Author Topic: Pentingnya ujung bumi untuk orang percaya!  (Read 1786 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 09, 2020, 01:12:10 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Sepertinya sodara Maren salah tangkap bahwa ujung bumi adalah penentu keselamatan,
maka seharusnya sodara bisa membaca lagi post #13 diatas.
Sorry kalau aku salah/terlalu jauh menangkap!
Yg tertangkap ialah “Pentingnya ujung bumi utk org percaya”
Pentingnya sesuai dgn andai2-mu di awal trit ini dgn menuliskan:
Org itu tdk akan menemukan janji-Nya, jika tak sampai ke ujung bumi

Sbb:


Seakan Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah,
maka kita tidak akan menemukan janjiNya di waktu yang tepat sekalipun,
karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.
Jika kucoba cermati lagi:
Waktu yg tepat bukanlah faktor pemenuhan janji (MOU?)
Tapi tempat yg tidak tepat adalah faktor pembatalan janji-Nya


Namun Nidus tegaskan lagi disini bahwa ujung bumi bukan faktor penentu mendapat keselamatan oleh Yesus Kristus. Justru orang yang telah diselamatkanlah yang mewarisi mandat untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi, kalau belum selamat bagaimana bisa menerima ROH KUDUS dan bersaksi sampai ke ujung bumi?
Kita masih sedang bicara ttg org percaya sesuai judul
Bagaimana bisa iblis menyesatkan org2 pilihan [Mark 13:21-22]

Mengenai peran ROH KUDUS nanti kurespon di trit yg lain
Akan oot di sini, jika digunakan utk pentingnya ujung bumi
Rasul2 menggunakan-Nya utk KUNCI keberimanan dan kesaksian


Jadi keselamatan itu diterima dulu, baru bersaksi sampai ke ujung bumi. Ke ujung bumi bukan untuk diselamatkan, tapi menuntaskan mandat Yesus Kristus dalam ketaatan, kesetiaan, kerelaan.
Jika "tempat di ujung bumi" itu tidak menentukan apa2 pd keselamatan org percaya
Lalu bagaimana kita memperbaiki judul trit "Pentingnya ujung bumi utk org percaya
Atau apa lagi pentingnya selain hanya seolah2 tdk akan menemukan janji-Nya?

Jika sungguh tdk ada pentingnya, maka kita tidak usah repot2 men-cari2 jalan segala rupa
Utk apa mencari referensi macam2 hingga org percaya yg bimbang berspekulasi menemukannya
Atau org percaya itu dipertemukan dgn nabi2 atau mesias2 palsu yg akan menyesatkan banyak org.

Salam Damai!
« Last Edit: March 09, 2020, 09:19:30 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 09, 2020, 05:15:29 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Karena sodara Maren memunculkan istilah kolong langit, maka coba lihatlah kolong meja sebagai perbandingan. Jika dikatakan ujung langit, maka coba lihatlah ujung meja, tentang ujung dari kolong langit? lihatlah ujung dari kolong meja. Apabila dituliskan Tuhan membentang langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman (Yes 40), maka lihatlah kemah karena kata "seperti" berarti seperti, pelajarilah kondisi kain yang membentuk kemah. Saya meyakini bahwa kemah tidak berbentuk serupa bulatan (cari kata aslinya tentang kata bulatan - yes 40), kalau kemah melingkar mungkin iya. Jika hikmat dunia mengajarkan bahwa langit itu tidak seperti kemah, maka itu pilihan sodara untuk berpegang kepada Alkitab dan hikmat Tuhan atau kepada hikmat manusia soal melihat langit.
Itu contoh kesamaan istilah saja, Bro, bukan hendak pindah dr istilah ujung bumi
Yg perlu tanggapan itu adalah istilah ujung bumi menurut PL dan menurut PB
Apakah beda atau sama maksudnya, apakah singular atau plural adanya
Dan apakah ada link kebenarannya atau apa saja asumsi kebenarannya
Itu penting sbg awal utk perenungan eksistensi material tempat itu.

