong dan Fitnah..
Iblis berkata Bahwa Allah berkata: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya,,

dari kalimat itu saya sangat meyakini bahwa Iblis adalah Makhluk yang sangat cerdas dan tahu betul Ilmu Psikologi,.
tentu kalimat itu sangat mudah dibantah oleh Hawa, tapi meskipun mudah dibantah, melalui kalimat yang sederhana itu menjadi jalan bagi Iblis untuk melanjutkan Penipuan-nya,

perhatikan ayat selanjutnya:
Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan  itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati.

di dalam kecerdikannya Iblis berkata bahwa Adam tidak akan mati, Hawa tidak mengetahui apa itu artinya mati, sebab Adam dan Hawa adalah Makhluk Kekal diciptakan oleh Tuhan, Adam dan Hawa diciptakan Tuhan untuk hidup selama lamanya, kalimat ini dbuat untuk mengacaukan dan membingungkan pikiran, setan mengucapkan kalimat yang tidak pihami oleh Hawa..

dan selanjutnya kalimat Pamungkas diucapkan oleh Iblis:
Kejadian 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

dan akhirnya:
Yak 1:15   
Keinginan itu dibuahi, dan manusia berdosa..

Kata-kata Setan, “Matamu akan terbuka,” terbukti benar hanya dalam hal ini saja: Setelah Adam dan Hawa tidak menurut kepada Allah, mata mereka terbuka untuk melihat kebodohan mereka; mereka sekarang mengenal kejahatan dan mereka mengecap buah-buah pelanggaran.

Bro @odading..
Iblis adalah Pembohong, Penipu, Pemfitnah, Penyesat, semua perkataan Iblis tidak ada yang benar, perkataan Iblis yang benar hanya dalam hal ini saja:
“Matamu akan terbuka,” perkataan ini terbukti benar hanya dalam hal ini saja: Setelah Adam dan Hawa tidak menurut kepada Allah, mata mereka terbuka untuk melihat kebodohan mereka; mereka sekarang mengenal kejahatan dan mereka mengecap buah-buah pelanggaran.

Dosa membuat Manusia tidak mirip Tuhan..
Dosa membuat Manusia menjadi Mirip Setan, yaitu berbohong, menipu, memfitnah, menyesat, iri, dst..

salam
TYM
« Last Edit: October 08, 2019, 12:24:43 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 08, 2019, 12:55:14 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2766
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
saya bertanya :
1. [HAWA meragukan Firman Allah]  ini yang point ungu ataukah yg point oranye, sima ?

2. Point yg mana duluan ?
X. point ketipu dulu - barulah point ragu Firman Allah
Y. point ragu Firman Allah dulu - barulah point ketipu



Kehidupan Adam dan Hawa di Taman Eden, adalah Kehidupan Yang Aktif dan Menggembirakan,
Kehidupan Nenek Moyang kita itu, sangat sibuk, giat, aktif dan menyenangkan,

dengan kehidupan mereka yang aktif, asyik dan menyenangkan itu, sebenarnya tidak ada waktu untuk memikirkan yang Ungu atau Orange

sebenarnya para Malaikat Tuhan, sudah mengamarkan Hawa agar jangan memisahkan diri dari suaminya, dan sudah mengamarkan pula supaya berjaga jaga dan berawas awas kepada Musuh yang sudah memberontak di Surga itu..

