Author Topic: Mungkinkah Tuhan tidak menghendaki kita mengembangkan talenta?  (Read 809 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 13, 2020, 10:18:01 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Kita semua tahu talenta yang Tuhan berikan harus dikembangkan, malah kalau bisa sampai "berlipat ganda" seperti di Matius 25.
Tapi bagaimana jika keinginan untuk mengembangkan talenta itu harus terhalang oleh keadaan?
Seorang teman saya (sebut saja si A) cukup pandai bermain gitar, dia juga punya suara yang bagus. Sewaktu remaja dia aktif melayani di bidang musik.
A bercita-cita menjadi musisi atau penyanyi. Karena itu dia sangat ingin berkuliah di bidang seni musik. Agar dia bisa lebih lagi mendalaminya.
Sayang, menjelang dia masuk kuliah, usaha ayahnya bangkrut dan jatuh miskin. Akhirnya, A harus gagal mewujudkan keinginannya. Terpaksa dia harus berjualan kue.
Meski demikian, A tetap memiliki harapan. Setiap hari dia berdoa. Malah ia bernazar, jika Tuhan menghendaki dia sekolah musik, dia akan lebih rajin dalam pelayanan.
Setahun, dua tahun, hingga selanjutnya, keinginannya tetap belum terwujud. Pernah pada tahun ketiga dia berhasil menabung untuk kuliah, berkas sudah didaftarkan, tinggal pembayarannya saja. Lagi-lagi dia harus gagal karena orang tuanya perlu uang untuk membayar hutang dan cicilan rumah. Pernah dia mencari beasiswa, tapi ditolak, karena nilai pelajarannya waktu SMA tidak terlalu bagus.
Sekarang sudah 8 tahun berlalu, dan dia bekerja di sebuah pabrik. Keinginannya kuliah tetap tidak terwujud.
Kini A sudah putus harapan. Dia jarang melayani musik di gereja. Dia baru mau maju kalau ada teman lain yang berhalangan. Paduan suara pun dia sudah lama mundur. Alasan dia "Tuhan tidak menghendaki saya mengembangkan talenta bermusik, jadi biarlah saya pendam saja. Tidak apa-apa, toh saya masih punya talenta di bidang lain".
Benarkah perkataan teman saya tersebut, bahwa Tuhan tidak menghendaki dia berkembang? Salahkah jika talenta terpendam karena keadaan?
February 13, 2020, 11:49:49 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 741
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Jika di hatimu ada kerajaan surga engkau akan menjadi berkat bagi orang2 yg merasakan kasih Tuhan dimanapun engkau berada.

Kerajaan surga tidak ada di tempat2 ibadah tetapi ada di hati yang mengampuni dan berbagi kebahagiaan.

Percuma setiap hari berada di gereja menyanyi atau melayanipun dari pagi sampai malampun jika di hati kita tidak ada kerajaan surga.

Contohlah kisah orang Samaria yg baik hati dan imam yg cuma pintar berkhotbah tapi tidak menolong orang yg tidak berdaya di jalan. Imam tsb. tdk punya kerajaan surga dan menggambarkan "pepesan kosong" yg sering kita jumpai dimana2.

Btw omong2 tentang kesibukan pekerjaan, di tempat kerja orang mempunyai banyak pilihan, ada yg berhati dengki dan menganggap sesama sbg saingan, ada yg berhati mengasihi menjadi penolong, sedangkan ini adalah contoh bagaimana orang memilih membagi kekejaman yg kerap terjadi pada sebuah perusahaan, dimana mulai dari level paling rendah sampai keatas, ramai2 meng gangbang seorang tua yg miskin : (bukankah orang2 ini punya agama)
https://news.detik.com/berita/d-4862699/kakek-samirin-pungut-sisa-getah-karet-rp-17-ribu-dihukum-2-bulan-penjara-adilkah

Orang2 tsb tdk punya hati yg mengampuni
Juga tdk punya niat membagi kebahagiaan, bukankah sudah Trilyunan uang yg didapat perusahaan tsb.? Apakah salahnya menyantuni orang2 susah spt ini ?

Jadi dimanapun kita berada semua tergantung hati kita apakah ada kerajaan surga yg bisa dirasakan, setitik kasih dan simpati agar orang melihat kasih Tuhan.
« Last Edit: February 13, 2020, 11:52:25 AM by Ashes to Ashes »
February 13, 2020, 07:23:29 PM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Jika di hatimu ada kerajaan surga engkau akan menjadi berkat bagi orang2 yg merasakan kasih Tuhan dimanapun engkau berada.

Kerajaan surga tidak ada di tempat2 ibadah tetapi ada di hati yang mengampuni dan berbagi kebahagiaan.