Dlm PL ada 43 ayat yg menggunakan istilah itu, dlm PB ada 7, ttl 50 ayat
Perasaanku ke-50 ayat itu mayoritasnya adalah kata berulang utk menekankan: Pecayalah!
Hanya Allah Abraham yg benar kuasa-Nya dan benar kasih-Nya dan keselamatan tidak ada di dlm siapapun juga selain di dlm Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yg diberikan kpd manusia yg olehnya kita dpt diselamatkan. Dia omnipotent, omnipresent, omniscience. Maka: "Jangan takut kemanapun kita pergi", ke ujung bumi, ke ujung langit sekali pun adalah kuasa-Nya. Maka komen @cadangdata pun hrs disemangati kemungkinannnya, agar tidak ada takut mati meledak spt peristiwa Pesawat Ulang-Alik Challenger atau tidak ada takut mati terapung di orbit bumi spt kuburan barang2 teknologi tinggi luar angkasa.

Jadi inti ke-50 ayat2 itu ialah: "Percayalah dan jangan takut"
Jalan yg diragakan Yesus adalah kematian-Nya di dlm kasih
Yg sama dgn kematian-Nya akan sama dgn kebangkitan-Nya
Itu saja menurutku sementara ini, Bro!

Salam Damai!
« Last Edit: March 09, 2020, 09:24:09 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 10, 2020, 08:33:59 AM
Reply #22
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 134
  • Denominasi: Interdenominasi


Sorry kalau aku salah/terlalu jauh menangkap!
Yg tertangkap ialah “Pentingnya ujung bumi utk org percaya”
Pentingnya sesuai dgn andai2-mu di awal trit ini dgn menuliskan:
Org itu tdk akan menemukan janji-Nya, jika tak sampai ke ujung bumi
Sbb:

Jika kucoba cermati lagi:
Waktu yg tepat bukanlah faktor pemenuhan janji (MOU?)
Tapi tempat yg tidak tepat adalah faktor pembatalan janji-Nya




Bagi saya sodara Maren ini mungkin hanya tahu bahwa janji Tuhan adalah janji keselamatan saja. Keselamatan itu kita terima saat kita menerima Yesus dan setelahnya kita disebut "orang percaya". Orang percaya adalah orang yang "sudah diselamatkan", jadi judul diatas maksudnya adalah pentingnya ujung bumi bagi mereka yang sudah diselamatkan.

Di ujung bumi dijanjikan "pengumpulan orang percaya oleh malaikat" (Mark 13:27). Dikatakan disana "pada waktu itu", jelas yaitu saat waktunya tiba dan diikuti dengan penjelasan tempat, demikian maka telah memenuhi unsur penjelasan waktu dan tempat. Demikian juga waktuNya kita tidak perlu tau (Kis 1:8), tapi... bukankah disebutkan kata "tapi" oleh Yesus sendiri disana, ROH KUDUS yang dikaruniakan akan memberi kamu kuasa dan memimpin kamu sampai ke ujung bumi (tempat).

Jadi semoga jelas bahwa janji disini bukan janji keselamatan, tapi pengangkatan. Bagaimana dengan mereka yang tidak sampai di ujung bumi "pada saat waktunya tiba" ? Mereka akan tertinggal di bumi, apakah berarti yang tertinggal tidak selamat? belum tentu, karena saat mereka tertinggal pilihanya 2 saja yaitu murtad atau martir. Mereka akan murtad saat mereka melepaskan keselamatan untuk memelihara nyawanya, tapi martir saat ia menyerahkan nyawanya demi memegang keselamatan yang telah Tuhan berikan.




Itu contoh kesamaan istilah saja, Bro, bukan hendak pindah dr istilah ujung bumi
Yg perlu tanggapan itu adalah istilah ujung bumi menurut PL dan menurut PB
Apakah beda atau sama maksudnya, apakah singular atau plural adanya
Dan apakah ada link kebenarannya atau apa saja asumsi kebenarannya
Itu penting sbg awal utk perenungan eksistensi material tempat itu.


