Author Topic: skandal hamba Tuhan di Surabaya  (Read 740 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 29, 2019, 07:02:56 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
beberapa hari ini di Surabaya heboh tentang desas desus skandal hamba Tuhan yang juga pendiri sebuah gereja kharismatik besar di Surabaya. sebagian jemaatnya masih bertanya-tanya kebenaran ceritanya.
jadi, apa tanggapan kalian? kalau desas desus itu benar, bagaimana agar hamba Tuhan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama? perlukah hamba Tuhan tersebut meminta maaf secara terbuka?
apakah yang harus dilakukan gereja kalau pendirinya melakukan skandal? perlukah memberikan informasi ke jemaat atau biarkan saja menjadi desas desus?
apa yang seharusnya dilakukan persatuan gereja atau persatuan pendeta kalau salah satu anggotanya melakukan skandal?
January 04, 2020, 01:30:42 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 671
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
2 Tim 4 : (10) karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.

Paul dengan  tegas menyatakan kepada gereja bila ada hamba Tuhan yang murtad dan mengikut dunia, tidak berusaha menutup nutupinya. Tetapi kemungkinan besar skandal tsb. akan ditutup tutupi mengingat situasi jaman sekarang agar tdk kehilangan umat /uang.

Anda tulis saja dugaan skandal .....................
January 07, 2020, 01:22:09 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
beberapa hari ini di Surabaya heboh tentang desas desus skandal hamba Tuhan yang juga pendiri sebuah gereja kharismatik besar di Surabaya. sebagian jemaatnya masih bertanya-tanya kebenaran ceritanya.
jadi, apa tanggapan kalian? kalau desas desus itu benar, bagaimana agar hamba Tuhan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama? perlukah hamba Tuhan tersebut meminta maaf secara terbuka?
apakah yang harus dilakukan gereja kalau pendirinya melakukan skandal? perlukah memberikan informasi ke jemaat atau biarkan saja menjadi desas desus?
apa yang seharusnya dilakukan persatuan gereja atau persatuan pendeta kalau salah satu anggotanya melakukan skandal?

Pelaku wajib untuk minta maaf kepada jemaat secara terbuka.
Penatua gereja wajib mengumumkan secara terbuka agar jelas dan tidak terjadi fitnah dan desas-desus.
Bersangkutan dihentikan dari tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan kesepakatan para penatua.

Tentang tidak melakukan lagi, tidak ada jaminan bahwa dosa yang sama tidak akan diperbuat kembali. Hanya Tuhan, pendamping atau pembimbingnya dan yang bersangkutan sendiri yang tahu kwalitas pertobatannya.

Jika perlu disertakan ayat pendukung dari jawaban hal diatas, silahkan bertanya kembali... Semua yang saya tulis sesuai yang diajarkan Kitab Suci.
January 13, 2020, 07:15:54 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 517
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
Pelaku wajib untuk minta maaf kepada jemaat secara terbuka.
Penatua gereja wajib mengumumkan secara terbuka agar jelas dan tidak terjadi fitnah dan desas-desus.
Bersangkutan dihentikan dari tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan kesepakatan para penatua.

Tentang tidak melakukan lagi, tidak ada jaminan bahwa dosa yang sama tidak akan diperbuat kembali. Hanya Tuhan, pendamping atau pembimbingnya dan yang bersangkutan sendiri yang tahu kwalitas pertobatannya.

Jika perlu disertakan ayat pendukung dari jawaban hal diatas, silahkan bertanya kembali... Semua yang saya tulis sesuai yang diajarkan Kitab Suci.
kharismatik sepertinya tidak ada penatua
silahkan ditambahkan ayatnya
January 20, 2020, 12:12:13 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
kharismatik sepertinya tidak ada penatua
silahkan ditambahkan ayatnya

Semua geraja apapun denominasinya pasti punya penatua. Hanya mungkin namanya beda-beda. Dasarnya adalah Kis 14:23, "Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka."

Pertama yang harus diingat jika ada desas-desus tentang pera penatua, jangan kita mudah percaya tetapi harus ada bukti dan saksi yang kuat. Dalam 1 Tim 5:19-20 tentang penatua yang jatuh dalam dosa dikatakan, "Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi. Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut." Tidak mudah menerima begitu saja tuduhan terhadap penatua sebab wajar bahwa panatua adalah sasaran tuduhan dan fitnah Iblis. Jadi harus dipastikan semuanya itu benar adanya baru diberikan sanksi dan diselesaikan sejalas mungkin agar tidak menjadi batu sontohan.

Dalam menghadapi orang  yang dituduh berbuat dosa, Tuhan Yesus mengajarkan tahapannya dalam Matius 18:15-17 sebagai berikut, "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai." Jadi ada tahapan tidak langsung diumumkan. Dimana jika ia tidak mau bertobat namun tetap keras hati dengan dosanya, maka penatua wajib menyatakan dosa itu didepan semua jemaat dan sampai pada tahapan dimana ia dikeluargakan dari pelayanan dan anggota gereja. Dalam bahasa yang dipakai rasul Paulus 1Kor 5:5 mereka diserahkan kepada Iblis, yang maksudnya tidak lagi dalam kerjaaan Allah. Sementara Tuhan Yesus mengumpamakan seperti membuang anggota tubuh yang menyesatkan, Mat 18:6-9.

Namun jika ia bertobat dan menyesali dosanya, maka seperti yang dikatakan 1Yoh 1:19, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Tetapi harus benar-benar dipastikan oleh para penatua bahwa ia benar-benar bertobat dilihat dari buah-buahnya sudah tidak ada lagi tanda-tanda "kusta"  jika mengacu pada hukum Taurat.

Namun berhubung dengan posisinya seorang berdosa itu adalah penatua, hamba tuhan atau pendeta bahkan gembala, pengajar maka ia wajib menyatakan kepada jemaat dosa-dosa dan pertobatannya. Pengakuannya dibutuhkan agar tidak ada lagi desas-desus dan perkataan yang merugikan jemaat Tuhan. Dalam Yak 5:16 dikatakan, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Misalkan dalam Kis 19:18, "Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu." Mengaku di depan umum dosa yang telah ditinggalkan itu bukan buruk atau memalukan. Jadi tidak perlu diragukan bahwa menghentikan desas-desus, gosip dan cerita yang tidak benar dengan klarifikasi itu sangat penting.

Daud saat berdosa terhadap Uria, ia tidak malu mengakui yang bukan hanya diketahui oleh orang pada zaman itu bahkan orang-orang pada zaman sesudahnya bahkan sampai sekarang. Menjadi pelajaran bagi kita semua.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)