referensi Buku berikut ini semoga menambah Informasi yang berguna: https://m.egwwritings.org/id/book/11724.148#161
bersama-sama dengan suaminya ia (Hawa) berada dalam bahaya pencobaan yang lebih kecil daripada kalau ia berjalan sendirian. Tetapi sedang asyik dalam tugas yang menyenangkan itu, dengan tidak sadar ia telah meninggalkan suaminya. Pada waktu ia menyadari bahwa ia sendirian ia merasakan adanya bahaya, tetapi sambil mengusir rasa takutnya itu, ia merasa bahwa ia mempunyai akal budi dan kekuatan yang cukup untuk mengetahui serta menolak yang jahat.
Dengan tidak mengindahkan amaran-amaran malaikat-malaikat segera ia mendapati dirinya sedang melihat-lihat pohon yang dilarang itu dengan perasaan ingin tahu bercampur dengan rasa kekagumannya. Buahnya memang indah sekali, dan ia bertanya-tanya dalam dirinya mengapa Tuhan telah menahan buah ini dari mereka.
Sekarang adalah kesempatan untuk sipenggoda itu. Seakanakan mengetahui apa yang sedang dipikir-pikirkan oleh Hawa, ia (si Penggoda itu) berkata kepada perempuan itu: “Barangkali Firman Tuhan begini: jangan kamu makan buah-buah segala pohon yang ada di dalam taman ini?” Hawa merasa heran dan terkejut karena seolah-olah ia dapat mendengar gema dari pikirannya. Tetapi ular itu meneruskan, dengan suatu suara yang merdu, memberikan pujian akan kecantikannya; dan kata-katanya bukanlah sesuatu yang tidak menyenangkan. Gantinya lari dari tempat itu ia tetap berdiri di sana sambil mengagumi seekor ular yang dapat berkata-kata. Kalau saja ia telah disapa oleh suatu mahluk seperti malaikat-malaikat, rasa takutnya akan bangkit; tetapi ia tidak pernah memikirkan bahwa ular yang indah itu dapat dijadikan sebagai satu alat musuh yang sudah jatuh ke dalam dosa.

untuk selengkapnya bro dapat melanjutkan baca di buku itu:
kira kira beginilah inti yang hendak kusampikan:
ada rasa penasaran di hati Hawa, bertanya tanya mengenai pohon itu, mengapa Pohon itu dilarang mereka makan.. ??

kalau bro baca kalimatku di awal ketika kutanggapi tulisan bro @odading, maka bro @odading akan menemukan tulisanku yang bertulis seperti ini: Rasa Ingin Tahu, Bertanya tanya, Penasaran, bukanlah Dosa, Otak kita memang di rancang Tuhan untuk dapat seperti itu,,

dalam peristiwa itu: disaat yang sama, Hawa juga terpana (terhipnotis) melihat keindahan ular, suatu makhlukk yang dapat bersuara dan berbicara seperti manusia, kembali buku tersebut menuliskan: https://m.egwwritings.org/id/book/11724.148#165
Sambil memakan buah pohon itu, ia mengatakan, bahwa mereka akan tiba kepada suatu keadaan hidup yang lebih mulia dan memasuki satu bidang pengetahuan yang lebih luas lagi. Ia sendiri telah memakan buah yang dilarang itu dan sebagai akibatnya, ia telah memperoleh kesanggupan untuk berkata-kata. Dan ia telah menghasutnya sambil mengatakan bahwa Tuhan didorong oleh rasa cemburu telah menahan buah ini dari mereka, agar jangan mereka itu menjadi setara dengan diriNya. Adalah disebabkan olehkarena khasiatnya yang ajaib, yang dapat memberikan hikmat dan kuasa, sehingga Ia telah melarang mereka untuk mengecap bahkan menjamahnya. Sipenggoda itu menjelaskan bahwa amaran ilahi itu tidak akan menjadi satu kenyataan; itu hanya sekedar menakut-nakuti mereka. Bagaimana mungkin mereka itu akan mati? Bukankah mereka sudah memakan buah pohon alhayat? Tuhan sedang berusaha mencegah mereka jangan tiba kepada satu keadaan yang lebih mulia dan memperoleh kebahagiaan yang lebih besar.

sambil memakani buah itu, iblis melalui Ular berkata: bahwa karena khasiat buah itulah mengapa Ular bisa berbicara,..

dan singkat cerita:
Hawa Tertipu dan melanggar..

Salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 14, 2019, 11:18:24 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
dan memang itulah definisi dosa, Dosa adalah: Melanggar Hukum Allah.
Nah, yang saya tanyakan adalah sbb :

SETELAH Hawa mendengar berita dari uler
SEBELUM Hawa makan buah
Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut

Sikon di point oranye itu dosa ato kagak, sima ?

Quote
jadi tidak perlu bro @odading menghabiskan energi dan waktu untuk memaksakan bahwa Adam secara alami berdosa
Sejuta kali sudah saya kasi tau, bahwa disini saya nggak lagi bilang bahwa Hawa sewaktu PAS diciptakan itu berdosa. Sementara Rita hanya cukup sekali saya kasi tau langsung nangkep, begimana pula ini sima terus2an aja mengulang : "si oda bilang Allah menciptakan Hawa berdosa" ?.