Pilihan untuk memahami langit dan bumi ini bagi kita ada 2 saja : yaitu percaya apa yang dikatakan Alkitab tentang langit dan bumi, atau percaya kepada ilmu pengetahuan hikmat dunia tentang luar angaksa dan planet-planet. Ujung bumi bukan sebuah "istilah" yang imajiner, tetapi benar-benar merupakan "tempat" yang ada di bumi kita ini. Ujung bumi menjadi imajiner karena hikmat dunia mengajarkan bahwa dunia ini tidak berujung, lalu orang membaca Alkitab dengan menggunakan hikmat dunia untuk mengerti ujung bumi, maka tersesatlah ia dalam hikmat manusia.

-------

sedikit Nidus akan jelaskan tentang konsep perjanjian (MOU).
MOU itu terdiri dari setidaknya 2 pihak, pihak A dan B, keduanya harus menghormati dan mentaati MOU. Demikian Juga Tuhan dan kita adalah dua pihak dalam satu MOU. Jika di MOU dikatakan "ROH KUDUS akan turun ke atas kamu", ini adalah bagian Tuhan mengaruniakan Roh KudusNya, sementara "maka kamu akan menjadi saksi, sampai ke ujung bumi", ini adalah bagian kita dalam MOU untuk dikerjakan. Jadi kedua belah pihak harus mengerjakan bagianya masing-masing, Tuhan pastilah mengerjakan bagianNya, saat kita meminta ROH KUDUS pasti diberi ROH KUDUS. Tetapi apakah kita menyelesaikan bagian kita "dipimpin dengan kuasa, menjadi saksi sampai ke ujung bumi"?  Ini adalah bagian kita untuk menjawab karena pasti pihak Tuhan menggenapi perjanjianNya, pertanyaanya "Apakah kita menghormati MOU itu dan mengerjakan bagian kita (orang percaya) untuk dikerjakan yaitu menjadi saksi sampai ke ujung bumi?".

El Shaddai.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
March 10, 2020, 02:01:27 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yg tertangkap ialah “Pentingnya ujung bumi utk org percaya”
Pentingnya sesuai dgn andai2-mu di awal trit ini dgn menuliskan:
Org itu tdk akan menemukan janji-Nya, jika tak sampai ke ujung bumi

Jika kucoba cermati lagi yg menurutmu:
Waktu yg tepat bukanlah faktor pemenuhan janji (MOU?)
Tapi tempat yg tidak tepat adalah faktor pembatalan janji-Nya

Bagi saya sodara Maren ini mungkin hanya tahu bahwa janji Tuhan adalah janji keselamatan saja.

Bagiku janji2 apa dgn siapapun itu penting
Lebih lagi janji2 Yesus Kristus itu adalah pasti
Kepastian waktu dan tempat pemenuhan janji-Nya bukan kuasa kita

Pun kita diberi tanda2 bukan utk di-reka2, melainkan utk berwaspada dan ber-jaga2
Berjaga2-lah kita di setiap waktu dan setiap tempat, sebab janji kedatangan-Nya pasti
Kata Yesus kpd mereka [Mar 13:5]: "Waspadalah spy jgn ada org yg menyesatkan kamu!


Keselamatan itu kita terima saat kita menerima Yesus dan setelahnya kita disebut "orang percaya". Orang percaya adalah orang yang "sudah diselamatkan", jadi judul diatas maksudnya adalah pentingnya ujung bumi bagi mereka yang sudah diselamatkan.
Kata Yesus, org pilihan pun bisa sesat
Murid2 terpilih baru sebatas percaya saja
Mereka menjadi beriman setelah pentakosta

Ada kubahas beda tahu, percaya dan beriman
Tapi nanti kita bahas ulang ttg hal2 itu jika perlu
Kini presisi “tempat” itu saja dulu, plural/singular


Di ujung bumi dijanjikan "pengumpulan orang percaya oleh malaikat" (Mark 13:27). Dikatakan disana "pada waktu itu", jelas yaitu saat waktunya tiba dan diikuti dengan penjelasan tempat, demikian maka telah memenuhi unsur penjelasan waktu dan tempat.

[Mar 13:27] Pd waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat2-Nya
dan akan mengumpulkan org2 pilihan-Nya dr ke-4 penjuru bumi,
dr ujung bumi sampai ke ujung langit.


