Author Topic: Pentingnya ujung bumi untuk orang percaya!  (Read 960 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 21, 2020, 03:09:24 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
Orang percaya adalah orang yang mengikut Kristus, yaitu mereka yang bertobat, percaya kepada Yesus, dibaptis, dan menerima ROH KUDUS. Rangkaian tersebut adalah rangkaian "standar" pengikut Kristus dimana setiap orang percaya pasti melalui proses tersebut yang kemudian disebut sebagai "lahir baru"/"ciptaan baru" di dalam Kristus. Orang-orang yang lahir dari Roh, dipanggil dari dunia untuk menjadi milik Kristus sampai selama-lamanya.

Namun proses "mengikut Kristus" tidak selesai saat kita telah menerima ROH KUDUS, karena Yesus berjanji bahwa lewat pimpinan ROH KUDUS yang salah satunya yaitu akan memimpin kita kepada "seluruh kebenaran" (Yoh 6:13), dalam pimpinanNya kita akan dibawa kepada seutuhnya pengenalan akan Tuhan. Tugas orang percaya selama ada di dunia ini juga sangat jelas yaitu menjadi saksi Kristus. Saksi adalah orang yang melihat langsung atau mengalami kejadian secara langsung. Menjadi saksi Kristus artinya kita secara langsung mengalami dan atau melihat Kristus secara langsung. Bersaksi bahwa Tuhan itu baik, maka seharusnya perlu dipastikan bahwa kita telah mengalami atau melihat kebaikan Tuhan. Karena orang yang bersaski tanpa mengalami Tuhan tentu bisa desebut sebagai saksi palsu, karena kesaksianya tidak benar, tidak mengalami tetapi bersaksi maka palsulah kesaksianya.

Kita semua sudah tahu amanat agung Tuhan Yesus menjadikan semua bangsa muridNya, dibaptis, dan diajarkan perintah Tuhan. Para murid yang pertama harus tinggal di Yerusalem sampai ROH KUDUS dikaruniakan ke atas mereka. Setelah ROH KUDUS diturunkan dan menerima kuasa, maka setiap mereka melakukan kesaksian ke luar Yerusalem, karena perintah Yesus seperti disebut dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:8). Jika diperhatikan dengan seksama yaitu bahwa kesaksian ini akan sampai kepada ujung bumi. Dimanakah ujung bumi? hampir semua orang Kristen berkata ujung bumi berarti sampai semua orang menerima Kristus, yaitu disetiap orang di setiap bagian bumi mendengar injil. Lalu ujung bumi dianggap sebagai sebuah kata kiasan dan bukanlah merujuk kepada suatu tempat tertentu, padahal Yerusalem, Yudea dan Samaria adalah tempat yang benar-benar ada dan bukan kiasan saja. Kita tentu berpikir ujung bumi pasti sekedar istilah, karena bumi yang kita diami ini tidak ada ujungnya. Namun benarkan demikian? Apakah mungkin jika sebetulnya kita saja yang salah melihat dunia?

Ujung bumi adalah hal yang bukan hanya sekali disebut oleh Yesus, setidaknya terdapat 7 ayat yang menyebut ujung bumi di dalam Perjanjian Baru saja (Mat 12:42 ; Mat 34:31 ; Mark 13:27 ; Luk 11:31 ; Kis 1:8 ; Kis 13:47 ; Roma 10:18). Lima ayat diantaranya adalah perkataan Yesus sendiri yang di dalamnya membahas 3 topik saja, yaitu : "Ratu-selatan-dan-hikmat-salomo","Kedatangan-Yesus-kedua","mandat-kesaksian-orang-percaya".