Coba mohon sima baca kalimat keluaran saya ini sejuta kali :
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.
Hawa secara alami BISA BERDOSA.


Dengan kata laen, yang saya ajukan adalah :
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA
Tuhan menciptakan Hawa dalam keadaan BISA BERDOSA


Mohon baca juga itu kalimat pengajuan saya diatas sejuta kali ya, sima  :D

Saya anggap sima tidak mengerti kalimat sama yang terulang 7X tsb.

Saya jelaskan secara sbb :
Kalimat saya yang sama yang terulang 7X tsb tsb mempunyai "nilai" antara YA dan TIDAK. So...
Jika YA, katakan : YA, Hawa secara alamiah BISA berdosa.
Jika TIDAK, katakan : TIDAK, Hawa secara alamiah TIDAK BISA berdosa.

Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

bersambung.
October 14, 2019, 11:21:20 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
kalimat yang sangaat membingungkan, pilih salah satu dong bro, mantapkan dulu posisi bro @odading, bro@odading di Paham yang mana..
1. Adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb TANPA perlu adanya perkataan uler. ? atau
2. Adalah alamiah Hawa berniat melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler. ?

1 atau 2.. ??
Dua dua-nya, sima.

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu BAIK untuk dimakan dan sedap kelihatannya

oda:
so.... tidak diperlukan uler, berdasarkan bacaan bisa diketahui bahwa dengan melihat buah tsb, Hawa bisa mempunyai pikiran yang sudah bertentangan dengan apa yang telah Allah katakan.

Dari apa yang telah Allah katakan, maka kesimpulannya :
buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan

Dari apa yang Hawa lihat :
buah pohon itu BAIK untuk dimakan

So...
1. Tidak ada uler, maka adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb.

APABILA informasi terbaca-nya berupa :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya

MAKA oda:
tidak ada uler, adalah alamiah Hawa TIDAK berniat makan buah tsb

.
.
.

Informasi uler :
Sekali-kali kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi seperti Allah

oda:
dengan adanya informasi uler, yang ada di diri Hawa SELAIN buah pohon itu BAIK untuk dimakan NAMBAH dengan lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

So,
2. Adalah alamiah Hawa berniat melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler.

APABILA informasi terbaca-nya berupa :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya lagipula pohon itu TIDAK menarik hati karena memberi kematian

MAKA oda:
adalah alamiah Hawa TIDAK berniat melanggar Perintah Tuhan WALAU ada perkataan uler yang berupa Sekali-kali kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi seperti Allah
October 14, 2019, 11:36:11 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
mohon maaf bro
Tidak ada yang perlu dimaafkan, sima.

Coba sampe diatas itu aja dulu pemaparan saya.
Lalu ajukan ketidak-setujuan sima thdp paparan saya tsb SESUAI DENGAN ALUR yang saya paparkan. Sbb :



berangkat dari informasi terbaca :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

saya bilang :
1. tanpa uler, adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb

so, kalo sima tidak setuju nomor-1 saya, maka  berangkat dari informasi terbaca tsb artinya sima bilang kayak gini : tanpa uler, adalah alamiah Hawa TIDAK berniat makan buah tsb

However, saya tidak meminta penjelasan sima thdp kalimat pink dari sima, yang saya minta adalah TUNJUKKAN dimana kesalahan-nya thdp yang saya ajukan berupa :

Quote
berangkat dari informasi terbaca :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya

saya bilang :
tanpa uler, adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb

dimana selanjutnya saya ajukan argumen tambahan berupa :

APABILA informasi terbaca-nya berupa :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya
MAKA oda:
tidak ada uler, adalah alamiah Hawa TIDAK berniat makan buah tsb

oda bilang :
tanpa uler, adalah alamiah Hawa berniat makan buah tsb

sima tanya :
dari mana dirimu bisa nyampe ke kesimpulan spt coklat oda ?

oda jawab :
KARENA informasi terbacanya Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya BUKAN berupa Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya

sima tidak sependapat dgn jawaban saya kan ?
Nah... tunjukkan dimana itu kesalahan-nya dari apa yg saya ajukan.