Tempat org2 pilihan itu akan menjadi satu
Kita disatukan dr keempat penjuru bumi, dr ujung bumi sampai ke ujung langit
Kita tidak hrs men-cari2 atau me-reka2 utk me-nanti2 di "tempat kesatuan" itu, ya, kan, Bro?
Justru kita hrs terus bekerja, bersaksi, mengerjakan kasih-Nya sampai "ke ujung bumi pun ke ujung langit"
Artinya, "Percayalah dan jangan takut", kalau memang ditenagai atau sudah menerima kuasa ROH KUDUS

Pasnya kira2 begini, Bro!
Kita hrs berani bekerja menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi pun sampai ke ujung langit
Sebab Yesus pasti akan mengumpulkan kita dr ujung bumi sampai dr ujung langit sekali pun


Pilihan untuk memahami langit dan bumi ini bagi kita ada 2 saja : yaitu percaya apa yang dikatakan Alkitab tentang langit dan bumi, atau percaya kepada ilmu pengetahuan hikmat dunia tentang luar angaksa dan planet-planet.
Menurut PL dan PB saja dulu, Bro!
Apakah beda atau sama maksudnya
Apakah singular atau plural adanya
Apa saja link kebenarannya atau perlu ada asumsi kebenarannya
Itu penting sbg awal utk perenungan eksistensi material tempat itu.


Ujung bumi bukan sebuah "istilah" yang imajiner, tetapi benar-benar merupakan "tempat" yang ada di bumi kita ini. Ujung bumi menjadi imajiner karena hikmat dunia mengajarkan bahwa dunia ini tidak berujung, lalu orang membaca Alkitab dengan menggunakan hikmat dunia untuk mengerti ujung bumi, maka tersesatlah ia dalam hikmat manusia.
Ok! Itu dulu lah, Bro, menurut PB dan PL saja
Sebab bumi dpt dianggap sbg partikel dlm jagat raya
Yesaya duluan yg bilang, bagai sebutir debu pd neraca

Salam Damai!

« Last Edit: March 10, 2020, 06:15:45 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
March 11, 2020, 10:53:09 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Terlepas dari semua spekulasi yang dibuat manusia, Alkitab berkata bahwa ujung bumi dan ujung langit itu ada. Kenapa orang percaya sekalipun tidak dapat menemukan dimana ujung bumi dan ujung langit? adalah karena hikmat dunia memberikan pengertian lain tentang langit dan bumi, yang tidak sejalan dengan isi Alkitab. Sehingga sekarang orang percaya sekalipun tidak mengerti tentang apa yang tertulis di Alkitab perihal langit dan bumi. Itulah kenapa ini penting, yaitu karena orang percayapun tengah melakukan spekulasi isi Alkitab menggunakan hikmat dunia, sedangkan Alkitab menulis soal ujung bumi menurut hikmat Tuhan, lalu hikmat dunia berkata semua tempat di bumi ini adalah ujung karena setiap sisi bola adalah ujung bola. Dengan demikian pengertian dalam Alkitab dicemari oleh hikmat dunia dan orang percaya yang membacanya menjadi tersesat dalam mengerti ujung bumi. Ini bukan bertujuan menunjukan mesias ada dimana, tapi ujung bumi supaya kesaksian kita lewat pimpinan ROH KUDUS bisa kita tuntaskan, karena tempat tertuntaskanya ayat ini adalah di ujung bumi (Kis 1:8).

Kita perbanyak dan perkaya dululah, Bro, penjelasanmu: Apa maksud menurut Alkitab ini?
Dr ujung bumi ke ujung bumi, dr ujung langit ke ujung langit, dr ujung bumi ke ujung langit;
Bedakah eksistensi tempat di "ujung bumi" yg sedang kita bicarakan itu menurut PL dan PB?

Salam Damai!
« Last Edit: March 11, 2020, 12:10:59 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 07, 2020, 11:48:51 AM
Reply #25
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 134
  • Denominasi: Interdenominasi
Kenapa kita harus menafsirkan "ujung bumi" dengan hal-hal yang dibuat-buat?