Sewaktu Yesus terangkat ke Sorga disaksikan oleh murid-muridNya (Kis 1), Ia menjanjikan ROH KUDUS kepada murid-murid dan menubuatkan bahwa kesaksian mereka akan sampai ke ujung bumi. Tidak secara kebetulan bahwa kejadian terangkatnya Yesus ini ternyata berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua dan pengangkatan orang percaya, karena dalam janji pengangkatan yang disebut dalam kitab Markus (Mark 13:27) disebutkan dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit akan dikumpulkan mereka yaitu orang-orang pilihanNya. Disini jelas area pengumpulan orang percaya adalah dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Yang jadi persoalan adalah dimana area itu? Area itu adalah sebuah bentangan area antara ujung bumi dan ujung langit, sementara saat ini orang Kristen menganggap ujung bumi dan ujung langit adalah sekedar kiasan semata. Bagaimana jika ternyata selama ini kita salah memahami dunia? bukankah kita juga akan salah memaknai ayat ini dan akan melewatkan janji Tuhan yang telah Tuhan sediakan bagi kita, yaitu pengumpulan orang percaya?

Karena dalam perjanjian dengan Tuhan soal waktu pemulihan kerajaan (diartikan pengangkatan karena hal ini disampaikan saat Yesus terangkat ke Sorga - Kis 1:6-9) melibatkan dua hal yang sekarang ini orang Kristen tidak mengerti. Dua hal itu adalah waktu dan tempat, seperti dalam perikop tersebut tertulis, yaitu saat murid-murid bertanya "kapan Tuhan?" lalu Tuhan justru menjawab "...kamu tidak perlu tau waktu, tapi...". Jelas dengan kata "tapi.." Yesus ingin menekankan hal yang lebih penting selain daripada soal waktu, yaitu soal "tempat". Seperti apabila seseorang berjanji untuk bertemu dengan orang lain, pastilah ada dua hal yang disepakati yaitu waktu dan tempat. Dalam hal pertanyaan murid-murid soal waktu, justru Yesus menyebutkan tempat sebagai hal yang lebih penting, yaitu ujung bumi sebagai ujung dari pekerjaan ROH KUDUS dalam mandat kesaksian kita. Seakan Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah, maka kita tidak akan menemukan janjiNya di waktu yang tepat sekalipun, karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
February 21, 2020, 03:10:20 PM
Reply #1
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
Dalam kedatangan Yesus yang ke-dua (Mark 13) orang-orang pilihan akan dikumpulkan dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Dengan demikian seharusnyalah kita sebagai orang Kristen tahu dimanakah letak dari ujung bumi dan dimanakah ujung langit, karena di area tersebutlah pengumpulan orang percaya akan dikerjaan oleh para malaikat Tuhan. Orang yang berkata tempat pengumpulan itu tidaklah penting dan mereka (para malaikat) akan menjemput kita di tempat kita masing-masing adalah sebuah pemahaman yang sembrono, karena tempatnya sudah disebutkan oleh Yesus dan ditentukan dengan jelas yaitu dari ujung bumi sampai ujung langit. Sebuah area yang orang Kristen bahkan saat ini tidak tahu dimana letaknya, karena sesatnya pengetahuan dari dunia telah menyebabkan kita tersesat memahami sebuah tuntunan tempat dari Alkitab.

Inilah pentingnya kita tahu letak dari ujung bumi, karena selain tempat itu merupakan ujung dari mandat Tuhan untuk kita kerjakan yaitu kesaksian kita, juga disana telah disediakan janji pengumpulan orang percaya oleh malaikat Tuhan di saat kedatangan Tuhan, saat terjadinya pengangkatan.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
February 22, 2020, 06:41:28 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4772
  • Gender: Male
Dalam kedatangan Yesus yang ke-dua (Mark 13) orang-orang pilihan akan dikumpulkan dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Dengan demikian seharusnyalah kita sebagai orang Kristen tahu dimanakah letak dari ujung bumi dan dimanakah ujung langit, karena di area tersebutlah pengumpulan orang percaya akan dikerjaan oleh para malaikat Tuhan. Orang yang berkata tempat pengumpulan itu tidaklah penting dan mereka (para malaikat) akan menjemput kita di tempat kita masing-masing adalah sebuah pemahaman yang sembrono, karena tempatnya sudah disebutkan oleh Yesus dan ditentukan dengan jelas yaitu dari ujung bumi sampai ujung langit. Sebuah area yang orang Kristen bahkan saat ini tidak tahu dimana letaknya, karena sesatnya pengetahuan dari dunia telah menyebabkan kita tersesat memahami sebuah tuntunan tempat dari Alkitab.

