Author Topic: cerdik atau korupsi?  (Read 887 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 22, 2019, 01:03:00 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
orang tua saya memiliki ruko. beberapa minggu ini ada seseorang yang mencari ruko. sebut saja A. dia diajak kerjasama oleh pengusaha dari Jakarta (sebut saja B) untuk membuka cabang perusahaan dari Jakarta ke beberapa kota di Jatim. A yang menjalankan usaha di Jatim dan pengusaha dari Jakarta (B) yang memodali. saham cabang di Jatim 60% milik A, 40% milik B. ini untuk pembagian keuntungan.
orang tua saya membuka harga 170 juta/tahun untuk 2 ruko. setelah tawar menawar dan sampai di harga 150 juta, si A mengatakan kalau nanti jadi, di perjanjian sewa di notaris ditulis 200 juta. ini karena dana dari B untuk tiap kota di Jatim adalah 200 juta per tahun. nanti 200 juta ditransfer ke orang tua saya, dan A minta 50 juta selisihnya dari orang tua saya.
sebagian dari diri saya merasa ini adalah cerdik, sebagian lain merasa ini korupsi.
bagaimana pendapat rekan2 di FK ini, cerdik atau korupsi?
bagi yang mengatakan ini korupsi, karena rukonya atas nama orang tua saya, apa yang harus saya lakukan sebagai anak? ujung2nya saya juga akan ikut menikmati uang sewa ini.
December 25, 2019, 08:04:29 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 671
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Itulah pengusaha bermental Yudas Iskariot si pengkhianat, sudah dibantu modal dan kepercayaan oleh orang yg baik hati masih juga berniat mencuri.

Tolak saja dan katakan zaman sekarang sdh ada NPWP harus lapor SPT dan bayar pajak penghasilan dari uang sewa yg diterima, dan rekening bank bisa diperiksa, tidak mau ambil resiko.

Memang soal mark up sdh menjadi kebiasaan, misalnya proyek2 pemerintah yg nilainya digelembungkan utk mendptkan kekayaan besar oleh koruptor2.



December 28, 2019, 10:31:18 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
sudah tidak ada kabar lagi. padahal sebelum 2020 sudah harus siap rukonya. mungkin dapat di tempat lain atau mungkin juga pengusaha yang dari Jakarta adalah member FK membaca thread ini dan membatalkan kerjasamanya.
January 07, 2020, 01:23:35 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
orang tua saya memiliki ruko. beberapa minggu ini ada seseorang yang mencari ruko. sebut saja A. dia diajak kerjasama oleh pengusaha dari Jakarta (sebut saja B) untuk membuka cabang perusahaan dari Jakarta ke beberapa kota di Jatim. A yang menjalankan usaha di Jatim dan pengusaha dari Jakarta (B) yang memodali. saham cabang di Jatim 60% milik A, 40% milik B. ini untuk pembagian keuntungan.
orang tua saya membuka harga 170 juta/tahun untuk 2 ruko. setelah tawar menawar dan sampai di harga 150 juta, si A mengatakan kalau nanti jadi, di perjanjian sewa di notaris ditulis 200 juta. ini karena dana dari B untuk tiap kota di Jatim adalah 200 juta per tahun. nanti 200 juta ditransfer ke orang tua saya, dan A minta 50 juta selisihnya dari orang tua saya.
sebagian dari diri saya merasa ini adalah cerdik, sebagian lain merasa ini korupsi.
bagaimana pendapat rekan2 di FK ini, cerdik atau korupsi?
bagi yang mengatakan ini korupsi, karena rukonya atas nama orang tua saya, apa yang harus saya lakukan sebagai anak? ujung2nya saya juga akan ikut menikmati uang sewa ini.

Anda pasti sudah tahu kebenaran dan apa yang harus dilakukan.

Orang yang membantu kejahatan dihitung sama dengan berbuat kejahatan yang sama di mata TUHAN.
January 09, 2020, 12:08:01 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
Anda pasti sudah tahu kebenaran dan apa yang harus dilakukan.