Bukankah ujung bumi itu jelas mengandung 2 kata :
1. ujung yang artinya ujung
2. bumi yang artinya bumi
3. ujung bumi artinya ujung bumi

Ujung bumi ya artinya ujung bumi, kenapa sih harus jadi diartikan menjadi "Yerusalem" lah, diartikan "tempat dimana-mana" lah, diartikan "setiap sisi bumi" lah.

Masalahnya orang-orang sudah "di-buta-kan" dengan ilmu pengetahuan dan hasilnya tidak bisa menangkap kebenaran Firman Tuhan, ujung bumi disembunyikan dari mata kita semua sehingga ujung bumi dianggap tidak ada. Namun orang Percaya tidak hidup karena melihat, tapi karena iman (walaupun belum melihat tetapi percaya Kepada Firman Tuhan).

Kalau kita tidak percaya "ujung bumi" itu ada dan malahan ujung bumi di-seribu-artikan, maka kita tidak percaya juga dengan kebenaran firman, lebih memilih menafsirkan firman sesuai apa yang kita lihat dan keinginan kita sendiri.
Padahal orang percaya hidup karena iman.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
June 08, 2020, 12:27:06 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kenapa kita harus menafsirkan "ujung bumi" dengan hal-hal yang dibuat-buat?
Bukankah ujung bumi itu jelas mengandung 2 kata :
1. ujung yang artinya ujung
2. bumi yang artinya bumi
3. ujung bumi artinya ujung bumi
Syalom!
Nampaknya ini bukan menjelaskan, Bro!
Ini spt memaksakan pendapat dan bisa diartikan jgn tanya2
Mana/apa ujung, mana/apa bumi dan ke mana pula rasul2 pd pergi


Kalau kita tidak percaya "ujung bumi" itu ada dan malahan ujung bumi di-seribu-artikan, maka kita tidak percaya juga dengan kebenaran firman, lebih memilih menafsirkan firman sesuai apa yang kita lihat dan keinginan kita sendiri. Padahal orang percaya hidup karena iman.
---
Ya! Kita dibenarkan hanya karena iman dlm Kristus
Dan kita diselamatkan oleh iman kpd Kristus
Dialah jalan dan kebenaran dan hidup ...
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 08, 2020, 08:35:41 AM
Reply #27
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 134
  • Denominasi: Interdenominasi
Syalom!
Nampaknya ini bukan menjelaskan, Bro!
Ini spt memaksakan pendapat dan bisa diartikan jgn tanya2
Mana/apa ujung, mana/apa bumi dan ke mana pula rasul2 pd pergi


Kalau kita tidak percaya "ujung bumi" itu ada dan malahan ujung bumi di-seribu-artikan, maka kita tidak percaya juga dengan kebenaran firman, lebih memilih menafsirkan firman sesuai apa yang kita lihat dan keinginan kita sendiri. Padahal orang percaya hidup karena iman.
---
Ya! Kita dibenarkan hanya karena iman dlm Kristus
Dan kita diselamatkan oleh iman kpd Kristus
Dialah jalan dan kebenaran dan hidup ...


Yang Nidus lakukan adalah melihat kebenaran sebagai kebenaran sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab, dan mengharap janganlah kita ini melihat kebenaran Alkitab dengan "kacamata" dunia / hikmat dunia.

1. Hikmat dunia memang berkata ujung bumi itu mustahil ada, karena bumi itu bulat tidak ada ujungnya (menurut hikmat dunia).
2. Firman Tuhan berkata kesaksian orang percaya akan sampai ke ujung bumi.
3. Orang Kristen malah melihat ujung bumi yang tertulis dalam Alkitab menggunakan hikmat dunia (dimana bumi bulat), sehingga mulai "meng-ada-adakan" penafsiran ujung bumi menjadi tempat lain seperti Yerusalem, setiap sisi bumi, dll..
4. Yang artinya orang Kristen yang demikian sedang goyah iman-nya kepada kebenaran Firman, karena hidup melihat dunia sesuai hikmat dunia, sehingga kebenaran Alkitab pun sekarang ditakar dan dipengaruhi oleh pandangan hikmat dunia.
5. Maka orang Kristen yang tidak mau di-cap bodoh oleh hikmat dunia, memberikan arti lain kepada "ujung bumi", padahal ujung bumi adalah ujung bumi.