Inilah pentingnya kita tahu letak dari ujung bumi, karena selain tempat itu merupakan ujung dari mandat Tuhan untuk kita kerjakan yaitu kesaksian kita, juga disana telah disediakan janji pengumpulan orang percaya oleh malaikat Tuhan di saat kedatangan Tuhan, saat terjadinya pengangkatan.

Bicara panjang lebar dan ujungnya bilang tidak tahu.

Saya kasih tahu ujung bumi itu mana... Ketahuilah ujung sebuah bulatan adalah titik dimana dimulainya sebuah bulatan. Injil diberitakan dari Yerusalem dan diteruskan dari Timur ke arah Barat (Mar 16:8) sesuai dengan nubuat Zakaria 8:7 dan juga tercatat arahnya dalam Kisah Para Rasul 1:8. Sehingga berita Injil akan mengitari bumi dan kembali ke tempat dimana Injil mulai diberitakan yaitu di Yerusalem masuk melalui Timur yaitu Arabia (Yes 42:10-11). Saat Injil telah masuk ke tanah Arab, maka selanjutnya berita Injil akan kembali diberitakan diantara orang Yahudi di Yerusalem (Rom 11:25-27). Yerusalemlah adalah pusatnya bulatan bumi (Yeh 5:5, Yeh 38:12).

Silahkan dibukan Alkitabnya...
February 24, 2020, 06:10:51 PM
Reply #3
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
Bicara panjang lebar dan ujungnya bilang tidak tahu.

Sodara Krispus telah membuat kesimpulan yang lucu, bahasan ini adalah untuk mengingatkan orang Kristen pentingnya ujung bumi. Soal letaknya, orang Kristen dengan pimpinan ROH KUDUS pasti akan mendapatinya. Pastinya orang Kristen tau ujung bumi itu dimana, karena Yesus pun tau dimana ujung bumi. Sebagai pengikut Kristus kita harus tau letak ujung bumi, karena tugas kesaksian yang dipercayakan kepada kita adalah sampai ke ujung bumi.


Saya kasih tahu ujung bumi itu mana... Ketahuilah ujung sebuah bulatan adalah titik dimana dimulainya sebuah bulatan. Injil diberitakan dari Yerusalem dan diteruskan dari Timur ke arah Barat (Mar 16:8) sesuai dengan nubuat Zakaria 8:7 dan juga tercatat arahnya dalam Kisah Para Rasul 1:8. Sehingga berita Injil akan mengitari bumi dan kembali ke tempat dimana Injil mulai diberitakan yaitu di Yerusalem masuk melalui Timur yaitu Arabia (Yes 42:10-11). Saat Injil telah masuk ke tanah Arab, maka selanjutnya berita Injil akan kembali diberitakan diantara orang Yahudi di Yerusalem (Rom 11:25-27). Yerusalemlah adalah pusatnya bulatan bumi (Yeh 5:5, Yeh 38:12).

Silahkan dibukan Alkitabnya...

Dengan demikan Sodara Krispus mengasumsikan Yesus sebetulnya ingin menyebut Yerusalem sebagai ujung bumi, namun tidak secara langsung.

Saya justru menemukan ada yang aneh dengan ayat referensi sodara Krispus yang mencatut Markus 16:8.

Mark 16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Keanehan dari ayat ini adalah, ternyata bagian yang bergaris bawah tidak memiliki referensi apapun dalam versi Alkitab lain (TL, ESV, KJV, NKJV). Tentunya kalimat bergaris bawah itu sungguh lemah untuk dijadikan referensi sebuah asumsi benarnya sebuah nubuatan, kecuali mungkin Sodara Krispus dapat menerangkan kalimat dalam ayat yang bergaris bawah dalam TB tersebut bersumber dimana.

Tentang nubuatan Zakaria 8:7 jelas bahasa yang digunakan dalam TB dapat merubah makna asli dari ayat tersebut. Demikian disebut dalam bahasa Ingrisnya :

Zechariah 8:7
This is what the Lord Almighty says: “I will save my people from the countries of the east and the west.

Disana dikatakan, aku akan menyelamatkan umatKu dari negara-negara timur dan barat, jelas sebetulnya tidak merujuk kepada tempat matahari terbit ataupun terbenam. Orang Kristen pasti tau mana itu negara-negara Timur, dan mana itu negara-negara Barat.