berangkat dari informasi terbaca :
Sekali-kali kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi seperti Allah
Dimana informasi selanjutnya mengenai Hawa : lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

saya bilang :
2. Adalah alamiah Hawa BERNIAT melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler

so, kalo sima tidak setuju nomor-2 saya, maka  berangkat dari informasi terbaca tsb artinya sima bilang kayak gini : adalah alamiah Hawa TIDAK BERNIAT melanggar perintah Tuhan KARENA ada perkataan uler

However, saya tidak meminta penjelasan sima thdp kalimat pink dari sima, yang saya minta adalah TUNJUKKAN dimana kesalahan-nya thdp yang saya ajukan berupa :

Quote
berangkat dari informasi terbaca :
Sekali-kali kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi seperti Allah
Dimana informasi selanjutnya mengenai Hawa : lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian

saya bilang :
2. Adalah alamiah Hawa BERNIAT melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler

dimana selanjutnya saya ajukan argumen tambahan berupa :

APABILA informasi terbaca-nya berupa :
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya lagipula pohon itu TIDAK menarik hati karena memberi kematian
MAKA oda:
adalah alamiah Hawa TIDAK berniat melanggar Perintah Tuhan WALAU ada perkataan uler yang berupa Sekali-kali kamu tidak akan mati, kamu akan menjadi seperti Allah



oda bilang :
Adalah alamiah Hawa BERNIAT melanggar Perintah Tuhan KARENA ADA perkataan uler

sima tanya :
dari mana dirimu bisa nyampe ke kesimpulan spt coklat oda ?

oda jawab :
KARENA informasi terbacanya bilang bhw di diri Hawa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian BUKAN berupa Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu TIDAK BAIK untuk dimakan dan bikin mao muntah kelihatannya,  lagipula pohon itu TIDAK menarik hati karena memberi kematian

sima tidak sependapat dgn jawaban saya kan ?
Nah... tunjukkan dimana itu kesalahan-nya dari apa yg saya ajukan.
October 14, 2019, 12:43:33 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Harmonis, Perfeck, seirama, tidak ada nada sumbang, segala makhluk saling memberkati, saling menguntungkan, tidak ada yang berbuat Jahat di Gunung Kudus Allah.
Sima, sudah sejuta kali saya bilang bahwa disini saya tidak sedang membicarakan [keadaan KETIKA semuanya pas baru jadi/diciptakan], sima.


Quote
tidak ada niat untuk saling berkompetisi, menjadi lebih baik, lebih unggul, tidak ada persaingan.
inilah keadaan mula mula Bumi kita ini, beserta segala isinya.
Yang ke sejuta-satu kalinya, saya disini tidak sedang ngomongin [keadaan mula mula pas baru jadi/diciptakan], sima.

Yang sedang saya ajukan adalah :
POTENSI ---> Secara alamiah Hawa BISA BERDOSA
dengan kata laen ---> Hawa diciptakan Allah dengan posibilitas BISA BERDOSA.

So... berangkat dgn posibilitas tsb, taroh kata [Hawa seumur hidupnya sejak mula mula sampai beranak pinak TIDAK PERNAH BERDOSA] ---> ini tidak sertamerta kesimpulan kronologika yang ditarik berupa :

karena
sejak mula mula sampai beranak cucu Hawa TIDAK PERNAH BERDOSA

maka
anak cucu Hawa TIDAK AKAN PERNAH BERDOSA

oda:
karena WALO [sejak mula mula sampai beranak cucu Hawa TIDAK PERNAH BERDOSA], anak cucu-nya tetep didalam posibilitas BISA BERDOSA.

So... dengan kata lain :
Bahkan [di AWAL mula mula Hawa diciptakan, di AWAL keberadaan Hawa di Eden yang dalam keadaan TIDAK BERDOSA tsb] ---> ini bukan jaminan bahwa SELAMANYA ... in the future times Hawa tidak akan pernah berdosa. In the future times .... mungkin iya Hawa akan pernah berdosa, mungkin juga Hawa tidak akan pernah berdosa.

So... otomatis pengajuan sima yang berupa [BUKTInya di awal awal Hawa TIDAK BERNIAT melanggar perintah Allah (Kej 3:3)] ditinjau dari apa yang versi saya ajukan, pengajuan ijo sima tsb KOPONG.