Untuk itulah Nidus menegaskan ber-iman lah kepada kebenaran Firman Tuhan dan jangan menyesuaikan Firman Tuhan dengan pandangan hikmat dunia, hanya supaya isi Alkitab diakui dunia, karena hikmat dunia adalah kebodohan bagi Tuhan. Dan sebaliknya Hikmat Tuhan juga adalah kebodohan bagi dunia, maka munculah Firman : "Apa yang bodoh bagi dunia, telah dipilih Tuhan untuk mempermalukan mereka yang berhikmat".

Demikianlah seharusnya orang Kristen melihat ujung bumi sebagai ujung bumi dan menjalankan mandat Yesus dengan benar, bukan malah mengartikan ujung bumi sebagai hal lain hanya karena hikmat dunia berkata ujung bumi itu tidak ada.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
June 09, 2020, 12:09:24 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2879
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yang Nidus lakukan adalah melihat kebenaran sebagai kebenaran sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab, dan mengharap janganlah kita ini melihat kebenaran Alkitab dengan "kacamata" dunia / hikmat dunia.:
Syalom!
Kebenaran bukan apa yg mati lengket pd text
Kebenaran adalah apa yg hidup di belakangnya
Sebab firman Allah itu hidup, powerful [Ib 4:12]


1. Hikmat dunia memang berkata ujung bumi itu mustahil ada,
karena bumi itu bulat tidak ada ujungnya (menurut hikmat dunia).
2. Firman Tuhan berkata kesaksian orang percaya akan sampai ke ujung bumi.
3. Orang Kristen malah melihat ujung bumi yang tertulis dalam Alkitab menggunakan hikmat dunia (dimana bumi bulat), sehingga mulai "meng-ada-adakan" penafsiran ujung bumi menjadi tempat lain seperti Yerusalem, setiap sisi bumi, dll..
4. Yang artinya orang Kristen yang demikian sedang goyah iman-nya kepada kebenaran Firman, karena hidup melihat dunia sesuai hikmat dunia, sehingga kebenaran Alkitab pun sekarang ditakar dan dipengaruhi oleh pandangan hikmat dunia.
5. Maka orang Kristen yang tidak mau di-cap bodoh oleh hikmat dunia, memberikan arti lain kepada "ujung bumi", padahal ujung bumi adalah ujung bumi.
...
Demikianlah seharusnya orang Kristen melihat ujung bumi sebagai ujung bumi dan menjalankan mandat Yesus dengan benar, bukan malah mengartikan ujung bumi sebagai hal lain hanya karena hikmat dunia berkata ujung bumi itu tidak ada.
---
Jika hanya "ujung bumu" yg kita kutak-katik dlm Alkitab
Maka kita tidak akan dpt beranjak kemana-mana, Bro!
Sebab hrs bisa dimengerti juga maksud Alkitab yg ini:

1. dari ujung bumi ke ujung bumi,
2. dari ujung langit ke ujung langit,
3. dari ujung bumi ke ujung langit;

Bedakah "ujung bumi" yg sedang didiskusikan
Dgn  "ujung2" di atas menurut PL dan PB itu?

Menurutku, lebih baik kita sertakanlah Yesus dlm membahasnya
Mengapa Yesus katakan itu, lalu dibahas kata demi kata dan link2-nya
Jadi bukan pentingnya "ujung bumi", tapi "perkataan-Nya" lah yg penting

Jadi kebenaran bukan pd ujung bumi, tapi pd firman-Nya
Sebab bumi dpt dianggap sbg partikel dlm jagat raya
Yesaya duluan bilang, bagai sebutir debu pd neraca
---
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 12, 2020, 04:05:43 PM
Reply #29
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 134
  • Denominasi: Interdenominasi
---
Jika hanya "ujung bumu" yg kita kutak-katik dlm Alkitab
Maka kita tidak akan dpt beranjak kemana-mana, Bro!
Sebab hrs bisa dimengerti juga maksud Alkitab yg ini:

1. dari ujung bumi ke ujung bumi,
2. dari ujung langit ke ujung langit,
3. dari ujung bumi ke ujung langit;

Bedakah "ujung bumi" yg sedang didiskusikan
Dgn  "ujung2" di atas menurut PL dan PB itu?