Dengan demikian menyimpulkan injil akan mengitari bumi dan kembali ke tempat semula dari Timur ke Barat, adalah sebuah asumsi doktrin teologia dengan dasar yang lemah.

Jelas Yesus tidak menganggap Yerusalem sebagai ujung bumi yang dimaksudkanya, mengapa? Yesus tau dimana ujung bumi dan memberi petunjuk dimana
Yesus pernah menerangkan :

Mat 12:42
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Seorang ratu datang dari ujung bumi menemui Salomo, ratu ini disebut sebagai ratu dari Selatan. Jika ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, tentunya Yesus tidak perlu panjang lebar mengatakan ratu itu datang dari Yerusalem (ujung bumi) dan menemui Salomo yang istananya di Yerusalem.

Menyimpulkan Yerusalem sebagai ujung bumi adalah semata karena doktrin yang telah ada dan yang justru menjauhkan orang Kristen dari mengerti ujung bumi yang sesungguhnya. Menjauhkan orang Kristen dari mengenal kebenaran ciptaan Tuhan, menjauhkan orang Kristen dari menggenapkan tugas kesaksianya di dunia yaitu sampai ke ujung bumi.

Menyebut Yerusalem sebagai ujung bumi sekaligus pusat bumi karena bumi ini bulat adalah suatu pemahaman yang teramat dipaksakan. Alih-alih memahami isi Alkitab dan hikmat Tuhan lewat ROH KUDUS, justru banyak orang yang menyelipkan hikmat dunia kedalamnya, sehingga tidak mengerti apa yang sebetulnya tertulis di Alkitab.

Tentunya orang dengan pimpinan ROH KUDUS tau ujung bumi yang dimaksud Yesus.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
February 28, 2020, 02:08:28 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?

Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah,
maka kita tidak akan menemukan janji-Nya di waktu yang tepat sekalipun,
karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.

Maka pertanyaan selanjutnya:
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org percaya itu tidak tepat?
Atau apakah janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org itu tidak akan menemukannya?

Sementara itu yg hrs kuwaspadai ttg akurasi lokasi itu, ini:
“Banyak org akan datang memakai nama-Ku dan berkata:
Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak org.
Pd waktu itu jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana,
jangan kamu percaya, sebab mesias2 palsu dan nabi2 palsu akan muncul dan
mereka akan mengadakan tanda2 yg dahsyat dan mujizat2, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan org2 pilihan juga.”


Kurasa kita hrs percaya penuh kpd kuasa ROH KUDUS
Kuasa itu bukan utk mencari akurasi material ujung bumi
Melainkan dpt membawa kita ke tempat yg dijanjikan-Nya
Itu menurutku, Bro!

Salam Damai!
« Last Edit: February 28, 2020, 03:39:30 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 01, 2020, 09:24:19 AM
Reply #5
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi
Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?

Maka pertanyaan selanjutnya:
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org percaya itu tidak tepat?
Atau apakah janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org itu tidak akan menemukannya?

Sementara itu yg hrs kuwaspadai ttg akurasi lokasi itu, ini:
“Banyak org akan datang memakai nama-Ku dan berkata:
Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak org.
Pd waktu itu jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana,
jangan kamu percaya, sebab mesias2 palsu dan nabi2 palsu akan muncul dan
mereka akan mengadakan tanda2 yg dahsyat dan mujizat2, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan org2 pilihan juga.”


Kurasa kita hrs percaya penuh kpd kuasa ROH KUDUS
Kuasa itu bukan utk mencari akurasi material ujung bumi
Melainkan dpt membawa kita ke tempat yg dijanjikan-Nya
Itu menurutku, Bro!

Salam Damai!


Sekarang pertanyaanya kubalik ya bro.
Jika ada 2 orang berjanji di suatu waktu dan tempat, kemudian setelah pada waktunya ternyata salah satu dari mereka tidak berada di tempat "perjanjian" yang telah ditentukan, kira-kira perjanjian itu batal atau tidak?

