Author Topic: Persaudaraan Lintas Agama Sayangkan Penolakan Pembangunan Gereja di Semarang  (Read 1771 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

February 07, 2020, 09:44:37 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Denominasi: Fundamentalis
Persaudaraan Lintas Agama Sayangkan Penolakan Pembangunan Gereja di Semarang
SENIN, 18 NOVEMBER 2019 , 19:02:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

RMOLJateng. Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) menyayangkan adanya penolakan pembangunan tempat ibadah Gereja GBI di wilayah Tlogosari Semarang.

Koordinator Pelita, Setyawan Budy mengatakan, terkait adanya penolakan pembangunan gereja tersebut sudah dilakukan mediasi oleh pihak Pemerintah Kota Semarang.

"Dari hasil mediasi tersebut ada beberapa opsi. Pertama, jemaat gereja nantinya bisa pakai di fasilitas umum milik pemkot. Kemudian kalau tidak bisa menempuh upaya hukum bagi yang menolak pembangunannya," kata Wawan, sapaan akrabnya, Senin (18/11).

Dia menerangkan, penolakan segenap warga sekitar atas pembangunan gereja GBI tersebut lantaran diduga IMB yang telah terbit bermasalah.

"Katanya, IMB itu terbit atas upaya salah satu warga saat itu. Kira-kira tahun 90an. Nah setelah IMB terbit dan sekarang dibangun gereja, ditolak oleh warga. Kalau memang warga menolak harusnya bisa ajukan gugatan ke PTUN terkait IMB yang diduga bermasalah," paparnya.

Senada dengan hal tersebut, koordinator Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Tedi Kholiludin menyatakan, bahwa penolakan warga tersebut harus jelas dasarnya.

Menurut dia, jika warga merasa IMBnya bermasalah, maka harus diajukan upaya gugatan ke PTUN. Dia menilai dengan langkah tersebut akan terwujud warga negara yang baik.

"Kita tidak bisa menyatakan keberatan atas dasar yang kurang kuat. Di negara hukum haruslah ada aspek hukum yang melandasi keberatan atau penolakannya. Dibuktikan secara hukum. Kalau memang IMB bermasalah terbukti bermasalah, ya bisa ditindak. Kalau tidak ya harus dihormati," terang dia.

Dia menilai, Pemkot Semarang kurang jeli menanggapi persoalan ini. Bagi dia, jika berlarut-larut persoalan ini akan menjadi persoalan sosial yang sulit diselesaikan.
 
Menurut Tedi, Pemkot Semarang harusnya juga mematuhi produk hukum yang telah ada, yakni IMB yang sudah terbit.

"Produk hukum inilah yang harusnya kita pelajari bersama. Bukan mengesampingkannya dan mencari opsi lainnya. Akan semakin membingungkan nantinya," tegasnya. [hen]

Sumber : __hxxp://www.rmoljateng.com/read/2019/11/18/23295/Persaudaraan-Lintas-Agama-Sayangkan-Penolakan-Pembangunan-Gereja-di-Semarang-
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)