Menurutku, lebih baik kita sertakanlah Yesus dlm membahasnya
Mengapa Yesus katakan itu, lalu dibahas kata demi kata dan link2-nya
Jadi bukan pentingnya "ujung bumi", tapi "perkataan-Nya" lah yg penting

Jadi kebenaran bukan pd ujung bumi, tapi pd firman-Nya
Sebab bumi dpt dianggap sbg partikel dlm jagat raya
Yesaya duluan bilang, bagai sebutir debu pd neraca
---


Untuk itulah kenapa thread ini Nidus buat, karena hampir semua orang Kristen beranggapan bahwa ujung bumi itu tidak penting lokasinya, malah lebih memilih memakai hikmat dunia untuk memaknai ujung bumi. Padahal ujung bumi berkaitan dengan penggenapan FT dimana dikatakan bahwa ROH KUDUS akan membuat orang percaya menjadi saksi bahkan sampai ke ujung bumi. Penggenapan kesaksian orang peracaya adalah saat orang percaya sampai di ujung bumi, tapi orang Kristen lebih memilih memaknai ujung bumi sebagai tempat dimana saja / Yerusalem, dikarenakan orang Kristen justru berpegang kepada himkat dunia yang berkata bahwa ujung bumi itu tidak ada.
Kalau ujung bumi itu tidak nyata tentu tidak disejajarkan oleh Yesus dengan hal-hal yang nyata. Yerusalem itu tempat yang nyata, Yudea itu nyata, Samaria juga nyata, tentu ujung bumi juga adalah nyata. Setiap tempat yang disebut Yesus dalam FirmaNya adalah tempat yang nyata dan ada lokasinya, dan ujung bumi itu bukan dimana saja, tetapi tempat tertentu di bumi ini yang nyata bukan kiasan semata.

Kalau mau dicari-cari perbedaanya ya jelas beda karena PL dan PB itu beda bahasa asli kitabnya, tetapi makna dari dituliskanya ujung bumi sama walaupun bahasa yang dipakai berbeda (Ibrani dan Yunani).

Ujung bumi itu penting karena ujung bumi itu perkataan Yesus sendiri, dan perkataan Yesus itu penting untuk dicermati.

Kebenaran itu mencakup ujung bumi karena kebenaran itu holistik / menyeluruh, jika tidak demikian maka tidak perlu dikatakan bahwa "ROH KUDUS memimpin kita kepada seluruh kebenaran", karena kebenaran itu menyeluruh, termasuk ujung bumi pun ada kebenaranya.

Menyebut "bumi sebagai debu dalam neraca" bisa Nidus anggap sebagai memelintir Firman Tuhan agar sesuai dengan hikmat dunia yang berkata "bumi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ukuran jagat raya".

Yang benar dikatakan disana (Yesaya 40:15) adalah  demikian langsung Nidus kutip dari ayat aslinya :
"Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya."

Jadi jelas bukan bumi yang seperti debu dalam neraca, tetapi bangsa-bangsa. Inilah yang Nidus maksud bahwa Firman Tuhan bahkan sering dipelintir agar hanya untuk bisa sesuai dengan hikmat dunia yang berkata bumi ini kecil dibandingkan luar angkasa.

Tunjukanlah dimana Alkitab menerangkan bahwa jagat raya yang dimaksud oleh Alkitab adalah sama dengan jagat raya oleh ilmu pengetahuan dunia yang adalah ruang kosong tak bertepi? sementara Alkitab menulis langit ada ujungnya, karena dikatakan disana ujung langit.

Mana yang bahasa kiasan "langit tak bertepi" atau "ujung langit" ?
Ujung langit bukan kiasan dalam Alkitab demikian juga dengan ujung bumi, bukan kiasan tetapi sebuah lokasi yang nyata.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)