Author Topic: Tipu Muslihat Lucifer yang Legendaris - gak kuat iman dilarang masuk  (Read 802 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 23, 2019, 04:04:46 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 34
  • Gender: Female
  • Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku
  • Denominasi: Kharismatik
ini adalah artikel terjemahan yang saya baca (sumber asli menyusul, karena hilang)
sebenarnya panjang.
tapi saya hanya mengambil bagian yang saya rasa penting saja.
ini adalah cerita seorang Kristen yang bertemu dengan lucifer

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
....
Iblis juga memiliki kemampuan tipu muslihat yang sangat fantastis. dia sanggup mempengaruhi pikiran kita. Pada saat saya sudah kembali ke dunia, saya ingin tau dunia iblis seperti apa. Dalam alam roh saya mencoba memanggil lucifer "hei lucifer, kemarilah kau" Kata saya.

   Lalu dia muncul dalam wujud manusia dengan wajah yang setengah hancur, dia bertanya "Kenapa?" Saya mengatakan "Sebenarnya aku tidak memiliki urusan denganmu. Hanya saja, bagaimana rasanya? apakah menyakitkan menjadi makhluk yang tidak ditebus?" saya memanggil dia hanya untuk menghinanya.

   Dia menjawab "Sangat menyakitkan setelah tau ini hanyalah sebuah sekenario". Saya tanya "Sekenario apa maksudmu?" Itulah bahayanya Iblis, dia bukan sekedar menjawab. Akan tetapi jawabannya akan memancing kita untuk terus bertanya, semakin kita bertanya akan semakin kita terjerat tipu muslihatnya.

   lucifer mengatakan "Tuhan menciptakan aku sempurna. Kau tau arti sempurna? Sempurna artinya aku memiliki akal. Tidak seperti malaikat lain yang tidak memiliki akal. Dengan akal, aku bisa berpikir banyak hal... Apakah aku diciptakan hanya untuk memuji dan menyembah Dia? Mengapa Allah menempatkan aku di posisi ini? Kenapa Allah menciptakan malaikat untuk menyembah Dia? Bukankah Dia sudah memiliki segalanya? Itulah pikiran wajar yang dimiliki seorang yang berakal"

   Saya mengatakan "Baiklah... tapi kamu tetap bersalah jika ingin menjadi Allah" Jawab dia "Aku tidak pernah berusaha melakukan kudeta. Aku hanya menyampaikan kegelisahanku pada malaikat2ku. Tidak bisakah kita menempati posisi militer seperti Mikhael? Tugasnya terlihat lebih menyenangkan dan terhormat... Atau seperti Allah yang memiliki malaikat sendiri untuk menyembah Dia.... Tapi apa kata Allah? Aku hanyalah racun yang berusaha meracuni dan memprovokasi malaikat lain untuk meniadakan peraturanNya. Padahal aku tidak ingin meniadakan pengadilanNya, bagaimanapun seorang berakal akan terus bertanya dan bertanya. Jika Allah tidak mau aku memiliki pikiran seperti itu, ciptakanlah aku seperti malaikat lain yang tidak berakal. Maka aku akan tetap di surga sampai sekarang."

   Kata saya "Menurutku, walaupun kamu memiliki pikiran yang seperti itu, tidak seharusnya kamu menyebarluaskan pemikiranmu ke malaikat lain yang tidak bersalah, karena itu menyebabkan mereka semua ikut dihukum karena setuju dengan pemikiranmu... memang benar... kamulah racun itu. Allah tidak mungkin sengaja menciptakanmu untuk jatuh kedalam dosa."
   Lalu dia menjawab "Kau yakin?" saya jawab "ya"

   Dia menjelaskan "Kalau begitu kenapa Allah menempatkan manusia, makhluk yang berakal, di dekat pohon kehidupan. Bukankah itu suatu kesengajaan? Allah menempatkanmu dalam bahaya. Aku hanya memanfaatkan kesempatan itu, agar aku tidak sendirian. Bagaimanapun Allah tau jika makhluk berakal seperti manusia akan memiliki banyak pertanyaan dan rasa ingin tau."