Dalam hal ini Nidus tidak berani, dan tidak sedang mengaku sebagai mesias. Yang Nidus kerjakan adalah mengingatkan orang Kristen tentang perintah Yesus, yaitu menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.

Kalau Nidus boleh kasih gambaran ke sorada Maren, jika semua orang Kristen benar-benar melakukan perintah Yesus, kira-kira kondisinya akan seperti apa? "Perintah jadikan semua bangsa murid, jadilah saksi sampai ujung bumi". Kira-kira jika perintah ini benar-benar dikerjakan, orang Kristen kondisinya akan seperti apa?

Ini yang bisa Nidus gambarkan :
Orang Kristen sebagai murid Yesus akan menjelajah bumi sampai bertemu semua bangsa, membabtis, memuridkan mereka dan terus berjalan sampai menemukan ujung bumi. Ingat bagaimana Yesus memuridkan? Yesus mengajak murid2 mengikutinya, jika kita melakukan apa yang diarahkan oleh Yesus sendiri, kira2 perjalanan kesaksian orang-orang Kristen akan sampai dimana?

Justru penyesatan terhadap orang-orang pilihan sudah dan sedang terjadi, yaitu saat kita tidak lagi berhasil / sedang tersesat dalam menemukan jalan ke ujung bumi seperti yang diperintahkan Yesus. Sementara perintah Yesus jelas, pergilah, ROH KUDUS akan memimpin kita menjadi saksi Yesus sampai ke ujung bumi. Dalam hal inilah Nidus berbicara yaitu supaya kita mulai kembali perjalanan kita sampai ke ujung bumi seperti perintah Yesus.

Jika ada yang beranggapan bahwa ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, maka itu adalah akibat ketersesatan orang Kristen melihat dunia. Sejak orang Kristen mengakui dunia ini bulat dan tidak ada ujungnya, maka mulai saat itulah mereka melakukan cocokologi sehingga membuat doktrin ujung dunia yang dimaksud sebetulnya adalah Yerusalem, yaitu untuk melakukan penyesuaian isi kitab suci terhadap hikmat dunia. Tidak begitu sodara-sodara, ujung dunia itu ada, jika tidak demikian, maka Yesus tidak akan mengatakanya sendiri dan mengarahkan kita untuk sampai ke ujung bumi.

Kuasa ROH KUDUS memang bukan alat dan bukan untuk kita gunakan, tapi ROH KUDUS-lah yang "memimpin", perjanjianya adalah ROH KUDUS memimpin kita menjadi saksi sampai ujung bumi.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 02, 2020, 03:51:51 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Sekarang pertanyaanya kubalik ya bro.
Ok, Bro!
Kita hrs rajin bertanya sebab kita sedang belajar
Pertanyaan sebodoh apa pun perlu dilontarkan utk dipikirkan


Jika ada 2 orang berjanji di suatu waktu dan tempat, kemudian setelah pada waktunya ternyata salah satu dari mereka tidak berada di tempat "perjanjian" yang telah ditentukan, kira-kira perjanjian itu batal atau tidak?
Misalkan saja ke-2 org (pihak) itu aku dan kau, Bro.
Menurutku batal tidaknya perjanjian kita tergantung isi MOU kita
Serasa tak adil, jika janji itu batal tanpa ada pasal waktu dan tempat
Pasal waktu kita tidak tahu tepatnya, pasal tempat hanya kau yg “tepat”
Maka rasanya tidak fair, jika perjanjian batal karna ketidak tepatan tempat, Bro!

Itu sebab kutanyakan lebih lanjut dr "Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?"
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org percaya itu tidak tepat?
Atau janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org itu tidak akan menemukannya?


Sebab aku ragu pd pernyataanmu ini, bw
“Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah,
maka kita tidak akan menemukan janji-Nya di waktu yang tepat sekalipun,
karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.”


