Author Topic: Bolehkah kita mengaminkan ramalan?  (Read 538 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 08, 2019, 07:33:09 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Saya membaca di sebuah akun medsos tentang sebuah ramalan tarot (maaf, saya tidak bisa sebutkan lengkapnya). Karena isi ramalannya baik, banyak komentar yang mengaminkan ramalan tersebut bahkan ada yang menyebut nama Tuhan. Tapi ada juga yang tidak setuju dan menganggapnya musyrik (dosa). Yang pro mengatakan tidak apa-apa, yang penting mereka tetap berdoa pada Tuhannya masing-masing. Toh mereka tidak langsung mempercayai ramalan tapi menjadikannya sebagai penyemangat dan doa yang baik. Yang kontra mengatakan bahwa  bermain dengan ramalan sama dengan menyekutukan Tuhan, tidak peduli ramalan itu baik atau buruk.

Nah, kalian setuju dengan yang mana?

Saya pribadi setuju dengan yang kontra, karena bagaimanapun kita harus menjaga iman kita di hadapan Tuhan, tidak boleh bermain dengan ramalan apalagi mendoakannya supaya terjadi.


Sebagai orang Kristen yang taat, meyakini dan membawa ramalan dalam doa sama dengan men "join" kan Tuhan Yesus dengan peramal macam Ki Joko Bodo dan Beby Djenar. Jika sampai apa yang diramalkan itu terjadi, bisa-bisa kita akan mempercayai bahwa peramal itu akurat.


Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5 : 8)

Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.(Imamat 19 : 31)
December 09, 2019, 12:12:02 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9629
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
semua yang baik dari tarot itu ada di Firman Tuhan
so langsung aja sih dari sumbernya
December 15, 2019, 01:37:10 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 662
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Saya membaca di sebuah akun medsos tentang sebuah ramalan tarot (maaf, saya tidak bisa sebutkan lengkapnya). Karena isi ramalannya baik, banyak komentar yang mengaminkan ramalan tersebut bahkan ada yang menyebut nama Tuhan. Tapi ada juga yang tidak setuju dan menganggapnya musyrik (dosa). Yang pro mengatakan tidak apa-apa, yang penting mereka tetap berdoa pada Tuhannya masing-masing. Toh mereka tidak langsung mempercayai ramalan tapi menjadikannya sebagai penyemangat dan doa yang baik. Yang kontra mengatakan bahwa  bermain dengan ramalan sama dengan menyekutukan Tuhan, tidak peduli ramalan itu baik atau buruk.

Nah, kalian setuju dengan yang mana?

Saya pribadi setuju dengan yang kontra, karena bagaimanapun kita harus menjaga iman kita di hadapan Tuhan, tidak boleh bermain dengan ramalan apalagi mendoakannya supaya terjadi.


Sebagai orang Kristen yang taat, meyakini dan membawa ramalan dalam doa sama dengan men "join" kan Tuhan Yesus dengan peramal macam Ki Joko Bodo dan Beby Djenar. Jika sampai apa yang diramalkan itu terjadi, bisa-bisa kita akan mempercayai bahwa peramal itu akurat.


Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5 : 8)

Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.(Imamat 19 : 31)

Tuhan punya rencana atas hidup manusia, iblis juga punya.

RAMALAN2 Tarot, medium2 kesurupan, semuanya adalah pengungkapan rencana kegelapan atas kehidupan manusia, bagi yg percaya iblis akan sangat senang dan jangan heran bila terjadi.


January 07, 2020, 01:49:56 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Saya membaca di sebuah akun medsos tentang sebuah ramalan tarot (maaf, saya tidak bisa sebutkan lengkapnya). Karena isi ramalannya baik, banyak komentar yang mengaminkan ramalan tersebut bahkan ada yang menyebut nama Tuhan. Tapi ada juga yang tidak setuju dan menganggapnya musyrik (dosa). Yang pro mengatakan tidak apa-apa, yang penting mereka tetap berdoa pada Tuhannya masing-masing. Toh mereka tidak langsung mempercayai ramalan tapi menjadikannya sebagai penyemangat dan doa yang baik. Yang kontra mengatakan bahwa  bermain dengan ramalan sama dengan menyekutukan Tuhan, tidak peduli ramalan itu baik atau buruk.

Nah, kalian setuju dengan yang mana?

Saya pribadi setuju dengan yang kontra, karena bagaimanapun kita harus menjaga iman kita di hadapan Tuhan, tidak boleh bermain dengan ramalan apalagi mendoakannya supaya terjadi.


Sebagai orang Kristen yang taat, meyakini dan membawa ramalan dalam doa sama dengan men "join" kan Tuhan Yesus dengan peramal macam Ki Joko Bodo dan Beby Djenar. Jika sampai apa yang diramalkan itu terjadi, bisa-bisa kita akan mempercayai bahwa peramal itu akurat.


Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5 : 8)

Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.(Imamat 19 : 31)

Saya setuju dengan pendapat anda.

Tetapi saya kurang setuju dengan istilah-istilah dari muslim yang anda pakai.

Musryik adalah lawan kata dari tauhid, yang merupakan konsep keimanan Islam bukan Kristen. Dasarnya adalah bahwa hanya ada satu (substantif) Allah saja dalam semesta ini. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan konsep satu (substantif) Allah disebut mengsekutukan Allah dengan yang bukan Allah. Misalkan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Allah disebut kita mengsekutukan Allah dengan manusia.

Mempercayai ramalan seakan itu pesan dari Allah dalam kerangka berfikir kristiani tidaklah dianggap perbuatan dosa tetapi dianggap sebagai perbuatan bodoh karena memberi diri ditipu oleh Iblis. Sementara tentang dosanya, mempercayai ramalan adalah dosa karena kita tidak percaya kepada Allah tetapi percaya kepada roh-roh dunia, roh-roh jahat, penguasa di udara, para setan dan Iblis. Jadi Tuhan tidak menghukum orang  karena salah menduga, tetapi menghukum orang karena mereka tidak percaya kepada perjanjian-Nya. Perhatikanlah kata "berpaling" dari ayat yang kamu copas diatas. Maksudnya bahwa orang tersebut berbalik dari percaya akan janji Allah kemudian percaya kepada ramalan-ramalan.

Ada beda antara istilah ramalan dan nubuat dalam kitab suci yang juga anda harus pahami sebelum diskusi panjang lebar. Kita harus dapat membedakan antara nubuat dan ramalan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)