Orang yang membantu kejahatan dihitung sama dengan berbuat kejahatan yang sama di mata TUHAN.
saya tidak tahu, karena itu saya bertanya.
sebagian orang Kristen mengatakan itu cerdik, karena kesalahan si B yang mengatakan sudah menyediakan budget berapa karena terlalu percaya pada si A. bagi A itu hanya komisi.
sebagian lain orang Kristen mengatakan itu mark up
January 20, 2020, 11:25:15 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
saya tidak tahu, karena itu saya bertanya.
sebagian orang Kristen mengatakan itu cerdik, karena kesalahan si B yang mengatakan sudah menyediakan budget berapa karena terlalu percaya pada si A. bagi A itu hanya komisi.
sebagian lain orang Kristen mengatakan itu mark up

Oke saya coba jelaskan...

orang tua saya memiliki ruko. beberapa minggu ini ada seseorang yang mencari ruko. sebut saja A. dia diajak kerjasama oleh pengusaha dari Jakarta (sebut saja B) untuk membuka cabang perusahaan dari Jakarta ke beberapa kota di Jatim. A yang menjalankan usaha di Jatim dan pengusaha dari Jakarta (B) yang memodali. saham cabang di Jatim 60% milik A, 40% milik B. ini untuk pembagian keuntungan.

orang tua saya membuka harga 170 juta/tahun untuk 2 ruko. setelah tawar menawar dan sampai di harga 150 juta, si A mengatakan kalau nanti jadi, di perjanjian sewa di notaris ditulis 200 juta. ini karena dana dari B untuk tiap kota di Jatim adalah 200 juta per tahun. nanti 200 juta ditransfer ke orang tua saya, dan A minta 50 juta selisihnya dari orang tua saya.

sebagian dari diri saya merasa ini adalah cerdik, sebagian lain merasa ini korupsi.
bagaimana pendapat rekan2 di FK ini, cerdik atau korupsi?
bagi yang mengatakan ini korupsi, karena rukonya atas nama orang tua saya, apa yang harus saya lakukan sebagai anak? ujung2nya saya juga akan ikut menikmati uang sewa ini.

Tanpa sepengetahuan B, si A telah melakukan kesepakatan 150jt dengan C (ortu anda). Namun si A menghendaki bukti notaris dan bukti transfer adalah 200jt, sehingga si B percaya sewanya 200jt dan ia mengeluarkan dana 200jt untuk sewa ruko si C yang seharusnya hanya 150jt saja. Sementara selisihnya 50jt diambil oleh si A sendiri dan si C tidak mendapat bagian dari konspirasi ini.

Apakah ini cerdik? Benar si A itu cerdik. Sementara si B kasihan sebagai korban dan si C gob*** karena menanggung resiko namun tidak mendapat bagian dari konspirasi yang seharusnya dia bisa minta separuh uang kotor tersebut.

Apakah ini korupsi? Buat si B ini adalah tindakan korupsi, dan si A pelakunya sementara si C kakitangannya.

February 21, 2020, 07:51:48 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
Oke saya coba jelaskan...

Tanpa sepengetahuan B, si A telah melakukan kesepakatan 150jt dengan C (ortu anda). Namun si A menghendaki bukti notaris dan bukti transfer adalah 200jt, sehingga si B percaya sewanya 200jt dan ia mengeluarkan dana 200jt untuk sewa ruko si C yang seharusnya hanya 150jt saja. Sementara selisihnya 50jt diambil oleh si A sendiri dan si C tidak mendapat bagian dari konspirasi ini.

Apakah ini cerdik? Benar si A itu cerdik. Sementara si B kasihan sebagai korban dan si C gob*** karena menanggung resiko namun tidak mendapat bagian dari konspirasi yang seharusnya dia bisa minta separuh uang kotor tersebut.

Apakah ini korupsi? Buat si B ini adalah tindakan korupsi, dan si A pelakunya sementara si C kakitangannya.


si C dapat uang sewa, kalau tidak ada uang 50 juta itu maka rukonya tidak jadi. A akan cari ruko lain.
C sekarang menganggap dia dapat 200 juta dan 50 juta itu uang makelar. C tidak berbohong kalau begini. A dapat rukonya, B dapat 50 juta uang makelar, C dapat 150 juta uang sewa.
February 22, 2020, 10:19:16 AM
Reply #7
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
Dengan proses yang disebutkan pertama, maka A sedang mengambil keuntungan dari B, karena B memberi 200jt, sementara A cuma butuh 150jt untuk sewa, artinya yang 50jt kembali ke A bukan ke B.

Mungkin lebih tepat disebut proses "konspirasi", karena ini sebuah persepakatan yang sembunyi-sembunyi dan tidak jujur. Ada orang yang ingin mengambil keuntungan kotor, tapi mengajak orang lain, seakan-akan orang lain yang diajak itu tidak akan rugi. Korbanya adalah B, pelaku konspirasinya adalah A dan C, sehingga menghasilkan penipuan terhadap B. Kecuali si B mengerti semua jalan ceritanya dan bersama A membagi 50jt tadi, maka korban sebenarnya dari tindakan ini hanya A dan B yang tau. Kalau C tau kejadian ini dan bersepakat juga, maka C bersepakat dengan tindakan yang tidak jujur dan tempatnya akan disewa oleh orang yang tidak jujur, hasilnya ketidakjujuran ini menular ke C dan keluarganya, apakah orang jujur akan merasa damai sejahtera dengan ketidakjujuran? jelas tidak.