Dalam hal ini Nidus tidak berani, dan tidak sedang mengaku sebagai mesias.
Kita hrs lega mengakui pernyaataan para nabi, bw sesungguhnya, bangsa2 itu
Adalah spt setitik air dlm timba dan dianggap spt sebutir debu pada neraca.
Ia memandang sampai ke ujung2 bumi, melihat segala yg ada di kolong langit.
Dgn demikian tidak perlu ada kekhawatiran kita akan akurasi material ujung bumi


Yang Nidus kerjakan adalah mengingatkan orang Kristen tentang perintah Yesus,
yaitu menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.
Yah! Jadilah saksi-Nya, bukan carilah ujung bumi yg tepat dan akurat
Kini pun kita bisa dianggap sedang menjadi saksi-Nya via dunia maya ini
Pertanyakan juga kpd mereka yg bersaksi dr atas kursi roda atau cacat yg lain

Nanti2 di mana kita mendapat perhentian, di situlah ujung bumi kita yg tepat
Mungkin ujung itu di tengah hutan atau desa yg belum tersentuh oleh dunia
Mungkin saja di tengah kota atau di kolong jembatan yg kumuh terpinggirkan
Rasanya hrs segampang itu ujung bumi dan tak mengancam pembatalan janji


Kalau Nidus boleh kasih gambaran ke sorada Maren, jika semua orang Kristen benar-benar melakukan perintah Yesus, kira-kira kondisinya akan seperti apa? "Perintah jadikan semua bangsa murid, jadilah saksi sampai ujung bumi". Kira-kira jika perintah ini benar-benar dikerjakan, orang Kristen kondisinya akan seperti apa?
Ini yang bisa Nidus gambarkan :
Orang Kristen sebagai murid Yesus akan menjelajah bumi sampai bertemu semua bangsa, membabtis, memuridkan mereka dan terus berjalan sampai menemukan ujung bumi. Ingat bagaimana Yesus memuridkan? Yesus mengajak murid2 mengikutinya, jika kita melakukan apa yang diarahkan oleh Yesus sendiri, kira2 perjalanan kesaksian orang-orang Kristen akan sampai dimana?

Mungkin,
Gambaran itu bisa juga spt apa yg hrs dibayangkan ketika kita berdoa:
“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi spt di sorga...”
Artinya, semua terpulihkan spt sedia kala sebelum kita berdosa


(bersambung)
« Last Edit: March 02, 2020, 04:59:48 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 02, 2020, 04:05:05 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2567
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
(sambungan)

Justru penyesatan terhadap orang-orang pilihan sudah dan sedang terjadi,
yaitu saat kita tidak lagi berhasil/sedang tersesat dalam menemukan jalan ke ujung bumi seperti yang diperintahkan Yesus.
Kurasa kita akan tersesat jika masih berusaha mencari atau “menemukan jalan”
Sebab telah tegas dikatakan oleh Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup ...”
Maka jangan percaya jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana ...
Sebab mesias2 dan nabi2 palsu akan muncul dan akan mengadakan mujizat2 yg dahsyat


Sementara perintah Yesus jelas, pergilah, ROH KUDUS akan memimpin kita menjadi saksi Yesus sampai ke ujung bumi. Dalam hal inilah Nidus berbicara yaitu supaya kita mulai kembali perjalanan kita sampai ke ujung bumi seperti perintah Yesus.
Dpt dipastikan, jika ROH KUDUS yg memimpin, pastilah sampai
Bahkan akan sampai ke tempat yg sedang disediakan-Nya kini


Jika ada yang beranggapan bahwa ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, maka itu adalah akibat ketersesatan orang Kristen melihat dunia. Sejak orang Kristen mengakui dunia ini bulat dan tidak ada ujungnya, maka mulai saat itulah mereka melakukan cocokologi sehingga membuat doktrin ujung dunia yg dimaksud sebetulnya adalah Yerusalem, yaitu utk melakukan penyesuaian isi kitab suci terhadap hikmat dunia. Tidak begitu sodara-sodara, ujung dunia itu ada, jika tidak demikian, maka Yesus tidak akan mengatakanya sendiri dan mengarahkan kita utk sampai ke ujung bumi.

Yg sedang kita diskusikan itu bumi bukan dunia, Bro
Dan kata majemuk “ujung dunia” tidak ada dlm Alkitab
Kata “ujung bumi” ada 40-an di PL, mengacu tempat yg jauh

Bagiku:
Bumi itu bagai benua bawah
Dunia itu bagai benua tengah
Dan langit itu bagai benua atas

Hikmat duniawi tidak cukup utk menjadi referensi utk yg rohani.
Kurasa Yesus tidak bermaksud membuat teka-teki rohani ttg tempat di ujung bumi
Dan tdk sedang menuntut akurasi pencariannya, dan tdk menjadi prasyarat perjanjian-Nya
Kata Yesus kpd murid2-Nya: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.


