Author Topic: Berkat Tersembunyi dalam Kesedihan  (Read 200 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 20, 2020, 04:18:58 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 148
  • Denominasi: Protestan
Berkat Tersembunyi dalam Kesedihan
Sumber: https://gkdi.org/blog/kesedihan/

4 Cara Mengatasi Kesedihan
Beberapa hal berikut bisa kita lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kesedihan:

1. Datang dan Berserah dalam Doa kepada Allah

Meskipun sedih dan takut, Yesus terus maju untuk menjalani rancangan terbaik Bapa-Nya. Dia datang, berserah, dan menyampaikan perasaan-Nya dalam doa. Yesus butuh berdoa sebanyak tiga kali, sampai Dia siap menerima cawan penderitaan-Nya (Markus 14:39).

Kalau kita sudah berdoa tetapi hati masih sedih, mungkin artinya kita belum berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Memang tidak mudah untuk merelakan, menerima, atau memercayakan sesuatu kepada pribadi lain. Namun, percayalah bahwa kita menyerahkannya ke tangan Dia yang berkuasa atas segala sesuatu. Allah, yang lebih besar daripada semua masalah, mampu memberikan kekuatan, kelegaan, kedamaian, serta jalan keluar bagi kita.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. – Lukas 22:42-43

2. Bagikan Perasaan kepada Orang yang Tepat

Tidak baik berpura-pura tegar dan terus-menerus menyimpan kesedihan. Bukannya menjadi lebih kuat, hal itu justru menyulitkan kita untuk bangkit kembali. Ketika kesedihan membebani hati, ada baiknya kita terbuka dan meminta pertolongan kepada sahabat-sahabat rohani. Mereka dapat memberi saran, serta mendukung kita dalam doa. Kita tidak sendirian dalam menjalani semuanya.

Yesus bersikap terbuka dengan perasaan-Nya di Taman Getsemani. Memang, respon murid-murid-Nya saat itu nyaris tidak membantu, karena mereka jatuh tertidur. Namun, Sang Anak Manusia menunjukkan bahwa ada waktu-waktu ketika Dia juga perlu mengungkapkan perasaan-Nya.

3. Tuliskan Pengalaman yang Menyedihkan Itu

Ambillah kertas dan tuangkan kesedihan kita dalam bentuk narasi. Tuliskan dengan detail tanggal dan tempat kejadian, apa yang terjadi, apa yang kita rasakan, dan apa harapan kita. Menulis dapat membuat hati lebih plong dan perasaan lebih ringan.

Suatu hari nanti, ketika kita membaca ulang tulisan tersebut dan mengingat betapa terpuruknya kita saat itu, rasa syukur kita akan tumbuh. Betapa Tuhan begitu baik telah menuntun kita melalui masa-masa sulit.

4. Sibukkan Diri dengan Kegiatan Positif

Aktivitas yang positif akan menolong kita bangkit dan melupakan kesedihan. Menonton video inspiratif atau mendengarkan lagu dengan lirik bagus dan musik keren, apalagi yang dibawakan oleh penyanyi favorit, dapat membantu mengubah suasana hati.

Bantulah orang yang sedang kesusahan. Singsingkan lengan baju dalam bakti sosial. Ini mendorong kita untuk sejenak melupakan kesedihan dan melihat dari perspektif yang lebih luas. Mungkin ada orang lain yang lebih sedih daripada kita. Mungkin dengan mengambil jarak dari masalah sendiri, kita dapat memandangnya lewat kacamata baru. Dengan menolong orang lain, secara tak langsung kita menyemangati diri sendiri.

Jangan tunggu hati untuk ceria, tetapi lakukan sesuatu untuk menceriakan hati.

Blessing in Disguise

Hal-hal buruk tak mesti selalu membuat kita terpuruk. Terkadang kesedihan juga bisa mendatangkan berkat tersembunyi.

Peristiwa di atas terjadi beberapa tahun lalu. Sepeda motor adalah harta kami yang paling berharga saat itu. Kami baru menikah, masih mengontrak rumah, dan mencicil ulang sepeda motor dari nol itu rasanya berat sekali.

Namun, kami bersyukur Tuhan menolong kami melalui masa-masa sulit. Kami belajar untuk lebih berhati-hati menjaga barang, sekaligus tidak terikat kepada harta, karena semua itu hanyalah titipan sementara. Kami menjadi pasangan yang lebih kuat karena tetap bersatu hati dan tidak saling menyalahkan atas apa yang terjadi.

Kesedihan selalu mengajarkan kita sesuatu. Keputusan untuk terus melangkah bersama Tuhan kelak akan berbuah manis. Seiring berjalannya waktu, kesedihan itu pun berakhir. Kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih menghargai kehidupan, dan lebih berempati dengan sesama. Kita semakin berhikmat dan tangguh menghadapi kehidupan.

Berjalanlah bersama Tuhan dalam melewati masa-masa sedih, tetap lakukan yang terbaik, dan biarkan Dia membentuk kita sesuai rancangan-Nya. Mari kita lalui semuanya dengan penuh iman dan harapan. Amin.

Artikel selengkapnya di: https://gkdi.org/blog/kesedihan/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)