   Saya bertanya "Tapi kenapa kamu mengelabuhi manusia??" Lalu dia menjawab "Pengaruhku hanya akan bekerja pada makhluk yang memiliki akal sama seperti aku. Menurutku, AKAR segala dosa adalah AKAL itu sendiri. Allah memberi manusia kemampuan yang berbahaya, itulah akal. Jika Allah tidak mau manusia jatuh dalam dosa, jangan ciptakan manusia dengan akal, sama seperti hewan... atau setidaknya tempatkan manusia jauh dari pohon itu, tapi malah sebaliknya, pohon itu bisa dijangkau manusia yang polos. Bukankah itu kesengajaan?"
   
Seperti rusa merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau
December 23, 2019, 04:05:04 PM
Reply #1
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 34
  • Gender: Female
  • Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku
  • Denominasi: Kharismatik
   Saya bertanya "Kalaupun itu kesengajaan, dimana untungnya? Bukankah itu hanya menambah repot?" Lalu dia menjawab "Sepertinya itulah rencana Allah. Kau tidak tahu begitu monotonnya kehidupan di surga kala itu. Pertama, Allah tidak mau berbuat dosa, maka Dia menciptakanku, seorang yang diberi akal, untuk melakukan dosa itu, sehingga Dia memiliki alasan untuk mengusirku... Yang kedua, Allah sengaja menempatkan manusia ke dalam bahaya dengan diberiNya akal, dan ditempatkanNya pohon kehidupan dalam jangkauan manusia... Yang ketiga, aku tidak yakin, tapi sepertinya Allah membuatku mempengaruhi manusia untuk segera makan buah itu."

   Saya terkejut "Kamu yang mempengaruhi manusia, tapi kamu bisa menuduh Allah yang membuatmu melakukan itu?" lalu lucifer menjawab "Kau tidak tau kalau Allah bisa melakukan segalanya, dan itu juga dilakukan kepada Firaun, Ramses sudah menyuruh bangsa Israel untuk pergi, tapi Allah mengeraskan hati Firaun dan membuat Firaun pergi mengejar kembali bangsa Israel, dan berakhir dengan kematiannya. Kemudian Allah juga melakukan kepada Saul, Saul adalah orang yang baik, yang hatinya berkali-kali dikeraskan oleh Allah. Saul hanyalah korban... Jika Firaun dan Saul adalah korban, kenapa aku tidak bisa berpikir kalau aku juga korban? Bukankah sangat aneh jika manusia, pohon kehidupan, dan aku ditempatkan di tempat yang sama? Kalau Allah menyadari akan bahaya itu, kenapa Allah meninggalkan Adam dan Hawa sendirian? bukan menjaganya..."

   Saya terdiam, sambil berpikir ini akan menjadi gawat jika lucifer terus mempengaruhi saya. Kemudian dia melanjutkan "Allah menjadikan manusia seolah2 sebagai korban dari iblis. Kemudian Allah tampil sebagai pembela kebenaran yang akan menyelamatkan umat manusia. Bagaimana dengan kami? Tentu saja kami berperan sebagai pihak yang jahat, padahal kami tidak seburuk itu"
   
   Saya berusaha mengelak "Tapi kau yang menghasut manusia untuk saling bunuh dan berperang" Jawab lucifer "Karena kami diperlakukan tidak adil oleh Allah. Dari awalnya kami memang diciptakan untuk dibinasakan, kami hanya terlahir di situasi yang sulit. Situasi yang memaksa kami untuk memperjuangkan hak kami. Tapi jika lawan kami adalah Allah, siapakah kami?"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bahan renungan saya kali ini adalah, tipu muslihat iblis membawa sedikit fakta dengan yang terjadi di Alkitab.
Apabila berita bohong yang kita dapat 100% fitnah dan tidak bisa dinalar, tidak ada referensinya, maka kita dapat dengan mudah untuk menolak berita tersebut.
Tapi apabila tipuan tersebut disertai fakta, maka kita akan lebih sulit untuk menolaknya sebagai berita hoax.

apabila anda di posisi orang tersebut, apakah yang akan anda pikirkan?
Seperti rusa merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau
December 23, 2019, 07:57:05 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 720
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yang kutakuti bukanlah setan jin dedemit iblis tetapi diriku sendiri (drpd berbuat dosa dan tdk mengampuni, tdk membagi, tdk bersyukur malah menghujat)

« Last Edit: December 25, 2019, 11:38:36 AM by Ashes to Ashes »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)