Percuma setiap hari berada di gereja menyanyi atau melayanipun dari pagi sampai malampun jika di hati kita tidak ada kerajaan surga.

Contohlah kisah orang Samaria yg baik hati dan imam yg cuma pintar berkhotbah tapi tidak menolong orang yg tidak berdaya di jalan. Imam tsb. tdk punya kerajaan surga dan menggambarkan "pepesan kosong" yg sering kita jumpai dimana2.

Btw omong2 tentang kesibukan pekerjaan, di tempat kerja orang mempunyai banyak pilihan, ada yg berhati dengki dan menganggap sesama sbg saingan, ada yg berhati mengasihi menjadi penolong, sedangkan ini adalah contoh bagaimana orang memilih membagi kekejaman yg kerap terjadi pada sebuah perusahaan, dimana mulai dari level paling rendah sampai keatas, ramai2 meng gangbang seorang tua yg miskin : (bukankah orang2 ini punya agama)
https://news.detik.com/berita/d-4862699/kakek-samirin-pungut-sisa-getah-karet-rp-17-ribu-dihukum-2-bulan-penjara-adilkah

Orang2 tsb tdk punya hati yg mengampuni
Juga tdk punya niat membagi kebahagiaan, bukankah sudah Trilyunan uang yg didapat perusahaan tsb.? Apakah salahnya menyantuni orang2 susah spt ini ?

Jadi dimanapun kita berada semua tergantung hati kita apakah ada kerajaan surga yg bisa dirasakan, setitik kasih dan simpati agar orang melihat kasih Tuhan.

Maaf, saya kurang paham. Yang saya tanyakan tentang talenta, bukan kerajaan surga
February 22, 2020, 07:07:03 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Kita semua tahu talenta yang Tuhan berikan harus dikembangkan, malah kalau bisa sampai "berlipat ganda" seperti di Matius 25.
Tapi bagaimana jika keinginan untuk mengembangkan talenta itu harus terhalang oleh keadaan?
Seorang teman saya (sebut saja si A) cukup pandai bermain gitar, dia juga punya suara yang bagus. Sewaktu remaja dia aktif melayani di bidang musik.
A bercita-cita menjadi musisi atau penyanyi. Karena itu dia sangat ingin berkuliah di bidang seni musik. Agar dia bisa lebih lagi mendalaminya.
Sayang, menjelang dia masuk kuliah, usaha ayahnya bangkrut dan jatuh miskin. Akhirnya, A harus gagal mewujudkan keinginannya. Terpaksa dia harus berjualan kue.
Meski demikian, A tetap memiliki harapan. Setiap hari dia berdoa. Malah ia bernazar, jika Tuhan menghendaki dia sekolah musik, dia akan lebih rajin dalam pelayanan.
Setahun, dua tahun, hingga selanjutnya, keinginannya tetap belum terwujud. Pernah pada tahun ketiga dia berhasil menabung untuk kuliah, berkas sudah didaftarkan, tinggal pembayarannya saja. Lagi-lagi dia harus gagal karena orang tuanya perlu uang untuk membayar hutang dan cicilan rumah. Pernah dia mencari beasiswa, tapi ditolak, karena nilai pelajarannya waktu SMA tidak terlalu bagus.
Sekarang sudah 8 tahun berlalu, dan dia bekerja di sebuah pabrik. Keinginannya kuliah tetap tidak terwujud.
Kini A sudah putus harapan. Dia jarang melayani musik di gereja. Dia baru mau maju kalau ada teman lain yang berhalangan. Paduan suara pun dia sudah lama mundur. Alasan dia "Tuhan tidak menghendaki saya mengembangkan talenta bermusik, jadi biarlah saya pendam saja. Tidak apa-apa, toh saya masih punya talenta di bidang lain".
Benarkah perkataan teman saya tersebut, bahwa Tuhan tidak menghendaki dia berkembang? Salahkah jika talenta terpendam karena keadaan?

Tidak harus kuliah... Banyak orang yang berhasil di dunia musik diawali dengan menjadi bagian team musik dan puji-pujian di gerejanya. Belajar tidak harus di kuliah itu yang keliru dari cara berfikir teman anda.

Tuhan tidak menghalangi tetapi teman kamu terlalu memaksa kehendaknya sendiri dari pada mengalir mengikuti rancangan Tuhan.
June 15, 2020, 11:13:29 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4403
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Maaf, saya kurang paham. Yang saya tanyakan tentang talenta, bukan kerajaan surga
Dia memang begitu, sering nggak nyambung. Padahal, dia suka menonton acara Cerdas-Cermat.  :tongue:
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)