Kuasa ROH KUDUS memang bukan alat dan bukan untuk kita gunakan,
Lalu utk apa kita memohon ROH KUDUS, jika bukan utk digunakan, Bro!
Dgn perkataan lain, apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?
Roh-lah yg memberikan iman, dan iman yg akan membenarkan kita dan iman itu yg menyelamatkan
Kita sudah tahu kedahsyatan iman walau hanya sebesar biji sesawi jika sungguh kita menggunakannya


tapi ROH KUDUS-lah yang "memimpin", perjanjianya adalah ROH KUDUS memimpin kita menjadi saksi sampai ujung bumi.
Ya! ROH KUDUS-lah yg memimpin kita kpd seluruh kebenaran
Dgn demikian kita tidak usah cemas akan pembatalah janji-Nya
Jika bukan ROH KUDUS yg memimpin sudah pasti kita akan sesat
Itu pendapatku, Bro!

Salam Damai!

« Last Edit: March 02, 2020, 04:31:48 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 04, 2020, 01:27:39 AM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi

Menurutku batal tidaknya perjanjian kita tergantung isi MOU kita


Lho... MOU Tuhan buat kita itu jelas lho, ROH KUDUS akan memimpin kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi.
Kurang jelas apa dengan tempat yang dimaksud dalam MOU coba? bukankah tertulis disana sampai ke ujung bumi.


Itu sebab kutanyakan lebih lanjut dr "Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?"
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org percaya itu tidak tepat?
Atau janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org itu tidak akan menemukannya?



-Pentingnya supaya orang Kristen dapat mencapai lokasi sesuai MOU kita dengan Tuhan.
-Bukankah kalau tidak tepat berarti tidak akan sampai dan tidak memenuhi MOU.
-Tidak ada yang tersembunyi bagi orang percaya, tertulis dengan tegas di Alkitab kok.


Sebab aku ragu pd pernyataanmu ini, bw
“Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah,
maka kita tidak akan menemukan janji-Nya di waktu yang tepat sekalipun,
karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.”


Israel pernah menerima janji tanah Kanaan, apakah mereka akan menerimanya jika tetap di Mesir?
Janji pengangkatan Tuhan adalah dari ujung bumi sampai ke ujung langit :
Markus 13:27
Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.

Tiga hal yang disebut diatas lokasi / tempat adalah :
1. penjuru bumi (lihat Wahyu 7 : 1) dan lihatlah konsep apa itu penjuru, dimana letaknya.
2. ujung bumi - tempat awal
3. ujung langit - tempat akhir

Kita bisa merenungkan, penjuru bumi itu bisajadi 2 hal, pertama tempat dimana malaikat akan keluar, atau bisajadi juga hal kedua, yaitu tempat orang pilihan akan berkumpul. Tapi juga disana ditegaskan lagi "dari ujung bumi sampai ke ujung langit", apakah ini menunjukan sebuah "bentangan" area yang diberikan kepada malaikat untuk pengumpulan orang pilihan, ataukah ini menunjukan proses pengumpulan orang pilihan dari ujung bumi kemudian akan dibawa oleh malaikat menuju ke ujung langit. Yang jelas ujung bumi ini adalah tempat dimana seharusnya orang pilihan berada pada waktu tersebut dan ini sejalan dengan MOU yang Yesus berikan, yaitu ROH KUDUS akan membimbing kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Inilah pentingnya ujung bumi yaitu berhubungan erat dengan proses janji pengangkatan dan MOU Tuhan Yesus kepada orang pilihanNya.