Ingat saja ini : Jika kamu tidak setia kepada harta orang lain, siapa yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu. Cinta uang adalah akar kejahatan dan sebetulnya manusia bukan mengkorupsi uang, tetapi uanglah yang justru mengkorupsi manusia.

Kalau manusia demi keuntungan mendapat uang, bersepakat menipu orang lain, dengan sepengetahuanya ikut membantu atau memfasilitasi ketidakjujuran, orang tersebut sudah rusak sebagai manusia / korup, manusia yang menjaga moral baik dan jujur tidak akan ikut melakukanya.

Jangan juga kita menipu diri sendiri, antara benar tidak tau dan tidak mau tau itu adalah hal yang berbeda.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 03, 2020, 08:34:40 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
Dengan proses yang disebutkan pertama, maka A sedang mengambil keuntungan dari B, karena B memberi 200jt, sementara A cuma butuh 150jt untuk sewa, artinya yang 50jt kembali ke A bukan ke B.

Mungkin lebih tepat disebut proses "konspirasi", karena ini sebuah persepakatan yang sembunyi-sembunyi dan tidak jujur. Ada orang yang ingin mengambil keuntungan kotor, tapi mengajak orang lain, seakan-akan orang lain yang diajak itu tidak akan rugi. Korbanya adalah B, pelaku konspirasinya adalah A dan C, sehingga menghasilkan penipuan terhadap B. Kecuali si B mengerti semua jalan ceritanya dan bersama A membagi 50jt tadi, maka korban sebenarnya dari tindakan ini hanya A dan B yang tau. Kalau C tau kejadian ini dan bersepakat juga, maka C bersepakat dengan tindakan yang tidak jujur dan tempatnya akan disewa oleh orang yang tidak jujur, hasilnya ketidakjujuran ini menular ke C dan keluarganya, apakah orang jujur akan merasa damai sejahtera dengan ketidakjujuran? jelas tidak.

Ingat saja ini : Jika kamu tidak setia kepada harta orang lain, siapa yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu. Cinta uang adalah akar kejahatan dan sebetulnya manusia bukan mengkorupsi uang, tetapi uanglah yang justru mengkorupsi manusia.

Kalau manusia demi keuntungan mendapat uang, bersepakat menipu orang lain, dengan sepengetahuanya ikut membantu atau memfasilitasi ketidakjujuran, orang tersebut sudah rusak sebagai manusia / korup, manusia yang menjaga moral baik dan jujur tidak akan ikut melakukanya.

Jangan juga kita menipu diri sendiri, antara benar tidak tau dan tidak mau tau itu adalah hal yang berbeda.
karena C juga resah, A (ternyata Kristen) mengatakan  "begini saja : uangnya biar ditransfer ke rekening anda (C). anda mengatakan pada B sewanya 200 juta/tahun dan anda memang terima 200 juta per tahun. anda tidak berbohong pada B. biar dari transferan itu, saya dapat uang makelar 50 juta per tahun. jadi B dapat ruko, anda dapat uang sewa, saya dapat uang makelar"
March 03, 2020, 09:53:02 PM
Reply #9
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
karena C juga resah, A (ternyata Kristen) mengatakan  "begini saja : uangnya biar ditransfer ke rekening anda (C). anda mengatakan pada B sewanya 200 juta/tahun dan anda memang terima 200 juta per tahun. anda tidak berbohong pada B. biar dari transferan itu, saya dapat uang makelar 50 juta per tahun. jadi B dapat ruko, anda dapat uang sewa, saya dapat uang makelar"

Justru inilah persepakatan jahat nya (konspirasi), kejahatan itu selalu dilakukan sembunyi-sembunyi. Jika ingin dikatakan bukan tindakan kejahatan, maka C seharusnya mengatakan apa adanya kepada B, yaitu kenyataan bahwa si A mendapatkan 50jt dari 200jt yang diterima C sebagai uang makelar. Jika C melakukanya maka ia tetap dalam kejujuran karena ketiganya melakukan kesepakatan bersama, yaitu uang makelar 50jt untuk si A dibuka kepada si B. Namun jelas jika B tidak tahu hal ini, maka dia adalah korban konspirasi A dan C. Seorang Kristen adalah anak terang dan tidak akan mengambil keuntungan dalam gelap, jika semua terbuka dan B dengan kesepakatan rela memberikan keuntungan 50jt terhadap A, ya itu menjadi sah-sah saja.

Kasus inilah yang juga bisa termasuk dalam ayat ini :
"Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak"
karena yang lebih dari itu berasal dari si jahat.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)