Author Topic: Beredar Video Penolakan Gereja di Semarang, Penyebabnya soal IMB  (Read 1462 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 07, 2020, 09:39:08 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Denominasi: Fundamentalis
Beredar Video Penolakan Gereja di Semarang, Penyebabnya soal IMB

Sebuah video beredar di media sosial dan WAG yang isinya sejumlah warga menolak pembangunan sebuah gereja. Setelah ditelusuri video tersebut terjadi di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah.
Video yang beredar sejak Kamis (1/8) lalu itu terjadi di Jalan Malangsari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecataman Pedurungan, Kota Semarang.
Dalam video nampak seorang lelaki mengenakan batik dengan penutup kepala, yang diketahui takmir masjid setempat bernama Nur Aziz. Dia menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan gereja.
Sementara, seorang laki-laki lainnya berbatik biru yang tampak menjadi penengah merupakan lurah setempat bernama Andreas.
Potongan video itu mengesankan para warga intoleran terhadap pembangunan gereja. Namun, setelah ditelusuri penyebab penolakan tersebut karena persoalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja yang dianggap sudah kedaluwarsa.
Atas kejadian ini, dilakukan mediasi di Kantor Kecamatan Pedurungan. Mediasi dihadiri pihak gereja dan perwakilan warga yang menolak, pihak Kesbangpol, pihak keamanan, FKUB, sejumlah LSM hingga dinas terkait.
Camat Pedurungan, Kukuh Sudarmanto, mengatakan dalam mediasi di kantornya, sudah mengerucut pada dua hal yang nantinya akan dibicarakan di Kesbangpol.
"Pihak warga itu ingin agar izinnya (IMB) diulang kembali. Karena masyarakat menilai izinnya sudah terlalu lama," kata Kukuh ditemui usai mediasi, Senin (1/8).
Belakangan diketahui, IMB yang dimaksud oleh pihak gereja ternyata sudah ada sejak tahun 1998 dan belum diperbarui.
"Sedangkan dari pihak gereja ingin pendirian gereja itu dilanjutkan karena sudah punya izin. Namun jika dianggap (warga) izinnya kedaluwarsa, harus ada pembatalan," ujarnya.
"Dari sini, kita bisa melihat, ini kan sudah luar biasa pengorbanan kedua belah pihak dalam rangka menjaga kerukunan di Kota Semarang," imbuh Kukuh.
Perwakilan gereja, Pendeta Wahyudi, mengatakan dirinya mengapresiasi upaya mediasi secara kekeluargaan ini.
"Saya lebih senang, supaya apa yang disuarakan Kota Semarang sebagai kota yang aman, kondusif, sejuk, bisa menjadi kenyataan dengan adanya musyawarah," jelasnya.
Saat ini, proses mediasi juga tengah berlangsung di Kantor Kesbangpol Kota Semarang. Para pihak terkait seusai mediasi di kantor kecamatan langsung bertolak menuju kantor Kesbangpol di Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/beredar-video-penolakan-gereja-di-semarang-penyebabnya-soal-imb-1rbdpsW1h1t
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)