Nanti2 di mana kita mendapat perhentian, di situlah ujung bumi kita yg tepat
Mungkin ujung itu di tengah hutan atau desa yg belum tersentuh oleh dunia
Mungkin saja di tengah kota atau di kolong jembatan yg kumuh terpinggirkan
Rasanya hrs segampang itu ujung bumi dan tak mengancam pembatalan janji


Kita seharusnya tidak menterjemahkan ujung bumi sesuka kita sendiri, karena Yesus pernah memberikan petunjuk dimana itu ujung bumi.
Lukas 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Jelas Yesus memberikan petunjuk jika sodara dapat menemukanya, tempat darimana ratu ini datang adalah ujung bumi. Jadi jangan kita menterjemahkan ujung bumi sesuai pengetahuan dunia kita / dari hikmat dunia, tapi dengarkanlah apa kata Yesus.



Kurasa kita akan tersesat jika masih berusaha mencari atau “menemukan jalan”
Sebab telah tegas dikatakan oleh Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup ...”
Maka jangan percaya jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana ...
Sebab mesias2 dan nabi2 palsu akan muncul dan akan mengadakan mujizat2 yg dahsyat


Yesus sebagai jalan, telah menunjukan jalanNya, yaitu memberikan ROH KUDUS Nya untuk supaya kita menjadi saksi Nya sampai ke ujung bumi seperti yang dimaksud Yesus (ujung bumi menurut Yesus). Tergantung kita sekarang, jalan itu mau ditapaki atau tidak, karena jalan itu adalah sesuatu hal yang harus dilalui (dijalani).
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 04, 2020, 01:30:28 AM
Reply #9
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 122
  • Denominasi: Interdenominasi

Yg sedang kita diskusikan itu bumi bukan dunia, Bro
Dan kata majemuk “ujung dunia” tidak ada dlm Alkitab
Kata “ujung bumi” ada 40-an di PL, mengacu tempat yg jauh


Tepat sekali, Alkitab hanya mengatakan tentang ujung bumi, sementara hikmat dunia mengatakan bahwa dunia ini tidak berujung, maka maksud Nidus adalah dunia tempat kita hidup ini sebetulnya ada ujungnya seperti yang tertulis Alkitab yaitu ujung bumi dan perlu juga ditegaskan bahwa tempat itu bukan Yerusalem karena Alkitab jelas memberikan petunjuk.

Tentunya tidak ada teka-teki jika orang Kristen merenungkan Firman Tuhan siang dan malam seperti arahanNya dan yang Nidus sampaikan di sini adalah hasil dari perenungan tersebut.


Lalu utk apa kita memohon ROH KUDUS, jika bukan utk digunakan, Bro!
Dgn perkataan lain, apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?
Roh-lah yg memberikan iman, dan iman yg akan membenarkan kita dan iman itu yg menyelamatkan
Kita sudah tahu kedahsyatan iman walau hanya sebesar biji sesawi jika sungguh kita menggunakannya


ROH KUDUS sangat berguna bagi kita dan sangat penting, karena Dia memimpin, tapi bukan untuk kita gunakan, mengerti perbedaanya?
Memimpin itu berarti kita yang mengikut ROH KUDUS, bukan kemudian ROH KUDUS digunakan untuk mencapai apa yang kita inginkan.


Ya! ROH KUDUS-lah yg memimpin kita kpd seluruh kebenaran
Dgn demikian kita tidak usah cemas akan pembatalah janji-Nya
Jika bukan ROH KUDUS yg memimpin sudah pasti kita akan sesat
Itu pendapatku, Bro!


Tentunya dalam sebuah perjanjian, haruslah kita pahami betul MOU nya, jangan sampai sembarangan.
ROH KUDUS yang Tuhan janjikan yaitu untuk memimpin kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi.
Tentunya orang dengan ROH KUDUS akan sampai ke ujung bumi jika kita mendengarkan pimpinanNya.

Janji Tuhan tidak akan batal, justru akan dilaksanakan dengan tepat, namun jika salah satu pihak tidak memenuhi isi MOU maka jelas itu bukan pihak Tuhan yang membatalkanya.

Disini Nidus berharap semua orang Kristen yang membaca ini kemudian mengerti isi perjanjian Tuhan dengan kita, dan tujuan Tuhan mengarahkan kita ke ujung bumi oleh ROH KUDUS (Kis 1:8), yaitu adalah supaya kita mendapatkan pengangkatan seperti yang telah dijanjikanNya (Mark 13:27).

El Shaddai
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)