Author Topic: Warga Tolak Pendirian Gereja di Tlogosari Semarang, Begini Kronologisnya  (Read 1940 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 07, 2020, 09:46:07 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Denominasi: Fundamentalis
Warga Tolak Pendirian Gereja di Tlogosari Semarang, Begini Kronologisnya
Penolakan tersebut sudah ketiga kali ini dilakukan sebagian warga.
oleh Baihaqi  5 Agustus 2019 di Peristiwa

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sekelompok warga menolak rencana pendirian Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Jalan Malangsari No. 83, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Bahkan, pada Kamis (1/8/2019) malam, beberapa warga sempat mencopot MMT pemberitahuan pendirian gereja dan melakukan penggembokan area GBI. Padahal, di dalamnya masih terdapat empat pekerja yang tertidur.

Menurut Pendeta GBI Tologosari, Wahyudi, penolakan tersebut bukan kali pertama ini dilakukan. “Kalau dihitung sudah ketiga kali ini (diprotes warga),” ujarnya, Senin (5/8/2019).

Dia menjelaskan, hal ini bermula saat jemaat berkeinginan untuk memindahkan gereja yang masih berbentuk rumah di Jalan Kembang Jeruk XI No. 11 RT 6 RW VIII, Tlogosari Kulon.

Keinginan tersebut mulai diwujudkan pengurus gereja dengan membeli sepetak tanah pada 1991. Lalu, pada 1995 mulai mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang akhirnya izin keluar pada 1998.

Setelah memperoleh izin, pihak gereja bermaksud untuk mulai membangun. Namun, pada 8 Juni 1998 mendapat pertentangan untuk yang pertama kalinya.

Akhirnya, pihak gereja memilih mengalah dengan menghentikan aktivitas pembangunan gereja untuk sementara.

Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2002, pembangunan kembali dilanjutkan. Akan tetapi, lanjut Wahyudi, warga kembali melakukan penolakan. Sehingga, proses pembangunan dihentikan lagi.

Pada 6 Juli 2019, pihak gereja bermaksud melanjutkan pembangunan. Sayangnya, untuk ketiga kalinya, pada 1 Agustus 2019, kembali diprotes oleh warga yang kira-kira berjumlah 25 orang.

Sementara itu, salah satu warga yang menolak, Nur Aziz membeberkan alasan protes yang dilakukan. Menurutnya, hal itu disebabkan adanya penipuan terhadap warga sekitar ketika prosedur pendirian IMB pada 1998.

Kala itu tujuh warga dimintai tanda tangan di kertas kosong oleh Sungkono (yang mereka anggap sebagai orang yang mengurus prosedur IMB Gereja), sebagai bukti untuk menitipkan doa kepada istri Sungkono yang kala itu sedang pergi haji.

“Ternyata tanda tangan itu ujung-ujungnya untuk mengurus IMB gereja. Maka ketika itu kami protes,” jelas Aziz.

Pasca penolakan itu, kedua belah pihak dimediasi oleh Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Semarang Timur, dan Pemerintah Kota Semarang. Hasilnya, kata Aziz, saat itu Lurah meminta pihak gereja untuk mengajukan kembali IMB Gereja.

Karena itu, Aziz bersikukuh menganggap IMB milik gereja sudah kedaluwarsa karena tidak adanya aktivitas pembangunan sejak enam bulan setelah dikeluarkannya IMB. Sehingga, ia meminta apabila pihak gereja ingin kembali membangun, harus mengajukan prosedur IMB ulang.

Mendapati hal tersebut, pihak Kecamatan Pedurungan kembali menggelar mediasi di Kantor Kecamatan, Senin (5/8/2019) pagi.

Mediasi diikuti oleh pihak gereja, warga yang menolak, pihak Kelurahan Tlogosari Kulon, Ketua RT 6, Ketua RW VII, Kesbangpol, Disperkim, Polsek, Koramil, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), LBH Semarang, dan LSM Pelita.

Seusai mediasi, Camat Pedurungan Kukuh S.A., menjelaskan, sebagai tangan panjang Wali Kota Semarang, pihaknya ingin mewujudkan Kota Semarang yang benar-benar kondusif.

“Semua masyarakatnya saling menghormati, saling bahu membahu, bekerja sama. Baik itu secara fisik membangun bangsa, ataupun secara non fisik melaksanakan ibadah masing-masing,” tuturnya.

Sehingga, ketika dari awal ada yang kurang pas, seperti pembangunan gereja yang belum sepakati penuh oleh warga, maka pihaknya selaku aparatur negara mengajak untuk rembukan.

“Sebenarnya permasalahannya apa. Tadi setelah semua pihak dipertemukan, akhirnya muncul keikhlasan, kejujuran, kesabaran mereka. Bahwa sebenarnya ada hal-hal yang perlu untuk dipertemukan,” tegasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Sumber : __hxxps://jatengtoday.com/warga-tolak-pendirian-gereja-di-tlogosari-semarang-begini-kronologisnya-25132
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)