Berangkat dari ijo, sima melanjutkannya spt sbb :
KARENA ijo, dengan demikian setelah Hawa dapet informasi uler - sebelum Hawa makan buah, Hawa TIDAK BERNIAT melanggar perintah Allah.

Makanya saya ajukan :
Niat ---> bisa tadi ada blakangan gak ada, bisa tadi gak ada blakangan ada.

sima respond:
Oh... yang oda bilang spt coklat itu barulah terjadi SETELAH Hawa melanggar perintah Allah.
Setelah Hawa melanggar perintah Allah, barulah Niat ---> bisa tadi ada blakangan gak ada, bisa tadi gak ada blakangan ada.

sima lanjut:
SEBELUM Hawa melanggar perintah Allah (aksi makan buah) - SETELAH Hawa mendengar informasi uler ---> Hawa TIDAK BERNIAT melanggar perintah Allah. Dengan demikian, SEBELUM Hawa beraksi makan buah SETELAH Hawa mendengar informasi uler, Hawa TIDAK BERDOSA.

However dilain sisi, sima mengajukan :
Quote
manusia itu tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hati tersebut..

itulah Dosa

bersambung
« Last Edit: October 14, 2019, 11:58:34 PM by odading »
October 14, 2019, 12:44:03 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
oda :
Jadi mau-nya sima itu menyampaikan APAAAAAAAAAA ????????


SETELAH Hawa dapet informasi uler - SEBELUM Hawa melanggar perintah Allah :

A.
Hawa TIDAK BERDOSA
KARENA
Hawa TIDAK BERNIAT melanggar perintah (aksi makan buah)


B. Hawa BERDOSA
KARENA
Hawa BERNIAT melanggar perintah (aksi makan buah)



rita bilang :
Quote
karena KEINGINAN MEREKA INGIN SEPERTI ALLAH

berangkat dari tulisan Rita, saya bikin kronologikanya kayak sbb :

KARENA
Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hatinya menjadi seperti Allah tsb

MAKA
Hawa melanggar perintah Allah


Nah... yang saya tanyakan itu BUKAN
di point [maka] ---> dosa ato kagak ?

melainkan
di point [karena] ---> dosa ato kagak ?

Apabila sima jawab :
Ya... di point [karena] ---> itu dosa

maka saya bilang :
dengan demikian SEBELUM Hawa melanggar perintah Allah (aksi makan buah), Hawa sudah duluan BERDOSA.

so, jangan lagi aneh aneh sima respond berupa :
oh... tidak begitu oda. PADA MULA MULAnya Hawa TIDAK BERDOSA.

KARENA
saya tidak sedang ngomongin KETIKA PADA MULA2-nya Hawa berada di Eden.
Saya juga tidak sedang ngomongon KETIKA Hawa menjawab uler spt di Kej 3:3.
Yang saya sedang omongin itu adalah [event/point diantara SETELAH Hawa dapet informasi uler SEBELUM Hawa melanggar perintah !] dimana kronologikanya adalah yang saya ajukan sbg kronologika thdp yang Rita ajukan. Sbb :
Quote
KARENA
Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hatinya menjadi seperti Allah tsb

MAKA
Hawa melanggar perintah Allah
Dengan kata lain, di point [karena] tsb Hawa sudah duluan berdosa SEBELUM point [maka].



Kembali lagi saya ulang....

saya tanya ke sima :
sima, terhadap kronologika saya sbb :
Quote
KARENA
Hawa tunduk dibawah perasaan dan disaat yang sama, pikiran menjadi hamba kepada perasaan dan hukum Allah dikesampingkan dan dilupakan untuk memuaskan keinginan keinginan hatinya menjadi seperti Allah tsb

MAKA
Hawa melanggar perintah Allah
sima sependapat gak dgn kronologika saya di quote atas ?

Jika YA, katakan :
YA, saya sependapat bahwa [KARENA Hawa oranye MAKA Hawa melanggar perintah].

Jika TIDAK, katakan :
TIDAK, saya tidak sependapat bahwa [KARENA Hawa oranye MAKA Hawa melanggar perintah].

Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
« Last Edit: October 15, 2019, 12:02:32 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)